
Ia turun dari mobil dan melihat tulisan yang terpampang jelas di pintu masuk. Karena ingin mengetahui dimana keberadaan istri mantan suami nya, ia rela datang ke Polres bantul dimana Tommy sekarang di tahan.
Kini Nina duduk setelah bertanya dengan penjaga, sebenar nya ia merasa jijik untuk menemui Tommy, tapi ia harus melakukan nya.
"Nina"panggil tommy terkejut, sedangkan Nina melihat ke arah Tommy yang memakai baju warna orange dan ia melihat wajah Tommy begitu kusam karena tidak terawat sama sekali
"Terima kasih sudah menjenguk ku, meski aku tau kita sudah tidak memiliki ikatan apapun"ucap nya setelah ia duduk di hadapan Nina.
"Kau pikir aku kemari ingin menjenguk mu!?"Nina tersenyum mengejek"Jika tidak terpaksa aku tidak akan menjenguk manusia Bi**ab seperti mu!"
"Aku tetap mengucapkan terima kasih meski pun kau terpaksa kemari"Tommy mengusap kepala nya"Kau tau, selama aku di sini tidak ada yang menjenguk ku"
"Itu bukan urusan ku, lagi pula untuk apa mereka menjenguk manusia seperti mu? Yang ada mereka pasti malu"ucap Nina kandas
"Mungkin di mata mu, aku begitu kotor dan menjijikan"
"Bukan tapi memang sangat menjijikan, bahkan kau lebih kotor dari seekor an**ng!"
"Terserah apapun yang kau katakan akan aku terima, aku minta maaf"
"Beribu kali kau meminta maaf pada ku, aku tidak akan pernah memaafkan mu"Nina menarik nafas, dalam sekejap cinta nya hilang begitu saja"Beritahu aku dimana istri dan ketiga anak mu tinggal?"
"Untuk apa kau mencari mereka? Tolong jangan lakukan apapun pada mereka"mohon Tommy"Mereka tidak bersalah"
"Ternyata pria seperti mu memiliki air mata juga"ejek Nina"Katakan dimana mereka tinggal!?"
"Aku tidak akan mengatakan nya pada mu"
"Baik, baik jika kau tidak mau memberitahu ku, tapi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu pada mereka kalau mas Andre yang mencari alamat mereka"Tommy menatap mantan istri nya dengan terkejut, ia tidak dapat mempercayai perubahan Nina begitu cepat terhadap diri nya. Ingat Tommy jangan menyalakan Nina. Inilah yang nama nya sakit hati, sebenar gunung Himalaya dan sedalam samudra Atlantik cinta nya pada mu jika kau berbuat sedikit saja kesalahan maka cinta itu akan berubah menjadi sebuah kebencian yang tidak dapat kau ukur besar nya rasa itu.
"Sekarang katakan!!"suara nya naik satu not"Sebelum aku bertindak lebih keji"mata Nina merah menahan amarah"Atau kau ingin melihat mereka,,,"ucap nya dengan senyum menakutkan sehingga membuat Tommy langung memberitahukan alamat nya
"Baik, aku akan memberitahumu tapi janji jangan melakukan apapun pada mereka"
"Tergantung"Tommy menatap nanar ke arah Nina"Kau tidak ingin memberitahu ku!?"dengan cepat Tommy memberikan alamat rumah nya. Setelah itu Nina langsung pergi, sementara tommy merasa takut dan kebingungan, ia bingung siapa yang akan ia hubungi untuk meminta pertolongan.
"Percuma, percuma tidak ada yang akan menolong ku"ia menangis sambil memukul meja yang berada di hadapan nya, sekarang ia hanya pasrah ketika seorang polisi membawa nya masuk kembali ke dalam sel tahanan.
Ia menekan pedal gas, sungguh ia sangat penasaran seperti apa istri mantan nya itu.
"Jika aku datang kerumah nya apa yang akan aku katakan pada nya? Sementara aku lah di sini yang pelakor tetapi kenapa aku ingin memberi pelajaran pada istri nya? Ya meski aku pelakor korban penipuan"lagi dan lagi Nina berbicara pada diri nya sendiri"Itu urusan nanti yang terpenting aku menemui nya dulu"
__ADS_1
Sungguh Nina sangat penasaran dengan istri nya Tommy, setelah tiga puluh menit dalam perjalanan akhirnya Nina sampai, ia melihat di sekitar nya. Ia melihat rumah seperti tidak berpenghuni karena jendela dan pintu tertutup dengan rapat, pada hal hari sudah tidak lagi lagi. Dengan mengumpulkan keberanian ia mengetuk pintu dan ia mendengar suara langkah kaki yang begitu ramai, begitu terbuka ia melihat tiga orang ana kecil yang menyambut nya dengan senyum ramah.
"Tante"panggil Dika yang memiliki sifat ramah
"Bisa Tante bertemu dengan mama kalian?"
"Ibu,, ibu"panggil Dian
"Iya, ada apa?"sahut Hanna yang sedang mencuci piring lalu mengelap tangan nya di baju daster yang dia pakai
"Ibu"panggil Dian kembali
"Iya sebentar"sahut Hanna dengan berjalan dengan memegang perut nya menuju pintu luar"Ada apa?"tanya nya dan ia melihat di luar pintu, ada tamu seorang wanita yang ia sangat kenal, karena Andre pernah menunjukkan Poto adek nya sewaktu mereka pacaran dulu
"Ada tamu, kenapa tidak di suruh masuk"ucap Hanna lembut dengan menatap ketiga jagoan nya
"Silahkan masuk Tante"ucap ketiga putra nya bersamaan, Hanna yakin sekali kalau tamu yang datang adalah istri baru suami nya, sebelum masuk Hanna menjabat tangan tamu nya
"Nina"Hanna hanya berusaha tidak mengenali nya, karena hubungan nya dengan Andre hanya tinggal masa lalu
"Hanna, silahkan masuk mbak"ucap Hanna, namun sebelum masuk nina melihat seisi rumah mantan suami nya, tidak ada barang mewah, bahkan sofa nya sudah kelihatan usang, yang membuat Nina tidak tega adalah istri mantan suami nya dalam keadaan hamil.
"Silahkan duduk mbak"
"Ibu lapar"ucap Dian polos dengan mengusap usap perut nya. Hanna lupa kalau anak anak nya belum ada makan apapun dari pagi
"Dika"
"Iya Bu"Hanna mengeluarkan uang selembar sepuluh ribuan"Pergi lah, bawa adik adik mu beli roti, setelah itu ke rumah Tante Miska"Ia menyerahkan uang nya pada Dika"Jika tante Miska bertanya katakan kalau ibu sedang ada tamu, oh iya uang ini untuk kalian bertiga dan ingat jangan berantem"
"Baik ibu"
Hati Nina justru terenyuh melihat ketiga putra mantan suami nya yang begitu baik dan penurut, bagaimana mungkin Tommy sanggup menyakiti mereka, terbuat dari apakah hati Tommy sesungguh nya?
"Ibu"
"Iya sayang"Hanna mengusap pipi gemoy si bungsu
"Setelah dari rumah Tante Miska, ibu akan memasakan buat ku kan? Ibu aku sudah bosan makan mi terus, bisa tidak hari ini kita makan yang lain"hati Nina semakin iba bahkan terasa sakit mendengar ucapan Diki
"Tentu sayang, tentu. Sekarang ikutlah dengan kak Dika ya"ia menganggukkan kepala nya, setelah itu mereka pergi. Nina masih memperhatikan ketiga nya yang begitu baik dan menuruti kata kata ibu nya.
__ADS_1
"Mau minum apa mbak?"tanya Hanna ketika ia sudah mengantar ketiga anak nya
"Tidak usah repot repot mbak"jawab Nina dengan melihat ke arah perut Hanna"Duduklah"ucap Nina dengan menarik tangan Hanna lembut
"Apakah ada hal yang penting sampai membawa mbak Nina kemari?"wajah yang teduh, ucapkan yang lembut membuat Nina menjadi malu
"Sebenar nya aku malu mbak"
"Malu kenapa?"
"Seharusnya mbak Hanna yang marah dengan ku, karena aku lah sang pelakor"Hanna tersenyum dengan memainkan jari tangan nya"Meski aku juga korban penipuan Tommy, mbak"sedikit pun Hanna tidak sakit hati atau bahkan marah
"Untuk apa aku harus marah pada mu mbak, kalau nyata nya mas Tommy mencintai mu"Nina terkejut mendengar jawaban Hanna. Mungkin jika orang lain bertemu dengan perempuan yang notabene nya merebut suami nya pasti akan marah bahkan menampar nya. Nina teringat dengan Kinar, mereka berdua memiliki kesamaan, meski wajah kinar lebih cantik karena terawat dengan baik.
"Kau sangat baik mbak, kenapa ba**ngan itu tega mengkhianati mu?"ucap Nina dengan geram
"Kita sama sama korban mbak"
"Korban?"tanya Nina dengan wajah penuh terkejut"Maksud mbak Hanna?"air mata jatuh begitu saja dari mata teduh Hanna, ia berusaha untuk menahan nya namun semua nya sia sia
"Kau pikir aku menikah dengan nya karena cinta? Jika kau berpikir seperti itu kau salah mbak"Nina menatap wajah Hanna begitu serius"Aku korban pemerkosaan yang di lakukan oleh mas Tommy"
"Ha!"Nina menjerit dengan menutup mulut nya"Kenapa kau mau menikah dengan nya? Kenapa kau tidak melaporkan nya ke polisi!?"
"Aku ingin melakukan itu mbak, ingin sekali"Hanna menangis tersedu sedu"Tapi sayang benih nya tumbuh dengan baik di rahim ku"ia mengusap perut nya, Nina berpikir jika ia korban pemerkosaan dan benih nya yang saat ini sedang di kandung, lalu ketiga putranya itu anak siapa?
"Saat itu ingin rasa nya aku menggugurkan bayi ini, tetapi bayi ini tidak bersalah mbak"Nina semakin penasaran dengan cerita Hanna, karena ia yakin kalau saat ini dia hamil korban pemerkosaan lalu siapa ibu dari ketiga putra nya tadi
"Lalu, lalu siapa ibu ketiga anak itu?"tanya Nina dengan gugup
"Ketika mas Tommy melakukan itu pada ku, ia mengaku masih sendiri mbak, sehingga aku menerima nya"Hanna mengusap air mata nya, Nina semakin iba"Setelah aku menikah dengan nya"Bibir Hanna kelihatan gemetar"Ternyata mas Tommy sudah menikah dan memiliki tiga orang anak"
"Bajingan, keparat!!"ucap Nina geram"Aku akan menuntut nya agar dia mendapat hukuman lebih berat"Hanna hanya dapat menangis"Katakan, katakan dimana ibu mereka!?"tanya Nina dengan tangan mengepal menahan amarah"Kenapa kau mau merawat ketiga putra nya, jelas jelas mereka itu bukan anak mu, mbak!?"
"Ketika istri nya tau kalau mas Tommy menikah lagi, ia bunuh diri mbak,,,"Suara tangisan Hanna memenuhi seluruh rumah
"Ya Tuhan!!"Nina terkejut dengan menutup mulut nya
"Keluarga mendiang istri nya menyerah kan ketiga putra nya kepada mas Tommy"Nina membawa Hanna kedalam pelukan nya"Bagaimana mungkin aku dapat membiarkan mereka hidup terlunta-lunta sedang kan ibu nya sudah tiada karena ku"Nina melepaskan pelukan nya lalu memegang kedua pipi Hanna
"Kau tidak bersalah, aku akan membantu mu untuk menuntut Tommy, dan kau bisa menyerahkan ketiga putra nya kepada keluarga Tommy atau keluarga mendiang istri nya"Hanna menatap wajah Nina. Saran yang diberikan Nina sama dengan Miska.
__ADS_1
"Mereka bukan darah daging mu, bahkan ayah nya sudah menghancurkan hidup mu, tetapi kau masih berbaik hati merawat mereka!! Ingin rasa nya aku membuat Tommy tiada. Dari pada status bersuami tapi seperti janda, di katakan janda tapi punya suami. Lebih baik kau janda sekalian!"Nina begitu marah, bahkan karena marah nya ia sampai lupa kalau Hanna tidak bersalah