Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Rindu


__ADS_3

Sesaat ia melupakan perut nya yang besar, dada nya terasa sesak ketika ia mendengar kondisi mertua nya, kenapa ia bersikap seperti itu ketika Tatit meminta maaf pada nya, Kau tidak salah Kinar? Kau hanya merasa kecewa dengan semua perlakuan nya terhadap mu. Siapa pun orang nya pasti akan bersikap seperti mu.


Tanpa permisi ia langsung masuk ke dalam rumah mertua nya, dan jantung nya seperti ingin terlepas dari tempat nya ketika ia benar benar melihat kondisi Tatit, tetapi dimana Irsyad? Apa dia tidak tau kondisi ibu nya saat


ini? Atau ia memang tidak ingin tau? Kinar sedang mencari keberadaan suami nya, untuk apa kau mencari nya Kinar? Kau datang kemari bukan karena Irsyad tetapi mertua mu, bahkan kau sudah memiliki ikatan dengan mertua mu sebelum kau menikah dengan putra nya.


"Mami"panggil nya dengan memeluk tubuh Tatit"Mam maafkan aku, maafkan aku"ucap Kinar, kamar nya telah di sulap menjadi ruangan ICU.


"Pap, kenapa mami tidak di bawa saja ke rumah sakit, setidaknya di rumah sakit kita bisa tau tentang kondisi mami, pap"ucap nya dengan menangis


"Di rumah sakit dan di rumah sama saja Kin"


"Tapi di rumah sakit peralatan nya lebih lengkap pap"Arifin tersenyum sedih


"Setelah mami mu sadar, papi akan membawa nya jauh dari Jakarta"


"Maksud papi?"


"Papi akan ke kantor, tolong jaga mami kamu ya"Kinar hanya menganggukkan kepala

__ADS_1


Mungkin Kinar adalah salah satu orang yang paling baik di muka bumi ini, karena ia telah melupakan apa yang pernah terjadi antara ia dan Tatit. Karena ia telah berdamai dengan hati nya


"Mam"panggil Kinar dengan mode lembut"Mam tidak ingin melihat cucu mam lahir? Pasti cucu mam menginginkan nenek nya sadar mam"Kinar membawa tangan Tatit ke perut nya yang bundar"Mam tau, calon cucu mam sudah sangat lasak di perut ku mam, seperti nya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan nenek nya, mam. Sekarang buka lah mata mam, seandainya mam tau calon anak ku menyambut tangan mam dengan tendangan, mam, arti nya ia juga merindukan mam"Kinar menuntun tangan Tatit untuk mengusap usap perut nya"Mam bisa merasakan bukan, kalau ia bergerak mam"


"Mami"Panggil Irsyad yang tidak memperdulikan keberadaan istri nya, ia langsung berlutut dan mencium kedua kaki Tatit"Maafkan aku mi"Ucap Irsyad dengan menangis"Maafkan aku yang belum bisa menjadi anak yang bisa mami banggakan"ia masih menangis dengan tersedu sedu"Mi, bangun lah, aku janji setelah mami bangun aku akan melakukan apapun yang mami minta mi"ia mencium kedua kaki Tatit masih dalam keadaan menangis. Dada Kinar berdebar debar, apakah di sini ia sendiri yang merasakan perasaan ini?


"Mi"ia menundukkan kepala untuk menetralisir hati nya yang sedih dengan kondisi Tatit, dan bahagia karena ada wanita yang kini tengah mengandung benih nya"Mi, jangan pernah meninggalkan ku mi, aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan mami"selama ini Kinar tidak pernah melihat suami nya seperti ini, jangan kan menangis tersedu sedu, menitikkan air mata saja ia tidak pernah melihat nya"Aku ingin membuktikan pada mami kalau aku telah berubah mi, berubah menjadi apa yang mami ingin kan"ia memegang kedua kaki Tatit dan mencium nya"Bagaimana mami akan melihat ku berubah jika mami tidak bangun mi"Kinar juga ikut menangis melihat suami nya yang menangis tersedu sedu


Hari sudah sore, dan Irsyad dapat melihat wajah lelah istri nya, sedari ia datang ia belum menyapa istri nya


"Mandi lah, pasti kau sangat lelah sekali setelah menempuh perjalanan jauh"ucap Irsyad tanpa melihat ke arah Istri nya"Apa kabar mu?"


"Seperti yang kamu lihat mas"


"Baik, baik mas"jawab Kinar gugup, ia begitu terkejut melihat penampilan suami nya yang berantakan, jenggot nya yang di tumbuhi bulu di biar kan begitu saja memanjang, dan kumis nya juga sama, sudah sudah berapa bulan ia tidak merapikan rambut nya, ia juga membiarkan rambut nya tidak tertata dengan rapi. Bukan kah selama ini ia selalu menjaga penampilan nya? Lalu sekarang? Sungguh Kinar tidak percaya dengan perubahan pisik suami nya. Ternyata waktu satu bulan lebih telah merubah seorang Irsyad


"Istirahat lah, aku yang akan menjaga mami"


"Aku tidak lelah"

__ADS_1


"Raut wajah mu tidak dapat membohongi ku, Kinar"jawab Irsyad dengan mode lembut, sesaat Kinar seperti melayang di udara"Bersihkan diri mu setelah itu makan lah, anak ki,, maksud ku calon anak mu pasti membutuhkan nutrisi dan juga gizi"ia berdehem beberapa kali dengan mengendorkan ikatan dasi pada leher nya. Kinar begitu nurut apa yang di katakan suami nya, ia tidak berani memvalidasi kalau benih yang berada di rahim istri nya adalah darah daging nya


"Awh"Kinar meringis dengan memegang perut nya ketika ia ingin berdiri


"Apa ada yang sakit?"tanya nya dengan memegang bahu Kinar"Maaf"Irsyad buru buru menarik tangan nya, sungguh telah banyak yang berubah pada diri suami nya


"Mungkin aku terlalu banyak duduk"


"Mandi dan makan lah setelah itu istirahat"ia menatap wajah istri nya yang sedikit pucat, Kinar mengangguk kan kepala dan keluar dari kamar


"Bangun lah mi, apa mami tidak ingin melihat menantu kesayangan mami dan juga calon cucu mami berada di sini?"Ia merengkuh tangan Tatit dan mencium nya"


Tidak berapa lama Kinar masuk dengan memakai baju tidur model kancing depan dan bawahan celana panjang


"Mandilah mas, kamu pasti juga sangat lelah"ia tidak tau selama ini dimana suami nya berada


"Apakah kau sudah makan?"Kinar mengangguk kan kepala. Selama ini ia tidak pernah membayangkan akan bertemu kembali dengan suami nya dalam keadaan seperti ini


"Sekarang tidur lah"dada nya begitu berdebar debar ketiak ia melihat pesona istri nya begitu sempurna, selama ini ia tidak pernah melihat begitu dalam kalau istri nya sesungguh nya begitu cantik dan rupawan. Kinar membaringkan tubuh nya yang sebenar nya sangat lelah, tetapi ia merasa malu untuk mengatakan pada Irsyad jika ia di katakan terlalu lemah.

__ADS_1


Dengan pelan ia membaringkan tubuh nya di ranjang sebelah Tatit, Irsyad melihat istri nya berkali kali mengusap perut nya sambil menggigit bibir bawah, bukan niat hati nya ingin manja tetapi sepertinya bayi dalam kandungan nya dapat merasakan kalau ia sangat dekat dengan ayah nya. Ada tidak ya para pembaca merasakan seperti yang di rasakan Kinar?


Ia masih mencium tangan ibu nya, jika ia menggendong mami nya dari Jakarta ke Mekah itu tidak akan cukup menghapus dosa yang telah di lakukan nya. Kinar berusaha memiringkan tubuh nya tetapi kenapa kali ini terasa sulit, bukan kah selama ini jika ia merasa lelah bisa melakukan nya sendiri. Kenapa sekarang ia begitu manja, bahkan calon anak nya juga sama. ingin sekali Kinar mengatakan kalau ia dan calon bayi nya begitu merindukan mu Irsyad, tetapi ia berusaha menahan rasa itu meski pada akhirnya ia sendiri yang merasakan sakit di dada nya


__ADS_2