Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Benarkah selingkuh


__ADS_3

Kinar termenung, ia masih memikirkan suami nya. Marah kah Irsyad dengan nya karena ucapan nya tadi?


"Apa yang kau pikirkan?"


"Tidak ada"


"Kau memikirkan suami mu?"Kinar melihat ke arah sahabat nya sambil tersenyum"Kau khawatir dengan nya atau takut?"


"Tidak dengan kedua nya"


"Sungguh?"


"Hm"Jawab Kinar sambil menganggukkan kepala nya"Bisa kah kita makan sesuatu?"


"Kau lapar?"Kinar menganggukkan kepala"Baiklah"


"Tapi kau ingin makan apa?"


"Aku ingin makan nasi dengan daging rendang"


"Di restoran Padang lah"


"Tidak, tidak. Aku tidak ingin masuk ke restoran Padang, mendengar kan nya saja aku sudah kenyang"


"Kau bilang ingin makan rendang ya di restoran Padang lah"


"Makan nasi goreng pedas jug boleh"


"Kalau itu, aku bisa merekomendasikan tempat nya"ucap Nina tertawa.


Sebuah kafe dengan pemandangan yang sangat indah, mata indah Kinar langsung sejuk ketika ia melihat hamparan sawah yang begitu luas. Kinar yakin kalau menu di sini pasti enak enak jika tidak, tidak mungkin begitu banyak mobil.


"Aku baru tau kalau ada kafe di tengah tengah sawah begini, Nin"


"Kau baru tau?"tanya Nina ketika mereka sudah keluar dari mobil, mata Kinar seperti di manjakan.


"Kenapa kau tidak pernah mengajak ku kemari?"


"Ini juga baru"


"Oh ya"


"Hm, maka nya aku baru mengajak mu kemari, jika tidak aku sudah mengajak mu sejak dulu"


"Kau sudah kemari sebelum nya?"


"Belum"


"Lalu kau tau dari mana kalau makanan di sini enak?"


"Kau tenang saja, ketika kau sudah merasakan menu di sini, lidah mu akan di manjakan dan kau pasti akan ketagihan"


"Benar kah? Mendengar cerita mu aku jadi ngiler"Kinar mengusap perut nya"Buruan yuk Nin, aku sudah tidak sabar"Kinar menarik tangan sahabat nya

__ADS_1


"Sabar Kin, jangan buru buru nanti kau bisa jatuh"


Dugaan nya benar, ternyata di dalam sudah ramai dengan pengunjung. Bahkan tinggal satu meja yang kosong, ketika ia mendudukkan pantat nya di kursi mata nya bertemu dengan orang yang paling dekat dengan nya, siapa lagi kalau bukan suami nya.


"Mas Irsyad, dengan siapa dia?"batin Kinar, ia tidak ingin Nina mengetahui suami nya"Siapa wanita yang duduk bersama nya? Lalu siapa wanita paruh baya yang berada di depan nya?"prasangka demi prasangka muncul di otak nya, dugaan kalau suami nya berselingkuh kembali juga tidak bisa ia halangi"Kenapa aku harus marah, bukan kah itu hobi nya? Kalau sudah hobi pasti ia tidak mampu menahan nya?"ia mengusap perut nya yang dari tadi terasa lapar hilang begitu saja.


"Hai, apa yang kau lamun kan?"Nina menyentuh tangan Kinar


"Ha"Kinar kelihatan terkejut


"Tadi kata nya lapar, sampai di sini malah melamun. Kalau mau melamun di kamar Bu"goda nina


"Aku sedang menikmati pemandangan di sini, mata ku menjadi sejuk Nin"bohong nya


"Kau ingin makan apa?"tanya Nina dengan menyerahkan daftar menu, mata Kinar melihat daftar menu yang begitu banyak


"Mie goreng seafood juga boleh nin"


"Minum nya?"


"Teh manis dingin saja"


"Oke"Mata Kinar bertemu kembali dengan mata Irsyad


"Aku ke kamar mandi dulu ya Nin"


"Mau aku temani?"


"Tidak perlu, aku bukan anak kecil lagi"Nina sibuk bermain dengan ponsel nya.


"Kinar tunggu?"suara yang begitu ia kenal, ia berhenti dengan menahan gemuruh di dada nya


"Aku sudah mengatakan pada mu, setelah selesai bertemu dengan teman nya Nina langsung pulang"kata Irsyad pelan ketika sudah berada di depan istri nya


"Kenapa? Kau takut jika aku melihat mu dengan wanita lain!?"emosi Kinar mulai tidak dapat di kendalikan


"Mereka itu rekan ku"jawab Irsyad lembut dengan memegang tangan istri nya


"Rekan? Jika mereka itu rekan mu kenapa kau tidak memperkenalkan ku pada mereka?"tangan Kinar menunjuk nunjuk arah dimana mereka sedang duduk


"Bukan begitu"


"Aku tau mas, hobi mu memang selingkuh bahkan ketika kau bertemu dengan wanita cantik dan seksi kau langsung tergoda!"sedikit pun Irsyad tidak marah dengan ucapan Kinar.


"Tolong jangan mengungkit kisah lama ku, Kinar. Percaya lah mereka hanya rekan ku"Irsyad menggenggam kedua tangan istri nya


"Sulit untuk mempercayai mu, mas"


"Kali ini Kinar"Irsyad menatap perut istri nya yang begitu turun


"Jangan memaksa ku untuk mempercayai mu. Kau tau ini bukan kali pertama nya kau menyakiti ku, jadi hati ku sudah kuat"Kinar memegang bawah perut nya"Aku sudah pernah mengatakan pada mu, jika kau menyakiti ku kembali jangan kan diri ku bayangkan ku saja akan sulit kau rengkuh"


"Tidak Kinar, tidak"

__ADS_1


"Kenapa kau harus takut? Bukan kah selama ini kau sudah terbiasa menyakiti ku?"Kinar tersenyum"Pergilah jika kau tidak ingin ketahuan dengan selingkuhan mu"ucap nya langsung masuk ke dalam toilet dan mengunci pintu nya. Ia menyandarkan tubuh nya di balik pintu, sekuat apapun hati nya tetapi ketika ia melihat suami nya bersama wanita lain hati nya pasti akan hancur.


Irsyad masih mondar mandir di depan pintu toilet, ia bingung bagiamana cara nya menjelaskan pada istri nya. Setelah di pikir pikir Irsyad kembali ke kafe tanpa memikirkan istri nya sedikit pun


"Baiklah mas, ternyata kau lebih memilih wanita itu dari pada aku"ucap kinar dengan keluar dari toilet, ia mengambil ponsel nya


"Kau dimana Kinar?"tanya Nina yang suara nya terdengar oleh Irsyad, karena Nina duduk nya membelakangi Irsyad


"Kau pulang dengan suami mu? Kau bagaimana sih, tadi kata nya lapar kepingin makan mie goreng siput. Jadi mie goreng nya bagaimana ini?"


"Kau bungkus dan bawa pulang"


"Kau tidak jelas"Irsyad mendengar kalau Kinar tengah berbohong"Baiklah aku juga pulang"Nina memanggil pelayan dan menyuruh nya untuk membungkus mie dan nasi goreng nya. Wajah nya kelihatan masam menahan marah


Di dalam taksi Kinar termenung, ia tidak tau harus kemana ia pergi, untuk saat ini ia tidak ingin kembali ke rumah, karena ia tidak ingin bertemu suami yang tidak bosan mengkhianati nya.


"Begitu sempurna cara mu mendewasakan ku. Tapi kenapa harus aku Tuhan?? Ku berharap semua ini hanya mimpi. Aku baru saja menikmati kebahagiaan ini tapi itu hanya sesaat Tuhan. Sampai kapan aku harus belajar tegar di balik rasa ini?? Begitu rumit skenario yang engkau buat Tuhan..."Bisik nya dalam hati"Apa yang harus aku katakan pada ayah jika ia mengetahui kalau menantu nya selingkuh kembali?"Kinar memukul kepala nya berkali kali.


"Kita mau kemana Bu?"tanya sang supir taksi


"Jalan dulu saja pak"


Entah sudah berapa lama ia muter-muter naik taksi karena tanpa tujuan. Akhir nya ia berhenti di sebuah jembatan penyebrangan orang, di sana kinar berdiri seperti orang yang tidak memiliki tujuan, sedang kan ponsel nya berkali kali bunyi panggilan masuk dari Irsyad


"Bi"Panggil Irsyad ketika sudah berada di dalam rumah


"Iya mas?"


"Apakah istri ku sudah pulang?"Irsyad menatap Narsih


"Mbak Kinar dari pagi belum pulang mas"


"Apakah bi narsih tau kemana Kinar pergi?"


"Setau bibi, mbak Kinar pergi sama mbak Nina, mas"Irsyad mulai di liputi rasa takut, takut jika terjadi sesuatu dengan istri nya"Hubungi saja ponsel mbak Kinar, mas?"


"Tidak di angkat bi"


"Mas Irsyad jangan khawatir, karena mbak Kinar pergi dengan mbak Nina"Narsih tidak tau kalau Kinar pergi sendiri


"Oh ya Bi, kalau Kinar pulang tolong katakan pada nya kalau aku pergi keluar sebentar Bi"


"Iya mas, iya"


Mata irsyad kesana kemari ketika ia mengemudi mobil nya, bahkan malam sudah mulai malam, namun ia belum menemukan keberadaan istri nya. Bahkan mata nya sudah terasa mulai lelah namun ia masih berusaha mencari istri nya. Berkali kali Irsyad memukul setir mobil nya.


"Dimana kau Kinar, benarkah kau pergi menjauh dari ku?"


Waktu sudah menunjukkan angka sepuluh malam, tetapi Kinar masih betah berdiri di atas jembatan penyebrangan orang, ini kah yang di namakan galau? Ini kah yang di namakan sakit hati? Ia mengusap wajah nya dengan kasar. Ia mengambil ponsel nya dan melihat panggilan masuk begitu banyak dari Irsyad. Ia menarik nafas nya yang terasa berat, lalu mengusap usap perut nya yang terasa tegang.


"Ibu belum ingin pulang"ucap nya sambil mengusap perut nya"Hati ibu masih sakit nak, kemana kita harus pergi nak?"


Ingin rasa nya ia menjerit, namun Kinar masih memiliki rasa malu. Pahit nya empedu lebih pahit lagi menerima kenyataan kalau kita melihat suami kita selingkuh.

__ADS_1


"Haruskah kita tidur disini nak?"tanya Kinar dengan melihat kesana kemari"Ini kah cara Mu menunjukkan rasa sayang mu pada ku? Dengan memberikan ku begitu banyak ujian dan cobaan... Jujur aku sangat lelah tapi bila dengan cara ini membuat ku menjadi semakin kuat. Berilah aku kesabaran yang tiada batas, agar aku bisa tetap tabah dan ikhlas dengan takdir yang engkau tuliskan"ucap nya lirih dengan melihat ke atas


__ADS_2