Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Bertemu klien


__ADS_3

Nina masih menatap Kinar dengan begitu nanar,dia ingin tau apa yang sebenar nya terjadi dengan sahabat nya


"Hari ini aku ada jadwal bertemu dengan klien nin"


"apa aku perlu menemani mu?"


"ah,,tidak nin,,,aku bisa sendiri"


"sebenar nya kamu ada apa Kin?"


"tidak ada apa apa nin"


"lalu kenapa kamu menghindar dari ku?"Kinar mendekati Nina dan menyentuh lutut nya


"aku tidak menghindar nin,,tidak"


"tapi kamu memang seperti menghindar Kin"kata Nina"aku sahabat mu kin,jika ada yang mengganjal di hati mu katakan pada ku,atau kamu memang sudah tidak ingin berteman dengan ku"kata Nina dengan berdiri


"tunggu nin"Kinar menarik tangan nya"duduklah,,,,"kata Kinar pelan dan Nina pun menurut"kamu adalah sahabat ku satu satu nya nin kamu tau itukan?"Nina hanya diam tanpa bereaksi"aku tidak mau kalau aku akan menjadi beban mu"


"karena aku tau kalau aku sahabat kamu satu satu nya maka aku selalu ada buat kamu Kin"


"sampai kapan aku akan menjadi beban mu nin?"


"sampai kamu tidak membutuhkan ku lagi"kali ini nina kelihatan marah


"bukan maksud ku untuk membuat mu marah nin tapi aku sudah terlalu banyak merepotkan mu"


"aku tidak merasa kalau kamu merepotkan ku"Kinar hanya diam dan menangis


"kamu kenapa Kin?"tanya Nina dengan mengusap punggung kinar"apa kata kata ku menyinggung mu?"Kinar menggelengkan kepala


"aku telah salah mengambil keputusan nin"


"keputusan apa?"


"untuk tinggal dengan suami ku"

__ADS_1


"tinggal bersama suami itu bukan keputusan yang salah Kin tapi suami yang bagaimana?"kata Nina"jika kamu memutuskan kembali dengan suami yang memiliki sifat tidak baik dan hanya menyakiti mu itu tidak benar karena itu keputusan yang salah"


"aku harus bagaimana nin?"


"apa yang harus aku katakan kin,,,karena aku sendiri juga tau suami kamu itu tidak pernah mencintai mu,dia lelaki egois,,maafkan aku Kin tapi aku memang tidak suka dengan suami mu"Kinar menghapus air mata nya


"terima kasih nin,Oya hari ini aku ada jadwal bertemu klien pukul 04.00 sore"


"aku akan menemani mu"Kinar menganggukkan kepala


"ini makanlah karena aku yakin kamu pasti belum makan"


Sebenar nya rasa lapar Kinar hilang ketika melihat Susan datang menemui suami nya tapi dia harus makan demi anak yang ada di dalam rahim nya,Nina begitu iba melihat sahabat nya. Kinar yang baik,Kinar yang penurut yang tidak pernah membantah siapa pun,Kinar yang pintar dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi selalu dapat prestasi yang baik dan Kinar yang cantik memiliki wajah yang begitu sempurna tapi tidak sesempurna pernikahan nya,sungguh bodoh nya Irsyad yang telah mensiasiakan istri sebaik kinar kamu akan menyesal Irsyad demi imitasi kamu melepaskan berlian.


"sudah jam tiga lewat kita berangkat sekarang yuk nin takut nya jalanan macet"


"siap nona muda"jawab Nina dengan membungkukkan badan nya membuat Kinar tersenyum. Nina dan Kinar menuju parkiran dan langsung menuju mobil


"muka kamu kusam banget Kin poles sedikit biar tidak kelihatan pucat"Kinar hanya menurut apa kata Nina"kamu jangan terlalu stres tidak baik buat calon anak kamu"Nina membelai perut sahabat nya


"ketika kamu kembali kerumah orang tua mu itu adalah keputusan yang tepat lalu kenapa kamu kembali lagi dengan suami robot mu itu?"


"aku punya alasan tersendiri nin"


"apa?"Nina melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang


"aku tidak tega dengan mama dan papa ku nin"


"kenapa dengan kedua orang tua mu?"


"Kinan juga akan berpisah dengan suami nya lalu aku,,,,kamu pasti tau dengan perasaan mama ku,,,aku tidak tega nin melihat nya,,hanya aku dan Kinan anak mama dan papa ku,bagaimana mungkin kami berdua aku dan Kinan akan menjadi janda dan tinggal di rumah orang tua ku"Kinar berusaha menghapus air mata nya"mama ku menyesal dan meminta maaf padaku karena telah menjodohkan ku dengan mas Irsyad nin,aku harus bagaimana nin,,bagaimana,,,aku juga sudah mengatakan kalau aku tidak bahagia hidup bersama nya dan ingin berpisah namun ketika aku mengalami kecelakaan dan ketika berada di rumah sakit aku mengambil keputusan untuk kembali dengan mas Irsyad meski mama ku melarang dan sekarang haruskah aku kembali lagi ke rumah orang tua ku nin dan mengatakan aku ingin berpisah?"Kinar tidak mampu membendung air mata nya kali ini Kinar menangis sesenggukan


"jika itu yang terbaik buat kamu dan calon bayi mu tidak apa apa Kin"


"aku takut nin,,takut"


"kamu tidak perlu takut dia itu mama mu pasti dia mendukung setiap keputusan mu apa lagi ini masalah hidup mu"

__ADS_1


"jika aku tinggal bersama mu bagaimana nin?"


"bukan aku tidak menerima mu kin,kamu masih istri orang aku tidak mau suami mu menganggap ku sebagai propokator retak nya hubungan mu"


"semua nya sudah terjadi"


mobil parkir sebuah kafe sederhana namun kelihatan elegan,mereka berdua masuk ke dalam tetapi masih begitu sunyi dan Kinar melihat Irsyad dan Susan sedang menikmati kebersamaan nya


"kamu tidak perlu melihat mereka kin"kata nina dengan menarik tangan kinar"suami seperti itukah yang kamu cintai Kinar"


"tapi dia ayah dari bayi ku"


"ayah biologis"kata Nina begitu geram"kenapa dia tau kalau kamu ada pertemuan di sini?"


"aku tidak tau nin semua nya Ica yang menghandle tempat pertemuan ini"


"dan kamu percaya begitu saja Kinar?"


"mungkin ini hanya kebetulan saja nin"


"tidak mungkin semua nya serba kebetulan,apa kamu pikir ini sinetron"Kinar diam dengan mengusap perut nya"jangan terlalu polos Kinar"kata Kinar"kamu itu pintar jadi jangan mudah di bodohi,maaf tapi kamu harus tau itu"


tanpa sepengetahuan Kinar dan Nina,Kinan mendatangi meja dimana Irsyad dan Susan sedang duduk santai sambil berpegangan tangan dengan cepat Kinan mengambil jus dan menumpahkan di muka Susan


"apa apaan kamu!!!!bentak Susan membuat Kinar dan Nina mendekati Kinan


"kamu yang apa apaan!!!bentak Kinan"sudah tidak laku kah kamu sampai menjadi pelakor?"


"jaga sikap kamu Kinan!!!"bentak Irsyad


"kamu yang jaga sikap kamu"Kinar ingin menarik tangan Kinan tapi dengan cepat Nina menarik tangan Kinar dengan menggeleng kan kepala"begini sikap seorang suami terhadap istri?"


"jangan mengajariku"


"aku sedang tidak mengajari mu tapi memberitahu mu,dan kamu perempuan murahan dimana hati nurani mu sebagai wanita"


"aku?"Susan menunjuk diri nya"kamu bilang aku wanita murahan?"tanya susan dengan wajah memerah menahan amarah

__ADS_1


__ADS_2