
Apa yang di katakan ibu nya dulu benar ada nya, kini ia baru menyesal.
"Andai saja dulu kau mendengarkan perkataan ibu ini Fin, mungkin Kinar tidak pernah mengalami nasib seperti ini"Arifin menatap ibu nya dengan penuh rasa bersalah"Semua nya sudah terjadi dan tidak perlu kau sesali, ini pelajaran berharga untuk mu"
Gea masuk kedalam ruangan ICU dimana Kinar sedang di rawat, Astrea semakin merasa takut, ia takut kehilangan putri nya. Air mata nya jatuh begitu saja, Nina masih setia menunggu ada kabar baik mengenai sahabat nya yang sedang berjuang melawan rasa sakit nya
"Dokter,, dokter"panggil Astrea di ikuti dengan Nina dan nek Popon, sedangkan Arifin hanya diam di posisi awal nya"Bagaimana dengan putri saya dokter?"Gea menatap mereka secara bergantian
"Keadaan nya semakin memburuk Bu"orang yang pertama paling takut mendengar kabar itu adalah Astrea sang ibu, ia menepuk dada nya yang bergetar di barengi rasa sakit
"Tolong selamatkan putri saya dokter"Mohon Astrea menangis sambil memegang pergelangan tangan Gea
"Saya sedang berusaha Bu, tapi semua nya Allah yang menentukan"nek Popon berusaha menahan air mata nya, ia tidak ingin menantu nya semakin sedih.
__ADS_1
"Apa saya boleh melihat putri saya dokter?"
"Boleh Bu, tapi harus satu orang, harus bergantian"
"Baik dok, terima kasih" Gea masuk kembali keruangan ICU di ikuti Astrea, sebelum menemui putri nya ia memakai baju anti bakteri dan steril. Ia melangkah kan kaki nya menuju dimana putri nya sedang berbaring tidak sadarkan diri, ibu mana yang tega melihat anak nya yang tidak berdaya sedang berjuang mengembalikan roh nya yang sedang berada entah dimana. Oksigen terpasang di mulut nya yang mungil, jarum infus terpasang di tangan kirinya, alat pendeteksi jantung terpasang di dada nya, suara monitor berada di samping nya mengeluarkan suara, siapa pun yang mendengar nya akan merasa ciut. Astrea berusaha menggapai tangan mungil putri nya yang terasa begitu dingin
"Bangun lah nak, ini mama"Astrea tidak dapat lagi membendung air mata nya, ia rengkuh tubuh mungil putri nya yang tidak sadarkan diri, di usap wajah Kinar yang pucat
"Bangun lah nak, mama sangat merindukan tawa mu"ucap nya lirih sembari menghapus air mata nya dengan kasar"Calon anak mu sekarang pasti sangat lelah membangun kan mu, ia juga merindukan belaian tangan ibu nya nak. Bangunlah nak, apakah kau mendengar suara mama mu ini?"namun sedikit pun tidak ada reaksi, ia membelai perut putri nya dengan lembut, karena di sana lah saat ini calon cucu nya bersemayam. Deg, ia terkejut ketika perut putri nya menendang tangan nya
"Mama percaya pasti kamu mendengarkan setiap ucapan mama mu ini Kinar"kita tau bahwa doa seorang ibu itu mustajab dan mampu menembus ke langit ketujuh. Apakah kalian percaya? Astrea membenam kan wajah nya di tempat tidur Kinar dengan menangis.
"Jika saja posisi mu bisa mama gantikan, pasti akan mama lakukan Kinar"Ucap nya lirih"Akan mama lakukan yang penting kamu bisa kembali seperti semula"Tangisan nya memenuhi ruangan ICU"Kamu harus sembuh nak, kasihan calon bayi mu"
__ADS_1
Astrea tidak tau apa yang harus ia lakukan agar putri nya bisa sadar kembali. Ketika gemuruh ombak batin tidak menentu dan kita takut kehilangan dan tidak berdaya. Berpikirlah Apakah keterpurukan adalah akhir perjalanan hidup?
"Kamu tidak perlu khawatir nak, cinta Mama akan memberimu kekuatan untuk dapat bertahan nak"lagi dan lagi air mata Astrea tumpah"Bangun lah Kinar, mama janji jika kamu sehat nanti, mama akan tetap selalu menjaga mu sampai tangan mama tidak mampu lagi untuk menjaga mu"
Tahukah kamu, seorang ibu akan berjuang membahagiakan anak nya, sekalipun dia harus mengorbankan kebahagiaan nya. Tanpa rasa sakit kita tidak akan pernah belajar menjadi kuat, tanpa rasa kecewa kita tidak akan pernah belajar menjadi dewasa. Tanpa kehilangan, kita tidak akan pernah belajar tentang arti ikhlas. Namun apakah Astrea akan sanggup kehilangan putri nya? Pasti itu akan sangat berat bagi nya. Rasa nya air mata nya sudah habis menangisi keadaan putri nya
"Nak, cinta Mama pada mu lebih kuat dari baja, kasih mama lebih lembut dari bulu. Bangun lah nak, bangun"Astrea menundukkan kepala nya"Cinta mama pada mu bisa membentang dunia ini berkali kali lipat, bahkan ketika cinta tidak berpihak pada mu, cinta mama tetap akan terbentang luas untuk mu"Ia menghapus air mata nya"Apakah kau tidak lelah tidur terus Kinar? Mama saja lelah melihat mu tidur terus"di usap nya wajah putri nya yang diam tanpa bereaksi sedikit pun"Sejak kamu lahir di dunia ini, mama terlalu egois tidak pernah memikirkan tentang perasaan mu sedikit pun"
Dunia selalu banyak memberi kita ujian, tapi do'a dari ibu selalu menguatkan.
"Bangun lah nak"ucap Astrea lirih dengan mengusap wajah putri nya"Bangun lah nak, berjuang lah untuk hal hal yang memang pantas kamu perjuangkan. Kini saat nya kamu menentukan titik terang untuk menjadi pemilih tentang hal hal yang ingin kamu perjuangan kan, apapun itu, mama akan selalu mendukung mu Kinar"harapan seorang ibu telah sirna ketika ia berbicara namun tidak ada sedikit pun reaksi dari putri nya
Hati seorang ibu adalah ruang kelas tempat anak nya belajar. Cinta ibu adalah yang paling menenangkan, ia tak banyak wujud dan meneduhkan seperti oase di padang panjang nan gersang. Walau mustahil menjadi ibu yang sempurna, namun seorang ibu pasti berusaha menjadi ibu yang baik bagi anak anak nya meski pun itu sangat sulit
__ADS_1
Saat hidup mu bahagia ibu mu tidak pernah meminta mu untuk membagi kebahagiaan mu kepada nya, tapi saat kamu terluka ibu selalu datang untuk menerima bagian dari luka mu. Astrea sudah tidak sanggup lagi melihat keadaan putri nya, sekuat apapun ia membangun kan Kinar, sedikit pun tidak ada hasil nya. Ia menatap layar monitor yang menunjukkan denyut jantung putri nya yang tidak stabil. Hati nya saat ini benar benar hancur, ada rasa takut ketika melihat monitor denyut jantung putri nya menurun. Ia tidak akan sanggup jika saat ini harus kehilangan putri nya.