Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Merajuk


__ADS_3

Irsyad tidak membiarkan malam panjang lewat begitu saja, dan ia tidak memberikan kesempatan sedikit pun istri nya tidur dengan tenang. Ia memeluk tubuh istri nya dari belakang dan menutup nya dengan selimut, kecupan hangat mendarat di punggung istri nya sebelum ia memejamkan mata


"Apakah kau kembali pada ku agar kau dapat menikmati tubuh ku mas?"pertanyaan Kinar membuat nya terkejut dan ia langsung membalikan tubuh istri nya dengan pelan karena ia tidak ingin menyakiti nya


"Kenapa kau berkata seperti itu Kinar? Kau tidak suka aku menyentuh mu? Jika kau tidak suka aku sentuh, maka aku tidak akan menyentuh mu"Irsyad ingin berdiri namun tangan nya di tarik oleh Kinar sambil menggelengkan kepala nya


"Aku hanya takut mas"


"Percayalah selama ini aku tidak pernah menyentuh siapa pun terkecuali diri mu"ucap Irsyad mengusap wajah istri nya lalu mencium nya


"Bagaimana dengan Susan?"sedikit pun Irsyad tidak marah dengan pertanyaan istri nya, justru ia mencium pipi Kinar berkali kali


"Kau tidak perlu mengingat nya lagi karena aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan nya, aku hanya ingin di sisa hidup ku ingin bersama mu"


"Mas"Kinar menggelengkan kepala nya sambil mengusap lembut pipi suami nya"Jangan membuat ku menjadi takut mas"Irsyad tersenyum dengan mengusap perut istri nya dari balik selimut


"Dengar sayang"ayoyo, pipi Kinar merona kembali dan ia buru buru membalikan badan tapi sayang Irsyad menahan nya"Kenapa kau membalikan badan mu, kau tau aku sangat menyukai warna pipi mu yang merona, kau harus terbiasa dengan sebutan ini dari ku"Irsyad mengusap wajah istri nya"Dengar Kinar, aku menyentuh Susan hanya sebatas bibir nya dan tidak lebih"ada rasa cemburu di hati nya mendengar ungkapan suami nya"Itu pun hanya ingin membuat mu merasa cemburu"Wajah Irsyad berubah menjadi sendu"Dan terima kasih karena kau masih mencintai ku sampai saat ini Kinar dan rasa itu sampai saat ini pun tidak pernah berubah, aku hanya tidak ingin menanam benih ku kepada sembarang wanita Kinar, karena aku tidak ingin ia tumbuh menjadi anak yang tidak baik seperti ku"ia membawa kepala Kinar ke dada nya yang tanpa baju


"Apakah kau yakin jika calon anak mu yang saat ini tumbuh di rahim ku menjadi anak yang baik?"


"Kenapa kau berkata begitu? Aku yakin pasti ia akan menurun pada mu"Irsyad mengusap kepala istri dan menciumnya yang berada di dalam pelukan nya"Sekarang tidurlah, karena sebelum aku mengantar kan mu ke kafe kita ke dokter terlebih dahulu"


"Kau begitu ingin tau betul mas?"

__ADS_1


"Aku hanya tidak ingin salah warna menyiapkan keperluan calon anak ku"


"Hm"ucap Kinar yang mulai mengantuk


"Aku lah orang pertama yang paling bahagia ketika ia lahir, aku sudah tidak sabar di panggil ayah oleh anak ku"ia mengusap perut Kinar berkali kali, tidak ada jawaban, Irsyad menatap istri nya ternyata ia sudah memejamkan mata"Selamat tidur sayang"ucap irsyad dengan mendaratkan ciuman mesra di kening istri nya


Sebelum istri nya bangun, Irsyad bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan sarapan dan sebelum ke dapur ia membersihkan diri nya di kamar mandi, setelah itu ia menatap istrinya yang masih tidur begitu pulas sambil tersenyum, hari ini Irsyad hanya menyiapkan nasi goreng telur karena hanya ada telur di dalam kulkas. Kinar menggeliatkan tubuh nya yang terasa lelah sambil tersenyum, aroma nasi goreng menyusup ke hidung nya, ia ingin sarapan tetapi ketika ia ingin berdiri untuk ke kamar mandi ada yang terasa nyeri di antara kedua pangkal paha nya. Ia berusaha menahan nya dengan menggigit bibir bawah nya.


Nasi goreng sudah tersedia tetapi yang di tunggu tidak kunjung turun, Irsyad merasa khawatir dengan langkah terburu buru ia menuju kamar dan ia merasa heran melihat istri nya berdiri dengan menggigit bibir bawah sambil memegang perut nya


"Apa yang terjadi?"Tanya Irsyad khawatir dengan memegang tangan istri nya


"Semua nya terasa nyeri mas"


"Kamu nanya dimana yang sakit? Di sini mas diantara dua pangkal paha ku"jawab Kinar gregetan dan sedikit marah kalau ternyata irsyad kurang peka dalam hal ini, sambil berjalan pelan pelan menuju kamar mandi


"Kinar tunggu,, Kinar"panggil Irsyad pelan dengan menarik tangan istri nya"Tolong jangan marah Kinar"kata Irsyad dengan menatap istrinya"Maaf aku tidak peka"ia memeluk tubuh istri nya dengan mengusap punggung nya, namun tidak ada reaksi dari istri nya"Kau masih marah pada ku?"tanya Irsyad dengan menangkup wajah Kinar dengan kedua tangan nya"Apakah masih sakit"sudah tau sakit pakai nanya lagi, batin Kinar, tanpa memberi aba aba Irsyad langsung membopong tubuh kecil istri nya dan di bawa nya ke kamar mandi"Apa perlu aku memandikan mu?"Irsyad menatap Kinar yang masih diam"Tolong Kinar jangan diam kan aku, lebih baik kau memarahi ku dari pada mendiamkan ku"kata Irsyad dengan memegang tangan Kinar


"Tunggu lah di luar aku akan mandi"Irsyad tersenyum dan keluar dari kamar mandi, di dalam kamar mandi Kinar tersenyum sendiri melihat tingkah suami nya. Tidak berapa lama ia selesai mandi dengan rambut tergerai basah. Irsyad yang berdiri di depan pintu kamar mandi mengikuti Kinar kemana pun, pada hal ia hanya mengambil baju


"Apa pagi ini kita jadi kerumah sakit?"tanya Kinar dengan memegang baju yang masih di dalam lemari


"Tentu jadi"wajah Irsyad bahagia ketika Kinar menanyakan perihal itu, ia menatap Kinar yang sedang memakai baju.

__ADS_1


"Kebiasaan buruk"


"Apa ada yang salah?"


"Kenapa kau selalu meninggalkan tanda merah di leher ku mas?"tanya Kinar ketika ia berada di depan cermin, ia melihat leher nya yang jenjang dan putih bersih"Pasti Nina akan mengejek ku sepanjang hari"


"Aku suka dengan leher mu yang jenjang dan putih"Kinar mengusap lehernya dengan menatap Irsyad"Sayang, nasi goreng nya keburu dingin"kata Irsyad dengan membantu mengeringkan rambut Kinar yang basah


"Perut ku juga sudah sangat lapar"setelah selesai mengeringkan rambut, Irsyad membantu Kinar yang berjalan sedikit agak susah, dan Irsyad membantu Kinar untuk duduk.


"Makan lah, setelah ini kita langsung ke rumah sakit, dari rumah sakit aku akan mengantar mu ke kafe. Dan ingat jangan pulang sendiri, jika Nina tidak bisa mengantarkan mu pulang maka tunggu aku sampai datang"Kinar hanya menganggukkan kepala nya, sarapan selesai. Pada hal Kinar sudah sangat kenyang tapi ia harus menghabiskan susu yang telah di buat oleh irsyad untuk nya.


"Bagaimana mungkin aku bisa berjalan jika aku begitu kenyang mas"


"Kenapa harus malu, katakan saja kalau kau ingin aku menggendong mu"


"Tidak, selama ini aku tidak pernah sarapan sekenyang ini mas"Kinar mengusap perut nya


"Kau tau, tubuhmu tidak akan mungkin dapat menampung perut mu yang semakin lama semakin membesar, jadi mulai sekarang paling tidak gemukkan lah sedikit badan mu"Kinar menatap Irsyad


"Dengan perut sebesar ini saja rasa percaya diri ku sudah hilang mas, bagaimana jika badan ku juga ikut membesar?"


"Kau tidak perlu khawatir, dimata ku mau tetap terlihat cantik dan seksi"

__ADS_1


Plak, Kinar menepuk lengan suami nya yang selalu mesum ketika melihat diri nya, Irsyad membantu istri nya berdiri dengan memegang kedua tangan nya dan di bawa nya menuju mobil


__ADS_2