Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Menghindar


__ADS_3

Hari sudah menunjukan angka 08.00 pagi, dan Kinar masih tertidur pulas, karena malam tadi dia tidak bisa tidur, telpon nya bergetar tapi ia tidak mendengar sehingga di biarkan begitu saja, Astri sekarang lebih sering masuk ke dalam kamar kinar


"Kamu masih tidur nak?"tanya Astri pelan dan melihat ponsel Kinar bergetar"Mbak tatit nelpon"


"Halo mbak"


"Kok kamu yang ngangkat ponsel Kinar?"


"Kinar masih tidur, ada apa mbak?"


"Kinar ke rumah kamu?"


"Mbak tatit lupa kalau kinar itu putri ku?"


"Aku tidak lupa Astri, aku hanya heran kenapa Kinar ke rumah kamu, aku menyuruh nya untuk tidak kemana mana"


"Kinar sudah mengatakan semua nya mbak"


"tentang apa?"


"Perpisahan nya mbak"jawab Astri dengan menarik nafas nya yang terasa berat


"Apa kamu menyetujui nya?"


"Entahlah mbak,,, yang pasti aku merasa bersalah mbak"Tatit menarik nafas begitu dalam terdengar dari ponsel Kinar


"Apa yang akan kita lakukan?"


"Aku tidak tau mbak, aku tidak tega melihat kondisi nya mbak, sungguh aku menyesal telah menikahkan nya dengan Irsyad"


"aku pun tidak paham dengan Irsyad, kurang apa Kinar, cantik, sopan, baik dan tidak pernah membantah"


"Kinar memang tidak pernah mengecewakan aku sebagai mama nya mbak, tapi apa yang telah aku lakukan pada nya"


"Aku akan kesana?"


Baiklah"ponsel di matikan, Astri memandang Kinar yang masih tertidur pulas bahkan dia tidak merasa terganggu ketika Astri berbicara di ponsel, di usap nya kepala anak sulung nya yang tidak terasa dengan sentuhan nya, Astri menarik nafas dengan menatap Kinar dan keluar dengan menutup pintu.


"Kak Kinar masih tidur ma?"


"Masih,,apa Diwa sudah bangun?"


"Masih tidur ma"


"Sarapan dulu selagi Diwa masih tidur"


"Iya ma"Kinan mengapit tangan Astri dengan manja


"Apa kamu juga akan berpisah dengan dewa?"Kinan memandang Astri


"Entahlah ma,, aku juga lagi berpikir"

__ADS_1


"Haruskah kedua anak mama menjadi janda?"Kinan tidak menjawab, karena dia tau saat ini mama nya begitu merasa bersalah atas kegagalan rumah tangga kinar


bel berbunyi dan bi siti membuka pintu, ternyata Tatit yang datang


"Kinar dimana Astri?"


"Di kamar masih tidur mbak"


"Boleh aku ke kamar nya?


"Mbak Tatit tidak perlu izin, masuklah mbak"Tatit berlari kecil menaiki anak tangga dan langsung masuk ke kamar Kinar, di lihat nya Kinar yang tidur begitu pulas, mata nya yang sembab masih terlihat jelas,


"Sayang"panggil tatit dengan lembut, Kinar membuka mata nya dan mengusap wajah nya


"Mam kapan pulang?"


"Tadi"Tatit menatap Kinar yang terlihat lebih kurus dengan mata cekung dan sembab"Kamu baik baik saja sayang?"


"Ya mam,,,"Kinar bangkit"Aku ke kamar mandi sebentar ya mam"dengan berjalan ke kamar mandi, sedangkan Tatit membuka gorden dan menyusun ranjang Kinar yang berantakan, Kinar keluar dari kamar mandi dan melihat ranjang nya sudah rapi


"Mam kenapa harus repot repot?"


"Mam tidak repot sayang"kata Tatit dengan melihat kearah Kinar yang hanya memakai baju daster.


tok,,,tok,,tok


"Masuk"ternyata bi siti mengantarkan sarapan untuk Kinar


"Tolong letak kan di nakas saja bi"


"saya permisi non"kata bi Siti setelah meletakkan sarapan di atas nakas


"Mam sudah sarapan?"tanya Kinar dengan meminum segelas susu


"Sudah, makanlah"kinar mengambil roti selai dari nakas dan membawa nya di ranjang, di mana Tatit sedang duduk


"Makan lah mam"Kinar menyuapi Tatit


"Mam sudah kenyang sayang"


"Sedikit saja"Tatit membuka mulut nya dan memakan roti pemberian dari tangan Kinar, setelah itu baru Kinar menggigit nya


"Apa kamu benar benar ingin berpisah?"kinar berhenti mengunyah roti nya dan memandang wanita separuh baya yang berada di hadapan nya


"Itu sudah menjadi keputusan ku mam"jawab Kinar dan mengunyah roti nya kembali dengan pelan yang berada di mulut nya


"Mam tidak rela jika kamu harus berpisah dengan irsyad nak, tapi mam juga tidak bisa egois karena kamu yang menjalani nya"air mata Tatit tidak dapat di bendung lagi, Kinar terdiam dengan memandang roti yang berada di tangan nya


"Aku sudah lelah mam dengan hubungan ini"jawab Kinar lirih


"Apa yang harus mam lakukan agar kalian tidak berpisah?"

__ADS_1


"tidak ada yang harus mam lakukan"Kinar menarik nafas nya yang terasa begitu berat, mata nya terasa panas dan perih sudah cukup bagi nya satu malam menangisi nasib nya.


"Maafkan mam Kinar"kata Tatit memeluk Kinar dan membelai kepala nya begitu lembut


"Tidak ada yang harus di maafkan mam, semua sudah terjadi"Kinar berusaha kuat, karena bagi nya sudah habis harga diri nya hanya untuk meminta cinta dari suami nya.


"Mam menyesal"


"kenapa mam harus menyesal, ini bukan salah mam"


"Tapi mam yang memaksa Irsyad agar mau menikahi kamu"


"Setidaknya mas Irsyad tidak melawan mam dengan menolak perjodohan itu"


"Yapi mam menyesal pada akhir nya kalian akan berpisah"


"Di luar sana banyak yang menikah karena cinta, tapi pada akhir nya mereka berpisah mam"


"Tetapi ini berbeda Kinar"


"Tidak ada beda nya mam, apa lagi menikah karena di jodohkan tanpa cinta mam dan karena suatu terpaksa"


"Apa kamu menyesal menikah dengan putra mam?"


"Tidak ada yang harus di sesali mam"


"Kamu tidak bisa membohongi mam dengan mengatakan kalau kamu tidak menyesal"


"Menyesal pasti ada mam, kenapa mas Irsyad tidak bisa menerima ku?"


"Mungkin dia hanya belum mengenal mu terlalu dalam"


"Waktu tujuh bulan sudah cukup mengenal seseorang apa lagi sudah menikah dan tinggal satu atap mam, tetapi memang mas Irsyad tidak bisa menerima ku mam"


"Apa kamu mencintai nya?"Kinar tersenyum dan melepas kan pelukan Tatit


"Karena cinta harga diri ku terasa sudah habis mam"


"Kamu begitu mencintai nya?"Tatit menatap Kinar tanpa berkedip, Karena dia ingin tau bagaimana perasaan menantu nya terhadap Irsyad anak nya


"aku merasa malu untuk menjawab nya mam"


"Kenapa?"


"Bagaimana menurut mam, jika seorang istri meminta balasan cinta dari suami nya, tapi tidak mendapatkan nya sama sekali"Kinar mulai menangis"Aku hanya meminta nya untuk mencintai ku mam, tapi rasa nya begitu sulit bagi nya, karena hati nya sudah tertutup mam, aku hanya istri yang merusak ketenangan nya, kedamaian nya mam,a ku seperti perusak hubungan nya yang hadir di tengah tengah diri nya dan kekasih nya mam"


"Kamu bukan perusak hubungan nya, tapi kamu adalah istri nya dan kamu berhak sepenuh nya atas diri nya"


"Tidak semudah itu mam,, tidak semudah itu, bagaimana dia bisa menerima ku dan mencintai ku kalau di hati nya sudah terpatri nama wanita lain?"Tatit memegang tangan Kinar yang masih memegang roti


"Mam akan mengatakan pada nya"

__ADS_1


"Tidak mam,,tidak, jangan mengatakan apapun pada nya"mohon kinar dengan menggelengkan kepala, cukup sudah Kinar menangisi kisah hidup nya, cukup sudah dia meratapi kegagalan rumah tangga nya.


__ADS_2