
"letakkan saja di situ"
"tetap akan aku buang, ,ku sudah mengatakan akan aku buang!!!bentak Irsyad"kamu tidak tau cara menghargai suami"Kinar tertawa pelan
"Sungguh kah, aku tidak tau bagaimana cara menghargai suami? Lalu apakah kamu sebagai suami ku tau bagaimana cara menghargai istri?"tanya kinar dengan memandang suami robot nya
"Jangan mengajari ku!!??"
"Aku sedang tidak mengajari mu, tapi aku hanya sedang memberitahu mu"
"Apa maksud mu!!????
"Tidak ada"
"Lebih baik aku pergi dari sini"
"Itu lebih baik karena kehadiran mu semakin membuat ku tambah sakit"kata Kinar pelan, tanpa permisi Irsyad keluar dengan menutup pintu dengan keras, Kinar hanya mampu mengelus dada nya.
Dengan langkah terburu buru kinan masuk kerumah mama nya ketika dia mendengar suara Diwa menangis
"Akhir nya kamu datang juga"
"Kenapa Diwa bisa sama mama? Aku menitipkan nya pada kak Kinar"kata Kinan dengan mengambil Diwa dari gendongan mama nya
"Apa kamu pikir anak kamu barang, bisa di titip kan sesuka hati mu, kenapa kamu menitipkan Diwa pada kakak mu Kinar?"
"Lalu kenapa kak Kinar menitipkan Diwa pada mama?
"Mama bertanya pada mu? Kenapa kamu membalikan pertanyaan pada mama?"tanya Astri dengan melihat Kinan yang sedang menyusui anak nya
"Ada urusan yang penting ma"
"Sepenting mana dari pada Diwa?"
"Kak Kinar kenapa gak amanah banget"
"Kakak mu itu amanah banget, tapi mertua nya yang mengantar kan Diwa kemari"
"Lho kok bisa?*
"Lho kok bisa? ya bisa lah,, Tante Tatit tidak mau calon cucu nya kenapa kenapa"
"Berlebihan banget sih"
"Berlebihan banget sih kamu bilang, Tante Tatit itu sudah kepingin menimang cucu, maka nya Tante tatit khawatir banget lihat kakak mu Kinar menggendong Diwa"
"Waktu aku lahiran Dewo dan hamil Diwa mama perasaan tidak seperti itu"
"Itu lain karena kamu jauh"
"Sekarang kak Kinar dimana ma?"
"Di rumah Tante tatit"
"Beruntung banget kak kinar ma, meski menikah karena di jodohkan suami dan mertua nya begitu menyayangi nya"kata Kinan pelan
"Kamu ada masalah?
"Tidak ma"jawab kinan dengan menciumi rambut Diwa yang sedang menyusu begitu lahap.
__ADS_1
"Dewo kenapa tidak ikut?"
"Lagi sama papi nya ma"Astri tau kalau anak nya sedang ada masalah dan Astri tidak ingin ikut campur, karena dia tau anak nya sudah cukup dewasa dalam menghadapi masalah nya,
"Mama ke dapur dulu ya"
"Iya ma"Astri meninggalkan Kinan di ruang tamu, karena Astri tau anak nya sedang tidak ingin di ganggu dengan pertanyaan pertanyaan yang mungkin membuat kinan semakin pusing.
Kinar sedang menikmati bubur ayam yang di beli oleh Nina, dengan baik dan tulus Nina menyuapi Kinar
"Kamu harus makan yang banyak, karena aku tidak ingin keponakan robot ku lahir tidak sehat"
"Iya Tante"
"anak baik"mereka berdua tertawa
"Setelah ini kamu pulang aja ya Nin,, maaf maksud aku bukan mengusir, tapi besok pagi kamu harus ngantor"
"Apa kamu merasa bosan dengan ku?
"Bosan?"Kinar tertawa"Justru kehadiran mu membuat ku merasa senang"
"Terus kenapa kamu mengusir ku?"
"Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan Irsyad"
"Aku tidak boleh mendengar nya?
"Ah Nina"dengan mencubit tangan Nina
"Kalau begitu aku pulang sekarang"
"Sedikit"Nina tersenyum
"Terima kasih atas waktu nya"
"sama sama"Nina pun keluar dari ruangan kinar
Kinar memandang tangan nya yang terpasang infus, di usap usap nya tangan yang terasa nyeri dan sedikit membengkak
"apa yang terjadi pada mu sayang? Tatit langsung memeluk Kinar"Kenapa kamu tidak memberitahu mam?"Tatit membelai perut kinar"cucu mam baik baik saja kan?"Kinar menganggukkan kepala"ini nama nya KDRT?kata Tatit dengan memegang leher kinar yang merah, Irsyad hanya diam dengan menyaksikan mami nya yang begitu menyayangi istri nya
"Ah mam, ini hanya luka sedikit"
"Kmu mengatakan ini hanya luka sedikit? Lalu bagaimana dengan calon cucu mam?Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan calon cucu mam? Dokter mengatakan kalau kamu sempat pendarahan? Apa yang sebenar nya yang di lakukan Irsyad sama kamu?"kinar hanya diam dengan memegang perut nya"kenapa kamu diam?kamu tidak ingin mengatakan sama mam?"
"Tidak ada yang harus di katakan mam"
"Kalau begitu untuk sementara kamu harus tinggal sama mam, sampai kondisi kamu benar benar membaik, mam jadi berpikir sebenar nya kamu menikah dengan manusia atau serigala?"
"Mas Irsyad manusia mam, dan dia juga anak mam"
"Tapi mam tidak merasa memiliki anak seperti serigala"Irsyad terdiam mendengar ucapan tante tatit.
"Mam"panggil Kinar pelan dan berusaha untuk duduk, dengan lembut Tatit membantu nya dan memberikan bantal di punggung agar kinar merasa lebih nyaman
"suami kamu memang seperti serigala Kinar, tapi setau mam serigala itu peka,,tapi ini"Tatit menarik nafas"percuma ngomongin dia Kin"
"Mam sudah makan?"tanya Kinar mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"Bagaimana mam bisa makan melihat kondisi kamu seperti ini"
helaan nafas Kinar begitu berat karena ucapan nya salah, niat nya untuk mengalihkan pembicaraan eh malah kembali ke laptop
"Mam tau dari mana kalau aku sedang di rawat di rumah sakit ini?"
"Suami serigala kamu"Kinar menatap Irsyad dengan tatapan tidak senang
"Mam,,,"panggil Kinar dengan sedikit ragu
"Ada apa sayang?Tatit terlalu baik, ia tidak henti henti nya mengusap perut kinar
"Eh dia nendang tangan mam sayang"Irsyad langsung berdiri dari sofa dan ingin mendekati Kinar tapi niat nya di urungkan dan duduk kembali
"Memang sudah sering nendang mam"
"Mam senang Kinar, dan mam tidak tau bagaimana jika terjadi sesuatu sama calon cucu mam"
"Tapi tidak terjadi sesuatu mam"
"Mam,,,"panggil Kinar dengan memegang tangan Tante tatit
"Kamu ingin mengatakan sesuatu?"
"Iya mam"
"Tentang apa sayang?"
"Aku ingin berpisah"kinar heran melihat reaksi Tatit begitu tenang tanpa ekspresi terkejut
"Mam sudah tau?"kinar sudah bisa menebak nya pasti Irsyad yang memberitahu nya"Mam tidak mengizinkan kamu berpisah dari Irsyad, tapi jika kamu pisah rumah mam tidak masalah"
"Maksud mam?"
"Kamu tinggal di rumah mam saja"
"Tapi mam"
"Turuti kata mam kinar dan jangan membantah"
"Iya mam"kinar menatap Irsyad yang memutar mutar cincin pernikahan nya, kenapa dia diam, apa yang terjadi?
"Kamu sudah makan?*
"sudah mam, tadi makan bubur ayam"
"Kamu lapar lagi?"
"Sedikit mam"
"Kamu harus banyak makan Kin, apa kamu tidak tau bayi mu juga butuh makan"
"Biar aku yang membeli nya mi"
"Apa kamu tau makanan kesukaan istri mu?"
"Aku pingin makan asinan mam"
"Pergilah dan belikan asinan untuk istrimu"
__ADS_1
"Naik mi"jawab Irsyad dengan tersenyum, apa yang sedang terjadi kenapa Irsyad begitu bahagia? Apa karena dia sudah tau makanan kesukaan Kinar.