
"Mam,,,"panggil Kinar
"Diam kamu Kinar"
"Tapi mam,,,"
"Apa kamu tidak dengar ucapan mam Kinar?"
"Dengar mam"
"Lalu kenapa kamu masih membantah?"
"Tarikan tangan mam membuat tangan ku sakit mam"
"Kenapa tidak bilang dari tadi?"
"Aku ingin mengatakan nya mam, tapi mam melarang ku"
"Irsyad bisa membuat mam benar benar gila kinar dan,,"Tatit memijit kening nya"Kamu masih bisa bertahan dengan sikap nya?"Tatit membolak-balik kan badan nya berulang kali di depan Kinar dengan tangan di kening dan satu nya di pinggang"Kamu ikut dengan mam, dan kamu boleh kembali ke suami kamu, kalau dia sudah berubah"
"Dia itu anak mam"
"Justru karena Irsyad anak mam"
"Tapi mam"
"Udah buruan masuk!!!"Kinar masuk ke dalam mobil Tatit yang akan membawa nya ke rumah orang tua suami nya
"Kenapa pernikahan ku begitu rumit, andai saja aku dulu punya pacar sudah pasti dia tidak akan pernah menjadi suami ku, tapi semuanya hanya ada dalam mimpi"batin Kinar,di pandangi nya Diwa yang sedang minum susu formula
"Kamu haus ya sayang, maafin Tante ya"di cium nya kepala Diwa"Tante lupa karena Tante tidak terbiasa atau belum terbiasa mengurus bayi, tapi sekarang Tante akan belajar sebelum sepupu kamu lahir"Tatit tersenyum
"Apa mama nya Diwa akan menjemput nya?"
"Sebelum pergi Kinan mengatakan pada ku, kalau dia akan menjemput Diwa mam"
"Jika dia tidak menjemput Diwa, apa yang akan kamu lakukan?"
"Entahlah mam"Kinar menarik nafas
"Apa kamu akan mengurus nya?"Tatit memandang Kinar
"Aku tidak tau mam"
"Ingat Kinar semakin hari perut kamu semakin besar, apa kamu bisa mengambil tanggung jawab untuk mengurus Diwa, belum lagi kamu harus ke kantor"
"Lebih baik Diwa kamu antar saja ke rumah mama kamu"
__ADS_1
"Tapi mam"Kinar ragu
"Itu lebih baik Kinar, bukan mam egois tapi ini demi kebaikan kondisi kamu yang lagi hamil, kamu paham kan Kinar?
"Paham mam"Tatit mengambil Diwa dari gendongan Kinar ketika melihat Kinar meringis
"Kamu kenapa?"Tatit terlihat khawatir melihat Kinar meringis dengan mengusap usap perut nya
"Keram mam"
"Tu kan apa mam bilang, ingat Kinar mam dan pap sangat merindukan kehadiran seorang cucu"Kinar tersenyum dengan mengusap lengan Tatit
"Calon cucu mam seperti nya tidak rela mam, ketika ibu nya menggendong Diwa"
"Karena calon cucu mam merasa tersaingi"Tatit tersenyum dengan membelai perut kinar yang kelihatan bundar,K inar sedang berfikir apa yang akan dia katakan kepada mama nya ketika nanti Kinar menyerahkan Diwa.
Mobil berhenti tepat di depan rumah orang tua Kinar, Siti langsung menyambut Kinar dan Tatit
"Mama sudah pulang bi?"
"Sudah non"Kinar langsung melangkah kan kaki menuju kamar mama nya
"Ma"panggil Kinar
"Iya sayang"sahut mama Kinar dari dalam kamar, dan betapa terkejut nya ketika melihat Tatit menggendong seorang bayi dan melihat perut kinar mulai membuncit
"Kejutan ma"
"Ini ma bukan kejutan, lalu ini anak siapa mbak"tanya Astri ke pada Tatit
"Kamu tidak mengenal nya?" Astri kelihatan bingung
"Tidak"
"Ini Diwa ma, anak nya Kinan"
"Ha!!"mama terkejut"Lalu dimana Kinan? Kenapa anak nya bisa bersama kamu?"
"Kinan tadi menjemput dewo ma"
"Terus"
"Sekarang Diwa aku titipan sama kamu"kata Tatit dengan menyerahkan Diwa
"Maksud mbak tatit apa?"
"Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Kinar dan juga calon cucuku"kata Tatit dengan membelai perut Kinar
__ADS_1
"Mbak tatit lebai banget sih"
"Ini bukan lebai, tapi kamu juga harus tau ini calon cucu pertama ku, jadi aku tidak mau dia kenapa kenapa"Astri tersenyum melihat Tante tatit begitu menyayangi Kinar
"Aku tau pasti mbak iri kan melihat aku yang sudah punya cucu dua"
"Aku juga berharap, calon cucu ku juga dua sekaligus"
"Mam ngomong apaan sih?"
"Mam cuma bercanda sayang"Kinar hanya tersenyum melihat kedua kakak beradik yang berada di depan nya
"Udah ah kita pulang Kinar, biar ini menjadi tanggung jawab mama kamu"Kinar hanya tersenyum melihat Astri hanya geleng geleng kepala,Tatit langsung menuntun tangan kinar menuju mobil
"Perut kamu masih terasa keram?"tanya Tatit ketika berada di dalam mobil
"Sudah tidak mam"jawab Kinar dengan mengusap perut nya, ia sungguh sangat beruntung Tatit sekaligus mami mertua nya begitu perduli dengan nya, ia berfikir ketika dia menikah dengan Irsyad Tatit akan berubah menjadi seorang mertua yang cuek dan jutek ternyata semua nya salah,justru sebalik nya.
"Untuk sementara kamu tinggal di rumah mam"
"Yapi mam,,,,"
"Tidak ada tapi tapian"sungguh perkataan Tatit persis seperti Irsyad tidak boleh dibantah, dan Kinar sungguh yakin sifat Irsyad menurun dari mami nya
"Kalau mas Irsyad menjemput ku mam?"
"Apa dia memiliki keberanian?"
"Mam Irsyad itu anak mam, dan suatu hal yang tidak mungkin kalau mas Irsyad tidak memiliki keberanian untuk menjemput ku"
"Kita lihat"Kinar hanya diam dengan membelai perut nya dengan lembut, Tatit sesekali melirik ke arah Kinar, benar dugaan Kinar begitu sampai di rumah Tatit ternyata Irsyad sudah berdiri di teras rumah
"Kamu ngapain kemari?"tanya Tatit kepada Irsyad
"Ini rumah mami orang tua ku mi, dan mami ku telah membawa istri ku secara paksa"
"Secara paksa?Tatit tersenyum"Kamu ingin melaporkan mami pada polisi?"Irsyad terdiam"Jangan membawa Kinar pergi sebelum kamu mau berbagi tempat tidur dengan nya"
"Ha,,,!!Irfan terkejut"Bagaimana mungkin kamu tidak mau berbagi tempat tidur dengan istri mu Irsyad, lalu kamu membuat cucu papi di mana?"tanya Irfan dengan memandang perut Kinar"Jangan katakan kamu membuat calon cucu papi di lantai atau di kamar mandi? Tidak Irsyad, kamu akan memberikan pewaris Irfan Abdul Malik dari,,,, kamu apa apaan Irsyad?"tanya Irfan geram dan mencengkram kerah baju Irsyad
"Sudah pap, sudah"kata Kinar dengan menarik tangan Irfan dari kerah baju Irsyad
"Kamu membela nya Kinar? Dan kamu menerima begitu saja perlakuan nya pada mu? Kinar,,, Kinar, pap sungguh senang punya menantu seperti kamu"
"Papi apaan sih?"Tatit memukul bahu suami nya
"Lagian ini juga sudah jadi pap"kata Kinar dengan membelai perut nya, Irfan tersenyum tapi tidak dengan Tatit dan Irsyad
__ADS_1
"Masuk dulu ya mam"bujuk Irfan dengan memeluk punggung Tatit, Irsyad menatap kinar masih dengan tatapan penuh amarah, Kinar hanya mampu terdiam