
Irsyad berusaha untuk menghilangkan rasa ego nya demi untuk Kinar, ia mengirim pesan melalui WhatsApp kepada Nina untuk meminta nomor ponsel Kinar yang baru. Karena Irsyad yakin Nina tau nomor ponsel Kinar, tanpa menunggu lama Nina mengirimkan nomor ponsel Kinar dan dengan cepat Irsyad menelpon ponsel Kinar terhubung. Ada rasa bahagia ketika nomor ponsel Kinar berdering. Kinar menatap ponsel nya panggilan masuk dari Irsyad, beberapa bulan tinggal bersama Irsyad membuat Kinar hafal betul nomor ponsel suami nya
"Halo"
"Apa yang kau lakukan dengan calon bayi ku Kinar?"sudah Kinar duga pasti Tatit mengatakan semua nya"Ternyata aku salah menilai mu Kinar aku salah. Wajah mu saja begitu lembut, sikap mu saja begitu baik, tapi hati mu seperti monster, kau tega membuat calon anak ku yang tidak salah harus tiada"suara Irsyad terdengar sangat marah, dengan santai Kinar mengusap perut nya sambil tersenyum"Kau benar benar monster Kinar, aku sangat menyesal telah menikahi mu. Harimau saja tidak akan memakan anak nya sendiri, tapi kau manusia yang tidak memiliki otak!!!"bentak Irsyad yang masih begitu marah tapi Kinar masih tetap diam"Apa kau tau bagaimana dengan mami ku setelah mengetahui kalau calon cucu nya telah tiada? Apa kau tau Kinar!!??"
"Apa kah kamu juga tau dengan perasaan ku saat itu?"Kinar mengembalikan pertanyaan Irsyad"Apa kamu tau mas hati ku benar benar hancur. Aku pikir setelah aku hamil kamu bisa menerima ku tapi kenyataan nya apa? Jawab mas jawab,, jangan menyudutkan ku dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat ku semakin membenci mu mas, bukan kah kamu tidak menginginkan calon bayi itu lalu kenapa kamu begitu marah?"hati Kinar begitu berdetak"Kamu hanya memikirkan mami mu saja mas, lalu bagaimana dengan mama ku mas apa kamu pikir mama ku tidak terpukul dengan kejadian semua ini? Bahkan mama ku yang lebih terpukul mas jadi berhentilah memaki diri ku"Kinar menghapus air mata nya
"Aku akan membuat mu tiada Kinar, aku akan membuat mu tiada!!!!" Jerit Irsyad
"Untuk apa? Bukan kah aku sudah pernah mengatakan kalau aku sudah seperti tidak bernyawa lalu untuk apa kamu ingin membunuh ku?"Irsyad terdiam mengingat kata kata itu
"Kau akan menyesal Kinar,,, kau dengar itu kau akan menyesal karena membuat anak ku tiada!!!!?"
"Lakukan lah apa yang ingin kamu lakukan mas jika itu membuat hati mu puas, aku tidak akan melawan mu dan aku tidak akan menuntut mu"suara Kinar terdengar sangat parau
"Kau akan menerima semua akibat dari perbuatan mu Kinar, kau bahkan tidak akan dapat tidur dengan tenang"Irsyad menggenggam tangan nya begitu kuat sehingga urat dan otot di tangan nya terlihat begitu jelas, mata nya memerah dan urat di kening nya menonjol menandakan kalau diri nya sedang menahan amarah.
"Kenapa kamu begitu marah mas seharusnya aku yang marah mas, apa kamu lupa apa yang telah kamu lakukan pada ku? Apa kamu sudah kena penyakit amnesia sehingga kamu lupa apa yang telah kamu perbuat terhadap aku dan calon bayi mu"ucap Kinar"awh"jerit kinar ketika merasa kan tendangan begitu kuat dari perut nya
"Ada apa Kinar?"tanya Irsyad ketika mendengar Kinar menjerit kesakitan
"Kamu tidak perlu pura pura khawatir pada ku mas"jawab kinar yang masih membelai perut nya
"Jangan senang dulu"Irsyad menyungging kan senyum sinis nya"Tidak, aku tidak perduli bahkan jika hari ini kau tiada aku akan sangat bersyukur karena istri seperti mu tidak pantas hidup di dunia ini"hati Kinar begitu sakit mendengar ucapan Irsyad, tut, Kinar mematikan ponsel nya
"Halo,, Kinar,, Kinar...!!!"tidak ada suara, Irsyad menghubungi ponsel Kinar kembali tapi tidak di angkat bahkan sampai berulang kali Irsyad menghubungi ponsel Kinar tapi Kinar tetap tidak mengangkat ponsel nya"Apa telah terjadi sesuatu dengan nya? Ah kenapa Irsyad harus perduli, ia tidak perduli apapun yang Kinar lakukan
__ADS_1
"Maafkan ibu nak, bukan niat ibu untuk mengatakan semua itu, percayalah ibu hanya ingin hidup tenang tanpa harus memikirkan Ayah dan nenek mu nak"kata Kinar dengan mengusap perut nya"Ibu sangat menyayangi mu jadi kamu jangan khawatir ya"ponsel Kinar berdering kembali di lihat Kinan
"Kak, mama mau bicara"suara Kinan terdengar sangat dingin
"Apa kamu sudah tidak menganggap mama kamu ini ada Kinar?"
"Ma"
"Kenapa kamu tega melakukan semua itu Kinar, kenapa?"suara Isak tangis terdengar dari balik ponsel nya"Dan kenapa kamu tidak memberitahu mama? Apa kamu begitu membenci mama Kinar? Mama selalu menganggap kamu itu anak yang baik tapi mama benar benar salah Kinar. Apa kamu tidak berpikir ketika melakukan semua itu Kinar?"
"Ma dengar kan dulu penjelasan ku"
"Apa lagi yang harus kamu jelaskan? Apa?apakah kamu akan mengatakan kamu melakukan semua itu terpaksa karena kamu membenci suami kamu Kinar?"tanya Astri"Mama bahkan tidak percaya ketika mendengar kalau kamu telah membuat calon bayi mu tiada. Begitu membenci Irsyad kah kamu sampai bayi nya yang tidak tau apa apa harus menanggung kesalahan ayah nya?"percuma Kinar berbicara kalau akhir nya Astri tidak mau mendengar penjelasan dari nya"Calon bayi mu tidak bersalah Kinar, dia tidak tau apa apa tapi kenapa kamu membuat nya tiada?"tit, ponsel di matikan Astri, Kinar menarik nafas nya begitu dalam hati nya benar benar hancur ketika mama nya tidak mau mendengar penjelasan nya, tapi bukan kah ini yang di ingin kan nya
"Biarlah semua orang menganggap ibu kejam nak karena ibu punya alasan kenapa ibu melakukan semua ini, kelak kamu akan tau alasan nya kenapa ibu melakukan semua ini, untuk sekarang biarlah semua orang menyalahkan ibu mu ini bahkan ayah mu akan membuat ibu mu tiada, karena dengan semua ini ibu tau kalau ayah mu begitu menyayangi mu"Kinar menghapus air mata nya"Apakah kamu benar benar menginginkan bayi ini mas?"pertanyaan demi pertanyaan memenuhi otak Kinar sehingga membuat nya pusing
"Masuk"jawab Kinar dengan menghapus air mata nya
"Maaf menganggu mbak"
"Ya ada apa Ki?"
"Ada yang ingin bertemu dengan mbak Kinar?"
"Siapa Ki?"
"Saya tidak tau mbak, dan dia juga tidak memberitahu siapa nama nya mbak"
__ADS_1
"Kalau begitu Suruh dia masuk?"belum lagi Kinar berdiri seorang perempuan berlari ke arah nya dan memeluk nya begitu erat sambil menangis
"Apa kabar tuan putri?"
"Nina"panggil Kinar pelan"kamu tau dari mana kalau aku berada di Jogja?"tanya Kinar ketika Nina melepaskan pelukan nya
"Indra pencium ku sangat tajam Kin, bahkan beribu ribu mil aku dapat mencium keberadaan mu. Kamu lupa kalau sahabat mu ini memiliki Indra penciuman yang tajam seperti anjing pelacak"Kinar tersenyum tipis
"Kamu izin dari kantor?"
"Tidak"
"Lalu,,,?"
"Aku sudah resign, aku tidak nyaman bekerja di perusahaan itu lagi"
"Iya tapi kenapa?"
"Aku sudah kembali ke Jogja dan bekerja di perusahaan milik orang tua ku"
"Kamu ingin minum sesuatu?"
"Jangan repot repot Kin, rasa haus dan lapar ku hilang seketika begitu melihat diri mu"
"Ah kamu ada ada saja"jawab Kinar sambil berdiri dan Nina begitu terkejut melihat perut Kinar masih membesar itu arti nya Kinar tidak pernah menggugurkan kandungan nya. Lalu kenapa Irsyad mengatakan kalau kinar telah membuat calon anak nya tiada
"Kin,,,"panggil Nina dengan memegang tangan nya begitu pelan, karena Nina melihat begitu banyak perubahan dengan bentuk tubuh kinar yang begitu kurus, tulang leher nya begitu menonjol, muka nya yang tirus tapi mata nya begitu sembab, hanya perut nya yang terlihat besar jika orang yang memperhatikan nya dia seperti kena gizi buruk, begitu tertekan kah dia? Sampai ya tangan nya begitu kecil dan urat urat tangan nya menonjol kelihatan garis biru di seluruh tangan nya"Kamu dan calon anak mu baik baik saja?"
__ADS_1
"Tentu"kata Kinar dengan mengusap perut nya"Kita bicara di luar yuk Nin sekalian menikmati menu yang ada di cafe ini?"Nina berjalan di samping Kinar dan ia menatap wajah sahabat nya yang begitu tirus, rasa iba menyelimuti hati nya ketika melihat kondisi Kinar, Nina juga mempercayai kata kata irsyad jika Kinar telah menggugurkan calon bayi nya, tapi semua itu salah. Kenapa Nina begitu bodoh mempercayai semua kata kata Irsyad begitu saja tanpa mencari kebenaran nya