
Tetap lah menjadi orang baik dengan cara mu sendiri. Meskipun nama mu selalu buruk dalam cerita orang lain. Mengupil adalah sesuatu yang lebih berguna dari pada mengomentari hidup orang lain.
Kinar masih sibuk di depan laptop nya, ia melanjutkan kembali pekerjaan yang tertunda karena ada pertemuan yang tidak di rencanakan. Kling pesan masuk dari aplikasi WhatsApp
"Enam belas tahun kita tidak bertemu ternyata tidak ada yang berubah pada diri mu"Kinar hanya membaca tanpa membalas nya, meski pun ia di khianati suami nya bukan berarti ia juga membalas dengan pengkhianatan, kamu terlalu polos Kinar, Dimas sahabat mu bukan selingkuhan mu. Andai pun kalian bertemu kembali untuk makan siang atau yang lain nya itu bukan berarti kamu selingkuh.
"Kenapa hanya kamu read?"pesan masuk kembali
"Aku tidak pernah berubah Dim, meski aku telah memiliki suami, aku tetap Kinar yang kamu kenal dulu"
Dimas adalah sosok pacar yang paling baik yang pernah ia miliki, sedikit pun Dimas tidak pernah membuat nya sakit hati. Mungkin jika Kinar menikah dengan nya sudah pasti ia adalah istri yang paling bahagia di dunia ini, tetapi jodoh berkata lain, ia mengusap perut nya
"Maaf kan ibu nak, om Dimas adalah masa lalu ibu, jujur ketika ibu bertemu dengan nya ada getaran yang berbeda, ibu tidak tau perasaan apa itu nama nya, berbeda ketika ibu bersama ayah mu. Percayalah kasih sayang ibu tidak akan kurang untuk mu meski ayah mu tidak bersama kita"butiran bening jatuh di telaga mata nya yang indah. Siap atau tidak siap Kinar harus menyiapkan segala nya ketika ia harus menyandang status janda yang sedikit pun tidak pernah ia pikir kan.
"Ibu bisa melawan segala nya nak. Tetapi ini berbeda sekuat apa pun ibu melawan, ibu akan terus kalah sebab yang ibu hadapi bukan lawan, tapi TAKDIR"ia membelai perut nya dengan lembut
"Boleh kah suatu saat kita makan siang kembali atau kita jalan?"
"Bukan niat ku untuk menolak niat baik mu, tapi apa pantas wanita yang telah bersuami jalan dengan pria masa lalu nya?"
"Kita hanya makan, bukan selingkuh"
"Bicara mu terlalu transparan"
"Kamu sudah mengenal ku, dan ini lah gaya bicara ku dari dulu Kin"
"Ya, aku tau itu"
"Apa kah kau mau?"
"Mau apa?"tanya Kinar penasaran, ternyata Dimas nelpon melalui Video Call
"Hai"sapa Kinar dengan wajah sedikit memerah
"Apa aku mengganggu mu?"
"Aku bukan seorang direktur yang tidak memiliki waktu hanya untuk mengangkat telpon"
"Syukur lah, aku masih terpesona dengan mu"jujur banget Dimas, kalian berdua sama sama terlalu polos, ingat polos dan bodoh itu hanya beda tipis.
__ADS_1
"Kau membuat ku menjadi tersipu malu"
"Kenapa harus tersipu malu Kin? Kita bukan anak SMA lagi"
"Tetapi ketika aku bertemu denganmu tadi, aku seperti anak SMA Dim"
"Kelihatan kalau kamu begitu grogi"
"Bagaimana aku tidak grogi, secara pertemuan yang tidak di sengaja adalah,,?"
"Adalah apa? Pacar?"
"Kata kata mu seperti anak ABG saja Dim"
"Ketika aku bertemu dengan mu, entah mengapa sifat ABG ku muncul secara natural"Kinar tertawa lepas, sesaat ia melupakan masalah yang mendera hati nya
"Terima kasih Dim"
"Untuk apa kamu berterima kasih pada ku? Aku tidak melakukan apapun untuk mu"Kinar begitu serius berbicara dengan Dimas melalui ponsel sampai ia tidak menyadari kehadiran Nina
"Berterima kasih saja karena kau masih mengingat ku" Kinar tidak perlu membicarakan masalah hidup nya, ia cukup berbagi cerita dengan Nina tidak perlu orang lain mengetahui nya. Tidak semua orang harus tau masalah pribadi nya.
"Sampai kapan pun aku akan selalu mengingat mu"
"Tidak ada kata terlambat untuk merebut hak kita"
"Merebut hak kita? Maksud kamu apa?"
"Masih mungkin kah aku untuk memiliki mu?"Kinar tersenyum
"Memiliki ku? Jangan ngaco kamu Dim?"
"Kok ngaco?"
"Apa kamu tidak melihat ke arah perut ku?"
"Untuk apa aku melihat ke arah perut mu? Aku cukup melihat wajah mu"Nina yang berdiri di sebelah pintu hanya tersenyum
"Jangan terus menggoda ku, Dim, karena wajah ku terasa seperti tomat bak terbakar"
__ADS_1
"hahaha, aku suka lihat wajah mu yang kemerahan Kin, bila perlu nama kamu di tambah"
"Enak saja, kamu pikir wajah ku matematika main tambah"
"Maksud nya di tambahin jadi Kinar Humairah"gelak tawa memenuhi ruangan karena suara tertawa Kinar
"Enak saja main nambahin nama orang"
"Aku boleh tau tidak?"
"Hm"
"Tentang suami kamu"Kinar langsung terdiam dengan menunduk lesu, mendengar kata suami, ia langsung redup seperti lampu yang kurang Watt"Maaf,, maaf, lupakan pertanyaan ku dan kamu tidak perlu menjawab nya"apa jadi nya jika Dimas tau kalau suaminya adalah sepupu nya sendiri, pasti ia berpikir seperti diri nya. Apakah jenis kelamin pria sudah mulai punah sehingga ia harus menikah dengan sepupu nya sendiri?
"Terima kasih banyak atas waktu nya. Tentang pertanyaan ku tadi jangan kamu pikirkan, kamu tidak perlu menjawab nya. Karena siapa pun suami kamu, seharusnya aku tidak perlu tau karena bagi ku itu tidak penting, yang terpenting bagi ku adalah kamu"alamakjang, Nina menepuk jidat nya. Ia saja yang mendengar perkataan Dimas klepek-klepek apalagi Kinar"Selamat bekerja, da"belum sempat Kinar menjawab ponsel nya sudah di matikan begitu saja.
"Ehem, ehem"
"Nina!"
"Santai dong, jangan terkejut begitu"
"Sejak kapan kamu berada di sini?"
"Sejak Dimas nelpon kamu, Dimas yang bicara sama kamu kenapa aku yang klepek-klepek ya Kin?"
"Jangan menggoda ku?"Nina tertawa terbahak bahak dengan menepuk punggung nya.
"Cukup Dimas saja yang menggoda mu, Kinar Humairah"
"Nina"panggil Kinar dengan mode manja
"Sudah lama aku tidak pernah melihat kamu sebahagia ini Kin, semoga kehadiran Dimas bisa membuat mu melupakan segala nya dan bisa membuat mu bahagia"
"Aku kelihatan seperti ABG ya Nin?"
"Selagi itu bisa membuat mu bahagia lakukan lah Kin"
Tarikan nafas Kinar begitu berat. Ketenangan hati hanya bisa di dapat saat kita yakin dan percaya bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah. Yang tidak mengalami tidak akan mengerti, dan yang tidak merasakan tidak akan pernah paham. Maka carilah tempat dimana dirimu di hargai, bukan dibutuhkan. Sebab banyak yang datang karena butuh, tapi lupa bagaimana cara menghargai. Nina menatap Kinar yang sedang mengusap perut nya.
__ADS_1
"Apapun yang akan terjadi sekarang atau pun nanti aku harus siap Nin"
"Kau jangan sedih karena aku selalu bersama mu, Kin"Nina memeluk tubuh mungil sahabat nya yang begitu ringkih