Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Sakit Hati Kembali


__ADS_3

Narsih membuka pintu kamar Kinar, ia melihat kalau Kinar masih tidur begitu nyenyak lalu Narsih menutup pintu kembali dan pergi ke dapur. Sedang kan nek Popon setelah minum obat ia pun tertidur, Narsih bingung apa yang harus ia lakukan untuk menghilangkan rasa jenuh nya, ia memainkan ponsel nya mungkin dengan bermain ponsel bisa menghilangkan rasa jenuh nya, justru bukan memainkan ponsel nya ia malah tertidur.


Kinar terbangun ketika ia merasakan kerongkongan nya terasa kering, ia mencari sesuatu dengan melihat di sekitar nya namun ia tidak menemukan nya, ia bangkit dengan memegang perut nya yang ia rasa tiba tiba terasa begitu berat, bukan kah selama ini ia sudah merasakan perut nya berat lalu kenapa sekarang baru ia menyadari nya. Mata nya mengitari seluruh ruangan namun ia masih belum menemukan yang ia cari. Rumah kelihatan begitu sunyi dan ia juga tidak melihat Narsih yang selalu ada di rumah nenek nya,


"Kemana bi Narsih? Kok aku tidak melihat nya?"selain ia mencari suami nya ia juga sedang mencari Narsih, Kinar masih mengelilingi rumah nenek nya bahkan sampai ketaman belakang namun ia juga tidak menemukan Narsih apalagi suami nya, ia masuk dan menuju kamar Narsih dan ia melihat kalau orang yang ia cari sedang tertidur pulas


"Bi, bi Narsih"panggil Kinar pelan tapi yang di panggil justru tersenyum dengan mata masih terpejam"Pasti bi Narsih bermimpi indah sampai tertidur pun tersenyum manis"Kinar mendekati nya lalu duduk di pinggir ranjang"Bi"panggil kinar dengan memegang lengan Narsih


"Mbak Kinar!"Narsih terkejut begitu juga dengan Kinar ia juga ikut terkejut


"Hayo mimpi apa bi Narsih?"goda Kinar, wajah Narsih justru merona merah


"Tidak ada mbak Kinar"


"Kalau tidak ada kenapa bi Narsih tidur sambil senyum senyum, jangan bilang di dalam mimpi bi Narsih ketemu seseorang?"


"Tidak ada mbak, mbak Kinar mencari saya ada apa?"Narsih mengalihkan pembicaraan


"Jangan mengalihkan pembicaraan ku, bi Narsih"


"Tidak mbak"


"Siapa pria yang hadir dalam mimpi bi Narsih?"Kinar masih ngotot menanyakan prihal mimpi Narsih


Tidak dapat di pungkiri, meski pun Narsih bukan gadis lagi ia masih punya hak untuk hidup dengan pria impian nya, Narsih tersenyum sambil menggelengkan kepala nya


"Jangan membuat ku malu mbak"


"Kenapa harus malu? Aku ini bukan orang lain"


"Oh ya mbak tadi mas Irsyad,,,"belum lagi Narsih selesai bicara Kinar langsung memotong perkataan Narsih


"Kemana mas Irsyad, bi? Kenapa dia pergi tidak bilang pada ku? Apa yang di katakan nya sebelum ia pergi bi?"


"Pertanyaan mana dulu yang harus aku jawab mbak?"

__ADS_1


"Mana saja bi"


"Tadi mas Irsyad sebelum pergi bilang sama saya kalau mas Irsyad ingin mengambil barang nya yang tertinggal"


"Kenapa tidak membangun kan ku?"


"Mas Irsyad bilang sama saya kalau saya tidak boleh mengganggu tidur mbak Kinar"Kinar langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi nomor Irsyad namun tidak aktif


"Ada apa mbak?"


"Ponsel nya tidak aktif Bi"


"Mungkin baterai ponsel nya habis mbak"


"Mas Irsyad tidak pernah kehabisan baterai ponsel nya bi"Narsih mulai takut terjadi sesuatu dengan Kinar, bukan ia menaruh hati pada nya tapi Irsyad adalah suami dari cucu majikan nya


"Coba hubungi lagi mbak"Kinar menghubungi ponsel suami nya kembali namun masih tidak aktif


"Kenapa aku jadi takut bi"


"Jangan takut mbak, mas Irsyad pasti baik baik saja mungkin memang baterai ponsel nya habis"Kinar terdiam dengan menatap Narsih, namun hati nya tidak dapat di bohongi kalau ia benar benar takut dan khawatir


"Narsih,, Narsih!!"panggil nek Popon


"Dalem Bu"sahut Narsih sambil lari tergopoh gopoh"Ada apa Bu?"


"Dimana Kinar dan Irsyad kenapa di kamar nya tidak ada?"


"Ada Bu, di,,,"


"Aku tidak kemana mana nek"sahut Kinar yang berada di belakang Narsih


"Dimana suami mu?"


"Keluar sebentar nek ada barang yang di butuhkan tertinggal"

__ADS_1


"Dia akan kembali kan?"


"Iya nek"jawab Kinar ragu


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 wib malam, bahkan makan malam sudah berlalu namun irsyad tidak kunjung pulang, hati Kinar mulai ada keraguan. Setelah makan malam nek Popon langsung ke kamar nya karena ada yang harus ia kerjakan, sementara Kinar duduk di teras rumah sambil menatap ponsel nya.


"Apakah kau akan menyakiti ku kembali mas? Seharusnya aku tau dari awal kalau kau tidak pernah sungguh sungguh mencintai ku. Kenapa aku begitu bodoh"Kinar memukuli kepala nya yang terasa sakit"Apa yang harus aku katakan pada papa apa mas? Harus kah aku mengatakan kalau suami ku pergi meninggalkan ku kembali? Wajah mama, aku tidak dapat membayangkan wajah kecewa mama ku"Kinar menangis menyesali kebodohan nya


"Kenapa kau duduk di luar?"Kinar begitu terkejut ketika nenek nya tiba tiba sudah duduk di samping nya, dengan cepat Kinar menghapus air mata nya.


"Aku hanya ingin mencari angin nek"


"Tidak baik angin malam untuk wanita hamil"nek Popon tau kalau cucu nya sedang menangis"Apakah Irsyad pergi meninggalkan mu lagi?"Kinar menatap wajah nenek nya begitu sendu"Ini lah yang nenek takut kan Kinar, Irsyad tidak pernah mencintai mu"


"Andai saja aku tidak mencintai nya mungkin hati ku tidak akan sesakit ini rasa nya nek"Kinar membiarkan begitu saja air mata nya jatuh, untuk apa dia menutupi dari nenek nya kalau kenyataan nya nenek nya sudah lebih dulu mengetahui nya


"Kau tidak salah mencintai nya nak, tidak. Irsyad lah yang tidak pernah bersyukur memiliki istri seperti mu"nek Popon mengusap punggung Kinar"Apa yang akan kau lakukan?"


"Aku sudah mengatakan pada nenek jika mas Irsyad menyakiti ku kembali aku akan rela bahkan ikhlas nek"


"Tidak semudah itu Kinar, sekuat apapun hati mu, nenek tau kalau hati mu itu begitu rapuh"


Apa yang di katakan nek Popon benar, luar nya saja kelihatan tangguh tapi siapa yang tau kalau hati nya begitu rapuh bahkan rapuh nya melebihi kerupuk Palembang.


"Aku hanya tidak tega melihat wajah kesedihan mama, nek. Pasti mama hati nya akan sakit bahkan melebihi aku sakit nya nek"Kinar menangis sambil menangkup wajah dengan kedua tangan nya"Dan aku harus siap melihat sikap papa yang akan begitu marah pada ku, nek"nek Popon melihat cucu kesayangan nya dengan menarik nafas nya yang begitu dalam"Setidak nya aku sudah merasakan kebahagian walau sesaat nek"ucap Kinar dengan menghapus air mata nya, ia berusaha tersenyum meski hati nya begitu sakit


Nek Popon memeluk tubuh ringkih Kinar dengan mengusap kepala nya, meski bukan ia yang tersakiti tapi nek Popon tau bagaimana rasa nya itu


"Apa kah aku memang tidak berhak untuk bahagia nek?"tanya Kinar yang berada di pelukan nenek nya"Apa memang takdir ku yang sudah tertulis seperti ini?"


"Setiap manusia memiliki masalah, ujian dan takdir masing masing nak, dan semua itu sesuai kemampuan dan takaran nya masing masing tergantung orang nya mampu tidak menghadapi itu semua"


"Hati ku benar benar sakit nek, sangat sakit nek"air mata nya bercucuran membasahi pipi nya yang bening, nek Popon juga tidak dapat membendung air mata nya. Kinar melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata nya


"Mudah mudahan suami mu kembali"

__ADS_1


"Jika tidak nek?"mata mereka berdua saling bertemu"Bagaimana jika mas Irsyad tidak pernah kembali lagi nek?"nek Popon tidak dapat menjawab nya, tidak seharusnya nya Kinar melontarkan pertanyaan seperti itu kepada nenek nya bukan kah dia sendiri yang keras kepala ingin kembali pada Irsyad dengan mengatas namakan cinta. Bukan Arifin saja yang melarang nya tapi nek popon dan juga Tatit. Jika sudah begini siapa yang akan di salahkan? Tentu Kinar sendiri para pembaca.


"Sekarang masuklah hari sudah malam, sampai kapan kau akan menunggu nya?"tanya nek Popon sambil berdiri, Kinar mendongakkan wajah nya untuk melihat nek popon.


__ADS_2