
Rasa iba terlihat di wajah nya ketika ia melihat istri nya begitu gelisah untuk memejamkan mata, ia dapat melihat ketika rasa tidak nyaman yang di alami nya ketika Kinar memiringkan tubuh nya ke kiri dan ke kanan, jiwa suami nya meronta ronta ketika melihat istri nya kepekaannya sebagai calon seorang ayah muncul begitu saja tanpa ia sadari, ia langsung memberi nya bantal di punggung istri nya
"Maaf"ucap nya dengan membantu Kinar untuk menyandarkan punggung nya di bantal yang ia beri, Kinar benar benar tidak menyangka ketika diri nya di bantu oleh Irsyad dan tanpa sengaja diri nya tersentuh oleh nya dan ia selalu mengatakan kata maaf, seolah oleh mereka tidak memiliki hubungan apapun dan itu kelihatan seperti mantan. Jarak mereka begitu dekat membuat jantung Kinar berdesir berirama
"Apa kamu sudah merasa nyaman?"Kinar hanya menganggukkan kepala nya,
Irsyad meraih tangan Tatit dan mencium nya kembali, jarak itu begitu dekat apakah suami nya tidak memiliki rindu sedikit pun untuk nya? Ia menitikkan air mata dengan menatap ke arah Irsyad, pandangan mereka bertemu, tapi sekarang justru Kinar yang menghindar dengan membalikkan badan nya, serindu apapun dia saat ini kepada suami nya ia berusaha untuk tidak menunjukan nya, saat ini ia tidak ingin kelihatan seperti pengemis, Cukup dulu ia seperti pengemis akan cinta suami nya. Kinar menggosok kaki kanan nya yang terasa berdenyut dengan menggunakan kaki kiri nya, hal itu menjadi pusat perhatian Irsyad yang sedang mencium tangan Tatit. ia melihat ke arah kaki istri nya yang begitu membengkak seperti kena gigit serangga. Irsyad mengambil minyak angin yang terletak di atas meja di raih nya sebelum ia meletakan tangan Tatit, dan berjalan mendekati Kinar dan duduk tepat di bawah kaki istri nya
"Terlentang lah"
"Apa yang ingin kamu lakukan?"Tanya Kinar dengan terkejut
"Percayalah aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya ingin memberi minyak angin pada kaki mu karena kaki mu begitu bengkak pasti kamu merasa tidak nyaman?"ada rasa bahagia di relung hati nya yang paling dalam, meski suaminya terlihat cuek tetapi masih memiliki sifat perduli, sebenar nya sifat apa ini pembaca?
"Maaf"ucap Irsyad sebelum menyentuh kaki istri nya
"Kenapa kamu selalu meminta maaf pada ku ketika kau ingin atau tidak sengaja menyentuh ku, mas. Aku masih istri sah mu, atau aku begitu menjijikan bagi mu?"Irsyad menarik nafas nya dan menghempas nya begitu kuat, air mata membasahi wajah nya
"Bukan, bukan seperti itu dan tidak ada maksud ku berkata seperti itu Kinar, percayalah pada ku. Hanya saja tangan ku terlalu kotor untuk menyentuh mu, bahkan tidak seharusnya aku melakukan itu dan pada calon anak ki,,,"Ia terlihat gugup"Anak kamu"
"Ini anak kita mas, anak kita. Atau kau memang tidak menginginkan anak ini!?"Tanya Kinar dengan menunjuk perut nya
"Jangan berkata seperti itu Kinar, tolong jangan katakan itu"air mata nya mengalir begitu saja"Keberanian ku telah hilang untuk mengatakan, kalau, kalau anak yang saat ini berada di rahim mu adalah anak ku setelah apa yang telah aku lakukan pada mu"ia begitu gugup
__ADS_1
"Justru sikap mu seperti itu lah yang membuat ku sakit hati mas"Kinar menangis sejadi jadi nya
"Jangan menangis Kinar, aku mohon berhenti lah menangis"ucap Irsyad dengan mode lembut"Tidak ada sedikit pun niat ku untuk membuat mu sakit hati, aku hanya takut sikap ku membuat mu justru semakin membenci ku"Irsyad mengusap air mata nya, ia mulai menggosok kaki Kinar menggunakan minyak angin, Kinar menatap suami nya begitu intens
"Tolong jangan menatap ku seperti itu Kinar"lagi lagi Kinar semakin terenyuh mendengar setiap kata kata yang keluar dari mulut Irsyad begitu lembut
"Kau banyak berubah mas, tapi perubahan pada diri mu membuat hati ku semakin sakit"Ia tidak menjawab perkataan istri nya, di gosok nya kaki Kinar dengan lembut sampai ia tertidur. Ketika ia ingin beranjak dari duduk nya Irsyad melihat baju istri nya tersingkap dan ia melihat dengan jelas perut Kinar yang membesar. Ingin rasanya ia mengelus, mengusap dan memvalidasi kalau aku lah ayah mu, nak. Setiap kali ia ingin mengusap perut Kinar justru keberanian itu hilang dan berganti dengan rasa takut. Ia menatap Kinar yang sudah memejamkan mata nya, wajah nya begitu damai seperti tidak memiliki beban sedikit pun.
Ketika ia melihat Kinar benar benar tertidur, ia memberanikan diri untuk membelai perut Kinar dengan lembut
"Ini ayah nak"ketika Irsyad membelai perut nya Kinar merasa terkejut dan ingin membuka mata nya, tetapi niat itu ia urung kan, ia takut Irsyad akan menarik tangan nya dan mengatakan kata maaf
"Ayah begitu merindukan mu dan juga ibu mu, nak, tetapi ayah tidak memiliki keberanian untuk menyatakan itu semua pada ibu mu setelah apa yang telah ayah lakukan pada nya"ia mencium perut istri nya berkali kali, Kinar tersenyum dalam hati. Kini ia tau kalau suami nya juga sangat merindukan nya"Kamu jangan nakal di perut ibu ya nak, karena ayah tidak ingin kau menyakiti ibu mu, cukup ayah mu saja yang pernah menyakiti nya"Ia mencium kembali perut istri nya, selama ini Irsyad tidak pernah mengelus bahkan mengusap perut nya dengan lembut seperti ini, dan ini lah kali pertama nya ia melakukan nya"Kau menendang tangan ayah nak, kau tidak suka tangan ayah berada di sini?"Tanya nya dengan tersenyum"Sekarang tidurlah, ayah akan menjaga mu dan juga ibu mu"Sebelum ia berdiri ia mencium perut Kinar terlebih dahulu, setelah itu ia merapikan baju nya lalu menutup nya dengan selimut
Ingin rasa nya Kinar memeluk tubuh suami nya dan mengatakan kalau ia sangat merindukan mu, bukan Kinar tidak ingin melakukan semua itu, tetapi ia takut jika Irsyad menolaknya dan mengatakan maaf, itu akan berakibat mental nya akan down dan harga diri nya hancur. Bukan kah selama ini harga diri nya sudah hancur bahkan sudah tidak ada lagi? Lalu kenapa kau tidak melakukan apa yang kau ingin kan? Biarlah rasa ini ia pendam karena suatu saat ia ingin Irsyad melakukan nya tanpa harus ia yang meminta nya.
Kinar pelan pelan membuka mata nya, yang pertama kali ia lihat adalah suami nya yang masih di posisi yang sama dengan memegang tangan Tatit dan di cium nya, ia masih memakai baju yang sama, baju yang pertama kali ia pakai, meski wajah nya tidak terawat ketampanan nya masih keliatan
"Hoek"Kinar menutup mulut nya"Hoek"perut nya begitu mual sehingga membuat Irsyad terbangun dan meletakan tangan Tatit, namun Kinar sudah berlari lebih dulu ke kamar mandi
"Jangan berlari Kinar"namun Kinar tidak menghiraukan nya, di wastafel ia memuntahkan isi yang berada di dalam perut nya tetapi tidak ada yang keluar yang ada hanya cairan kuning yang terasa begitu pahit
"Hoek,, Hoek" Irsyad memijit tengkuk istri nya
__ADS_1
"Maaf"ucap nya dengan menarik tangan nya, dada Kinar terasa sesak setiap kali Irsyad mengucapkan kata yang sama
"Stop, stop, aku sudah bosan selalu mendengar kata maaf dari mu, bisa tidak kamu tidak mengatakan kata maaf setiap kali kau menyentuh ku!!?"Kali ini Kinar benar benar marah"Aku bosan"Kinar memegang kening nya yang terasa begitu berat, Irsyad begitu terkejut ketika ia melihat istri nya sekarang bisa marah dan membentak nya.
"Kalau setiap kali kau menyentuh ku selalu mengatakan hal itu, lebih baik jangan pernah menyentuh ku!!"
"Kinar,, Kinar tunggu"panggil nya dengan menarik tangan Kinar dengan lembut, ia melihat tangan Irsyad yang memegang pergelangan tangan nya
"Kenapa, lepas kan lah tangan mu dan katakan maaf, bukan kah aku seperti kotoran yang najis bagi mu?"Irsyad terdiam dengan masih memegang tangan istri nya
"Tidak begitu Kinar"
"Sudah lah mas, aku sudah bosan dengan tingkah mu"Irsyad di posisi yang serba salah, disisi lain ia tidak ingin menyakiti istri nya dengan perubahan sikap nya, tetapi perubahan sikap nya justru membuat istri nya sakit hati dan marah, ia hanya ingin menyentuh istri nya ketika ia benar benar berubah menjadi suami yang baik, tapi nyata nya semua nya berbanding terbalik
"Please Kinar, aku mohon jangan marah"
"Kau melarang ku marah? Sikap mu yang membuat ku marah"ia menghapus air mata nya dengan kasar"Aku mual karena calon anak mu, tetapi,, sudah lah mas, aku benar benar lelah"Kinar keluar dari kamar di ikuti oleh Irsyad
Ia berlari kecil menuruni anak tangga, dan tubuh nya oleng karena kepala nya begitu berat sehingga tidak bisa menjaga keseimbangan badan nya
"Akhhhh"jerit nya dengan memegang perut nya yang tiba tiba terasa keram.
"Non Kinar!!!"jerit bi Sumi menjatuhkan sapu dan menutup mulut nya ketika melihat Kinar terpeleset karena posisi bi Sumi lagi menyapu lantai di depan tangga.
__ADS_1