
Di kursi kebesaran nya Nina termenung dengan menggigit pena pikiran nya sedang mencari keberadaan Kinar yang sampai sekarang belum di ketahui nina, sampai kapan kinar akan bersembunyi dari semua orang
"Nina"panggil Irsyad membuat Nina merasa heran, suami dari sahabat nya bos dimana Nina bekerja kenapa begitu berubah, apa dia hanya mencari perhatian kepada semua orang agar ketika semua melihat nya akan menaruh rasa iba. Nina hanya menatap Irsyad tanpa menjawab nya
"sungguh kau tidak tau kemana Kinar pergi?"
"jadi sampai Sekarang bapak tidak tau dimana Kinar??"tanya Nina"ternyata kita sama pak"
"aku juga tidak mengetahui keberadaan Kinar pak"Irsyad menatap mata Nina dengan penuh selidik karena Irsyad tidak yakin jika Nina tidak mengetahui dimana sebenar nya kinar berada
"Aku tidak yakin jika kau tidak mengetahui nya!!?
"Sungguh pak aku tidak mengetahui nya pak"
"Jangan menipu ku?"
"Aku tidak menipu bapak"
"Kalau begitu hubungi dia dan tanyakan pada nya dimana dia sekarang"
"Percuma pak"
"Coba saja!!!bentak Irsyad, dengan tangan gemetar Nina mengambil ponsel nya dan menghubungi Kinar tapi sudah tiga kali di hubungi tidak di angkat, Irsyad memperhatikan Nina yang memandangi ponsel nya
"Hubungi sekali lagi!!!Nina menghubungi Kinar dan
"Halo"suara Kinar begitu pelan, Irsyad mengisyaratkan agar ponsel Nina di Loud speaker kan
"Halo Nin, apa kabar?"
__ADS_1
"Aku baik"
"Bayi mu?"
"Juga baik Nin"
"Tidak kah kamu ingin memberitahu ku dimana kamu sekarang Kin?"terdengar Kinar menarik nafas begitu berat
"Maafkan aku Nin,,aku tidak mau merepotkan mu"irsyad hanya mampu mendengarkan suara Kinar ternyata benar kalau Nina tidak mengetahui keberadaan kinar saat ini. Dengan cepat irsyad merebut ponsel Nina
"Katakan kin dimana kamu sekarang?"Kinar begitu terkejut ketika mendengar suara Irsyad
"Tidak aku tidak akan mengatakan kepada mu"
"Aku masih suami kamu Kinar!!
"Suami?"Kinar tertawa pelan"suami yang hanya membuatku sakit"tanpa terasa air mata nya mengalir"aku terlalu bodoh mas yang mengemis cinta pada mu bahkan mata dan hati ku sudah tertutup karena aku sangat mencintai mu sampai aku masih mau menerima mu kembali meskipun jelas jelas kamu mengkhianati ku kembali mas"Kinar menghapus air mata nya pelan"aku tidak akan pernah kembali pada mu"
"Jika aku kembali pada mu aku akan kembali jatuh ke lumpur yang semakin dalam dan apakah kamu tau rasa nya mas?"Kinar tertawa pelan kembali"rasanya begitu sakit mas sakit,,dan rasa nya saat itu aku sudah mati tapi tidak aku tidak ingin mati yang kedua kali nya karena cinta ku mas, ternyata cinta bertepuk sebelah tangan itu sangat menyakitkan mas"kata Kinar dengan mengusap perut nya"seandainya ada lelaki yang ingin menikah dengan ku pun aku begitu takut"
"Jika ada yang menggantikan posisi ku sebagai suami mu dan ayah bagi anak yang ada di perut mu aku akan membunuh mu!!!bentak Irsyad
"Untuk apa kamu membunuh ku mas, sekarang saja aku sudah terasa mati lalu untuk apa kamu membunuh ku?"sahut Kinar membuat Irsyad terdiam"bukan kah seharus nya kamu senang dengan kepergian ku, bukan kah keberadaan ku hanya membuat mu semakin terbebani lalu untuk apa kamu masih mencari ku?"suara Kinar begitu datar"bukan kah kamu begitu mencintai Susan?"Irsyad masih diam dan tidak menjawab"Nama Susan begitu kuat terpatri didalam hati mu mas dan dia yang memenuhi hati mu sehingga sedikit pun tidak ada tempat bagi ku di hati mu, lalu untuk apa aku berada di sana?"kata Kinar"katakan mas,,aku hanya parasit bagi mu,,,aku hanya racun bagi hidup mu"
"Jangan mengatakan itu Kinar"
"Kenapa mas?jika aku bukan parasit dan racun kamu pasti bahagia dengan kehadiran ku tapi kenyataan nya kamu begitu terganggu dengan kehadiran ku lalu untu apa aku tetap di samping mu mas"
"Maafkan aku Kinar"
__ADS_1
"Tidak ada yang harus di maafkan mas jadi lebih baik kamu simpan saja kata maaf itu jauh jauh mas"
"Kinar aku mohon katakan pada ku dimana sekarang kamu"
"Berhentilah mencari ku"
"Aku akan mati"mendengar hal itu Kinar tertawa terbahak bahak membuat Nina merasa merinding"aku akan bunuh diri sampai aku tiada!!!
"Lebih baik menjadi janda di tinggal mati dari pada janda di tinggal kawin lagi, sudah aku ingin istirahat"kata Kinar dengan mengusap perut nya
"Aku serius Kinar!!!!!
"Jika kamu tiada anak mu bahkan yang belum sempat lahir harus kah menjadi yatim yang di tinggal mati bunuh diri oleh bapak nya?"Jawab Kinar"sungguh menyedihkan,,jika kamu mati bunuh diri itu arti nya aku juga harus menggugurkan bayi mu"Irsyad terkejut mendengar jawaban Kinar"jika melakukan sesuatu dipikir dengan akal sehat jadi tidak membuat orang lain akan menderita"Irsyad terdiam, haruskah dia tiada anak yang belum lahir juga ikut tiada karena keegoisan dan kebodohan nya dalam berpikir dan bertindak, tidak calon anak nya berhak untuk hidup dia harus merasakan dunia ini dan dia juga harus merasakan menghirup udara ini.
"Lalu apa yang harus aku lakukan kinar agar kau mau memaafkan suami mu yang bodoh ini?"
"Tidak ada,,,kamu cukup melakukan apa yang aku minta yaitu lupakan aku"
"Tidak Kinar,,tidak,,aku mohon Kinar"Irsyad begitu memohon dan Nina melihat ada air mata di wajah arogan dan angkuh suami sahabat nya itu, ternyata robot juga bisa menangis, jika Kinar melihat nya dia pasti akan bahagia karena suami yang di cintai bisa mengeluarkan air mata juga. Batin Nina, dia tertawa terbahak bahak melihat bos nya itu yang tidak malu menangis di depan karyawan nya
"jika kamu ingin melihat aku dan anak mu hidup bahagia maka lakukan apa yang aku katakan"
"tidak!!!!bentak Irsyad membuat Nina terkejut, sedangkan Kinar hanya tertawa pelan
"ternyata sikap kasar mu masih melekat dalam diri mu mas"kata Kinar lirih
"aku mohon Kinar"suara Irsyad mulai lunak
"berhentilah memohon pada ku mas karena jawaban nya adalah tidak"jawab Kinar"aku ingin istirahat"Kinar mematikan ponsel nya
__ADS_1
"Kinaaarrrr!!!jerit Irsyad dengan menatap ponsel Nina, dia mengacak acak rambut nya yang tidak beraturan karena tidak terawat lagi, Irsyad membanting ponsel Nina di meja kerja nya lalu meninggalkan begitu saja, dengan cepat Nina mengambil dan melihat ponsel nya ternyata layar nya retak, segampang itu ya orang kaya membanting ponsel orang lain