Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Di Jenguk


__ADS_3

Irsyad menatap Kinar begitu nanar sehingga membuat Kinar merasa bergidik ngeri


"Terserah,,, terserah apa yang ingin kau lakukan!!!!"Kinar hanya diam


"Kenapa kamu harus marah mas?"tanya Kinar pelan, Irsyad melangkah mendekati Kinar, sementara Kinar sedikit mundur dia merasa takut jika Irsyad melakukan sesuatu terhadap diri nya dan juga calon bayi nya


"Kenapa kamu takut?"Kinar memegang perut dengan kedua tangan nya, sambil menggeleng geleng kan kepala nya


"Jangan menyakiti calon bayi ku mas, aku mohon"kata Kinar dengan memejamkan mata nya


"Apa kau pikir aku sudah gila!!!"Kinar sedikit lega ketika Irsyad sedikit menjauh


"Barangkali saja di dalam kepala mu sedang dirasuki sesuatu?"


"Aku masih waras"jawab nya dan pergi meninggalkan kinar


"Kenapa dia begitu aneh? Seperti memiliki kepribadian ganda"kata Kinar pelan"Seharusnya dia ke psikiater"kinar tersenyum aneh


Baru dua hari Kinar tidak melakukan apa pun tapi rasa nya sudah benar benar bosan, bagaiman jika ia harus tinggal di rumah Tatit yang tidak boleh melakukan ini dan itu pasti lebih sangat membosankan.


"Apa aku telpon mama saja untuk menemani ku? Tidak,,, tidak,,, atau aku telpon kinan,, itu lebih tidak mungkin, masak iya Diwa harus di bawa ke rumah sakit hanya untuk menemani ku"Kinar butuh teman untuk ngobrol tapi siapa? Hingga akhir nya kinar tertidur untuk beberapa waktu yang cukup lama, ketika Tatit datang dan dokter datang untuk visit Kinar juga belum bangun, kebo banget sih


"Kamu sudah bangun sayang?"


"He!!"Kinar terkejut dan langsung terduduk"Mam sudah datang?"


"Dari tadi kali Kin, kamu tidur nya nyenyak banget"


"Mengantuk mam"kata Kinar menguap dengan menutup mulut dengan tangan nya.


"Sudah jam sepuluh dan kamu bilang masih mengantuk?"Tatit tertawa


"Ha jam sepuluh mam?"Kinar terkejut dengan melihat ke arah jam dinding


"Apa kamu ingin tidur lagi?"


"Tidak mam"Jawab Kinar dengan manja


"oh ya mam sama pap mau pergi ke bandung untuk beberapa hari, jadi mam mau kamu harus istirahat, dan bi Sumi yang akan mengurus semua keperluan kamu"


"Aku pulang ke rumah mama saja ya mam?"kata Kinar sedikit ragu


"Tidak, mam tidak mengizinkan kamu"


"Tapi mam,,,,,"Tatit menatap Kinar dengan sedikit melotot


"Mam bilang tidak maka tidak!!"kalau Tatit bilang tidak itu arti nya tidak"Kamu tidur di ruang tamu saja, karena mam tidak mau kamu naik turun tangga"kinar hanya menganggukkan kepala


Kalau perintah Tatit memang tidak bisa di ganggu gugat, Kinar hanya mampu mengiyakan tanpa bisa melawan

__ADS_1


"Sekarang makan dan minum obat nya"Tatit menyuapi kinar dengan sup, daging beserta sayuran


"Enak mam"


"Kamu suka"kinar menganggukkan kepala"Kalau kamu suka makan yang banyak"benar Kinar makan begitu banyak tanpa sadar kinar sendawa dengan menutup mulut nya


"calon cucu mam memang mirip banget sama bapak nya"kata Tante tatit dengan tersenyum"sekarang minum obat nya"kinar langsung meminum obatnya


"Mata kamu kenapa sembab? Apa kamu bertengkar lagi dengan Irsyad?"Kinar terkejut dan mengusap wajah nya


"Tidak mam, mungkin aku terlalu banyak tidur"


"Apa rumah sakit membuat mu nyaman sampai tidur tidak pakai waktu?"canda Tatit


"Mam,,,,, mam jam berapa ke Bandung nya?"


"Mungkin jam lima sore nunggu pap kamu"


"kalau sesekali aku main ke rumah mama boleh kan mam?"Bujuk Kinar


"Noleh tapi ada syarat nya, kamu harus nurut kata mam, dan bi Sumi harus ikut sama kamu"


"Masak iya sih mam,,,bi Sumi harus ikut"


"Kalau tidak jangan kemana mana"


"Aku cuma ke rumah mama ku, mam"


Ternyata menjadi menantu kesayangan itu susah, lebih susah lagi ketika hamil mertua akan overprotektif banget


"Apa kamu masih ingin ke rumah mama kamu?"Kinar tidak menjawab


"Jai Bu kinar"Tatit terkejut dengan suara yang begitu ramai, ternyata karyawan Irsyad menjenguk Kinar


"Gimana kabar nya Bu?"


"Kinar, mam keluar dulu ya sayang"Kinar menganggukkan kepala nya


"Bu kinar sakit apa"?tanya Ica


"Hanya kelelahan"


"kalau lagi hamil itu jangan lasak Bu, jarene orak apik"Kinar tertawa mendengar logat Tari


"Ah kamu ma selalu begitu"


"Kapan masuk Bu?"


"Belum tau"

__ADS_1


"istirahat saja dulu Bu, biar dedek bayi yang di dalam perut ibu merasa aman dulu"Kinar tidak dapat berkata kata, ada beberapa parcel yang di bawa oleh mereka dan di letakkan di atas nakas


"Kenapa kalian mesti repot repot?"


"Kami tidak merasa repot Bu"


"Apa kalian sudah izin?"


"Kenapa harus izin Bu? Lah wong kita lagi jenguk istri nya pak bos"


"Ya barang kali saja"


"Kamu jangan khawatir nona muda"bisik Nina, Kinar langsung menyikut perut Nina"aaww,, sakit nona"semua memandang ke arah Nina


"Mbak Nina kenapa?"


"Ah tidak,,, saya tidak apa apa"


"Cepat pulih ya Bu,,, biar bisa masuk kantor lagi, Ica selalu mengeluh atas sikap pak Irsyad"


"Eh kamu ngomong apaan"Ica melotot


"Memang benar kan mbak Ica, beberapa hari Bu kinar tidak ngantor pak Irsyad suka bersikap tidak jelas"


"Mungkin lagi galau mikirin Bu Kinar yang lagi sakit,, maka nya mbak Ica jadi pelampiasan nya"mereka semua tertawa, Ica hanya terdiam dengan menatap kinar


"Ah kamu macam tidak kenal saja dengan pak Irsyad"


"Eh, kalian membicarakan pak Irsyad di depan istri nya"kata Kinar


"Maaf Bu Kinar, kami gemes banget dengan sikap pak Irsyad"


"Tidak masalah, justru saya senang kalian semua mengenal kepribadian suami saya"mereka tersenyum


"Ibu tidak sakit hati?"


"Ibu tidak marah?"


"Kenapa saya harus sakit dan kenapa saya harus marah? Itu menurut pendapat kamu semua kalau suami saya memiliki sifat dan karakter seperti itu"jawab Kinar dengan mengusap perut nya


"Sudah berapa bulan kehamilan Bu?"Kinar tidak menjawab hanya tersenyum manis


"Kamu kepo banget"


"Bukan kepo sayang, barang kali saja ketika acara syukuran tujuh bulanan kita di undang"


"Ngarep banget sih Lo"


"Siapa yang tidak senang dengan makan gratis"mereka tertawa, rasa nya Kinar juga ikut turut bahagia karena dia sedang memantapkan hati nya, kalau suami robot nya memiliki perhatian terhadap diri nya dan juga calon anak nya, bahkan Irsyad mungkin mencintai diri nya hanya saja suami robot nya terlalu naif

__ADS_1


"Sampai kapan kamu akan menutupi perasaan mu terhadap ku mas"batin Kinar"Sudah cukup jelas pengakuan karyawan kamu, kalau kamu sebenar nya memiliki rasa terhadap ku"Kinar tersenyum senyum sendiri sehingga membuat Nina sahabat nya penasaran, apa yang membuat Kinar tersenyum


__ADS_2