Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Takut Kehilangan


__ADS_3

Di dalam ambulance Irsyad selalu memegang tangan kinar sedikit pun dia tidak ingin melepaskan nya dan Irsyad menciumi tangan kinar,di usap perut kinar dengan lembut


"Kamu harus kuat ya sayang papi mencintai kalian"Irsyad terkejut ketika ucapan nya di balas dengan tendangan"kenapa lama sekali!!!tidak berapa lama ambulance sampai dan Kinar langsung di bawa ke UGD,Irsyad berjalan mondar mandir dengan sambil menelpon tatit dan Astri.


"Apa sebenar nya yang terjadi Irsyad?!!tanya tatit dengan mencengkram kra leher Irsyad"katakan Irsyad,jawab!!!?


"Tenang mbak"kata Astri dengan memegang punggung tatit


"Bagaimana aku bisa tenang as,Kinar sedang di dalam"


"Tapi aku ibu nya mbak"Astri dan tatit saling berpandangan


"Apakah ini keluarga nya?


"Benar dok,bagaimana dengan kondisi istri saya dokter?"


"Luka nya cukup dalam bahkan ada beberapa kaca yang masuk"tatit dan Astri begitu terkejut mendengar kata kaca


"Lalu bagaimana dok?


"Alhamdulillah semua nya berjalan lancar"


"Lalu bagaimana dengan calon anak saya dokter?


"Calon anak bapak baik baik saja"mendengar kata baik baik saja Irsyad,tatit dan Astri sedikit tenang.


"Mi,ma aku pergi dulu"


"Kamu mau kemana Irsyad?


"Aku akan menyelesaikan masalah ini mi"


"Maksud kamu apa?


"Mami jaga Kinar sebentar saja"


Dengan wajah geram nya Irsyad kembali ke kantor dan menyuruh seluruh bagian kemanan beserta bagian mekanik untuk berkumpul


"Siapa mekanik di sini!!!!bentak Irsyad"apa kalian tidak mendengar kata kata saya?!!


"Saya kepala bagian mekanik pak"Irsyad tertawa sinis


"Kau membuat istri saya celaka"


"Maafkan saya pak"


"Maaf,,semudah itu kau mengatakan maaf,kau kerja disini aku bayar bukan untuk bersenang senang!!!


"Ini kelalaian saya pak"


"Mulai hari ini kamu dan team kamu saya pecat"

__ADS_1


"Tapi pak,,,"


"Apa!!!!


"Tolong pak jangan pecat kami"


"Syukur hanya saya pecat kalau sampai saya penjarakan bagaimana?ini karena kerjaan kalian semua tidak benar!!"irsyad meninggalkan mereka dan kembali ke rumah sakit,begitu sampai ternyata kinar sudah di pindahkan di ruang rawat inap,Irsyad masuk dan melihat kondisi kinar dengan kepala di perban.


"Sebenar nya Apa yang terjadi Irsyad?


"Kecelakaan mi"


"Kecelakaan?kecelakaan dimana kok bisa?!!


"di kantor mi,lift nya jatuh"


"ha,kamu kan pemilik perusahaan bagaimana bisa?tatit begitu marah"dengar Irsyad biasa nya istri itu akan merasa nyaman ketika di samping suami nya,tapi justru ini kebalikan nya"


"itu tidak di sengaja mi"


"kalau itu sebuah sabortase bagaimana?ada seseorang yang tidak senang melihat keberadaan Kinar di samping kamu?


"itu tidak mungkin mi"


"kalau itu mungkin bagaimana?Astri hanya diam dengan memegang tangan kinar,Irsyad diam dengan memandang Astri yang begitu khawatir dengan keadaan istri nya


"akan aku selidiki mi"


"baik mi"jawab Irsyad dengan berjalan ke arah kinar


"mama mau setelah ini Kinar tinggal di rumah mama lihat Kinar sudah tidak aman dan nyaman tinggal bersama kamu"


"tidak Astri,,,tidak,,Kinar akan tinggal bermana ku"


"Kinar anak ku mbak"


"tapi Kinar juga menantu ku"


"dan aku adalah suami nya"mereka saling memandang


"baik,kita tunggu Kinar sampai sadar dia yang akan menentukan bersama siapa dia akan tinggal"tatit hanya diam,jika memang Kinar tinggal bersama Astri itu akan membuat tatit tidak rela karena semua tau kalau kinar sedang mengandung cucu pertama nya,entah apa yang ada di pikiran mereka.


hampir tiga jam mereka menunggu Kinar sadar akhir nya kinar membuka mata nya,senyum bahagia menghiasi bibir mereka yang begitu menyayangi nya,


"kamu sudah sadar nak?"tanya Astri dengan mengusap putri sulung nya"apa perut kamu terasa sakit?"Kinar menekan genggaman tangan nya pada Astri


"tidak ma,tidak ada yang sakit,hanya kepala yang terasa nyeri"


"kalau begitu istirahatlah"tatit ingin bertanya tentang keputusan Kinar setelah sembuh dia ingin tau pada siapa Kinar akan tinggal tapi niat itu di urungkan karena Kinar baru saja sadar.


"ma"

__ADS_1


"ya sayang"ada keraguan di hati kinar untuk mengatakan sesuatu yang ada di kepala nya


"katakanlah sayang"tatit mendekati Kinar


"jangan ragu Kinar,kami ingin mendengar nya dan apa kamu sudah memutuskan untuk tinggal bersama siapa?


"sudah pasti dengan mama nya lah mbak"


"pasti dengan mertua nya mbak"Kinar memandang tatit dan Astri saling bergantian


"aku sudah memutuskan pada siapa aku akan tinggal"


"dengan mami sayang"Kinar menatap Irsyad yang hanya diam dengan memandang suami nya


"dengan mas Irsyad"tatit begitu lega mendengarkan nya tapi tidak dengan Astri,ada rona bahagia terpancar di wajah Irsyad dan senyum kecil menghiasi bibir nya yang merah.


"mama tidak setuju Kinar?


"tapi kenapa ma?"


"kamu sudah tidak aman tinggal bersama nya dan kamu sudah lupa dengan keputusan kamu kalau kamu ingin berpisah dengan nya?"benar Kinar tidak lupa dengan kata kata nya kalau dia ingin berpisah dari suami nya tapi hati nya tidak dapat di bohongi saat ini kalau dia tetap menyimpan rasa itu meski rasa itu tidak pernah terbalaskan,tapi dia ingat sebelum kejadian ini Irsyad mengatakan kalau suami nya itu mulai mencintai nya dan tidak ingin berpisah dari nya setidak nya Kinar ingin memberikan kesempatan itu sekali lagi walau sebenar nya kinar tidak yakin dan sedikit ragu.


"sekali ini saja mama mengizinkan ku"


"jika hal itu terulang lagi?"


"aku sudah memutuskan apa yang akan aku lakukan jika hal itu terjadi"


"kamu yakin?"Astri begitu ragu


"percaya lah ma"


"baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu dan mama tidak bisa berbuat apa apa"


"terima kasih ma"


"kalau begitu mama pulang dulu ya sayang"Astri mencium pipi Kinar dengan lembut


"terima kasih ma"kini tinggal tatit dan Irsyad yang berada di ruangan Kinar


"mi tolong jaga Kinar ya aku ada urusan"Irsyad hanya memandang Kinar lalu pergi.


"sebenar nya mam sangat khawatir kamu tinggal bersama suami kamu sayang"kata tatit pelan dengan mengusap lengan kinar


"mam juga tidak yakin?"


"entahlah Kin ada keraguan di hati mam"


"ada beberapa hal yang aku pertimbangkan kenapa aku tinggal bersama suami ku mam"


"mam tau sayang,tapi hati mam tidak dapat di bohongi"Kinar hanya diam dengan memandang tatit,sungguh sebenar nya kinar juga ragu bagaimana jika Irsyad masih jalan dengan kekasih nya apa diri nya sudah siap dengan segala resiko nya,dan bagaimana jika Irsyad berlaku kasar lagi pada diri nya?Kinar termenung dengan pikiran.

__ADS_1


__ADS_2