
Kinar meringkuk di balik selimut sambil menangis, ia berusaha sekuat hati untuk tidak menangis namun air mata nya tidak mau berhenti, kenapa air mata nya tidak dapat kompromi.
Selama ini ia sudah berusaha untuk menghilangkan ego nya bahkan harga diri yang seharusnya bisa ia banggakan pun sudah tidak ada lagi, jadi apa lagi yang dapat ia banggakan. Hanya demi seorang Irsyad Malik Ahmad ia mempertaruhkan segalanya, tiada guna lagi ia menyesal ia harus bangkit dan menata kembali hati nya itu lah jalan satu satu nya yang harus ia lakukan.
Kinar menarik selimut nya dan duduk dengan mengusap perut nya yang terasa sakit, bahkan calon bayi nya bisa merasakan apa yang ia rasakan mereka seperti memiliki kontak batin.
"Kamu kenapa sayang? Kamu jangan khawatir ya nak, ibu baik baik saja"ucap Kinar dengan memeluk perut nya dengan kedua tangan nya"Ibu mu ini wanita hebat jadi kamu tenang saja, bahkan ibu sudah jatuh berkali kali ke lubang yang sama namun ibu tetap mengulangi nya, tapi dengan seperti ini ibu mu akan menjadi wanita terhebat bahkan ibu terkuat yang akan kau miliki nak"Kinar mengusap perut nya dengan menitikkan air mata, ia berusaha tegar namun hati nya terlanjur keropos.
Nek Popon belum bisa memejamkan mata pada hal malam sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari, ia masih memikirkan tentang Irsyad sang cucu yang pergi pamit nya mengambil barang yang di butuhkan tapi sampai sekarang tidak pulang
Sebelum nek Popon ke luar ia membuka pintu kamar Kinar dengan pelan pelan ia takut akan membangun kan nya, ia melihat Kinar dari balik pintu dan hati nya begitu sakit ketika melihat Kinar meringkuk di balik selimut dengan mata sembab, namun tidak ada yang dapat ia lakukan. Setelah itu nek Popon kembali ke kamar nya namun bayangan mata sembab Kinar tidak dapat hilang dari ingatan nya
"Kemana sebenar nya kau pergi Irsyad? Tega sekali kau menyakiti cucu kesayangan ku, jika memang kau sudah tidak mencintai cucu ku katakan saja Irsyad, katakan. Jangan membuat nya sakit kembali"ucap Nek popon sambil mengusap wajah nya yang gusar"Jika bahagia sesaat yang kau beri maka lebih baik tidak sama sekali"ia terus berbicara pada diri nya sendiri hingga ia tertidur
Nek Popon terbangun ketika ia mendengar suara ketukan pintu dari luar, sebelum ia membuka pintu ia melihat ke arah jam dinding sudah menunjukan jam 06.00 pagi, nek Popon berjalan untuk membuka pintu. Betapa terkejut nya ia ketika melihat siapa yang datang ternyata Irsyad
"Nenek"panggil nya, namun nek Popon hanya menatap nya begitu nanar
"Kemana saja kau pergi?"
"Semalam setelah dari sini aku mendapat telpon untuk tanda tangan proyek dengan klien di Singapura nek"nek popon menatap Irsyad tanpa berkedip
"Apakah perkataan mu bisa di percaya?"
"Aku tidak bisa memaksa nenek untuk mempercayai setiap ucapan ku, nek. Tapi aku tidak berbohong nek"Irsyad ingin masuk namun tangan nya di cekal
__ADS_1
"Jangan menganggu Kinar, ia baru tertidur setelah satu malam memikirkan mu, bahkan ia berusaha menghubungi ponsel mu tapi tidak aktif, bahkan nenek tidak tega melihat nya"
"Baterai ponsel ku habis nek, izin kan aku menemui Kinar, nek"nek Popon melihat kata Irsyad yang tidak ada kebohongan yang di sembunyikan
"Pergilah, tapi tolong jika istri mu marah jangan mencoba melawan nya"Irsyad hanya menganggukkan kepala nya, setalah itu ia masuk menuju kamar di Kinar berada
Istri nya masih tidur di balik selimut dengan mata sembab, itu membuktikan kalau istrinya pasti menunggu dan mencari nya hingga ia menangisi diri nya. Ada rasa iba di hati nya ketika melihat keadaan istri nya
Tubuh mungil Kinar menggeliat dan mengusap wajah nya yang terasa kaku, sebelum membuka mata nya ia menetralisir kan nafas nya yang terasa begitu sesak dan terkejut nya ia ketika membuka kedua mata nya sang suami berada di depan nya
"Sayang"panggil Irsyad seraya ingin memeluk nya namun Kinar menolak dengan menjauhkan tubuh nya dari irsyad, ia berdiri menuju kamar mandi di ikuti dengan Irsyad di belakang nya"Sayan, tunggu sayang"panggil Irsyad namun Kinar buru buru menutup pintu kamar mandi, ia menyandarkan tubuh nya di balik pintu, sebenarnya ia merasa bahagia ternyata suami nya kembali, yang membuat nya sedikit marah kenapa Irsyad tidak mengabari nya bahkan ponsel nya tidak dapat di hubungi
Irsyad masih menunggu di depan pintu dengan tangan di masukkan kedalam saku celana nya, sesekali mondar mandir jalan kesana jalan kemari, begitu Kinar membuka pintu kamar mandi ia langsung mendekati nya kembali namun lagi lagi Kinar menghindari nya
"Sayang, kau marah pada ku?"Kinar membalikkan badan nya dan menatap wajah Irsyad begitu nanar
"Iya aku memang salah, kemaren aku pergi mendadak ke Singapore dan baterai ponsel ku habis"
"Sejak kapan kau kehabisan baterai ponsel? Bukan kah selama ini power bank selalu menempel di ponsel mu?"
"Aku lupa membawa power bank nya"
"Jangan membuat alasan klasik mas"
"Itu bukan alasan sayang, aku mengatakan yang sebenar nya"
__ADS_1
"Haruskah aku mempercayai nya?"Irsyad menatap wajah istri nya"Jangan memaksa ku untuk mempercayai setiap perkataan mu mas, karena itu sulit bagi ku"
"Tapi yang ku katakan benar, aku tidak berbohong pada mu"
"Berbohong dan tidak nya itu kamu yang tau mas"Kinar berusaha menjauh namun dengan cepat Irsyad mencekal tangan Kinar
"Ahh"Kinar menjerit merasakan sakit di pergelangan tangan nya, irsyad seketika langsung melepaskan pergelangan tangan Kinar dan melihat warna merah
"Maafkan aku, sungguh maafkan aku"ucap Irsyad lirih, pada hal Kinar tidak merasakan rasa yang begitu sakit ia hanya ingin tau bagaimana respon suami nya, jika bekas nya merah itu wajar karena kulit nya yang putih pasti ketika di pegang sedikit kuat akan meninggalkan warna merah. Ada butiran bening mengalir dari mata tajam nya
"Kenapa kamu menangis mas, di sini aku seharusnya yang menangis karena sikap mu"ucap Kinar dengan menatap suami nya"Kau tau betapa takut nya aku ketika kau pergi tanpa mengatakan apapun pada ku tapi justru kau pamit kepada bi Narsih"
"Karena aku tidak ingin menganggu tidur mu"
"Oh ya"jawab Kinar dengan tersenyum"Yang lebih membuat ku takut ketika aku menghubungi ponsel mu tapi justru tidak aktif"ucap Kinar pelan"Kau bisa menghubungi ku melalui telpon umum, bahkan kau bisa meminjam ponsel rekan mu"Kinar tersenyum kecil"Jika memang kau sudah tidak mencintai ku pergi lah, pergi lah jauh dari hidup ku agar aku bisa menata hati ku"
"Tidak Kinar, tidak dan jangan katakan apapun lagi Kinar, aku mohon"Irsyad bersimpuh di kaki Kinar"Tolong maafkan aku"
"Berdiri lah mas tidak seharusnya kau bersimpuh di kaki istri mu"Kinar menarik kedua punggung suami nya
"Kau sudah memaafkan ku?"
"Aku tidak tau"Irsyad menatap istri nya dengan wajah sendu"Jangan menatap ku seperti itu, tatapan mu terasa ingin menelanjangi kulit ku"Kinar duduk di tepi ranjang di ikuti oleh Irsyad
"Apa yang harus aku lakukan agar kau dapat memaafkan ku"Kinar hanya diam tanpa memberikan reaksi sedikit pun"Tolong katakan Kinar agar aku tahu"
__ADS_1
"Berusaha lah sendiri mas"Irsyad tersenyum bahagia, itu arti nya Kinar masih memberikan kesempatan pada nya, ia hanya marah karena diri nya tidak memberikan kabar tentang keberadaan nya kemaren