Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Pulang


__ADS_3

Hari ini rasa bosan tidak lagi bisa di tahan nya, suami robot nya satu malam tidak datang bahkan sampai menjelang siang pun tidak datang


"Begitu sibuk kah dia sampai tidak bisa menjenguk ku dan calon bayi nya? Atau dia memang sudah mantap untuk berpisah dari ku? Naik kalau itu mau mu mas, aku akan menerima nya"kata kinar pelan"Mungkin aku salah menilai kata kata dari pegawai mu, atau aku yang terlalu bahagia sampai aku begitu berharap sesuatu yang tidak mungkin akan kamu wujudkan, mencintai ku adalah suatu hal yang tidak mungkin kamu lakukan, aku lupa jangan kan mencintai ku menyebut nama ku saja diri mu terlalu berat"kata Kinar pelan dengan mengusap wajah nya


"Dokter sudah mengizinkan pulang non, non Kinar di sini sebentar ya, saya mau menebus obat nya"


"Uang nya bi?"


"Sudah ada non, nyonya besar yang memberikan nya"bi Sumi meninggalkan Kinar dengan seseorang suster yang sedang melepas jarum infus nya


"Suami mbak tidak menjemput?"


"Suami saya sedang di luar kota sus"bohong kinar, sampai kapan kinar akan berbohong terus seperti ini, ia sudah kalah dengan hati nya dengan perasaan nya, ia benar benar sudah kalah.


"Ketika sudah sampai rumah jangan terlalu stress ya mbak, dan jangan melakukan kegiatan yang membuat Anda mudah lelah, mbak Kinar harus istirahat total"


"Naik sus"dokter Fatma masuk


"Bagaimana dengan keadaan nya mbak?"


"Alhamdulillah sudah sehat dokter"


"Bagus, tapi harus ingat jangan kelelahan ya mbak Kinar dan harus istirahat total"


"Apa saya sudah diperbolehkan melakukan aktifitas? Seper ke kantor dokter?"


"Untuk dua Minggu ini mbak Kinar harus istirahat dulu dan harus benar benar pulih"


"Baiklah,,, terima kasih dokter"


"Jangan lupa di minum obat nya ya mbak Kinar"


"Iya dokter"


"Kalau begitu saya permisi ya mbak Kinar"Kinar hanya tersenyum,


Kinar menatap jam dinding berharap suami nya datang menjemput nya dan membawa nya pulang, kenapa ia harus selalu berharap sesuatu yang tidak mungkin?


"Irsyad tidak akan melakukan nya, lalu kenapa kamu masih mengharap kan nya?"batin Kinar"Aku tidak perduli apa pun yang akan kamu lakukan mas, aku tidak perduli!"jerit kinar dalam hati


"Non"suara bi Sumi, Kinar menatap nya yang membawa plastik berisi obat, dan seorang suster membawa kursi roda"Kita pulang sekarang Non"Kinar terdiam tertunduk

__ADS_1


"Ya"jawab nya pelan, suster dan bi Sumi membantu nya turun dari ranjang dan duduk di kursi roda


"Tega kamu mas, tega"batin Kinar pelan, suster mendorong nya sampai di parkiran dan membantu nya untuk masuk ke dalam mobil, Kinar menyandarkan tubuh nya di kursi belakang ketika sudah di dalam mobil, bi Sumi menatap nya begitu iba ke arah kinar


Susan sedang asik ngobrol dengan Irsyad, dan Susan selalu menggenggam tangan Irsyad yang berada di atas meja, mereka berdua lagi nongkrong menikmati makan siang nya


"Aku duluan ya sayang"


"Kamu mau kemana?"


"Hari ini Kinar keluar dari rumah sakit, aku akan membawa nya pulang"


"Kinar,, Kinar, Kinar saja yang kamu pikirkan!!!!!


"Dia istri ku sayang"


"Aku bosan kamu selalu menyebut nama Kinar di depan ku!!!!"nada suara Susan begitu tinggi"Aku tidak menyukai nya"


"Tapi dia istri ku sayang"


"Tanpa memberitahu, aku juga tau kalau kinar adalah istri mu, jadi tolong ketika kita lagi berdua kamu jangan menyebut nama nya"Irsyad hanya diam, ada rasa bersalah pada istri nya, dari malam tadi Irsyad tidak ada menemani bahkan sampai hari ini ketika Kinar keluar dari rumah sakit diri nya pun tidak ada, suami seperti apa kamu Irsyad


"Apakah itu hanya alasan mu untuk menghindari ku sayang?"


"Ini sudah waktu nya masuk kantor sayang"


"Tapi aku masih mau berduaan sama kamu"


"Dari kemaren kita selalu berdua sayang, bahkan hari ini juga"


"Baiklah, kalau begitu kamu boleh pergi"Irsyad dengan cepat mengambil ponsel nya dan kunci mobil dengan sedikit berlari dia menuju parkiran, begitu sampai Irsyad langsung tancap gas dan menuju rumah sakit


"Mudah mudahan kamu masih menunggu ku"Ucap irsyad pelan.


"Pak Irsyad mau kemana?"tanya seorang suster


"Mau jemput istri saya sus, bukan kah hari ini jadwal istri saya pulang?"


"Benar pak,, tapi istri bapak sudah pulang dari tadi"


"Pulang dari tadi sus?"

__ADS_1


"Iya pak, Bu Kinar juga mengatakan, kalau suami nya lagi keluar kota jadi tidak bisa menjemput nya"


Kali ini ada yang terasa sakit di hati Irsyad, dia yakin rasa sakit yang di dera nya tidak sebanding dengan yang di rasa kan oleh Kinar, Irsyad kembali ke parkiran dan menuju rumah orang tua nya, tapi rumah milik orang tua nya begitu sunyi, Irsyad sedikit berlari menuju rumah papi nya


"Bi Sumi"panggil Irsyad dengan suara terengah engah


"Ada apa den?"


"Apa istri saya ada di sini bi?"


"Ada den"jawab bi Sumi dengan tersenyum, tanpa bertanya Irsyad langsung naik ke atas di buka pintu kamar nya begitu gelap, ia berjalan ke kamar ikhsan dan imam sama juga gelap, hari ini Irsyad senang berolahraga lari estafet


"Kok tidak ada bi"


"Siapa den?"


"Istri saya"


"Oh,, non Kinar to, ada den di kamar tamu den"


"Kenapa bi Sumi tidak mengatakan?"


"Kenapa den Irsyad tidak bertanya"tanpa permisi Irsyad meninggal kan Bi Sumi, dan tanpa mengetuk pintu dia masuk di kamar dimana Kinar sedang istirahat


"Kamu sudah pulang?"tanya Irsyad


"Kamu lihat?"jawab Kinar tanpa menatap irsyad


"Kenapa kau tidak menunggu ku?"


"Menunggu mu?"tanya Kinar dengan tersenyum dan meletakan ponsel nya di nakas"Harus kah aku menunggu mu yang sedang berkencan begitu?"Kinar tersenyum


"Maksud kamu apa?"


"Jangan pura pura bodoh, aku sudah mengetahui nya"


"Jangan menuduh ku"kata Irsyad


"Menuduh mu?"Kinar menghapus air mata nya"Aku bukan anak kecil yang bisa kamu bohongi, atau apa aku memang seperti anak kecil di depan mu sehingga mudah bagi kamu untuk membohongiku?"kinar mengusap wajah nya dengan kasar"cukup mas!!!!"bentak Kinar dengan menarik tangan nya dari wajah nya, Irsyad ingin memegang tangan Kinar dan mengucapkan kata maaf tapi ego nya mengalahkan rasa bersalah nya


"Aku mohon ceraikan aku mas, ceraikan aku"mohon Kinar sambil menangis"Tidak ada lagi yang bisa ku pertahan kan mas, tidak ada cinta mu, perhatian mu, sayang mu semua nya tidak ada untuk ku, jadi aku memohon pada mu mas talak aku mas,,, talak aku,,,,"kali ini Kinar menangis sesenggukan, rasa kecewa karena tidak di temani ketika di rumah sakit, rasa kecewa karena tidak di jemput dari rumah sakit semua nya membuat air mata nya tidak dapat di bendung lagi.

__ADS_1


__ADS_2