Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Hotel


__ADS_3

Irsyad memarkirkan mobil nya di sebuah hotel bintang lima. Seharusnya ketika dia masuk ke hotel bintang lima bersama Kinar istri nya untuk menikmati honey moon, tapi sayang honey moon mereka hanya di habiskan di sofa. Karena itulah tempat tidur Kinar yang di berikan Irsyad pada istri nya, wajah penuh penyesalan Irsyad begitu jelas, sehingga siapa pun yang melihat nya akan beranggapan kalau Irsyad sedang patah hati karena di tinggal pacar nya sampai ia tidak dapat move on, tapi ini justru sebalik nya


"Malam pak"tanya resepsionis"ada yang bisa kami bantu pak?"


"Saya ingin menginap di sini selama satu pekan berikan saya kamar" Suara penuh keangkuhan Irsyad terdengar sangat jelas dengan memberikan kartu identitas beserta kartu kredit tidak menunggu waktu lama


"Ini kunci nya pak"kata resepsionis dengan menyerahkan kunci beserta kartu identitas dan kartu kredit nya


"Terima kasih"


"Mari pak"ajak seorang Porter dengan dasi kupu kupu di leher nya


"Terima kasih"Irsyad mengikuti langkah Porter yang membawa irsyad menuju kamar nya beserta barang barang nya, begitu sampai di kamar hotel Irsyad memberi tips kepada Porter


"terima kasih tuan"ucap nya Irsyad tidak menjawab, ia langsung menutup pintu dan membanting tubuh nya yang terasa begitu lelah, entah mengapa akhir akhir ini tubuh irsyad nya mudah lelah. Irsyad mengambil ponsel nya karena ada panggilan masuk

__ADS_1


"Selamat sore pak Irsyad"


"Ya sore pak Danu"


"Apa pak Irsyad sudah sampai di Jogja?"


"Ya saya baru saja tiba dan sekarang saya sedang berada di sebuah hotel untuk istirahat"


"Kalau begitu selamat istirahat pak, besok akan saya hubungi kembali untuk pertemuan kita pak"


"Baik dan terima kasih pak"ponsel di tutup, ia memandang ponsel nya yang retak sambil Irsyad berjalan ke arah jendela dan di buka nya tirai untuk melihat pemandangan kota Jogja"sungguh indah"lirih nya"kota yang sangat asri" ia berdiri dengan memasukkan tangan di kedua saku nya"aku memikirkan mu Kinar?"kata nya"dimana kamu sekarang? Apa kah kau baik baik saja? Begitu benci kah kau pada ku sehingga nomor ponsel ku pun kau blokir bahkan mami ku yang tidak tau apa apa juga harus menanggung semua akibat nya atas ulah ku"ucap nya"ternyata menahan rindu itu sangat sakit apa lagi untuk orang yang kita cintai. Cinta kata itu terasa begitu indah untuk di dengar, ada kah rasa cinta di hati seorang Irsyad yang begitu sombong dan terkesan arogan? Bahkan seperti robot yang tidak memiliki hati dan perasaan. Jika di ibaratkan Irsyad seperti buah pisang kenapa harus buah pisang tidak buah lain nya karena buah pisang punya jantung tapi tidak punya hati. Apa kah seperti itukah Irsyad?


Tanpa membersihkan badan nya terlebih dahulu Irsyad langsung membaringkan tubuh nya yang begitu lelah. Tapi untuk memejamkan mata rasa nya saja ia tidak mampu. Dia masih teringat dengan calon bayi nya yang kini telah tiada akibat perbuatan nya, apa yang harus Irsyad katakan kepada kedua orang tua nya? harus kah dia mengatakan kalau Kinar telah menggugurkan calon anak nya? Pasti akan ada pertanyaan yang akan muncul. Kinar menggugurkan calon bayi nya karena Kinar begitu membenci suami nya. Apa yang harus ia lakukan? Mengingat calon bayi nya yang tidak berdosa harus menanggung segala dosa ayah nya. Sampai kapan ia harus menanggung rasa bersalah ini? Harus kah dia mati dengan membawa rasa bersalah ini? Kinar mungkin di hati mu masih tersimpan rasa sakit yang tak akan terobati bahkan sekalipun Irsyad berlutut di kaki mu untuk memohon ampun atas apa yang telah di perbuat, Kinar masih belum mampu untuk memaafkan nya. Bagaimana mungkin Kinar dapat melupakan semua kejadian itu begitu saja, seorang suami yang tidak ingin berbagi ranjang dan lemari kepada istri nya tapi suami mau berbagi tubuh nya. Suami yang selalu mengatakan kepada kekasih nya kalau dia tidak pernah mencintai istri nya tapi dia menanam benih yang tumbuh di rahim istri nya. Dan ketika suami mengatakan kalau dia telah mencintai istri nya tapi dia masih selingkuh? Apa kah Kinar dapat dengan mudah melupakan nya? Tolong jawab pembaca setia? Pasti jawaban nya tidak. Begitu bodoh nya Irsyad dengan mudah percaya dengan kata kata Nina


"Satu permintaan ku Kinar, sebelum aku tiada aku ingin bertemu dengan mu untuk memohon ampun" entah sudah berapa kali dia membalikan tubuh nya, malam ini rasa gelisah menghampiri diri nya"apa aku akan tiada hari ini?" keringat yang membanjiri wajah nya, pada hal suhu AC begitu dingin di tambah udara Jogja yang sejuk tapi kenapa tubuh nya terasa panas"tidak aku ingin tiada setelah bertemu dengan mu Kinar"Irsyad berdiri mengganti baju nya lalu keluar, mungkin cara ini akan membuat rasa gelisah yang menghampiri nya akan hilang

__ADS_1


Di pandangi nya lampu yang gemerlapan di luar yang begitu indah, di hirup nya udara yang begitu sejuk sampai masuk ke dalam rongga paru paru nya terasa dingin. Irsyad berjalan mengelilingi taman hotel yang begitu indah lampu yang terang membuat diri nya serasa berjalan di siang hari, diri nya seperti orang yang baru putus dari kekasih nya yang di tinggal pas sayang Sayange. Benarkah seorang Irsyad seperti ini? mungkin jika ada seseorang yang mengenal nya begitu dekat mereka akan tertawa dan mengejek nya, seorang Irsyad yang angkuh dan arogan mengalami hal ini mungkin bukan dan kerabat nya saja yang akan mengejek dan mengolok olok nya tapi seluruh dunia akan mentertawakan nya. Ingin rasa nya dia mengatakan kepada mami nya kalau kini dia sedang di Landa rasa sakit yang teramat tapi Irsyad begitu takut jika Tatit justru akan menyalahkan diri nya


Hingga matahari mulai terbit Irsyad masih duduk di taman dengan melipat kedua tangan nya di dada, dia di kejutkan dengan suara ponsel nya yang berdering di saku nya


"Ya pak"sahut Irsyad.


"


"Baik pak, kita akan bertemu pukul delapan di Resto hotel pak"kata Irsyad dengan mematikan ponsel nya dan menaruh nya kembali di saku, dengan langkah terburu buru ia menuju kamar nya untuk mandi dan sarapan setelah selesai Irsyad turun kembali dan menuju resto hotel, benar saja klien nya sudah menunggu nya


"Maaf pak saya terlambat"kata Irsyad dengan menjabat tangan klien nya


"Saya yakin udara Jogja yang begitu sejuk membuat Anda tidur begitu nyenyak pak Irsyad" kata klien nya dengan tersenyum, Irsyad hanya tersenyum menanggapi nya


"Bagaimana dengan kelanjutan kerja sama kita pak Bayu Jatmiko?"

__ADS_1


"Jangan terburu buru pak Irsyad apa kah pak Irsyad tidak ingin menikmati kota Jogja yang begitu indah ini?" tanya Bayu"hari ini kita teken kontrak besok kita akan melihat tempat nya"


"Baiklah kebetulan hari ini saya masih ingin menikmati pemandangan di sini"hampir satu jam mereka membahas rencana cabang perusahaan yang akan mereka bangun, selama ini Irsyad tidak pernah bosan membahas tentang bisnis tapi hari ini dia begitu bosan bahkan sedikit pun dia tidak bergeming karena rasa kantuk membuat kelopak mata nya sudah tidak bisa di ajak untuk kompromi. Akhir nya selesai juga dan Irsyad buru buru masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh nya yang terasa begitu tak berdaya, otak, mata dan tubuh nya sudah tidak sinkron lagi


__ADS_2