
Setelah makan Kinar membersihkan diri dan duduk di ruang tamu bersama nina
"kamu kenapa Kin?"
"tidak ada"jawab Kinar pelan,panggilan masuk dari Kinan adik nya
"kak"suara Kinan begitu Kinar mengangkat ponsel nya
"hmm"
"kak Kinar dimana?"
"aku di kontrakan Nina"
"mama sakit kak"
"katakan pada mama kalau aku baik baik saja dan besok aku akan pulang ke rumah"
"tapi kak,,,"
"katakan begitu pada mama Kinan"
"baik kak,,jaga diri kak Kinar ya"kinar langsung menutup ponsel nya dan menarik nafas yang terasa begitu berat
"ada apa Kin?"
"mama ku sakit nin"
"kamu akan pulang?"
"tidak,aku akan pulang besok"
"tenangkan diri mu"Kinar hanya diam dengan memandang ponsel nya
"tin,,,tin,,tin"suara mobil,Nina membuka mobil nya karena itu pasti mobil pacar nya
"hai sayang"suara laki laki yang Kinar dengar begitu sangat romantis sehingga membuat Kinar merasa iri,selama ini Irsyad jangan kan memanggil sayang menyebut nama nya saja terasa berat
"hai"sapa Nina
"makan di luar yuk sayang"
__ADS_1
"di luar?"
"iya sayang"Kinar merasa diri nya hanya menambah beban Nina,Kinar berdiri dan melihat siapa sebenar nya pacar Nina karena selama ini Nina menyembunyikan identitas pacar nya
"Kinar"
"ha"Kinar terkejut karena pacar sahabat nya adalah sahabat suami nya yang bernama Tomi
"kamu di sini?"
"kamu mengenal nya yang?"
"Kinar ini istri sahabat ku Irsyad"
"ha"Nina pun ikut terkejut
"kenapa kamu terkejut sayang?"
"tidak,,,jangan mengatakan apa pun pada irsyad ya kalau kinar berada di sini?"
"kalian bertengkar?"Kinar hanya diam"atau karena Susan?"
"kamu juga mengenal susan sayang?"
"kamu kok ngomong nya begitu sih yang?"
"maaf,,,maaf bukan maksud ku menyinggung kamu Kinar tapi itu fakta nya"
"ya aku tau itu,aku juga merasa menjadi seperti duri dalam hubungan mas Irsyad dan susan"suara Kinar begitu lirih
"kamu jangan bicara seperti itu Kin"kata Nina dengan mengusap punggung kinar
"tapi itu memang benar nin,maka nya sekeras apa pun aku berusaha agar mas Irsyad mencintai ku semua nya akan sia sia karena di hati nya hanya ada Susan"
"kamu sih yang"kata Nina pada Tomi
"maaf aku tidak sengaja yang"kata Tomi merasa bersalah
"Tomi tidak bersalah nin jadi jangan pernah menyalahkan nya,aku saja yang begitu bodoh menerima perjodohan ini begitu saja,aku pikir mas Irsyad bisa mencintai ku dengan seiring nya waktu ternyata aku salah nin"kinar menghapus air mata nya,melihat hal itu Tomy semakin merasa bersalah
"maafkan aku Kin"
__ADS_1
"tidak ada yang perlu di maafkan tom,lagian aku saja yang terlalu berambisi kalau mas Irsyad bisa mencintai ku setelah menikah"
"kita jalan jalan yuk"ajak nina memotong pembicaraan Kinar dan Tomi,karena Nina tau bagaimana suasana hati kinar saat ini"yuk Kin"ajak nina dengan menarik tangan Kinar
"aku lagi tidak mood dan aku juga begitu lelah,kalau ingin jalan kalian saja berdua"
"lalu bagaimana dengan kamu kin?"
"aku sudah besar nin dan aku bisa jaga diri,aku tidak ingin mengganggu kalian karena aku sudah banyak merepotkan diri mu"
"jangan mengatakan hal itu kin"
"tapi memang benar kan nin?"
"tapi aku tidak merasa kalau kamu merepotkan ku dan menjadi beban ku"
"jangan menghibur ku"
"aku serius Kin"
"pergilah selagi belum larut"
"baiklah aku akan siap siap,tunggu ya yang"nina berjalan mengikuti Nina ke kamar
"kamu istirahat saja ya,,,aku hanya sebentar"
"jangan begitu nin,kasihan Tomi dia merasa di abaikan karena diri ku"Nina berhenti memoles pipi nya dan menatap Kinar
"kamu kenapa sih Kin,,,please deh jangan menyalahkan diri sendiri terus"suara Nina sedikit marah,salah kah Kinar jika dia merasa kalau diri nya selalu merepotkan Nina,bahkan pacar Nina pun merasa tersaingi dengan keberadaan kinar
"bukan begitu maksud aku nin"kata Kinar pelan
"sudah berhenti menyalahkan diri sendiri"Kinar hanya menganggukkan kepala"aku pergi dulu ya kamu istirahat saja dan jangan memikirkan apa pun"Kinar hanya diam melihat nina berjalan keluar bersama Tomi,begitu mendengar suara mobil sudah mulai menjauh Kinar keluar dan mengambil kunci mobil,selama menikah dia tidak pernah menikmati kota jakarta pada malam hari karena dia begitu sibuk menjadi seorang istri tapi sayang suami nya tidak pernah menghargai nya sedikit pun atas cinta dan pengorbanan nya
Ternyata kota jakarta begitu indah pada malam hari,Kinar memarkirkan mobil nya di sebuah taman dia melihat dengan senyum iri ketika semua pasangan sedang bergandengan tangan sambil tersenyum,hati kinar sungguh merasa tambah iri,di sandarkan kepala nya di jok kursi mobil dan tersenyum sendiri,habis sudah kata kata nya untuk irsyad suami yang tidak pernah mencintai nya apa lagi menerima keberadaan nya,di belai perut nya yang bergerak
"maafkan ibu nak,kita akan pulang ke rumah Oma karena inilah yang terbaik buat kita nak"Kinar menangis"ayah mu tidak bisa bahkan tidak akan pernah bisa menerima ibu mu ini nak,tapi percayalah ibu sangat menyayangi mu lebih dari apapun,apa lagi yang lagi baca nak semua menyayangi mu"di belai perut nya"ternyata ibu salah telah menerima ayah mu nak,maafkan ibu nak bukan ibu menyesali nya tapi ibu begitu bodoh nak yang masih saja mempercayai ayah mu,sehat sehat di perut ibu ya nak karena kamu lah pelipur hati ibu,pengobat luka hati ibu karena ulah ayah mu"nafas kinar begitu berat
Dengan pelan Kinar melajukan mobil nya meninggalkan taman,kini yang di tuju nya sebuah danau,tempat itu begitu terang dan pengunjung tidak begitu ramai,setidak nya dengan pemandangan ini bisa melupakan perasaan nya yang sedang tidak menentu
"apakah kamu melihat nya nak,andai saja ayah mu bisa mencintai ibu sedikit saja pasti ibu akan sangat bahagia seperti mereka,begitu berharap ibu nak,,tapi semua nya tidak akan pernah terjadi karena kamu tau kan ayah mu tidak mencintai ibu?"lagi lagi Kinar bicara pada diri nya sendiri,Kinar meninggalkan danau sekarang dia melajukan mobil nya menuju KRL kereta api listrik
__ADS_1
"ibu dulu selalu bermimpi nak bisa menghabis kan waktu bersama ayah mu dengan naik KRL ini sambil tertawa dan bergandengan tangan tapi semua itu hanya ada dalam mimpi ibu nak"begitu besarkah cinta Kinar pada Irsyad sehingga dia mengharap sesuatu yang tidak mungkin.