Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Penyesalan Terdalam


__ADS_3

Dengan sendu Irsyad menatap wajah kinar yang di penuhi luka. Orang tidak waras saja tidak akan tega menyakiti istri nya sendiri, lalu apakah Irsyad lebih dari orang tidak waras? Kinar mulai sadar dia meringis menahan sakit dengan menggigit bibir bawah nya


"Apa ada yang sakit?"pertanyaan yang tidak perlu di jawab, karena Irsyad sudah melihat sendiri bagaimana dengan kondisi istri nya saat ini, Kinar memegang kepala nya yang terasa begitu nyeri"Aku panggil kan dokter ya?"


"Tidak,,, tidak perlu"jawab kinar pelan


"Kamu ingin minum?"Irsyad kelihatan bingung apa yang harus dia lakukan terhadap istri yang telah ia sia siakan, sehingga dia menawarkan sesuatu yang tidak Kinar ingin kan


Mereka seperti dua orang yang baru kenal, pada hal mereka sudah berbagi tubuh, tapi suasana ini membuat mereka berdua merasa canggung, Kinar menarik tangan nya yang masih berada di dalam genggaman suami nya dan ia berusaha untuk duduk


"Kamu ingin duduk?"tanya Irsyad


"hm"jawaban kecil yang membuat Irsyad mengerti, dengan lembut Irsyad membantu Kinar untuk duduk


"Kenapa kau berbohong pada ku?"tanya Irsyad untuk menghilang kan rasa canggung nya"Bagaimana jika kau dan calon anak ku tiada?"


"Bukan kah kamu begitu bersemangat untuk melenyapkan ku?"


"Tadi nya iya ketika kau mengatakan kalau kau telah melenyapkan calon anakku tapi,,,,"Irsyad tidak meneruskan kata kata nya, dia memandang ke arah perut kinar yang bundar, di sana lah bayi nya saat ini bersemayam"Aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri jika terjadi sesuatu pada mu dan calon anak ku"


"Kenapa kamu harus menyesali nya mas? Bukan kah kamu senang jika aku tiada?"tanya Kinar"Aku bukan wanita yang kejam yang tega melenyapkan darah daging ku sendiri. Harimau hewan yang buas saja tidak akan tega memakan anak nya sendiri"


"Kin please, aku tidak ingin berpisah dari mu,,,"


"Jangan membuat ku melayang terlalu tinggi mas, kalau pada akhir nya aku akan jatuh ke lubang yang sama, dan apakah kamu tau kalau itu sangat menyakitkan bagi ku? bahkan kini aku sudah mulai terbiasa dengan luka ini, luka yang telah kamu ciptakan"

__ADS_1


"Aku janji Kin"


"Aku tidak membutuhkan janji"jawab Kinar pelan"Rasa sakit yang kamu ciptakan masih tersimpan rapi di hati ku mas, dan sampai kapan pun aku akan mengingat nya"kata Kinar membuat Irsyad terdiam"Jujur aku memang mencintai mu, bahkan aku sangat mencintai mu tapi itu dulu"di tarik nafas nya yang terasa menghimpit paru paru nya"Biarkan saat ini aku sendiri mas, beri aku ruang untuk menyadari kesalahan ku karena telah mencintai mu"


"Sekarang kau tidak mencintai ku lagi? Ya, aku memang salah bahkan aku tidak menyadari kalau begitu banyak luka yang telah aku ciptakan untuk mu? Tapi aku mohon pada mu Kinar, izin kan aku menebus semua luka yang telah ku ciptakan"


Ketika hati seorang istri telah di sakiti, sebesar apapun cinta seorang istri terhadap suami nya pasti akan memudar. Kinar tidak percaya bagaimana mungkin robot bisa mengeluarkan air mata? Apakah sekarang suami nya sudah memiliki hati atau ini hanya sebuah sandiwara agar dia bisa menyakiti nya kembali?


"Bunga saja akan layu jika tidak di siram, jadi untuk apa kamu bertanya?"


"Apakah sedikit pun cinta di hati mu tidak tersisa untuk ku Kinar?"


"Jangan pernah kamu tanyakan tentang itu mas, apa kamu lupa bagaimana aku mengemis cinta pada suami ku sendiri? Dan apa kamu tau apa balasan nya?"Kinar tersenyum"Rasa sakit yang aku terima mas, sakit"ia berusaha untuk menahan air mata nya"Mungkin aku istri yang paling bodoh di muka bumi ini, yang masih mau mempertahan kan suami yang tidak pernah menganggap ku ada"


"Aku khilaf Kin"


"Beri aku kesempatan sekali lagi Kin, aku mohon"


"Jangan pernah memohon pada ku mas jika tidak harga diri mu akan hancur, cukup di sini harga diri ku yang hancur"pandangan mereka saling bertemu"Aku sudah nyaman dengan kehidupan ku sekarang"


"Lalu bagaimana dengan calon anak kita?"


"Kamu jangan khawatir mas, jika anak kamu lahir kamu bisa mengasuh nya"jawab Kinar dengan membelai perut nya


"Tidak,,, aku tidak ingin berpisah dari mu Kinar, anak ku membutuhkan kamu dan juga aku"ia menatap Irsyad begitu dalam, laki laki yang kini status nya adalah suami dan ayah dari bayi yang di kandung nya. Bagaimana mungkin kinar akan percaya begitu saja setelah apa yang dia lakukan terhadap nya, perselingkuhan, ah tidak bukan itu saja terlalu banyak noktah merah di perkawinan mereka, Apakah ia akan menerima irsyad begitu saja? Tidak, sekarang cinta tidak membuat nya buta, karena sekarang bagi nya cinta itu butuh logika

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Susan?"


"Aku akan mengurus nya dan menyelesaikan semua nya"


"Dari ucapan mu barusan, kamu seperti sudah menikah dengan Susan? Begitu besar kah cinta mu pada nya? Sehingga kamu menikahi Susan secara sirih?"


"Tidak Kinar, tidak"jawab Irsyad dengan menggelengkan kepala nya berkali kali"Aku tidak pernah menikahi nya secara sirih, baik kepada Susan atau pun pada orang lain. Ku mohon percaya lah Kinar, percayalah pada ku"Irsyad memohon dengan memegang tangan kinar


"Harus kah aku percaya begitu saja dengan setiap ucapan mu mas?"


"Kamu harus percaya pada ku Kinar, aku mengatakan yang sebenar nya"


"Itu terasa sangat sulit bagi ku mas, karena rasa percaya ku pada mu pun sudah hilang"


"Tolong Kinar percayalah pada ku, aku mengatakan yang sebenar nya"


"Wanita akan terlihat bodoh begitu dia mencintai seseorang, bahkan seorang wanita rela mengorbankan nyawa nya untuk laki laki yang sangat di cintai, tapi apakah kamu tau mas? Itu akan terasa sulit untuk mengembalikan semua nya ketika seorang wanita telah dikhianati"


"Lalu apa yang harus aku lakukan agar kau percaya pada ku? Katakan Kinar,,, katakan, aku akan melakukan semua nya untuk mu"


"Tidak ada,,, tidak ada yang harus kamu lakukan"jawab Kinar dengan menarik nafas nya yang terasa begitu berat"Pergilah mas, kamu harus memikirkan setiap ucapan mu yang barusan kamu ucapkan, jangan pernah menyesali dengan setiap ucapan mu sendiri"


"Aku tidak pernah menyesali nya Kinar"


"Pikirkan terlebih dahulu"ditekan suara nya"Aku akan tiada jika kamu tidak dapat menepati nya,, maka dari itu pikirkan lah mas"

__ADS_1


"Aku sudah memikirkan nya Kinar, jadi untuk apa aku memikirkan nya"terlalu sulit memberi penjelasan kepada laki laki yang memiliki sifat egois di atas rata rata. Harus kah Kinar merasa bahagia dengan setiap ucapan suami nya? Jawab lah wahai pembaca setia ku


__ADS_2