Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Hari Bahagia


__ADS_3

Kinar melihat ke arah Nina, ia masih melamun dan Kinar tidak tau apa yang sedang Kinar lamun kan, pada hal waktu sudah menunjukan 12.10 wib. Bahkan Kinar sudah terbangun dari tidur nya, namun ia yakin jika sahabat nya belum ada memejamkan mata barang sedikit pun


"Apa yang kau lamun kan?"suara Kinar membuat nya terkejut dan langsung duduk menatap ke arah Kinar"Tidurlah Nin hari sudah larut malam, bukan kah esok kau harus tampil menarik?"ucap kinar pelan


"Kenapa aku tidak bisa tidur ya Nin?"


"Itu hal biasa, apa lagi besok status mu telah berubah yaitu menjadi Nyonya Tommy"Nina tersenyum


"Kalau begitu aku akan menemui mas Tommy sebentar"


"Ya itu lebih baik dari pada kau abaikan"Nina keluar, tinggal lah irsyad yang masih memijit kaki istri nya


"Kau juga harus istirahat wajah mu begitu lelah"Kinar tidak menjawab ia langsung memejamkan mata nya, Irsyad mengambil ponsel nya dan memainkan nya


"Tidurlah pasti kau juga lelah karena seharian di kantor"kata kinar pelan"Jangan bermain ponsel lagi waktu sudah hampir subuh"Irsyad meletakan ponsel nya lalu menatap ke arah istri nya yang sudah memejamkan mata nya


"Jika kau butuh sesuatu tolong bangun kan aku?"


"Tidurlah"kata kinar kembali, Irsyad masih menatap wajah istri nya"Kau saat ini berada dekat dengan ku mas, jadi tidur lah"


Kinar tau kalau suaminya juga lelah pasti dia butuh istirahat untuk mengembalikan energi nya


"Kenapa kamu belum tidur mas?" Tanya Nina pada calon suami nya yang berada di ruang tamu sedang duduk sendirian dengan memainkan ponsel nya


"Aku tidak bisa tidur memikirkan esok kalau kau akan menjadi istri ku"


"Kalau begitu tidur lah aku tidak ingin di hari bahagia kita kau jatuh sakit"


"Baiklah"


"Aku kembali ke kamar, Kinar sedang tidak sehat"


"Ya"Nina meninggalkan calon suami nya sendiri, ia bingung dengan perasaan nya terhadap calon suami nya karena ia melihat ada yang sedang di tutupi oleh Tommy, namun Nina tidak berusaha untuk mencari kenapa calon suami nya kelihatan ada yang sedang di tutupi. Ia masuk ke dalam kamar di lihat nya kinar sudah tertidur begitu juga dengan suami nya yang tidur di bawah, terkadang tangan Irsyad memegang tangan istri nya dan juga kaki kinar secara bergantian


Nina membaringkan tubuh nya di samping Kinar yang sudah terlelap terlebih dahulu,di tatap nya atap kamar nya dengan tatapan kosong, benarkah hati nya sedang bahagia atau merasa ragu dengan keputusan nya yang ingin menikah dengan Tommy


Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi, kinar melihat kesamping sahabat nya sudah tertidur begitu pulas, di lihat nya kebawah suami nya juga tidur begitu pulas, pelan pelan kinar duduk, rasa haus mendera kerongkongan nya


"Awh"pekik kinar pelan dengan memegang pinggang nya yang terasa ingin patah, ingin ia membangun kan suami nya namun rasa iba membuat nya menjadi ragu, pelan pelan ia berdiri dengan memegang pinggang nya dan keluar dari kamar


"Eh kinar,,, mau kemana hari masih gelap?"


"Mau ambil minum Tante"mama nya Nina menatap ke arah perut ku yang membesar


"Kalau begitu duduk lah biar Tante yang mengambilkan untuk mu, Sudah berapa bulan ini?"dengan mengusap perut kinar


"Sudah hampir Delapan bulan Tan"


"Bentar lagi ya"


"Iya Tante"jawab kinar dengan tersenyum

__ADS_1


"Duduk lah dan tunggu di sini?"kinar hanya mengangguk dan mendudukkan pantat nya pelan pelan, pinggang nya masih begitu terasa sakit dan panas


"Minum lah"


"Terima kasih Tante"


"Kamu ingin tidur lagi?"


"Tante duluan saja"


"Baiklah Tante tinggal ya"


"Iya Tante, terima kasih Tante"ucap kinar dengan mengangkat gelas nya, mama nya Nina hanya tersenyum


"Apa aku akan melahirkan? Tidak ini baru delapan bulan dan belum penuh"ucap.kinar dengan mengusap pinggang nya berkali kali, ia berdiri berjalan kesana kemari barang kali saja bisa mengurangi rasa sakit di pinggang nya


Tangan Irsyad mencari sesuatu tapi ia tidak menemukan nya, ia berusaha duduk menahan kantuk nya


"Dimana kinar kenapa dia tidak membangun kan ku"kata Irsyad langsung keluar dan mencari istri nya, ketika ia melihat kinar ia merasa bersalah karena istri nya sedang berjalan kesana kemari dengan memegang pinggang nya


"Kenapa kau tidak membangun kan ku?"


"Aku hanya ingin minum"jawab kinar dengan menunjukan gelas yang isi nya tinggal setengah"Mas Irsyad kenapa bangun?"


"Aku terkejut ketika kau tidak berada di kamar"


"Masih gelap mas, lebih baik kau tidur lagi"


"Pinggang ku begitu sakit rasa nya mas"ucap kinar pelan


"Kau ingin berusaha kuat dengan menahan sakit sendiri, ingat kinar aku suami mu dan aku juga ayah dari calon bayi ku"bisik Irsyad di pelukan kinar, dengan lembut ia memijit pinggang istri nya dari depan


"Apakah aku mau melahirkan mas?"


"Ha,,"Irsyad terkejut"Bagaimana mungkin kau akan melahirkan sedangkan kandungan mu masih delapan bulan dan itu juga belum penuh, kita ke kamar saja ya"Irsyad menuntun istri nya begitu lembut dan di baringkan di bawah karena mereka berdua tidak ingin mengganggu calon pengantin wanita nya


"Tidur miring lah biar aku pijit"kinar menurut di miringkan tubuh nya ke arah suami nya dengan memegang lengan Irsyad


"Sakit sekali mas"rintih kinar membuat Nina terjaga dan ia melihat dari atas ternyata Irsyad tengah memijit pinggang kinar


"Apa yang terjadi?"


"Pinggang kinar sakit nin"Nina turun ke bawah sambil menguap dengan menutup mulut nya


"Sekarang terlentang lah dan naikan kaki mu di sini"nina menumpukan bantal untuk menahan kaki kinar, Irsyad hanya menatap istri nya


"Kamu tidurlah Nin"kata kinar dengan nyengir menahan sakit"Maaf aku sudah mengganggu jam tidur mu"


"Rasa kantuk ku seketika langsung hilang melihat kondisi mu, dan jangan mengatakan apapun karena aku tidak suka kalau kau selalu menyalahkan diri mu sendiri, coba sekali kali kau salahkan suami mu?"Irsyad hanya terdiam menatap ke arah istri nya


"Ada aku di sini yang menjaga istri ku, dan aku tidak ingin semua orang menyalahkan istri ku karena kau sakit"

__ADS_1


"Baiklah"


Nina kembali ke atas ranjang dan merebah kan tubuh nya, kinar memandang suami nya yang berulang kali menguap


"Kau tidur lah mas"


"Bagaimana aku bisa membiarkan mu dalam keadaan seperti ini"


Rasa sakit di pinggang kinar mulai berkurang dan ia mengusap perut nya berlahan lahan dan rasa kantuk mulai menyerang mata nya yang sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi, dan Irsyad tersenyum ketika melihat istri nya sudah tertidur


Pagi sudah menunjukan pukul 06.30, Nina bangun dari tidur nya di lihat nya pasangan suami istri yang tidur dibawah, ia tersenyum karena melihat kinar sudah berada di pelukan suami robot nya, ia segera mempersiapkan diri karena sebentar lagi tim make up akan merias wajah nya


Berlahan Irsyad terbangun dan melihat jam di pergelangan tangannya, ia melihat istri nya yang masih tertidur pulas, pelan pelan Irsyad melepaskan tangan nya yang di jadikan bantal istri nya, ia tidak ingin mengganggu istri nya yang tidur begitu pulas, dan ia melihat ke arah Nina yang sudah rapi dengan pakaiannya, Irsyad berdiri menuju kamar mandi dan ia membawa pakaian ganti nya, hanya butuh beberapa menit Irsyad sudah rapi dan duduk di sebelah istri nya


"Pak Irsyad tidak sarapan?"


"Kalau kau ingin sarapan pergi lah, aku akan makan setelah istri ku bangun"


"Baiklah saya duluan ya pak?"Irsyad hanya menganggukkan kepala, di usap nya perut kinar yang bergerak gerak


"Bagaimana mungkin istri ku akan tidur nyenyak kalau bayi ku yang berada di dalam perut nya begitu aktif"


Sedikit pun kinar tidak merasa terganggu meski Para MUA sudah datang untuk make up pengantin dan keluarga si pengantin, mereka memandang kedua pasangan sejoli itu yang dimana istri nya masih tertidur sedangkan suami nya begitu setia menunggu nya dengan membelai perut istri nya, ada rasa iri di hati mereka ketika melihat adegan tersebut. Kinar membuka mata nya ketika terdengar suara berisik di kamar Nina dan ia melihat suami nya sudah begitu rapi


"Kenapa kau tidak membangunkan ku mas?"Tanya Kinar dengan mengikat rambut nya sembarangan, tapi justru memperlihatkan leher jenjangnya yang begitu putih


"Tidur mu begitu pulas bagaimana mungkin aku tega membangun kan mu"


"Tapi ini hari bahagia sahabat ku mas"


"Iya aku juga tau"


"Mas Irsyad sudah mandi?"


"Sudah, apakah pinggang mu masih terasa sakit?"


"Sudah tidak terasa sakit mas"


"Syukurlah, kau mau kemana?"tanya Irsyad ketika melihat istri nya ingin duduk dari tidur nya


"Aku ingin ke kamar mandi mas"dengan cepat ia membantu kinar untuk berdiri


"Apakah aku ikut menemani mu ke kamar mandi?"


"Tidak perlu"seketika Kinar begitu terkejut melihat beberapa orang sedang merias wajah Nina"Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau di kamar ini juga sudah ramai mas?"bisik Kinar dengan mengusap wajah nya yang tiba tiba terasa panas


"Mandi lah kalau tidak kita tidak akan menyaksikan sahabat mu menjadi istri orang"kinar melihat ke arah Nina dengan tersenyum


"Baiklah"kinar menuju kamar mandi


Semua sudah berkumpul dengan penuh hikmat, termasuk Kinar dan suami nya, Kinar begitu anggun dengan menggunakan dress batik, motif yang ia pakai sama dengan milik suami nya. Waktu yang di tunggu tunggu akhir nya tiba dalam waktu lima menit Nina kini sudah menjadi istri Tommy, ada rasa haru menyelimuti hati kinar ia masih tidak menyangka kalau sahabat nya kini sudah tidak sendiri lagi, sahabat nya kini sudah memiliki teman hidup, sahabat nya kini tidak akan ia bebani dengan hal hal yang tidak seharusnya sahabat nya tanggung, sahabat nya kini sudah tidak lagi akan selalu ada untuk nya, kenapa sekarang justru kinar yang merasa kalau sahabat nya tidak akan bisa lagi bersama nya lagi, tapi ini lah hidup semua nya butuh proses

__ADS_1


"Aku harap kau bahagia Nina,,"batin kinar dengan selalu melihat sahabat nya yang selalu tersenyum menghiasi bibir nya yang merah. Seharusnya kau bahagia Kinar karena sahabat mu akhir nya menemukan pendamping hidup. Rasa bersalah pada diri mu sudah hilang karena kau tidak akan bergantung lagi, kini kalian sudah memiliki kehidupan masing masing


__ADS_2