
Jantung Hanna terasa mau putus ketika ia mendapat telpon dari kantor polisi, jika suami nya saat ini sedang di tahan dengan kasus penipuan
"Ya Allah,,"jerit nya dengan mengusap dada nya yang terasa begitu sakit, seperti ada ribuan batu yang menimpa nya, ia menatap ketiga anak nya yang masih tidur begitu pulas.
Hanna tidak mungkin ke kantor polisi dengan membawa ketiga anak nya yang masih kecil kecil, apa yang akan di pikirkan oleh ketiga anak nya ketika mereka melihat ayah nya berada di kantor polisi? Ia tidak akan sanggup menjawab nya ketika pertanyaan itu muncul dari mulut mungil anak anak nya.
Ia berjalan keluar dan melihat saudara perempuan berada di luar rumah tengah menyapu halaman, karena ia masih memiliki saudara yang tinggal dekat rumah nya
"Mbak"
"Ada apa Han?"Miska melihat wajah adik nya yang kelihatan begitu sedih"Mengapa kau menangis? Kau baik baik saja?"tanya Miska dengan melihat ke arah perut adik nya yang membesar karena tengah hamil
"Aku baik baik saja mbak"
"Lalu kenapa kau menangis?"
"Hari ini ada suatu hal yang harus aku selesaikan mbak"Miska yakin pasti saat ini adik perempuan satu satu nya sedang ada masalah, ia tidak ingin menanyakan nya karena pasti adik nya tidak akan mau menjawab nya. Meski kehidupan Hanna sangat sulit ia masih bersyukur masih memiliki anak sedang kan Miska, kehidupan ia lebih baik namun sayang sampai kapan pun ia tidak akan memiliki keturunan, karena suami nya telah di vonis oleh dokter mandul.
Miska memeluk adiknya dengan mengusap punggung nya dengan lembut
"Apakah kau membutuhkan uang?"inilah sosok kakak yang paling Hanna hormati, ia terlalu baik dan pengertian
"Tidak mbak"
"Pergilah, aku akan menjaga anak anak mu kau tidak perlu khawatir kan mereka"Hanna melepaskan pelukan nya dan mengusap wajah nya yang penuh dengan air mata.
"Terima kasih mbak"
"Kau tidak perlu berterima kasih pada ku, anak anak mu sudah ku anggap seperti anak ku sendiri"
"Sekali lagi terima kasih mbak"
__ADS_1
"Ambil lah"Miska memberikan uang seratus ribuan
"Tidak mbak"
"Ambil lah, kau tidak perlu sungkan pada ku. Ingat Han, kau harus menjaga kesehatan mu. Kau taukan saat ini kau sedang hamil"Hanna mengangguk-anggukkan kepala nya
"Terima kasih mbak"Hanna berjalan meninggalkan Miska yang masih menatap punggung nya. Hanna merasa sangat bersyukur karena memiliki kakak sebaik Miska, entah bagaimana cara nya ia membalas kebaikan kakak nya.
Hari ini Hanna baru merasakan yang nama nya lelah hati, jangan untuk menghadapi nya membayangkan nya saja tidak pernah terpikirkan oleh otak nya. Lelah tidak ia rasakan bahkan keringat sebesar biji jagung sudah memenuhi seluruh wajah nya, perut nya yang besar terasa begitu lapar namun tidak ia hiraukan. Begitu sampai di depan kantor Kapolsek Jakarta timur ia langsung masuk dengan mengelap wajah nya yang penuh dengan keringat.
"Ada yang bisa kami bantu Bu?"tanya seseorang dengan melihat ke arah nya
"Saya ingin bertemu dengan suami saya pak"jawab Hanna dengan terengah engah
"Atas nama siapa Bu?"
"Tommy pak, Tommy nama suami saya, pak"
"Mas!"jerit nya, ia tidak dapat membayangkan luka di wajah suami nya. Tommy memegang tangan istri nya dan membawa nya duduk di hadapkan nya, sedangkan firman pergi meninggalkan mereka berdua.
"Katakan apa yang terjadi mas, kenapa kau sampai masuk penjara?"air mata nya tidak dapat di bendung lagi"Kesalahan apa yang telah kau lakukan mas? Katakan pada ku, mas. Katakan!!??"ia menangis dengan memegang perut nya
"Maafkan aku, Hanna. Maafkan aku"
"Bagaimana aku bisa memaafkan mu, sedangkan aku tidak tau kesalahan apa yang telah kau lakukan mas"siapapun yang melihat keadaan Hanna pasti akan menangis, kondisi nya yang hamil besar di tambah wajah nya yang pucat tanpa make up.
"Aku akan menjelaskan nya pada mu, tapi tidak sekarang"
"Kau tidak perlu menjelaskan pada nya, karena aku yang akan menjelaskan pada istri mu ini, keparat"deg, suara jantung Hanna.
"Tolong jangan katakan apapun kepada istri saya, pak?"mohon Tommy
__ADS_1
"Ah, aku tidak dapat mempercayai mu, Tommy. Ternyata mental mu seperti kerupuk"ucap Andre dengan tersenyum sinis.
"Pak, serahkan surat perceraian adik ku pada nya"dari tadi Hanna hanya menundukkan kepala nya
"Surat cerai? Surat perceraian siapa yang di maksud ini mas?"tanya Hanna dengan menunjuk lembaran kertas yang berada di atas meja.
"Aku yakin kau tidak pernah mengetahui tentang pernikahan kedua suami mu"Hanna tidak dapat berkata kata lagi, kini hati nya benar benar hancur atas pengkhianatan suami nya
"Ini sebab nya kau di tahan dengan tuduhan penipuan mas?"Tommy hanya diam"Jawab mas, jawab!!?"Betapa terkejut nya Andre ketika melihat siapa sebenarnya istri Tommy, ternyata Hanna. Wanita yang pernah mengisi hari hari nya dengan indah.
"Tega nya kau, mas!"Ia menangis dengan tersedu sedu"Kau tidak saja mengkhianati ku, mas. Tetapi kau juga sudah menghancurkan segala nya"Tommy berusaha memegang tangan istri nya, namun Hanna menepis nya"Kurang apa selama ini aku, mas? Sehingga kau tega mengkhianati ku?"Andre masih tidak menyangka jika istri Tommy adalah mantan kekasih nya"Kau telah merenggut kebahagiaan ku, kau tega menyakiti ku"Hanna masih menangis dengan tersedu sedu, siapapun yang mendengar nya pasti akan ikut menangis"Tidak kah kau berpikir sedikit saja tentang ku ketika kau ingin menikah lagi? Tidak kah kau pikirkan ketiga anak mu yang masih kecil kecil!? Bahkan calon anak mu yang saat ini masih bersemayam di perut ku pun harus menanggung atas perbuatan ayah nya!?"
"Maafkan aku Hanna"
"Maaf, kau meminta maaf? Selama ini aku sudah cukup bersabar mas, bahkan kau tidak pernah pulang ke rumah, aku juga cukup sabar!"ucap Hanna dengan menepuk nepuk dada nya"Pernah kah kau membuat ku bahagia mas? Bahkan sampai saat ini kau tidak pernah membuat ku bahagia, hidup dengan serba kekurangan aku tetap sabar, aku tidak pernah mengeluh"Hanna berjalan meninggalkan suami nya
"Hanna tunggu"
"Bagaimana aku harus menjelaskan pada saudara ku, katakan mas? Bagaimana aku harus mengatakan pada mbak Miska yang selama ini sudah membantu perekonomian kita?"Tommy terdiam dengan menundukkan kepala nya"Lebih baik kita berpisah"
"Jangan lakukan itu Hanna"ucap Tommy memohon pada istri nya
"Bagaimana aku bisa menghidupi ketiga anak kita dengan kondisi ku seperti ini mas?"Hanna menatap suami nya dengan derai air mata"Jangan kan perusahaan, sebagai cuci piring di restoran pun mereka akan berpikir seribu kali untuk menerima ku sebagai karyawan"ucap Hanna dengan menghapus air mata nya"Setelah kau bebas dari sini, tolong jangan pernah mencari ku dan juga anak anak mu, anggap saja kami semua sudah tiada, karena itu akan lebih baik"setelah itu Hanna langsung pergi
"Hanna tunggu!!"panggil Tommy namun Hanna tidak menghiraukan nya, Andre berusaha mengejar Hanna, saat ini adik satu satu nya terluka karena ulah Tommy, tetapi lebih terluka hati Hanna, ia dapat melihat nya. Ia masih tidak percaya dengan kondisi mantan kekasih nya, Hanna yang lembut, yang ramah, baik dan cantik. Namun kini semua nya telah berubah.
"Hanna"panggil Andre dengan berusaha menarik tangan Hanna, namun Hanna berusaha menepis nya"Hanna tunggu"ia membalikan badan nya dan alangkah terkejut nya ia ketika melihat siapa orang yang memanggil dan menarik tangan nya
"Mas Andre"ia berusaha menghapus air mata nya"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku ada urusan"bohong Andre, jika ia bicara jujur pasti Hanna akan semakin terluka ketika ia mengetahui jika suami nya telah menikah lagi dengan adik mantan kekasih nya. Tidak ada niat di hati Andre untuk membohongi Hanna, tetapi jika ia mengatakan semuanya pasti Hanna lebih terluka dan merasa malu terhadap diri nya. Cinta di hati Andre masih tersimpan dengan rapi untuk Hanna, apalagi dengan kejadian ini hati Andre semakin iba melihat nya.
__ADS_1