Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih lelah


__ADS_3

"Kakak sudah lelah menjalani hubungan ini Nan"Kinar melepaskan pelukan Kinan"Sekeras apapun kakak berjuang untuk mendapatkan hati mas Irsyad hasil nya akan sia sia"Kinan tidak bisa berkata kata"Apa nasib kamu juga akan seperti kakak?"


"Entahlah kak"hidup berlimpah kan harta bukan jaminan seseorang dapat hidup dengan bahagia, Kinar membaringkan tubuh nya yang teras begitu lelah padahal siang tadi Kinar tidur begitu lama


"Kakak mau tidur nan, jangan lupa beri ASI pada Diwa"pesan kinar sebelum Kinan keluar dari kamar


Sementara Irsyad masih menunggu Kinar di rumah orang tua nya


"Kemana dia pergi?"tanya Irsyad pada diri nya sendiri"Apa dia pulang kerumah orang tua nya, aku akan menyusul kesana"Irsyad langsung menuju mobil dan pergi ke rumah orang tua Kinar, dengan langkah ragu Irsyad menekan tombol bel yang berada di dinding dekat pintu


"Siapa ya ma malam malam begini bertamu?"tanya Kinan kepada Astri, bi siti sedikit berlari membuka pintu


"Eh den Irsyad"


"Malam bi, apa istri saya ada di sini?"


"Ada den silahkan masuk"Irsyad masuk dan dia terkejut mendapati Arifin sudah berdiri di hadapan nya


"Mau ngapain kamu kemari?"


"Saya mau bertemu istri saya pa"


"Istri? Sekarang pulang lah?!!!Arifin menjawab dengan wajah tidak ramah nya


"Izinkan aku ketemu dengan istri ku pa"


"Tidak akan!!!!"bentak Arifin membuat Astri dan Kinan terkejut


"Kamu?"kata Astri"Untuk apa kamu kemari!?"


"Aku ingin ketemu dengan istri ku ma"


"Kinar tidak ingin bertemu dengan mu, jadi jangan berharap"Kinar di kamar mendengar suara ribut ribut, dengan buru buru Kinar keluar dari kamar dan turun, deg jantung nya ketika melihat irsyad, kedua orang tua Kinar dan Kinan meninggalkan Kinar dan menantu nya

__ADS_1


"Mau apa kamu kemari?"


"Aku kemari untuk menjemput mu"


"Aku tidak ingin pulang"


"Kenapa kau kabur dari rumah?"


"Kabur?"tanya Kinar dengan tersenyum"Aku tidak kabur, aku hanya kerumah orang tua ku"


"Itu nama nya kabur karena kau pergi tanpa pamit"


"Terserah apa kata kamu mas"


"Kita pulang"kata Irsyad dengan menarik tangan Kinar


"Lepas kan tangan ku!"Kinar menepis tangan Irsyad yang memegang tangan nya


"apa kau tidak ingin pulang bersama ku? Ingat Kinar kau masih istri ku"


"Apa maksud mu?"Irsyad menatap Kinar dengan nanar


"Jangan memaksa ku"


"Aku tidak memaksa mu, tapi ini perintah seorang suami"Kinar menarik nafas begitu dalam


"Aku lelah mas, aku lelah menjalani pernikahan ini, aku lelah dengan keadaan ini"


"Kamu menyerah?"


"Ya aku menyerah"


"Kau tidak ingin memperjuangan kan ku?"

__ADS_1


"kenapa harus aku yang memperjuangan kan ku, kenapa tidak kamu?"


"karena yang di sini kau yang mencintai ku, tidak dengan ku"hancur sudah harga diri nya, dia benar benar seperti pengemis yang meminta hak nya.Di hapus wajah nya yang berlinangan air mata


"Ya disini aku yang hanya mencintai mu tidak dengan mu, jadi aku punya hak untuk berhenti melakukan itu"Irsyad menatap mata istri nya yang cekung dan sembab, leher nya jenjang dan tulang leher nya yang menonjol benar benar kurus"Jadi aku mohon pulanglah"


"Aku tidak akan pulang sebelum kau ikut dengan ku"


"Jangan memaksa kan sesuatu yang tidak akan pernah kamu dapatkan"Kali ini Kinar jongkok"Aku mohon mas, berhentilah mengganggu hidup ku"


"Apa maksud mu?"


"aku sudah mengatakan nya kalau aku lelah dengan keadaan ini mas dan aku menyerah,lakukan lah sesuka mu mas karena aku tidak akan melarang mu"


"Kau mengusir ku?!!"


"Please mas,,, aku mohon biarkan aku tenang"Kinar menangis kembali"Aku sudah merelakan kamu hidup bersama nya, wanita yang kamu cintai, dimana hanya ada dia di hati kamu di pikiran kamu, bahkan di bunyi jantung kamu hanya ada nama nya"Kinar berdiri dengan merapikan rambut nya yang berantakan sehingga menutup wajah nya"Aku hanya penghalang bagi kalian"Irsyad hanya diam mendengar kata kata Kinar"lebih baik kita sudahi hubungan kita sampai di sini, sekarang pulanglah"Kinar menghapus air mata nya kembali, dan pergi meninggalkan Irsyad yang memandang punggung nya, dengan langkah lesu Irsyad meninggalkan rumah orang tua istri nya, Irsyad merasakan ada yang hilang tapi dia tidak tau apa yang hilang, tapi dia merasakan ada yang sakit di dada nya, bukan kah seharusnya dia senang ketika Kinar meminta nya untuk berpisah, bukankah seharusnya dia bahagia ketika Kinar meminta nya untuk berpisah dan dia bisa hidup dengan wanita yang begitu sangat di cintai nya? Tapi kenapa justru Irsyad tidak rela ketika kinar meminta nya untuk berpisah, bukan kah ini yang Irsyad mau dan bukan kah ini yang dia harapkan sebelum nya.


Dengan kesal Irsyad membanting pintu apartemen nya dengan kasar, dia menatap sofa depan TV dimana dulu Kinar tidur setiap hari nya, dia merasakan dada nya sangat sakit, dengan langkah layu Irsyad berjalan ke ruang Tv di cium selimut yang selalu di pakai Kinar ketika tidur, dia mendekati rak tv di situ lah Kinar menyusun baju nya, di ambil kaos yang selalu di pakai Kinar dan di cium nya


"Kenapa aku merindukan mu, merindukan aroma mu, aku merindukan semua yang ada sama diri mu Kinar"kata Irsyad dengan memeluk baju Kinar"Rumah ini begitu sunyi meskipun kita tidak saling berbicara, tapi aku benar benar merindukan mu Kinar"Irsyad mengambil semua pakaian Kinar dan di bawa nya ke dalam kamar dan di susun nya di dalam lemari"Aku berharap kau merubah keputusan mu untuk berpisah dari ku Kinar, maafkan aku Kinar karena aku terlalu egois, kenapa aku terlalu gengsi di depan mu?Kenapa aku tidak bisa mengatakan perasaan ku yang sebenar nya pada mu?


Astri masuk ke dalam kamar Kinar,A stri khawatir terjadi sesuatu kepada putri nya yang sedang hamil, karena Astri tau setelah Kinar bertemu dengan suami nya, pasti dia membutuhkan teman, tadi nya Astri ingin memanggil putri nya tapi niat nya di urungkan ketika melihat Kinar sedang duduk di pinggir ranjang dan menutup wajah dengan kedua tangan nya sedang menangis


"Kenapa kamu menangis"?tanya Astri dengan mengusap punggung kinar dengan lembut


"Ma,,,"Kinar langsung memeluk Astri dan menangis


"Apa kamu menyesal dengan keputusan kamu?"Kinar menggelengkan kepala"Lalu kenapa menangis?"


"Hati ku terlalu sakit ma, sangat sakit"dengan lembut Astri mengusap punggung kinar"Kenapa rasa nya sesakit ini ma?"


"Kamu yang sabar ya nak, jangan menangis terus, melihat mu seperti ini mama menjadi semakin merasa bersalah"

__ADS_1


"Mama jangan berkata seperti itu, aku akan menyelesaikan secepat nya"kata Kinar lirih, Astri melepaskan pelukan nya dan menatap wajah kinar dengan sendu.


__ADS_2