
Sudah entah berapa kali Kinar harus bolak balek ke kamar mandi, karena terus merasakan sesak buang air kecil. Ia melihat ke arah Astrea yang tidur terlelap, Kinar tidak ingin mengganggu jam tidur mama nya, dengan lembut Kinar mengusap perut nya yang terasa sedikit sakit di bagian bawah perut nya. Rasa nya bayi nya ingin keluar, dengan memegang bawah perut nya ia keluar dari kamar dan duduk di ruang tv, mungkin jika ia menonton televisi bisa membuat nya tertidur, pada hal waktu sudah menunjukkan angka 01.30 wib dini, namun mata nya sedikit pun belum dapat terpejam
"Apakah ibu mu ini merindukan ayah mu, nak?"tanya Kinar sambil mengusap perut nya"Biasa nya jika ayah mu dekat dengan ibu, kau begitu tenang dan ibu juga bisa tidur dengan nyenyak, apa ini arti nya ibu tidak bisa jauh dari ayah mu? Atau kita berdua yang tidak bisa dari ayah?"deg, tendangan di perut nya terasa kencang dan itu menandakan jika bayi dalam perut nya mengatakan iya"Kau juga merindukan ayah mu?"Kinar tersenyum"Ibu mu ini terlalu gengsi untuk mengakui kalau ibu juga merindukan ayah mu, nak?"tanya Kinar dengan membaringkan tubuh nya di sofa dan menyalakan tv"Kita istirahat ya nak, ibu benar benar sudah mengantuk"
"Lho mbak Kinar?"
"Bi Narsih"mereka berdua sama sama terkejut
"Kenapa mbak Kinar tidak tidur di dalam kamar saja bersama ibu?"
"Ssttttt"Kinar menutup mulut nya menggunakan jari telunjuk"Jangan keras keras bicara nya Bi"
"Lho memang nya kenapa mbak?"
"Nanti mama dan nenek terbangun"
"Oohh"jawab Narsih dengan mengangguk kan kepala nya"Kalau begitu bibi temani ya mbak?"
"Bi Narsih tidak mengantuk?"
"Bibi tidur dari jam 08.00 mbak, jadi tidur bibi sudah puas"
"Tapi besok bi Narsih harus bangun pagi pagi bi"
"Tenang mbak, bukan kah mas Irsyad sudah menambah gaji saya agar saya menemani mbak Kinar?"
"Bi Narsih bisa saja"
"Bisa dong mbak"Narsih tertawa terbahak bahak
"Hus"ucap Kinar dengan menepuk paha Narsih"Jangan kenceng kenceng tertawa nya bi"
"Maaf mbak, saya kebablasan. Maklum bibir saya tidak bisa di ajak kompromi mbak"
"Mbak Kinar ingin makan sesuatu?"
"Jika bi Narsih masak sesuatu maka aroma nya akan menyebar ke seluruh ruangan bi"
"Lalu kita makan apa ya mbak?"
"Hmmmm"ucap Kinar sambil mikir"Apa ya Bi?"
"Mbak Kinar mau nya makan apa?"
__ADS_1
"Mi gelas saja bi, praktis dan tidak merepotkan dan yang pasti aroma nya tidak akan tercium"
"Oke"jawab Narsih dengan mengacungkan jempolnya"Tunggu sebentar ya mbak"Kinar menganggukkan kepala, setidaknya meski ia tidak dapat tidur, bi narsih mau menemani nya
"Tada,,,, mie gelas sudah selesai dan siap untuk di santap"
"Aku tau ini Bi"
"Tau apa mbak?"
"Sebenar nya yang lapar itu bi narsih kan?"Narsih hanya tertawa dengan menatap Kinar yang melihat nya
"Mas irsyad kapan pulang nya mbak?"
"Belum tau bi?"
"Pantas saja mbak Kinar tidak bisa tidur, karena selama ini sudah terbiasa tidur di pelukan mas Irsyad"Kinar tersenyum"Yang manja ibu nya atau calon anak nya ya mbak?"tanya Narsih dengan mengusap perut Kinar
"Seperti nya calon anak saya, Bi"
"Jangan malu untuk mengakui kalau mbak Kinar itu tidak bisa jauh dari mas Irsyad"Kinar menatap Narsih"Saya yakin kalau saat ini mbak Kinar sedang menahan rindu"
"Bi Narsih pikir saya Dilan?"
"Sok tau bibi"
"Wajah mbak Kinar memerah itu tanda nya sedang menahan rindu"
"Sok tau bi Narsih, wajah ku merah karena sedang menahan buang air kecil bi"
"Bibi baru tau wajah merah karena menahan buang air"
"Bibi belum pernah melihat nya"
"Dan sekarang bi Narsih dapat melihatnya"Narsih tertawa terbahak bahak, entah berapa lama mereka berdua ngobrol, Narsih asik nonton televisi, baru beberapa menit ia nonton dan begitu ia melihat ke arah cucu majikan nya sudah tertidur pulas, Narsih melihat ke arah jam dinding sudah pukul 05.00 wib itu tanda nya ia harus buru buru bergegas untuk menyiap kan semua nya
"Kinar?"panggil Astrea dengan melihat putri nya yang tertidur begitu pulas,
"Ibu sudah bangun?"
"Kenapa Kinar tidur di sini Narsih?"
"Iya Bu, mbak Kinar tidak bisa tidur tadi malam dan mbak Kinar juga baru bisa tidur jam setengah lima tadi bu"Astrea menatap Narsih yang membersihkan meja yang Astrea yakini itu sisa sisa makanan mereka
__ADS_1
"Ya sudah, bi Narsih pergi lah"
"Baik Bu"Astrea menatap putri nya dengan penuh rasa yang tidak dapat ia ungkapan dengan kata kata, antara sedih dan bahagia. Sedih karena sampai saat ini suami nya belum bisa menerima sang menantu, dan bahagia karena menantu nya menyayangi putri nya. Ia berjalan ke arah dapur untuk membantu Narsih, karena Astrea tau pasti Narsih juga mengantuk karena menemani putri nya yang tidak bisa tidur
"Ibu mau ngapain?"
"Membantu mu, Narsih"
"Tidak usah Bu, saya sudah biasa mengerjakan semua nya sendiri"Astrea menatap Narsih
"Tetapi tidak dengan hari ini, saya tau pasti kau juga mengantuk karena menemani Kinar semalaman"
"Mas Irsyad pesan kepada saya Bu, agar saya menemani mbak Kinar"Narsih sibuk mencuci piring"Karena mas Irsyad tau kalau sekarang jam tidur mbak Kinar sudah mulai berkurang"Astrea merasa terharu, ternyata menantu nya begitu perhatian kepada putri nya"Bukan mbak Kinar saja yang merasa bahagia bu, saya juga merasa turut bahagia, akhir nya mas Irsyad bisa begitu mencintai mbak Kinar"ucap narsih dengan menyusun piring pada tempat nya"Pada hal dulu kita sama sama tau Bu kalau mas Irsyad tidak bisa menerima mbak Kinar, tetapi sekarang. Ah kenapa aku merasa iri ya Bu?"Astrea tersenyum tanpa berbicara"Ibu tau?"tanya Narsih dengan melihat ke arah Astrea yang dari tadi ia belakangi karena sedang mencuci piring"Mas Irsyad sekarang bucin sekali dengan mbak Kinar, Bu"
"Kok kamu tau?"
"Cara dan perilaku nya Bu"
"Benar kah? Saya kok jadi penasaran ya Narsih"
"Ibu ma enak ada bapak, kalau saya,, yang ada jadi baper Bu"
"Saya selalu berdoa demi kebahagiaan Kinar, bi. Kinar adalah anak yang baik dan penurut bi, tadi nya saya merasa begitu bersalah karena menikah kan nya dengan Irsyad, tetapi sekarang saya merasa bersyukur karena telah menikah kan nya dengan keponakan saya. Ya meski sebelum nya terlalu banyak luka yang ia dapat"Astrea menarik nafas nya
"Mbak Kinar telah memetik buah dari hasil kesabaran nya Bu"Astrea tersenyum
Sri masih duduk di bangku apotik karena ada obat yang harus ia tebus untuk putri nya, hari ini nina sudah di perbolehkan pulang karena kondisi nya sudah membaik hanya harus banyak istirahat. Sedang kan Nina masih berada di kamar, ia merapikan rambut nya yang berantakan karena sudah dua hari ia berbaring tanpa melakukan apapun
"Sayang"panggil seseorang membuat darah Nina terasa mendidih"Kenapa kau tidak memberitahuku?"Tommy berusaha memeluk tubuh Nina namun Nina menepis nya
"Jangan pernah menyentuh ku sedikit pun!"
"Kenapa? Aku masih suami mu"
"Suami?" Nina tersenyum"Setelah ini kau bukan siapa siapa ku lagi pria pembohong!"ucap nya dengan tandas tanpa memandang kearah suami nya sedikit pun
"Jangan lakukan itu"
"Kenapa? Kau pikir setelah aku mengetahui semua nya tentang mu, aku mau hidup bersama mu lagi, begitu?"Nina membalikan tubuh nya dan melihat ke arah Tommy
"Tolong maafkan aku"
"Memaafkan mu?"Nina tersenyum sinis"Kau tidak saja membohongi ku, tetapi kau sudah mengobrak abrik harga diri ku!"Nina memukul dada nya"Kau tau itu ha, kau tau itu!?"Nina menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya, Tommy berusaha mendekap tubuh nina namun ia mendorong nya sehingga membuat tubuh Tommy mundur beberapa langkah.
__ADS_1