Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Marah Besar


__ADS_3

"Sudah aku katakan jangan menyentuh ku, Tommy!"Amarah di wajah Nina terlihat jelas"Ho aku tau"Nina mengangguk anggukkan kepala nya"Kau pikir aku sangat mencintai mu? Kau pikir setelah aku mengetahui segala nya aku masih menyimpan cinta untuk mu?"tangan nya menunjuk nunjuk wajah Tommy"Kembali lah pada anak dan istri mu, karena mereka lebih membutuhkan mu"


"Aku tidak bisa"jawab nya dengan santai


"Sebenar nya di mana letak rasa malu mu itu Tommy, dimana!? Atau urat malu mu itu sudah putus sehingga kau merasa tidak malu sedikit pun? Atau kau memang tidak mengerti bahasa manusia? Jika kau tidak mengerti bahasa manusia harus bahasa apa yang harus aku pakai agar kau paham!?"


"Aku mencintai mu"


"Jika kau mencintai ku, kau tidak akan berbohong pada ku"


"Ya, aku memang salah"


"Bagus sekarang kau sudah mengakui kalau diri mu itu memang salah"Nina menarik nafas nya yang terasa begitu sesak"Sekarang pergi lah dan jangan pernah menampakkan wajah mu di hadapan ku lagi"


"Aku tidak akan pergi"


"Harus bagaimana lagi aku menjelaskan pada mu lagi Tommy!!!"Nina menjerit"Atau perlu aku memanggil kan polisi agar kau tidak lagi menampakkan wujud mu di hadapan ku?"


"Jika itu mau mu, lakukan lah"


"Kau menantang ku? Kau tidak akan pernah menyesal jika hal itu terjadi pada mu?"Tommy menggeleng kan kepala nya"Kau tidak akan bisa bertemu lagi dengan anak anak mu?"


"Aku tidak perduli"Nina tersenyum dengan menggelengkan kepala nya berkali kali

__ADS_1


"Pergi lah sebelum aku murka terhadap mu"


"Aku tidak perduli"jawab nya lagi


"Tadi nya aku merasa sedih ketika anak ku lahir belum waktu nya"ucap Nina dengan tangan kanan memegang keningnya yang terasa berdenyut dan tangan kiri nya memegang pinggang nya"Tapi sekarang aku justru senang karena tidak melahirkan anak dari ayah seperti mu, Tommy"


"Kau menggugurkan anak ku?"


"Menggugurkan anak mu?"Nina tersenyum sinis"Kau pikir aku sudah gula? Kau pikir aku sudah tidak waras sehingga melakukan hal seperti itu?"Tommy menatap Nina dengan tatapan sendu"Tommy,, Tommy,, justru anak mu yang tidak ingin melihat mu, ayah yang bobrok seperti mu tidak layak memiliki anak dari wanita seperti ku!"tegas Nina"Dan jangan menatap ku seperti itu, karena tatapan mu sungguh menjijikan. Betapa kasihan nya anak anak mu ketika mereka tau seperti apa ayah yang selama ini mereka cintai dan sayangi. Kau tak ubah nya seperti hewan, dimana rasa sayang dan rindu mu terhadap ketiga anak mu yang selama ini kau abaikan!?"rasa nya rahang nya terasa begitu sakit karena ia selalu berbicara kuat dan menekan nada suara nya


"Pergi lah!!"namun Tommy tidak bergeming sedikit pun"Aku bilang pergiiiiiii!!!"Nina melemparkan semua barang yang berada di meja sehingga berserakan di lantai"Pergi aku tidak ingin melihat wajah mu, jangan kan wajah mu bayangan mu pun aku tidak Sudi melihat nya!!!"Jerit Nina"Sungguh aku membenci mu, Tommy. Membenci mu, bahkan jika manusia di muka bumi ini sudah punah semua nya dan yang tersisa hanya diri mu, aku pun tidak akan pernah sudi melihat mu!"Jerit Nina, pelan pelan Tommy meninggal kan Nina yang menangis.


Dengan langkah terburu buru Sri berjalan menuju kamar putri nya dengan membawa plastik berwarna putih yang berisi obat. Dan alangkah terkejut nya ia ketika melihat lantai kamar rawat inap putri nya gelas dan piring pecah berserakan.


"Sayang"panggil Sri dengan memegang kepala putri nya


"Mama"Nina langsung memeluk tubuh mama nya sembari menangis


"Apa yang sudah terjadi?"


"Tommy ma, Tommy"


"Iya ada apa dengan Tommy?"

__ADS_1


"Dia datang kemari ma, dia kemari tanpa merasa bersalah dan malu sedikit pun"


"Sudah tenangkan diri mu, biar kakak mu yang akan mengurus semua nya"Sri mengusap punggung putri nya yang masih berada di pelukan nya sambil menangis"Sekarang kita pulang ya, supir papa sudah menjemput kita"Jujur hari Sri sebenar nya begitu terluka melihat kondisi putri nya seperti ini, namun ia tidak ingin Nina melihat nya"Sekarang kau tidak perlu mengingat nya kembali, anggap saja kejadian yang menimpa mu sebagai mimpi buruk, kau harus melupakan nya meski itu sangat sulit. Mama tau tidak semudah itu melupakan nya, dengan berjalan seiring waktu kau pasti bisa melupakan semua nya"Ucap Sri lembut dengan memegang tangan putri nya dan membawa nya keluar dari kamar rawat inap, Sri tidak tau apakah putri nya akan mudah untuk melupakan segala nya? Entah lah.


Andre menghadang Tommy ketika ia akan masuk kedalam rumah yang sudah sebulan lebih ia tempati bersama istri nya


"Oh,,, ternyata nyali mu besar juga ya!?"ucap Andre dengan geram. Tommy hanya diam menatap kakak ipar nya"Kenapa kau tega menyakiti adik perempuan ku, keparat!!"Andre mencekal kerah baju Tommy"Ada dendam apa kau dengan ku? Jika kau punya dendam dengan ku kenapa harus adik ku yang jadi korban!"Andre memberikan bogem mentah di pipi Tommy"Kau akan menyesali seumur hidup mu karena telah berurusan dengan ku!"


Bugghhh, bunggghhh, dua kali pukulan Andre telak mengenai wajah dan hidung Tommy, namun Andre masih belum merasa puas


Bugh, bugh, bugh, bugh, kali ini pukulan Andre membuat Tommy jatuh tersungkur dengan pinggir bibir dan hidung mengeluarkan darah


"Ini belum seberapa di banding kan yang kau lakukan pada adik perempuan ku biadab!!"Andre menendang tubuh Tommy yang tersungkur dengan penuh emosi pemirsa dan sedikit pun ia tidak memberikan perlawanan"Setelah ini kita akan bertemu di kantor polisi, karena di sana lah tempat yang cocok untuk manusia seperti mu!"bugh. Andre menendang tubuh Tommy yang sudah tidak berdaya, setelah itu ia meninggalkan nya begitu saja.


Setelah kepergian Andre, polisi datang dan membawa nya ke kantor polisi dengan kasus penipuan, lagi dan lagi sedikit pun Tommy tidak melakukan perlawanan, ia hanya dapat menitikkan air mata penyesalan, ia teringat dengan ketiga anak dan istri nya yang saat ini sedang mengandung. Semua nya sudah terlambat Tom, kau hanya memikirkan hawa nafsu mu tanpa memikirkan akibat dari semua nya, apa yang akan kau katakan kepada istri dan anak anak mu ketika mereka tau kau berada di balik jeruji besi?


Saat ini pasti diri mu menyesal atas semua tindakan mu tanpa memikirkan efek dari semua nya, anak anak mu masih sangat membutuhkan mu, apalagi anak mu yang saat ini masih berada di perut istri mu, siapa yang akan menjamin hidup mereka? Siapa yang akan menafkahi nya? Seharusnya kau berpikir sebelum melakukan nya.


Dapat kah kau membayangkan istri mu dengan perut besar nya bekerja sebagai pelayan toko hanya demi menyambung hidup ketiga anak mu? Dimana naluri mu sebagai seorang ayah dan suami yang membiarkan mereka hidup terlantar? Batin Tommy berkecamuk ketika ia mengingat mereka, kau ayah dan suami yang kejam tom, ketika istri mu sudah melahirkan ketiga anak mu dan mempertaruhkan nyawa nya agar ia dapat melahirkan penerus mu, dan dengan mudah nya kau menikah lagi dengan dalih sudah tidak mencintai nya lagi. Sebutan apa yang pantas untuk diri mu? Hewan saja akan memperlakukan anak nya tidak seburuk diri mu, tetapi kau.... Katakan para pembaca setia ku, sebutan apa yang pantas untuk pria seperti Tommy?


Begitu sampai di kantor polisi Tommy langsung di masuk kan di balik jeruji besi, siapapun akan merasa iba melihat wajah nya yang begitu sendu, di tambah beberapa luka di wajah nya. Ia terduduk lesu di atas lantai tanpa ada alas apapun, ia terdiam dengan memegang rambut nya


"Maafkan aku, Hanna. Aku sudah mengkhianati pernikahan kita, dan aku bukan ayah yang baik bagi mereka, sudah sepantas nya aku berada di sini"Ia mengusap wajah nya dengan kasar.

__ADS_1


__ADS_2