Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Iba


__ADS_3

"Hari sudah sore kak, aku pulang dulu kasihan Diwa"


"Kamu membawa kedua anak mu? Lalu dimana mereka?"


"Kedua anak ku bersama papa nya di rumah mama, kak"


"Kenapa kamu tidak membawanya kemari?"


"Tidak, besok aku akan membawa nya kemari"


"Sungguh?"Kinan menganggukkan kepala nya, ia benar benar iba melihat kakak nya seperti ini.


"Tante cepat bangun ya, kasihan kak Kinar. Apakah Tante tidak ingin melihat kak Kinar dan calon cucu Tante?"Kinan mengusap tangan Tatit dengan lembut"Aku pamit ya Tante besok aku datang lagi"Kinar hanya mampu menatap adik nya, terkadang timbul rasa iri dalam hati nya melihat Kinan bisa hidup bahagia bersama suami dan kedua anak nya, tetapi untuk apa dia iri? Bukan kah selama ini ia berharap tentang kebahagiaan rumah tangga adik nya? Manusiawi jika ia merasa iri karena selama ia berumah tangga belum pernah merasakan bahagia secara hakiki.


"Kak, aku pamit ya? Dan jangan lupa jaga kesehatan kak Kinar dan calon anak yang di dalam perut kakak"Kinar tersenyum sambil menganggukkan kepala nya"Kak Kinar mau kemana?"Tanya Kinan ketika melihat kakak nya berdiri dengan kesusahan


"Mau mengantar kamu"


"Tidak perlu kak, kakak di sini saja"Kinan tersenyum pahit. Terlalu sulit untuk menjelaskan keadaan semua ini.


"Jangan mengatakan apapun pada papa Kinan? Aku akan menyelesaikan nya sendiri"bagaimana ia akan menyelesaikan sendiri jika semua nya sudah jelas, kalau Arifin tidak akan mendengar kan setiap ucapan dan permohonannya


"Kak Kinar jangan memikirkan apapun saat ini, fokus saja pada kesembuhan mertua kakak, semoga setelah hujan ada pelangi"Kinan sudah tidak tahan menahan air mata nya yang sedari tadi ia tahan. Kinan buru buru melangkah kan kakinya, ia tidak ingin Kinar melihat air mata nya jatuh karena menangisi keadaan nya. Ia mengambil jas yang di pakai suami nya yang di tinggal begitu saja di sofa, di cium nya jas Irsyas dan di bawa tidur ke dalam pelukan nya, aroma nya tidak berubah, ia mencium nya sampai berkali kali ini lah aroma yang selalu ia rindukan selama ini


Sesampainya di rumah, Arifin sedang bermain dengan cucu nya, sedikit pun wajahnya tidak kelihatan merasa bersalah setelah apa yang telah ia lakukan pada menantu nya


"Pa"panggil Kinan sehingga membuat Astrea menatap ke arah nya


"Anak kamu lucu lucu Kinan"


"Apa yang telah papa lakukan dengan mas Irsyad?"Astrea kelihatan bingung karena Arifin tidak mengatakan apapun pada nya


"Apa yang di katakan Kinar pada mu? Apa dia juga mengatakan ingin kembali kepada suami brengsek nya itu?"


"Pa, apa papa tidak ingin sedikit saja melihat kak Kinar bahagia? Selama ini kak Kinar sudah menuruti semua keinginan papa dan mama"Dewa hanya diam menatap istri nya karena dia tidak ingin ikut campur dengan masalah rumah tangga kakak ipar nya

__ADS_1


"Apa yang telah papa lakukan pada Kinar pa?"


Arifin menatap istri nya yang mulai menangis


"Papa tidak melakukan apapun pada Kinar ma, hanya saja,,"


"Hanya saja apa pa? Jawab pa?"


"Papa menghajar lelaki brengsek itu"


"Maksud papa, Irsyad?"


"Ya"


"Di depan Kinar?"


"Tentu saja ma, berani sekali dia memeluk Kinar"


"Kinar itu istri nya pa, jadi dia berhak"


"Jika itu membuat putri kita bahagia kenapa tidak pa"


"Siapa yang akan bertanggung jawab jika ia menyakiti putri kita kembali? Mama yang akan bertanggung jawab?"


"Bagaimana kita akan tau pa, kalau Irsyad akan menyakiti Kinar kembali, kalau kita tidak memberikan kesempatan sekali saja"


"Sekali tidak maka tidak!!"


"Pa, apa sedikit pun papa tidak kasihan melihat kondisi kak Kinar saat ini?"


"Karena semua ini kesalahan nya"


"Kesalahan nya?"Kinan tersenyum kecut"Papa yang memasukan kak Kinar kedalam masalah ini"


"Maksud mu apa Kinan?"

__ADS_1


"Jangan kesalahan semua papa limpah kan pada Kak Kinar, pa. Selama ini dia sudah cukup menderita menikah dengan pria pilihan papa. Andai saja waktu itu papa memberikan kesempatan kepada kak Kinar untuk memilih pendamping hidup nya sendiri semua ini tidak akan terjadi"


"Jaga ucapan mu Kinan!!"


"Yang di katakan Kinan benar pa, Seandainya saja dulu kita tidak memaksa nya untuk menikah kan dengan Irsyad mungkin tidak akan seperti ini"


"Mama menyalahkan papa?"


"Iya, aku mama nya pa, aku yang mengandung nya, dan aku juga yang melahirkan nya"


"Lalu apa yang akan mama lakukan?"


"Mama akan kerumah mbak Tatit menemani Kinar, pasti saat ini dia sangat sedih dan terpukul melihat suami nya di hajar di depan mata nya"Astrea menghapus air matanya"Dia pasti membutuhkan teman untuk berbagi cerita. Sejak kapan papa menjadi egois?"Astrea keluar di ikuti oleh Kinan


"Ma tunggu, aku ikut"panggil Kinan"Mas, kamu pulang saja dan bawa Dewo biar Diwa bersama ku"Kinan mengambil Diwa dari gendongan suami nya, setelah itu ia ikut masuk kedalam mobil bersama Astrea


"Mama tidak habis pikir melihat sikap papa mu Kinan"


"Kasihan kak Kinar ma"Mobil meninggalkan parkiran rumah megah nya dan menuju ke rumah Tatit, begitu mereka sampai Bu Sumi menyambut mereka dengan senyum bahagia, karena ia kasihan melihat Kinar yang menjaga nya sendirian sepanjang hari


"Selamat datang Nyonya"


"Kinar dimana bi?"


"Di kamar"Astrea langsung menaiki tangga menuju kamar dimana Tatit dan Kinar berada, hati nya begitu sakit ketika melihat Kinar tidur meringkuk dengan memeluk sebuah jas. Hati ibu mana yang akan tega melihat pemandangan seperti ini. Saat ini pasti Kinar sangat merindukan suami nya. Astrea bisa melihat nya, dengan lembut ia mengusap tangan Kinar sehingga membuat nya terjaga dari tidur nya


"Mama"panggil nya langsung memeluk tubuh Astrea, sungguh hati Astrea tersayat mendengar suara tangisan putri nya


"Maafkan mama nak"Ucap Astrea dengan mengusap punggung Kinar"Maafkan mama, kenapa kamu tidak mengatakan jika papa membuat wajah suami mu babak belur"Suara tangisan Kinar semakin kuat"Diam lah sayang, hentikan tangis mu"


"Apa yang harus aku lakukan ma?"tanya Kinar sambil menangis"Papa tidak mengizinkan ku untuk hidup bersama mas Irsyad ma"


"Apa kamu tau dimana sekarang Irsyad tinggal?"Kinar menggeleng kan kepala nya"Percayalah dengan yang nama nya jodoh nak, sekuat apa pun papa memisahkan kalian berdua jika kalian berjodoh pasti papa akan kalah"Kinan mengusap punggung kakak nya, ia bisa merasakan tekanan batin Kinar


Kadang kamu harus mendengar kan kata hati. Jangan tanya siapa yang kamu cintai tapi tanyakan siapa yang mampu membuat mu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2