Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Penyesalan Yang Begitu Dalam


__ADS_3

Astri masih merengkuh tubuh mungil putri nya,dada nya begitu sesak karena selama ini dia tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi jika putri nya menikah karena perjodohan yang dia dan suami nya kehendaki,bukan bahagia yang di tuai putri nya tapi justru penderitaan yang begitu dalam


"maafkan mama nak"lagi lagi Astri meminta maaf pada Kinar,dia berharap dengan meminta maaf akan mengurangi rasa sakit putri nya,tapi tidak justru kinar semakin sakit karena mama nya tidak berhenti mengucapkan kata maaf,Kinar memeluk tubuh Astri begitu erat dia berharap dengan memeluk tubuh mama nya rasa sakit nya akan berkurang


"kenapa tidak kamu katakan dari awal kalau kamu tidak bahagia nak?"


"apa yang harus aku katakan ma?"


"setidak nya kamu tidak sesakit ini jika kamu tidak hamil"


"jangan menyalahkan calon anak ku ma"


"tidak nak,,tidak,,,bukan maksud mama seperti itu"bahkan setiap ucapan yang Astri ucapkan menjadi serba salah bahkan Astri tidak berhak mengatakan apapun,Kinar melepas kan pelukan nya dan menatap wajah mama nya,binar mata Astri terpancar rasa bersalah begitu dalam.


"aku ingin istirahat"kata Kinar pelan


"istirahat lah nak"Astri menutup tubuh mungil Kinar dengan selimut dan sebelum meninggalkan kamar Kinar Astri mencium kening putri nya setelah itu Astri keluar dan menuju dapur


"apa kamu sudah bicara pada putri mu,dan apa kamu sudah tau apa yang di rasakan putri mu karena keserakahan dan keegoisan mu"Astri hanya diam mendengar ucapan ibu mertua nya karena apa yang dikatakan nek popon memang benar,Astri duduk di kursi meja makan begitu juga dengan nek Popon mereka berdua duduk saling berhadapan"apa kamu pernah berpikir apa yang akan terjadi dengan pernikahan karena di jodohkan?tidak kamu tidak pernah berpikir sejauh itu"Astri hanya diam dengan memainkan gelas yang berada di tangan nya"ibu sudah mengatakan pada kamu pada suami mu dan juga pada tatit kalau ibu tidak setuju dengan pernikahan Kinar dan irsyad,dan apa kamu masih ingat dengan ucapan mu pada waktu itu?"suara nek Popon begitu lembut"tidak kamu sudah tidak ingat,tapi sampai sekarang ibu masih ingat,kamu mengatakan cinta akan tumbuh ketika mereka bersama,apa kamu melihat cinta itu tumbuh?tidak Astri cinta itu tidak pernah tumbuh tapi justru benih Irsyad yang tumbuh di rahim cucu ku"nek Popon mengusap pipi nya yang sudah keriput"andai saja waktu itu kalian mendengarkan kata ibu pasti kinar tidak akan menderita seperti saat ini Astri"air mata Popon mulai jatuh di pipi keriput nya"ibu tidak tega melihat penderitaan yang di rasakan Kinar"


Astri masih diam,benar kata nek Popon seandainya saja dulu dia mendengarkan kata kata ibu mertua nya pasti kinar tidak akan menderita begini

__ADS_1


"ibu begitu menyayangi nya sedari kecil,ketika kamu dan anak ibu memutuskan pergi ke Jakarta dan meninggalkan Kinar pada ibu,,,"nek popon tidak mampu meneruskan kata kata nya,dia masih ingat setelah kepergian kedua orang tua Kinar dan adik nya Kinan hampir satu Minggu Kinar tidak mau makan dia hanya menangis dan mengatakan kalau mama dan papa nya tidak pernah menyayangi nya.


"aku akan tinggal di sini untuk beberapa hari Bu"


"tidak,ibu tidak mengizinkan"


"tapi kenapa Bu?"


"kehadiran kamu akan semakin membuat Kinar semakin merasa bersalah karena kamu selalu mengucapkan kata maaf"Astri hanya diam"pulanglah kamu ke Jakarta dan biarkan Kinar di sini"


"aku sungguh sungguh sangat menyesal Bu"


Astri masih duduk di kursi meja makan dia masih menyalahkan diri nya sendiri karena sebagai orang tua dia telah gagal membuat anak nya bahagia,bukan kah orang tua selalu ingin membuat anak nya bahagia?tapi pilihan yang Astri buat telah salah. dengan langkah pelan Astri masuk ke dalam kamar Kinar di pandangi nya wajah putri nya nampak kurus dan begitu pucat,sedikitpun rona kebahagiaan tidak terpancar di wajah putri nya


"begitu menderita kah kamu nak?"ucap Astri begitu lirih,pelan pelan Astri membaringkan tubuh nya di samping putri nya yang tidur begitu pulas"jika dengan tinggal di Jogja membuat kamu tenang mama tidak akan keberatan nak,dan apa pun keputusan yang akan kamu buat ibu akan menerima nya selagi itu membuat diri mu bahagia"batin Astri


Pagi pagi Astri sudah bangun dan menyiapkan sarapan termasuk susu hangat untuk kinar juga sudah tersedia di meja makan,malam tadi astri sedikit pun tidak bisa memejamkan mata nya,karena di pikiran nya masih di hinggapi rasa bersalah


"mbak Astri ini masih begitu pagi tapi semua nya sudah tersedia di meja makan"


"iya Bi Narsih saya selalu terbangun dan ketika saya memejamkan mata kepala saya tambah pusing"

__ADS_1


"jangan terlalu stres mbak"


"ah tidak bi narsih"Astri masuk kedalam kamar kinar dengan membawakan nya segelas susu,Kinar sudah bangun dan tengah duduk dengan memegang perut nya


"kamu sudah bangun nak?"Kinar melihat ke arah ibu nya dengan tersenyum


"kenapa mama mesti repot repot?"kata Kinar ketika Astri menyerahkan segelas susu pada nya


"mama tidak merasa repot sayang,mama tidak ingin melihat cucu mama ketika lahir nanti tidak sehat,maka dari itu habiskan susu nya setelah itu kita sarapan"Kinar meneguk susu nya sampai habis karena Kinar ingin mama nya tau kalau sekarang diri nya sudah bahagia


"aku tidak biasa sarapan pagi ma*


"kenapa?"tanya Astri dengan wajah sedikit kecewa"bukan kah dulu kamu selalu sarapan pagi?"


"semenjak hamil ini aku sudah jarang sarapan pagi ma"


"mama lupa nak"kata astri dengan mengusap kening nya Kinar menatap Astri dengan tatapan penuh iba,selama ini mama nya tidak pernah menampakan wajah kusam nya,sebab papa nya memenuhi semua kebutuhan mama nya sehingga mama nya hidup penuh dengan kebahagian tapi hari ini


"tapi tiba tiba perut ku merasa lapar ma"bohong kinar


"sungguh"binar kebahagian terpancar di wajah Astri"apa cucu Oma merasa kelaparan?"tanya Astri dengan membelai perut putri nya,dengan manja Kinar bergelayut di tangan Astri,suatu hal yang sudah tidak pernah Kinar lakukan tapi hari ini Kinar ingin bermanja dengan mama nya.

__ADS_1


__ADS_2