
Kinar mengikuti langkah kaki Irsyad yang berjalan di depan nya untuk masuk ke dalam rumah orang tua nya
"Kamu istirahat saja dulu Kinar"
"Tidak, aku belum selesai bicara"
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, Kinar dari tadi pagi belum ada istirahat, jadi biarkan dia istirahat"kata Tatit"Istirahatlah di kamar Imam"
"Kenapa harus di kamar imam mi?"
"Kenapa? Bukan kah kamu tidak ingin berbagi ranjang pada nya?"
"Tetapi tidak harus di kamar Imam mi"
"Lalu dimana? Di kamar mu? Apa kamu mengizinkan istri mu tidur di ranjang mu?"Irsyad terdiam dengan menatap Kinar"Pergilah Kinar"dengan langkah pelan Kinar naik ke lantai atas dimana letak kamar Imam? Di baringkan tubuh nya yang lelah, ternyata mengurus bayi itu sungguh merepotkan dan melelahkan, bagaimana jika bayi nya lahir? Pasti akan sangat merepotkan
"Aku tidak perlu takut, karena mam pasti akan membantu ku mengurus bayi ku"kata Kinar dengan membelai perut nya"Meski pun ayah nya tidak perduli sama sekali"entah apa yang ada di pikiran Kinar, hingga ia tertidur begitu pulas
Hampir tiga jam Kinar tidur tapi belum bangun juga, sehingga membuat Tatit khawatir, dengan langkah sedikit berlari menaiki tangga menuju kamar Imam, ia di ikuti oleh Irsyad, mereka berdua begitu terkejut melihat Kinar tertidur di sofa bukan di ranjang
"Kinar sayang"panggil Tatit dengan lembut, pelan pelan Kinar membuka mata nya dan Kinar langsung terduduk
"Ada apa mam?"tanya Kinar dengan menatap Irsyad
"Kenapa kamu tidur di sofa?"Kinar tersenyum
"Aku sudah terbiasa tidur di sofa mam"
"Lihat Irsyad, kamu lihat?"
"Kinar terlalu berlebihan mi"
"Kamu mengatakan berlebihan? Irsyad kamu mengenyam pendidikan S2 di perguruan tinggi terkemuka di luar negri tapi,,?"Tatit kelihatan begitu l marah sampai rahang nya berbunyi
"Apa hubungan nya mi?"
"Kamu bertanya apa hubungan nya Irsyad? Ya Tuhan Irsyad!!!!!"jerit Tatit membuat Kinar langsung berdiri
__ADS_1
"Ini semua gara gara kau Kinar!!!hardik Irsyad
"Jangan menghardik nya Irsyad!!!"
"Kenapa mami begitu membela nya?
"Selain menantu mami dia juga keponakan mami Irsyad"Tatit menarik nafas begitu berat"Pulang lah Irsyad"mohon Tatit"Kamu bisa membuat mami struk"
"Aku tidak akan pulang, kalau Kinar tidak ikut pulang bersama ku"
"Irsyad!!!!"
"Sudah mam, sudah,,, aku akan ikut pulang dengan mas Irsyad"
"Terserah,,, Terserah pada kalian berdua!!!!jerit Tatit membuat Irfan terkejut dan berlari menuju lantai atas
"Ada apa mam?"tanya!Irfan dengan menatap Irsyad dan Kinar secara bergantian
"Kepala mami pusing Pi"
"Mam tidak perlu ikut campur dengan urusan rumah tangga mereka, karena mereka sudah cukup dewasa dalam menyikapi masalah nya mam"
"Percayakan semua nya pada kinar"
"Terima kasih pap"ucap Kinar dengan membelai perut nya
"Aku pulang Pi"pamit Irsyad, Kinar mendekati Tatit
"Aku pulang ya mam, mam tidak usah khawatir, karena aku sudah pernah mengatakan pada mam kalau cucu mam ini kuat"kata Kinar dengan memegang tangan Tatit
"kamu bilang calon cucu mam kuat Kinar, tapi mam tau ketika kamu kelelahan kamu akan merasa keram"
"Aku janji tidak akan capek capek mam"kali ini Kinar memeluk Tatit sehingga membuat nya tersenyum
"Kalau begitu pulanglah, karena mam tau kamu itu istri yang setia"Kinar tersenyum dan pergi mengikuti langkah Irsyad
Begitu masuk ke dalam mobil, tanpa komando Irsyad langsung menancap gas sehingga membuat Kinar menjerit dengan memegang perut nya, Irsyad melirik ke perut kinar
__ADS_1
"Apa saja yang kau katakan dengan mami ku?"
"Tante ku?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan"
"Aku tidak mengalihkan pembicaraan, mami kamu juga Tante ku mas"
"Yang ku tanyakan apa saja yang sudah kau katakan pada mami ku!!!?bentak nya sehingga membuat Kinar sedikit menaikan bahu nya karena terkejut, Kinar menarik nafas
mobil berhenti tepat di depan apartemen yang menjulang tinggi. Irsyad keluar dan membuka pintu mobil dengan kuat, lalu ia menarik tangan Kinar untuk masuk di dalam apartemen di mana kamar mereka terletak.
"aku sudah muak dengan sikap mu!!!bentak Irsyad dengan melempar tubuh kinar di sofa, sehingga membuat Kinar terjatuh di atas sofa dengan kuat
"aaahwww"jerit kinar dengan memegang bawah perut nya yang terasa nyeri, ia menggigit bibir nya menahan nyeri
"Jangan berpura pura, kau pikir aku percaya"kata Irsyad dengan tersenyum"Bukan kah kau mengatakan pada mami ku, kalau anak dalam perut mu itu sangat kuat, ah Kinar kau pikir,,,"Kinar tambah merasakan nyeri yang teramat
"Aku sudah bertanya sekali lagi pada mu, apa yang sudah kau katakan pada mami ku!!!?"
"Aku tidak pernah mengatakan apapun pada mami mu mas"jawab Kinar pelan dengan mengusap keringat di dahi nya
"Kau berbohong!!!?"
"Aku tidak berbohong mas, aku berkata yang sebenarnya"
"Lalu bagaimana mami ku bisa tau?"
"Sungguh aku tidak tau mas,,,aaahhhhssss"lenguh Kinar dengan mengusap perut nya
"Katakan yang sebenar nya Kinar! Sebelum aku melakukan sesuatu yang membuat mu tidak pernah melupakan seumur hidup mu!!!kata Irsyad dengan mencekik leher Kinar
"aaahhhhhhhh"jerit Kinar ketika merasakan perut nya begitu nyeri, di cengkram nya lengan Irsyad ketika ia merasakan ada sesuatu mengalir di kaki nya"Tolong lepaskan aku mas"ucap Kinar membuat Irsyad terkejut dan melihat ke kaki Kinar, ternyata ada darah segar mengalir, sehingga membuat Irsyad khawatir, Kinar langsung berdiri dengan memegang bawah perut nya ketika Irsyad melepaskan cengkraman nya dari leher Kinar, dengan langkah pelan Kinar berjalan tertatih-tatih menuju pintu, dengan cepat Irsyad membopong Kinar menuju lobi dan di masukkan ke dalam mobil, Kinar menggigit bibir bawah nya, Irsyad selalu melihat ke arah kinar yang merasakan sakit, Irsyad memukul setiur mobil nya berkali kali, ia sungguh merasa bersalah, apa lagi ketika melihat Kinar benar benar merasakan sakit. Irsyad suami yang tidak cukup dewasa, ia selalu menanggapi sesuatu dengan emosi
Irsyad langsung membopong tubuh kinar dan membawa nya ke dalam rumah sakit
"Dokter,,, suster tolong istri saya"kinar mencengkram belakang leher Irsyad, beberapa suster datang dengan membawa tempat tidur dorong, Irsyad meletakan Kinar dengan lembut dan mengikuti suster yang mendorong brankas dengan berlari menuju IGD
__ADS_1
"Bapak tunggu di luar"Irsyad terpaku menatap wajah Kinar yang pucat yang di bawa masuk ke dalam IGD
"Apa yang sudah aku lakukan pada istri dan calon bayi ku, bukan kah benar kalau kinar tidak pernah mengatakan apapun pada mami, bodoh,,, dasar aku bodoh yang tidak mempercayai nya"kata Irsyad dengan memukul kepala nya