Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Kabar Bahagia


__ADS_3

Dewo menatap wajah istri nya yang kelihatan begitu cerah, Kinan akui semua ini atas bantuan sang kakak yang ikut andil merubah penampilan nya, karena perubahan penampilan nya kini Dewa jadi berubah sikap nya.


"Kamu mau kemana?"


"Tidak ada"jawab Kinan yang masih sibuk memoles wajah nya


"Aku kira kamu akan pergi nongkrong"


"Sebenar nya aku pingin reunian sama teman SMA aku dulu"


"Kalau kamu pergi Dewo sama Diwa sama siapa di rumah?"


"Sama kamu lah"


"Kok sama aku?"


"Kalau tidak sama kamu sama siapa? Sama tetangga?"


"Bukan begitu maksud ku, sayang"


"Lalu apa?"Kinan melihat kearah suami nya"Kamu keberatan menjaga anak kamu sendiri?"


"Tidak, aku tidak merasa keberatan"


"Bagus lah"jawab Kinan dengan memoles wajah nya kembali


"Kapan kamu akan reunian?"


"Belum bisa di pastikan, nanti kalau sudah pasti aku akan memberitahu mu"Dewa hanya terdiam dengan menatap istri nya


"Oh ya sayang, aku dengar kak Kinar di bawa kabur dengan mas Irsyad?"


"Mas Irsyad itu suami kak Kinar, jadi bukan di bawa kabur"


"Tanpa sepengetahuan papa"


"Seizin mama"protes Kinan"Lagian papa saja yang berlebihan, sudah jelas mas Irsyad status nya masih suami kak Kinar sudah pasti mas Irsyad memiliki hak atas diri kak Kinar sepenuh nya"


"Mungkin papa hanya takut kalau kak Kinar akan di sakiti kembali"


"Apa beda nya sama kamu!"mata dewa langsung melotot"Jangan menyudutkan mas Irsyad karena kamu sama dia tidak ada beda nya, ku rasa semua pria sama saja"Kinan menatap suami nya"Mungkin kalau aku tidak merubah penampilan ku sudah pasti kamu masih sibuk dengan selingkuhan mu"Dewa terdiam kembali, sekarang Kinan berubah tidak lagi menjadi istri yang cengeng"Apakah kamu lupa kalau kamu dan mas Irsyad itu sama?"


"Setidaknya aku sudah berubah sayang"


"Kamu berubah karena penampilan ku yang berubah, mungkin kalau aku tidak merubah penampilan ku mungkin kamu masih sibuk di luar sana"


"Lupakan itu, aku tidak ingin kamu mengungkit hal itu lagi"


"Kalau kamu tidak ingin aku mengungkit hal itu lagi maka jangan pernah menyinggung atau menyudutkan tentang sikap mas Irsyad, karena bagaimana pun mas Irsyad itu kakak ipar ku"


"Baiklah aku tidak akan menyinggung hal itu lagi, kebetulan hari ini weekend kamu mau aku ajak jalan kemana?"


"Hari ini aku tidak ingin pergi kemana mana"


"Ayolah sayang, setidak nya kita makan siang di luar"


"Anak anak"


"Anak anak biar sama bibi saja, lagian kita kan cuma makan siang saja"


"Baiklah, sudah lama juga kita tidak makan di luar. Aku rasa itu bukan ide yang buruk"Dewa langsung mencium pipi istri nya bertubi tubi

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan?"


"Aku hanya mencium mu"


"Tetapi bedak ku hilang"


"Kamu bisa melakukan nya kembali"jawab Dewa dengan meninggalkan istri nya yang marah. Mungkin setiap orang bisa berubah setelah melakukan sebuah kesalahan jadi apa salah nya jika Kinar juga memberikan kesempatan kepada suami nya.


Di kafe "Panjenengen" sudah mulai ramai pengunjung karena waktu nya jam istirahat. Nina sibuk kesana kemari menanyakan kepada pelanggan, sedangkan Kinar masih duduk di ruangan nya setelah nek Popon pamit pulang. Ia masih memikirkan tentang papa nya yang menentang keras diri nya kembali pada suami nya.


"Benarkah papa akan memisahkan aku dan mas Irsyad? Jika itu benar apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku melawan papa? Di satu sisi papa adalah orang yang paling aku hormati sementara mas Irsyad dia adalah suami ku"ia menyandarkan kepala nya di kursi dinasti nya dengan memijit tengkuk nya yang terasa berat"Jika itu yang ingin papa lakukan maka aku harus menerima nya, karena jika aku menentang papa semua nya akan sia sia"ucap nya lirih"Maka aku harus siap apapun yang akan terjadi"Nina berdiri di depan pintu dengan memperhatikan sahabat nya yang sedang berbicara sendiri


"Kamu berbicara dengan diri mu sendiri?"tanya Nina yang membuat Kinar terkejut


"Nina"


"Apakah kamu sudah tidak mempercayai ku lagi sebagai sahabat mu?"


"Jangan berbicara begitu Nina, aku hanya sedang berpikir"


"Apa yang kamu pikirkan sehingga kamu berbicara pada diri mu sendiri? Apakah suami robot mu menyakiti mu lagi?"


"Ini tentang papa ku, Nin"


"Kenapa dengan papa mu?"


"Entah lah Nin"


"Kok entah?"


"Di saat mas irsyad berubah justru papa yang tidak setuju aku kembali dengan mas irsyad, Nin"


"Ya mungkin papa khawatir dengan ku"


"Bukan mungkin Kinar tapi pasti papa mu sangat khawatir"Kinar menatap sahabat nya"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"


"Seandainya papa menjemput ku sacara paksa tidak ada yang dapat aku lakukan Nin"


"Kamu akan menyerah begitu saja?"


"Seandainya yang menjemput ku bukan papa ku sudah pasti aku akan melawan nya Nin, tapi ini papa ku, Nin"


"Tapi ngomong ngomong kamu tau dari mana?"


"Nenek ku, papa ku menanyakan tentang tempat tinggal ku melalui nenek"


"Jangan berburuk sangka dulu, barang kali saja papa mu hanya ingin tau di mana kamu tinggal"


"Mudah mudahan Nin"jawab Kinar dengan mengusap perut nya


"Oh ya Kin, mungkin aku tidak dapat kerja lagi mulai bulan depan"


"Kenapa? Kamu marah pada ku? Atau kamu sudah dapat tawaran kerja di tempat lain?"


"Tidak"


"Lalu?"


"Aku akan menikah?"


"Benarkah? Siapa pria yang beruntung itu?"

__ADS_1


"Kamu tidak mengenal nya"mata Kinar begitu tajam menatap Nina"Dia teman satu kantor mas ku"


"Kamu sudah lama kenal dengan nya?"


"Baru dua bulan terakhir'


"Pernah ketemu?"


"Sudah"


"Kenapa aku terlambat mengetahui nya?"


"Bukan terlambat tapi kamu masih sibuk mengurus tentang hidup mu"


"Maafkan aku Nin seharusnya aku orang pertama yang mengetahui tentang kabar bahagia ini, sekali lagi maafkan aku Nin, tapi aku ucapkan selamat akhir nya kamu menemukan pendamping hidup mu"Nina ketawa dan memeluk tubuh kecil Kinar


"Kamu tidak perlu mengucapakan kata maaf, aku harap ketika kamu lahiran mengabari ku?"


"Tentu saja, kamu adalah Tante yang paling terbaik bagi calon anak ku"mereka saling berpelukan


"Semoga setelah aku sudah tidak bersama mu, kamu bisa hidup bahagia"


"Begitu juga dengan kamu, Nin. Sudah terlalu banyak kamu berkorban untuk ku, kini saat nya kamu berhak untuk bahagia"Kinar melepaskan pelukan nya"Meski aku belum mengenal nya tetapi aku berharap ia akan menjadi suami yang bertanggung jawab dan yang pasti dia menyayangi mu"Nina tertawa terbahak bahak


"Hal apa yang membuat kalian bahagia?"mereka berdua melihat kearah suara yang begitu mereka kenal


"Mas Irsyad"


"Apa kamu juga tidak ingin berbagi bahagia dengan suami mu ini?"tanya irsyad dengan mendekati istri nya lalu mencium kening Kinar


"Aku akan berbagi itu mas, tapi tidak sekarang"


"Kenapa? Apa karena ada Nina?"tanya Irsyad dengan menatap Kinar begitu mesra, lalu tangan nya mengusap perut istri nya dengan lembut. Melihat hal itu Nina merasa malu dia pun keluar


"Kau akan kemana?"


"Saya ingin keluar pak"


"Apakah kau juga tidak ingin berbagi bahagia dengan ku? Aku penasaran apa yang membuat kalian tertawa?"


"Istri bapak akan berbagi cerita dengan bapak"setelah itu Nina keluar dari ruangan nya


"Katakan pada ku sayang, katakan apa yang membuat mu tertawa begitu bahagia sekali"


"Nina akan menikah bulan depan mas"


"Oh ya, pasti Nina akan bahagia dan yang lebih bahagia adalah kamu sayang"


"Selain bahagia aku sedih mas"


"Apa yang membuat mu sedih? Bukan kah seharusnya kau bahagia?"


"Aku dan Nina pasti akan jarang ketemu?"


"Kau bisa bertemu kapan pun kau mau bertemu dengan Nina"


"Tapi Nina belum tentu bisa mas, mungkin setelah menikah dia akan di bawa suami nya"


"Itu sudah pasti"Irsyad mengusap pucuk kepala istri nya dengan lembut"Masih ada aku yang akan membuat mu bahagia"


"Mudah mudahan mas"mereka saling menatap dan bibir Irsyad berlabuh di bibir Kinar dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2