Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Bahagia atau sedih


__ADS_3

Sudah dua Minggu Nina tidak pernah memberi kabar pada Kinar, sebagai sahabat ia sangat merindukan nya karena mereka berdua selalu bersama, sungguh ia sangat merindukan sahabat nya yang selalu ada buat diri nya


"Aku harap kamu bahagia nin"


"Kamu kenapa sayang?"


"Ah tidak,,, aku hanya merindukan Nina mas"


"Mungkin Nina sedang sibuk"jawab Irsyad dengan mengecup pucuk kepala istri nya"Tidurlah sudah malam"


"Pasti Nina sedang sibuk mengurus pernikahan nya"Ucap Kinar pelan lalu berdiri dan menuju ranjang"Aku besok mau ke kafe mas"


"Iya besok aku akan mengantar kan mu"


"Tapi aku ingin menyetir sendiri mas"


"Jangan protes"


"Baiklah"


"Itu lebih baik"


Irsyad menatap lembut istri nya yang sudah memejamkan mata nya, di belai nya perut kinar yang bundar sambil tersenyum


"Kamu tau sayang,, ayah sudah tidak sabar menunggu kamu lahir"


"Bagaimana aku bisa tidur mas jika kamu bermain dengan calon anak mu terus"


"Apakah kau ingin kita bermain yang lain?"


"Tidak, tolong jangan malam ini mas aku benar benar lelah"


"Benarkah?"Irsyad tersenyum, dan malam ini mereka menghabiskan waktu bersama dalam menyatukan cinta mereka. Pagi pagi Kinar sudah rapi dengan rambut basah nya yang tergerai, ia menatap wajah dan leher nya melalui cermin yang berada di hadapan nya. Jika wajah nya tidak dapat di bohongi karena kelelahan sedang kan leher nya semua orang akan tau tanda apa itu sebenar nya.


"Jika nenek dan karyawan ku melihat tanda merah di leher ku, pasti mereka akan tersenyum mas dan lebih lebih nenek"


"Biar bawahan mu tau kalau suami mu ini super Hero"


"Ya super Hero membuat ku merasa malu mas"


"Kenapa harus malu"


"Sudah lah, mari kita sarapan?"


"Baiklah, perut ku juga sangat lapar setelah menghabiskan malam dengan mu"kinar hanya tersenyum dengan mengusap perut nya yang bergerak begitu aktif, tanpa memberitahu suami nya untuk berdiri dia sudah membantu nya untuk berdiri dari kursi meja rias


Nek Popon melihat mereka berdua ketika sudah duduk di meja makan, ia melirik ke arah rambut cucu perempuan nya yang sedikit basah namun tergerai, aroma sampho nya begitu wangi mampu menusuk hidung nya


"Kalian berdua sudah rapi, mau kemana?"


"Kinar akan ke kafe nek dan aku akan ke kantor"nek Popon melihat cucu perempuan nya yang begitu sangat cantik meski wajah nya hanya di poles sedikit dengan lipstik, pandangan nek Popon tidak lepas dari leher jenjang kinar, hal itu membuat kinar tidak nyaman, tangan nya mengusap leher nya berkali kali sampai menimbulkan warna merah


"Nenek sudah berulang kali mengatakan pada mu Irsyad"

__ADS_1


"Apa itu nek?"


"Kau lupa apa yang selalu nenek katakan?"wajah kinar mulai panas merasa malu karena pasti nenek nya melihat tanda merah di leher nya"Jangan pernah meninggalkan jejak"Irsyad hanya tersenyum tanpa merasa malu"wanita hamil itu memang terlihat sangat cantik namun bukan berarti kamu membuat leher istri mu menjadi gambar tato namun tidak memiliki bentuk, bagaimana mungkin istri mu ke kafe dalam keadaan seperti itu?"


"Aku sudah mengatakan berkali kali nek tapi mas Irsyad tidak mau mendengarkan ku"


"Kenapa harus malu nek"kata irsyad sehingga membuat kinar memukul tangan suami nya


"Sudah selesaikan sarapan kalian dan jangan lupa di minum susu mu, kinar"


"Iya nek"Jawab Kinar dan ia melihat ke arah nenek nya yang memasukan nasi ke dalam mulut nya


Begitu selesai sarapan mereka langsung berangkat dan nek Popon mengantar kan kedua cucu nya Sampai depan pintu


"Nenek tidak ada acara hari ini?"


"Oh iya, Nenek akan ke Bogor beberapa hari, jadi kalian berdua baik baik di rumah ya?"


"Dan nenek juga jaga kesehatan, dan berhati hati lah di jalan nek"nek Popon tersenyum sambil menganggukkan kepala nya, selama ini ia pergi kemana pun tidak ada yang perduli namun semenjak kinar tinggal bersama nya ia selalu mendapat perhatian"Nenek sudah tua kenapa nenek harus selalu pergi keluar kota?"


"Dengan cara seperti ini lah nenek bisa bertemu dengan teman teman nenek dulu, dan itu sebuah kebahagiaan tersendiri bagi nenek"sebelum pergi Kinar mencium pipi nenek nya"Kau harus menjaga kandungan mu, dan ingat jangan terlalu lelah, dan kamu Irsyad harus menjaga Istri mu dengan baik karena saat ini istri mu sedang mengandung anak mu, itu bukan kah hal yang mudah"


"Iya nek"jawab nya, setelah itu Irsyad menggandeng tangan istri nya dan membawa nya masuk ke dalam mobil


"Kau masih mengantuk?"tanya Irsyad dengan mengusap kepala istri nya, ketika mobil sudah meninggalkan rumah nek Popon


"Hm"jawab kinar dengan memejamkan mata nya


"Aku bosan di rumah terus mas"


"Tapi itu akan lebih baik"


"Ini juga gara gara kamu yang tidak membiarkan aku istirahat dengan tenang"


"Dan bagaimana mungkin aku bisa melewatkan malam begitu saja sementara di sampingku ada istri ku yang begitu menggoda"


"Malam nanti aku akan tidur di kamar nenek"


"Aku juga akan tidur di kamar nenek"benar benar suami robot nya akhir akhir ini dia tidak bisa membuat nya tidur dengan tenang, begitu sampai di kafe dugaan kinar benar semua karyawan nya menatap nya dengan tersenyum itu membuat kinar merasa malu namun tidak dengan irsyad


"Kamu lihat mas tatapan mereka semua?"


"Aku justru bangga"


"Hari ini urat malu ku benar benar telah putus karena ulah mu"Irsyad tidak merespon ia mengamati wajah istri nya yang terlihat semakin cantik karena merona merah


"Besok kau tidak perlu memberi warna pada wajah mu"


"Kenapa dengan wajah ku?"tanya kinar dengan memegang wajah nya


"Sudah merah"bisik Irsyad


"Pergilah"kata kinar dengan mendorong tubuh suami nya

__ADS_1


"Baiklah,, baiklah,, jika ada apa apa hubungi aku"


"Hm"sebelum Irsyad keluar dari ruangan kinar, dia mengecup pipi istri nya


"Baik baik ya"pesan Irsyad sebelum keluar dari ruangan istri nya dengan membelai perut kinar


Bahagia kah kinar saat ini?ketika seorang istri hamil sangat membutuh kan sosok seorang suami yang selalu ada di dekat nya?kinar berharap semoga Irsyad suami nya memang benar benar telah mencintai nya sehingga tiada celah untuk wanita lain yang akan masuk ke hati suami nya dan ingin merebut posisi nya. Dengan lembut kinar mengusap perut nya, di hati nya masih ada keraguan jika suami nya belum menerima diri nya dengan sepenuh hati, namun dari sikap dan perhatian yang di berikan Irsyad itu sudah membuktikan kalau Irsyad memang sudah benar benar sangat mencintai nya


Ponsel Kinar berdering ketika ia sedang sibuk menghitung penghasilan kafe bulan ini, ia tersenyum ternyata pendapatan untuk bulan ini melebihi perkiraan nya. Ia buru buru meraih ponsel nya namun sebelum ia mengangkat nya terlebih dahulu ia melihat panggilan masuk


"Nina"Kinar langsung menggeser tombol warna hijau ke atas


"Nina"sahabat yang beberapa Minggu ia rindukan


"Apa kabar Kinar?"


"Baik"


"Calon keponakan ku apakah dia juga baik baik?"


"Baik Tante"


"Ayah robot nya apakah dia menyakiti mu?"


"Tidak"


"Syukur lah aku sangat senang mendengar nya"Kinar tersenyum, setalah Nina menikah pasti ia akan sangat merindukan celoteh sahabat nya dan pasti mereka akan sangat jarang untuk bertemu, karena sudah sibuk dengan keluarga nya masing masing


"Apakah kau benar benar sibuk mengurus pernikahan mu?"


"Ternyata sungguh sangat melelahkan, dan aku juga baru merasakan nya. Apakah kamu dulu waktu menikah seperti ku juga Kin?"


"Tidak, justru aku tidak merasakan lelah sama sekali, karena yang mempersiapkan semua mama dan mami mertua ku. Kamu kan tau aku menikah karena di jodohkan jadi aku tidak perlu repot repot"Kinar tersenyum, bahkan ia lupa hal apa yang ia lakukan untuk hari pernikahan nya, tidak ada momen terindah yang dapat ia ingat.


"Kin"


"Hm"


"Aku benar benar takut Kin"


"Apa yang kamu takutkan?"


"Aku bukan wanita yang memiliki hobi apa lagi bisa memasak"


"Kenapa kamu harus takut? Kamu bisa melakukan nya sendiri dengan seiring berjalan nya waktu"


"Benar sekali kata mu Kin, Aku akan berusaha menjadi istri seperti wanita lain, mengurus suami, yang pasti semua nya Kin"


"Justru aku yang begitu berat melihat kamu menikah Nin"


"Kenapa? Kita akan sama memiliki status istri dari orang lain Kin"


"Aku tidak boleh terus bergantung pada mu, bukan kah sekarang sudah ada mas Irsyad di samping ku dan kamu juga punya kehidupan sendiri"Nina terdiam dengan menghapus air mata nya, persahabatan yang mereka bangun bukan semudah itu untuk di lepaskan nya

__ADS_1


__ADS_2