Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Sensitif


__ADS_3

Astrea menjerit histeris ketika Tatit mulia membuka mata nya pelan pelan.


"Mbak"Panggil Astrea dengan memegang tangan nya"Alhamdulillah akhir nya mbak Tatit sadar juga"Tatit tersenyum dengan mengusap lengan Astrea, Kinan berlari dengan menggendong Diwa


"Ada apa ma?"


"Tante kamu, Nan"Kinan melihat ke arah Tatit


"Tante sudah sadar? Ma telpon dokter ma"


"Siapa dokter yang menangani Tante kamu?"mereka berdua kelihatan bingung


"Telpon om Irfan, ma"Astrea mengambil ponsel nya dan menelpon Irfan, ponsel nya di angkat


"Mas"


"Ada apa As?"


"Mbak Tatit sudah sadar mas, tapi aku bingung siapa dokter yang harus aku hubungi mas"


"Istri saya sudah sadar?"


"Sudah mas"


"Aku masih berada di singapore, aku akan hubungi dokter yang menangani istri ku, tolong sementara waktu jaga istri ku dulu ya As"


"Iya mas, iya"ponsel di matikan


"Sabar ya mbak, mas Irfan masih menghubungi dokter yang menangani kamu"Tatit hanya menganggukkan kepala


"Apa Irsyad tidak datang?"


"Datang mbak, tapi sudah pergi"Tatit tidak berani menanyakan perihal tentang Kinar.


"Mbak Tatit kenapa?"


"Ah, tidak. Kepala ku hanya sedikit pusing"


"Mbak Tatit jangan banyak mikir dulu"


"Terima kasih sudah menjaga ku, As"


"Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih pada ku, mbak. Karena kamu sudah aku anggap seperti saudara ku sendiri, mbak Tatit taukan kalau aku itu tidak punya saudara?"Tatit merasa haru, meski ia dan Irsyad sudah menyakiti putri nya tetapi ia masih perduli dengan nya


"Sekarang Tante jangan memikirkan apapun"


"Terima kasih Kinan"Kinan hanya menganggukkan kepala nya, tidak berapa lama datang seorang dokter menangani Tatit. Ia mulai memeriksa keadaan Tatit


"Bagaimana dengan kondisi kakak saya, dok?"

__ADS_1


"Kondisi nya sudah benar benar pulih, yang terpenting saat ini Bu Tatit harus istirahat dulu"jawab nya dengan membuka selang oksigen dan alat pendeteksi jantung


"Jika ada sesuatu hubungi saja saya Bu, dan ini nomor ponsel saya"ia menyerahkan kartu nama yang tertera dan nomor ponsel nya


"Terima kasih dokter"


"Sama sama Bu, Kalau begitu saya permisi Bu"Bi Sumi mengantar kan nya


Ia menatap Tatit yang mengusap waja nya. Haruskah Astrea mengatakan kalau Irsyad telah membawa Kinar bersama nya? Tapi Tatit sedikit pun tidak ada menyinggung tentang Kinar. Lalu untuk apa ia membuka cerita tentang putri nya? Apa sebenarnya yang telah di katakan ibu mertua nya kepada Tatit?


"Kamu ingin makan mbak?"


"Aku sedang tidak lapar"


"Makan sedikit saja ya mbak"


"Jika aku merasa lapar, aku akan meminta pada mu"Astrea menatap Tatit yang begitu banyak berubah


"Mbak"


"Hm"Kinan keluar karena putra nya sedang rewel


"Kinar mbak"Namun Tatit tidak bereaksi sedikit pun, seolah olah dia sedang lupa tentang Kinar"Mbak"


"Aku mendengar nya"jawab nya pelan


"Semua nya telah berubah, dan semua nya tidak akan bisa kembali seperti semula"


"Semua nya akan kembali seperti semula mbak, karena aku yang telah mengizinkan Irsyad untuk membawa Kinar bersama nya"


"Kau mengizinkan Irsyad membawa Kinar?"


"Iya mbak, aku tidak tega melihat mereka berdua"


"Bagaimana jika Irsyad melakukan hal yang sama kembali?"


"Jika dia melakukan nya maka tidak ada pintu maaf untuk nya""


"Dan bagaimana jika Arifin mengetahui nya As?"


"Mbak Tatit tidak perlu khawatir"


"Bagaimana aku tidak khawatir? Bagaimana jika Arifin menemukan mereka? Dan apa kah kau tau apa yang akan di lakukan nya?"Astrea terdiam"Sejujur nya aku menyimpan rasa takut As, takut jika Arifin berbuat nekat? Bagaimana jika Arifin menemukan Irsyad dan memasukan nya kembali ke dalam penjara? Apakah Kinar mampu melewati hari hari nya sendiri?"Astrea kelihatan menarik nafas nya


"Kenapa kau tidak melarang Irsyad untuk tidak membawa Kinar bersama nya As?"


"Bagaimana aku dapat melarangnya mbak, kalau Irsyad sudah bisa menerima Kinar dan dia juga begitu mencintai Kinar mbak, dan begitu juga sebaliknya. Harus kah aku menjadi penghalang bagi hubungan mereka? Kita semua sama sama tau mbak, kalau Kinar begitu mencintai Irsyad"


"Tapi kisah mereka di awali dengan sesuatu yang tidak baik As"

__ADS_1


"Hubungan mereka memang di awali tidak baik, bisa sajakah hubungan mereka ending nya bisa membuat kita semua bahagia?"Astrea begitu yakin


"Tapi aku belum dapat mempercayai nya"


"Kenapa mbak?"


"Keraguan ku masih ada terhadap Irsyad"


Astrea tidak dapat melarang Tatit untuk mempercayai Irsyad setelah apa yang telah di lakukan pada putri nya.


Irsyad menyetir mobil nya menuju kafe dimana Kinar mengelola milik nenek nya


"Setelah pulang dari kafe kamu tidak ada acara kan?"


"Belum tau"Jawab Kinar cuek


"Kalau kamu ada acara kabari aku ya, jadi aku tidak buru buru menjemput nya"


"Jika hari ini ada acara aku akan pulang bersama Nina"


"Jangan dong"


"Kenapa?"


"Suami kamu itu aku bukan nya Nina"


"Jangan cemburu pada nya, karena sebelum aku menikah dengan mu, Nina sudah bersama ku kemana mana"


"Tapi tetap saja aku merasa,,,"


"Cemburu?"Potong Kinar"Nina perempuan bukan pria jadi tidak perlu kamu cemburu pada nya"


"Kinar"Panggil nya dengan mode manja"Aku sudah pernah bilang sama kamu, setiap kamu pergi sama Nina, aku selalu tidak suka dan merasa cemburu"Kinar hanya menarik nafas nya


"Dengan Nina saja Kamu cemburu mas, apalagi jika aku jalan sama mantan ku"


"Memang nya kamu punya mantan?"tanya Irsyad dengan tertawa terbahak


"Kamu beneran ingin melihat ku jalan sama mantan?"tertawa nya langsung berhenti dan melihat ke arah istri nya"Sama Nina saja cemburu apa lagi melihat ku jalan sama mantan yang ada kiamat dunia ini kamu buat mas"


"Jangan mengolok ku"


"Yang mengolok kamu itu siapa mas? Bukan kah kamu yang mengejek ku? Kalau aku itu tidak punya mantan?"


"Sudah ah, jangan membahas tentang mantan aku tidak suka mendengar nya"


"Giliran aku membahas tentang mantan, kamu tidak terima, sedang kamu sendiri mantan nya dimana mana"Irsyad tidak memperdulikan ucapan istri nya, ia justru menarik tangan Kinar kedalam genggaman nya


"Aku sudah tidak sabar menantikan calon putri ku lahir"Ucap nya mengalihkan pembicaraan nya, Kinar tetap diam sebab mood nya menurun"Kau masih marah pada ku? Aku minta maaf ya"Ucap nya lagi dengan mencium tangan Kinar

__ADS_1


__ADS_2