Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Di izin kan pulang


__ADS_3

Sudah dua hari Kinar di rawat di rumah sakit akhir nya sudah di izin kan untuk pulang,Irsyad sudah menunggu nya untuk di bawa pulang ke apartemen,Kinar sudah mengambil keputusan untuk kembali pada Irsyad,dengan langkah gagah nya Irsyad menenteng tas Kinar,sedangkan Kinar di tuntun oleh tatit sang mertua yang super protektif


"ketika sampai di apartemen kamu harus istirahat ya"


"jangan khawatir mam"Kinar menatap wajah tatit yang penuh keraguan


"mam merasa,,,,"tatit tidak melanjutkan kata kata nya


"merasa apa mam?


"tidak sayang,,,mungkin ini perasaan mam saja"mereka masuk ke dalam mobil dan langsung menuju apartemen,Kinar merasa sedikit aneh dengan sikap Irsyad suami robot nya sedikitpun dia tidak berbicara dan mengatakan apa pun,sebenar nya dia sungguh sungguh tidak mengajak ku untuk pulang ke apartemen nya


"kamu kenapa sayang?"tanya tatit dengan menyentuh lengan kinar


"ah tidak mam"jawab Kinar pelan,apa dia salah dengan keputusan nya untuk tinggal bersama suami nya.


Di kediaman Astri Kinan sedang ragu dengan hati nya


"kita pulang sayang"ajak dewa


"aku tidak akan pulang"


"lalu?"


"aku ingin kita pisah"dewa terkejut dengan menatap Kinan


"maksud kamu cerai?"

__ADS_1


"ya"sahut Kinan begitu yakin,mungkin selama ini dia salah yang begitu mencintai suami nya sehingga mata dan hati nya tertutup begitu rapat sehingga tidak melihat kebusukan dewa di belakang nya.


"sudah kamu pikirkan?"


"bahkan sudah beribu kali aku pikirkan"


"kamu tidak menyesal?"tanya dewa dengan menatap tajam wajah Kinan


"justru aku akan menyesal jika aku meneruskan hidup bersama laki laki seperti kamu"kata kinan dengan menunjuk dada suami nya


"jaga bicara kamu?"


"kenapa?kamu tidak suka?"senyum sinis menghiasi bibir Kinan yang merah ranum


"aku akan membawa semua anak anak kita"


"oh"kata Kinar tersenyum dan mengangkat kedua tangan nya"kalau itu mau kamu silahkan bawa mereka justru aku akan merasa sangat senang,setidak nya kamu akan tau bagaimana rasa nya mengurus bayi yang masih minum asi,dan apakah kamu tau berapa usia Diwa?"tanya Kinar,dewa hanya diam"kamu lupa,sungguh sangat menyedihkan,baik akan aku beritahu Diwa masih berusia hampir dua bulan dan kamu tau bagaimana cara merawat nya?"rasa cinta Kinan yang begitu besar terhadap suami nya hilang begitu saja bahkan sekarang yang ada justru jijik melihat suami nya"sekarang maksud aku mulai sekarang Diwa akan minum susu formula dan ingat kamu harus memberi susu formula dua jam sekali,nah sekarang bawalah mereka"kata Kinan tapi dewa hanya diam


"pergilah dan bawa kedua anak mu"kata Kinan"aku begitu jijik melihat mu bahkan serasa ingin muntah,pergilah bersama wanita selingkuhan mu bukan kah kamu begitu mencintai nya?"ada yang sakit di dada Kinan"bukan kah kamu mengatakan pada nya kalau aku tidak secantik dulu dan seksi dulu,ahh,,,,"Kinan menjerit"pergilah dan jangan pernah kembali dan jangan lupa segera kamu urus surat perpisahan kita"


"kamu sungguh sungguh ingin pisah dari ku sayang"?


"kenapa,,,,kamu ragu dengan keputusan ku?"Kinan menatap dewa dengan tatapan tidak suka"dulu aku memang mencintai mu bahkan karena begitu mencintai mu aku sampai tidak bisa melihat kebusukan mu dibelakang ku"


"pikirkan sekali lagi sayang"


"untuk apa?"tanya Kinar"aku tidak perlu memikirkan nya sekali lagi karena bagi ku ini keputusan yang tepat"

__ADS_1


"aku minta maaf sayang,,,sayang dengarkan aku dulu,beri aku kesempatan sekali lagi"Diwa mengejar Kinan,Astri hanya mampu menghela nafas yang di rasa begitu berat,kenapa nasib kedua putri nya begitu buruk


"jangan menyentuh ku!!!!bentak Kinan ketika dewa memegang tangan Kinan"aku sudah mengatakan pada mu aku ingin pisah,,,kamu paham,,aku hanya ingin pisah!!!!!"jerit Kinan


membuat Dewa terkejut karena selama ini Kinan tidak pernah memperlakukan dewa seperti ini,jangan kan membentak nya marah saja Kinan tidak pernah tapi sekarang"pulang dan bawa anak anakmu"kata kinan dengan meninggalkan Dewa,dengan langkah lemas Dewa keluar dari rumah Astri


Tatit menuntun kinar untuk turun dari mobil menuju apartemen putra nya,kenapa dengan irsyad,kenapa dia begitu cuek pada Kinar apa sebenar nya yang terjadi kenapa dengan sikap nya,begitu sampai apartemen tatit langsung membawa kinar ke dalam kamar Irsyad


"sekarang istirahat ya,,kalau ada apa apa telpon mam"Kinar hanya menganggukkan kepala"kalau begitu mam pulang dan ingat jaga diri baik baik karena calon cucu mam ada di sini"tatit membelai perut kinar dengan lembut,kini Kinar berbaring di ranjang milik suami robot nya,sementara Irsyad sibuk menyusun baju Kinar di dalam lemari nya,kenapa Irsyad begitu berbeda ketika berada di rumah sakit dan di rumah,apa ini hanya akalan irsyad agar mereka berdua tidak berpisah,jika seperti ini aku benar benar salah mengambil keputusan.


Pagi ini tanpa membangunkan Kinar, Irsyad pergi ke kantor,dengan pelan Kinar menuruni tangga dan melihat meja makan semua nya kosong ternyata Irsyad benar benar tidak berubah. Kinar duduk di meja pentry dengan memangku dagu dengan kedua tangan nya


"mungkin dia belum terbiasa tapi bukan kah kami tinggal bersama sudah tujuh bulan lalu kenapa dia masih belum terbiasa,apa dia terpaksa menerima ku?"pertanyaan demi pertanyaan memenuhi otak Kinar,dengan malas Kinar memasak untuk diri nya sendiri.


Hampir satu Minggu Kinar kembali bersama suami robot nya namun masih sama seperti sebelum nya,jarang bertegur sapa dan makan bersama,Kinar duduk di ruang tv ketika Irsyad pulang dari kantor,masih sama seperti kemaren Irsyad tidak pernah bertanya tentang keadaan Kinar apakah sudah baikan,apa sudah makan,apa sudah minum obat,apa masih ada yang terasa sakit ah semua nya tidak pernah di tanya oleh Irsyad,apa yang kinar harapkan dari hubungan ini,dengan malas Kinar menyiapkan kopi dan makan malam untuk Irsyad setelah itu Kinar kembali keruang tv dimana sebelum nya Kinar berada.


"kamu tidak usah repot repot menyiapkan semua nya"kata Irsyad ketika berjalan menuju ruang tamu


"kamu keberatan?"tanya Kinar,


"tidak"


"lalu apa masalah nya?"mereka berbicara tanpa memandang satu sama lain,Kinar menonton tv sedangkan Irsyad sibuk dengan ponsel nya


"tidak ada masalah,,,tapi aku sudah makan di luar"


"kalau itu yang kamu mau baik,mulai besok aku tidak perlu menyiapkan semua nya untuk kamu"jawab Kinar berjalan kemeja pentry dan membuang semua nya

__ADS_1


"kenapa kau membuang nya?"


"bukan kah kamu sudah makan di luar?"tanya Kinar dengan menatap ke arah Irsyad"lalu untuk apa semua ini,bukan kah lebih baik aku buang saja?"Irsyad hanya diam dengan menatap Kinar yang membuang secangkir kopi ke wastafel dan makanan ke tong sampah,setelah itu Kinar naik ke atas dan tidur karena itu akan lebih baik untuk diri nya dan calon bayi nya.


__ADS_2