
Pagi ini Kinar begitu terkejut ketika merasakan tendangan kecil di perut nya, ia langsung bangun dan terduduk, senyuman menghiasi bibir nya, dengan lembut di belai perut nya, ini untuk Permana kali bayi dalam perut nya menendang
"Eh kamu bergerak sayang?"tanya Kinar"Ibu senang dengan tendangan mu nak, Ibu jadi terharu ternyata kamu baik baik saja"Irsyad turun dengan cepat dengan merapikan kaos oblong nya, karena sampai sekarang Irsyad belum mengetahui tentang kehamilan nya, pada hal kalau Irsyad memperhatikan sedikit saja dia akan ngeh kalau istri nya sedang hamil, karena perut nya sudah mulai membuncit tapi sayang Irsyad sedikit pun tidak perduli dengan keadaan Kinar
Kinar langsung memasak air, untuk membuatkan kopi dan roti bakar isi telur dan sosis, begitu selesai Kinar merapikan pantry nya lalu menuju kamar mandi, Irsyad sedikit pun tidak melihat nya apalagi menyapa nya, jangan berharap lebih Kinar sedikit pun Irsyad tidak memiliki rasa pada mu? Irsyad hanya mencintai Susan jadi jangan menghayal terlalu tinggi.
Tanpa pamit Kinar pergi ke kantor, karena Kinar akan minum susu di pantry kantor mungkin itu akan lebih baik, begitu sampai ia langsung ke pantry dan membuat susu lalu di bawa nya ke ruangan nya, kantor masih sunyi ia sudah sibuk mengerjakan laporan laporan yang begitu menumpuk, sesekali di teguk susu nya sambil mata nya menatap monitor komputer yang berada di depan nya.
Tiba tiba Kinar merasakan perut nya keram, di usap perut nya sambil nyengir
"Kamu kenapa sayang?"tanya Kinar dengan memegang bawah perut nya"Kamu lapar?"tapi rasa sakit ini semakin menyiksa diri nya, bahkan keringat dingin membasahi wajah nya, ia bangkit dan jalan mondar mandir dengan memegang bawah perut nya
"Kamu jangan menyiksa ibu nak"kata Kinar pelan"Kenapa sakit nya semakin parah apa aku mengalami kontraksi, tidak kandungan ku baru berusia 18 Minggu, jangan membuat ibu khawatir nak"Kinar mengusap perut nya yang bundar meskipun belum besar, tanpa mengetuk pintu Nina masuk tanpa menutup pintu, Nina terkejut melihat Kinar yang sedang mondar mandir dengan memegang bawah perut nya dan juga pinggang nya
"Kamu kenapa Kin?"tanya Nina dengan menatap wajah Kinar yang penuh dengan keringat.
"Perut ku keram Nin, apa ini nama nya kontraksi ya Nin, aku takut Nin"kata Kinar sambil menangis, Nina memeluk tubuhnya"Usia kehamilan ku baru 18 Minggu Nin"kata Kinar sambil menghapus air mata nya, tampa mereka sadari Irsyad sedang memperhatikan mereka berdua. Dan begitu terkejut nya Irsyad ketika mendengar kalau Kinar sedang mengandung 18 Minggu, itu arti nya anak yang ada di dalam rahim Kinar anak ku, batin irsyad
"Tenang mungkin itu hanya keram biasa"kata Nina, Kinar meletakkan kedua tangan nya di atas meja kerja lalu di tumpukan kepala di tangan nya,
"Sakit kali Nin"ucap Kinar lirih, dengan lembut Nina memijit bokong Kinar untuk mengurangi rasa sakit
"Apa kamu sudah memberitahu suami robot mu, kalau kamu sedang mengandung anak nya?"Kinar menggelengkan kepala
"Kenapa? Apa kamu ingin dia menganggap anak yang kamu kandung hasil selingkuhan kamu"
"Aku tidak perduli dia menganggap ku apa?"
"Kamu tidak ingin meluruskan nya?"
"percuma Nin, karena dia menganggap ku tak pernah ada lalu untuk apa aku memberitahu nya?
"Ini anak nya Kin, darah daging nya"
"Aku tidak ingin ketika aku memberitahukan, kalau aku sedang mengandung anak nya, pasti dia akan menjawab, aku tidak pernah menyuruh mu hamil, itu sangat Menyakitkan Nin"kata Kinar dengan berdiri melihat wajah Nina
__ADS_1
"Itu hanya pemikiran mu Kin"
"Tidak, sebelum dia menjawab pertanyaan ku terlebih dahulu, aku tau isi dalam pikiran nya"
"Kamu begitu hebat Kin sudah mengenal suami mu begitu dalam"
"Aku hidup bersama nya sudah tujuh bulan nin"
"Dan dalam waktu tujuh bulan kamu sudah mengenal nya begitu dalam?"Kinar diam dengan membelai perut nya
"Apa suami kamu tidak pernah melihat perubahan dalam diri kamu Kin?"
"Dia selalu sibuk dengan dunia nya Nin"sesekali Kinar nyengir
"Aoa masih keram?"
"Sudah mulai berkurang"
"Sampai kapan kamu akan menyembunyikan kehamilan mu?"Irsyad ingin melangkah masuk, tapi niat nya di urungkan, dia ingin tau bagaimana perasaan Kinar sebenar nya pada diri nya.
"Kamu ingin berpisah dari nya?"
"Mungkin Nin"
"Kenapa?"
"Aku sudah mengatakan nya pada mu, kalau dia tidak pernah mencintai ku Nin"
"Kenapa kamu tidak berusaha memperjuangkan nya?"
"Untuk apa Nin?"Kinar menatap wajah Nina begitu nanar
"Barangkali saja, ketika dia tau kamu hamil hati nya akan berubah menjadi lunak"
"Aku tidak berharap Nin, karena pada akhir nya aku akan bertambah terluka"Irsyad masih mendengarkan pembicaraan Nina dan istri nya
__ADS_1
"Bagaimana mungkin kinar tidak memberitahukan kepada ku tentang hal sebesar ini?"gumam Irsyad"Apa maksud nya ingin pisah dari ku, sementara dia sedang mengandung anak ku, aku tidak akan membiarkan nya"
"Sepulang kantor aku akan ke klinik Nin"
"Untuk apa?"
"Aku hanya ingin minta surat rekomendasi untuk pindah dokter"
"Itu pemikiran yang bagus Kin, klinik itu terlalu jauh, jika kamu akan melahirkan, bayi mu akan lahir di jalan karena jarak tempuh nya"kata Nina"Ya kalau ayah nya bayi mu mau mengantar kan mu, kalau tidak sungguh Kin, aku tidak bisa membayangkan nya"
"Jangan membayangkan nya kalau kamu tidak mampu"
"Lalu kamu akan pergi dengan siapa?"
"Aku bisa pergi sendiri"
"Tidak, aku tidak mengizinkan nya kin"Kata Nina"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan mu bagaimana?"
"Jangan terlalu mengkhawatirkan ku Nin"
"Ah kinar,, aku sahabat kamu, kalau tiba tiba perut kamu keram bagaimana?"Kinar terdiam, Irsyad kembali ke ruangan nya dengan wajah penuh amarah meski ia terlihat senang .
"Makan yuk Kin"ajak Nina
"Aku di sini aja Nin"
"Kamu mau pesan apa?"
"apa yang kamu bawa akan aku makan"
"Eh ini bukan selera anak nya robot?"
"Ini selera istri nya robot"Nina tertawa dan meninggalkan Kinar,buntuk menghilangkan lelah Kinar tidur di sofa ruangan nya dengan meluruskan kaki nya, rasa nya sungguh nikmat, tangan nya satu diletakan di keningnya dan satu nya membelai perut nya
"Kamu jangan nakal ya nak, cukup ayah mu saja yang menyusahkan hidup ibu"pintu ruangan nya terbuka dan suara kaki melangkah
__ADS_1
"Kamu sudah datang Nin, cepat sekali?"tanya Kinar tanpa melihat nya, karena dia masih sibuk membelai perut nya, namun tidak ada suara, Kinar melihat ke arah kaki yang masuk keruangan nya, dan betapa terkejut nya Kinar ternyata yang masuk ke dalam ruangan nya adalah Irsyad.