Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Merasa Bersalah


__ADS_3

Langkah kaki Kinar terhenti di depan pintu, karena mendengar suara tangisan bayi yang begitu menggema di ruang tamu, Kinar masuk begitu saja karena pintu tidak terkunci


"Apa yang terjadi? Kenapa Kinan tidak perduli dengan tangisan bayi nya"Kinar menuju lantai atas dimana kamar Kinan dulu


"Kinan!!!"panggil Kinar begitu terkejut melihat adik nya yang begitu berantakan dengan rambut acak acakan, mata sembab dan ada memar di pipi nya, Kinan langsung menangis di pelukan Kinar


"Apa yang terjadi Kinan?"Kinar memegang pipi adik satu satu nya yang begitu di sayangi nya, ada rasa tidak terima di hati nya melihat kondisi adik nya


"Mas dewa kak"air mata Kinan semakin bercucuran


"Kenapa dengan dewa?"


"Dia selingkuh kak, selingkuh dengan sekretaris nya"Kinar berusaha menenangkan Kinan, dengan memegang kedua punggung nya, anak Kinan menangis tidak henti henti


"Kamu tenang dulu ya"bujuk Kinar


"Aku tidak sanggup lagi kak"Kinar benar benar tidak tega melihat kondisi adik nya, apakah dirinya juga akan seperti ini jika Irsyad meninggalkan nya ketika bayi nya lahir? Tanpa sadar Kinar membelai perut nya.


"Jangan berkata yang tidak tidak"ucap Kinar masuk ke kamar dan menggendong bayi Kinan yang baru berusia satu bulan setengah, tanpa kinar sadari Irsyad menatap kinar yang menggendong anak Kinan, perut buncit nya kelihatan sekali


"Anak pintar jangan menangis ya"Kinar membelai pipi nya yang gemoy dan menggoyang goyangkan badan nya agar seperti di buai buai


"Apa kamu sudah melihat sendiri kalau suami kamu selingkuh?"deg jantung Irsyad berdetak ketika Kinar mengatakan kalau suami Kinan selingkuh, Kinan menganggukkan kepala


"Mungkin kamu hanya salah paham Kinan? Bisa saja mereka hanya memiliki hubungan antara atasan dengan bawahan tidak dan lebih?"


"Mereka bercumbu di depan ku kak"hati kinar menjadi hancur ternyata nasib adik nya tidak lebih buruk dari nya. Irsyad tetap diam, Kinar menarik nafas dan mengusap kepala bayi nya Kinan


"Apakah suami mu tau kalau kalian kemari?"

__ADS_1


"Aku tidak mengatakan apa pun pada nya"


"Tidak baik seorang istri pergi tanpa pamit"


"Karena kakak tidak di posisi ku"Kinan menatap Kinar yang menggendong putra nya,


"Kamu salah Kinan, salah,,bahkan nasib kakak mu lebih buruk dari mu"batin Kinar


"Apa bayi mu sudah minum susu?"kinan menggelengkan kepala"Bi,,,!!!!"Kinar terkejut melihat Irsyad sudah berdiri di belakang mereka


"Apakah kakak lagi hamil?"tanya Kinan,.karena ia melihat perut kakak nya membuncit, terlihat jelas karena Kinar sedang menggendong Diwa, kinar menganggukkan kepala


"Iya non"


"Tolong buatkan susu ya bi"kata Kinar"Dimana susu nya Diwa, Kinan?"


"Di kamar, di dalam tas"


"Aku tinggal dengan baby sister di rumah"


"Ya ampun Kinan, bagaimana mungkin kamu dapat meninggalkan nya"sungguh Kinar tidak dapat lagi berkata kata, Irsyad mendekati Istri nya dan mengambil Diwa dalam gendongan Kinar, Irsyad tidak ingin bayi nya yang berada dalam perut kinar akan tersakiti, Kinar terkejut dengan perlakuan Irsyad. Melihat sikap Irsyad, Kinan merasa iri karena suami nya tidak pernah bersikap seperti itu


"Berdiri lah"Kinar menarik tangan Kinan untuk berdiri dari duduk nya di lantai, dan menuntun nya kedalam kamar


"Kamu tau Kinan?"tanya Kinar ketika mereka berada di dalam kamar, Kinar duduk di hadapan Kinan"Kakak begitu iri ketika kamu menikah sebelum kakak menikah"Kinar tersenyum lembut dengan mengusap kepala adik nya"Dan kamu tau, papa dan Mama begitu memuja kamu dan Dewa, kakak merasa tidak terima waktu itu, tapi kakak begitu bahagia, kamu mendapatkan suami yang kamu cintai, bahkan kalian saling mencintai satu sama lain, dan kakak lebih bahagia karena kamu telah melahirkan dewa lengkap sudah rumah tangga kalian"Kinar menghapus air mata adik nya"Terkadang kita sebagai istri harus menerima apapun yang suami kita lakukan, dan kita harus memaafkan meski hati kita tidak terima tapi itulah istri Kinan, mungkin suami kamu hanya khilaf"Kinar berusaha menghibur adik nya"Kamu jangan salah paham dulu"Irsyad yang berada di balik pintu yang tidak tertutup mendengar pembicaraan istri dan adik ipar nya, Irsyad tidak menyangka ternyata istri nya memiliki sifat ke ibuan.


"Jangan mengambil keputusan yang akan membuat mu menyesal, selidiki dulu kebenaran nya"kata Kinar dengan mengusap kedua lengan kinan


"Jika semua nya benar?"

__ADS_1


"Jika semua nya tidak?"mereka saling pandangan


"Tapi hati ku terlanjur sakit kak"Kinar memeluk adik nya yang berada di hadapan nya dan mengusap lembut punggung nya.


"Iya kakak tau, jika semua nya benar, kakak tidak bisa memaksa mu untuk berpisah, karena semua jawaban nya ada disini"kata Kinar dengan menunjuk dada Kinan, sebenar nya Kinar ingin mengatakan kalau suami nya juga berselingkuh, bahkan di depan nya tanpa merasa bersalah"Jika kamu sangat mencintai suami mu maka pertahankan, cara nya gampang rubah diri mu lebih menarik sehingga suami mu menyesal karena berselingkuh di belakang mu"Kinan tersenyum dan hati nya begitu lega "Apa kamu sudah makan?"kinan menggelengkan kepala


"Makan sedikit saja, bayi mu masih membutuhkan asi"Irsyad tetap diam"Kita turun yuk"kinar menuntun tangan adiknya untuk turun kebawah, Kinar melihat Irsyad sedang berdiri menggendong Diwa dengan memberikan susu, dengan lembut Kinan mengambil Diwa dalam gendongan Irsyad


"Aku suka dengan anak mu"kata Irsyad dengan tersenyum


"Sebentar lagi mas Irsyad juga akan memiliki nya"jawab Kinan dengan melihat ke perut Kinar


"Pasti"


Kenapa Irsyad begitu baik, tapi ketika di belakang Kinar, ia berusaha untuk menyakiti nya. Batin Kinar


Begitu turun, mereka langsung menuju meja makan, ternyata bibi di rumah mama sudah menyiapkan semua nya


"Sini non biar mas Diwa bibi gendong"dengan tersenyum Kinan menyerahkan Diwa, Kinar menyendok kan nasi di piring suami nya lalu Kinar


"Kamu mau kemana?"Kinar hampir pingsan mendengar pertanyaan Irsyad yang begitu lembut, selama ini ia tidak pernah menyapa nya dengan suara lembut seperti itu, suara itu ketika Irsyad bertemu dengan Susan, Kinar tidak mendengarkan pertanyaan Irsyad sehingga Irsyad mendekati Kinar


"Aku bertanya Kinar?"


"Aku akan membuatkan teh untuk mu"


"Aku tidak ingin minum teh"Irsyad menggenggam tangan Kinar dengan lembut dan di duduk kan di kursi,ini pertama kali nya bagi Kinar"Duduklah, kita makan bersama"


"Kak Kinar harus banyak makan biar tidak kurus"Kinan mengejek nya

__ADS_1


"Betul"Irsyad mengambilkan semua menu yang ada di meja dan di taruh di piring istri nya, dengan perlakuan Irsyad.


"Cukup"Kinar merasa makanan yang di letakan di dalam piring nya terlalu banyak"ini sudah cukup mas"Irsyad menatap Kinar dengan lembut, mendapat tatapan lembut dari Irsyad, jantung Kinar berdetak kencang


__ADS_2