
Satu minggu telah berlalu, dan setelah Tommy berangkat ke kantor Nina mengambil ponsel nya
"Kau berbohong pada ku?"tanya Nina pada Kinar dan itu membuat nya terheran dengan melihat ke arah ponsel nya, benar yang menelpon nya saat ini sahabat nya, tetapi mengapa sahabat nya mengatakan diri nya berbohong? Apa yang sudah ia lakukan sampai Nina berkata seperti itu? Batin Kinar
"Apa yang terjadi? Kenapa kau marah pada ku? Bahkan kau tidak bertanya terlebih dahulu tentang kabar ku?"
"Ah itu tidak penting"Kinar begitu terkejut mendengar jawaban sahabat nya, apakah itu arti nya persahabatan mereka telah berakhir. Mood Kinar tiba tiba hilang, ia menarik nafas nya. Seharusnya ia tau jika seseorang telah menikah pasti akan berubah.
"Katakan lah ada apa?"tanya Kinar mengusap kening nya yang tiba tiba berkeringat
"Kenapa kau tidak menjelaskan pada ku kalau malam pertama itu tidak seindah yang ku bayangkan?"tanya Nina tanpa menggunakan titik koma
"Memang aku ada mengatakan pada mu kalau malam pertama itu terasa indah? Tidak kan? Aku hanya mengatakan pada mu jika kau menikah nanti kau akan tau bagaimana rasa nya malam pertama itu!"ucap Kinar sedikit marah"Untuk apa kau marah pada ku kalau nyata nya malam pertama mu sudah terjadi? Bahkan kau sudah mengulangi nya beberapa kali"
"Sok tau kau"Kinar terdiam"Tadi nya aku penasaran tapi sekarang aku jadi malas melakukan nya"
"Itu terserah pada mu, Tommy adalah suami mu, dia berhak atas diri mu sepenuh nya"
"Jika dia meminta hak nya, aku akan menolak. Rasa nya begitu sakit sampai terasa di ubun ubun"
"Kau ingin suami mu melampiaskan semua nya di luaran sana?"
"Kau pikir mas Tommy seperti suami robot mu? Suami kita berbeda Kinar, dari sisi mana pun di lihat tetap beda"Apa yang di katakan Kinar tentang suami nya memang benar ada nya, lalu kenapa ia merasa tidak terima
"Mudah mudahan suami mu memang berbeda dari mas Irsyad, Nin"ada rasa sakit di hati Kinar ketika Nina membedakan suami nya dengan Irsyad, ia tidak menyangka jika Nina akan berubah sederatis itu"Semoga Suami mu pria baik dan tidak akan membuat mu sakit seperti mas Irsyad yang selalu menyakiti ku"Kinar langsung mematikan ponsel nya, ah air mata nya mengalir begitu saja.
"Ada apa sayang?"tanya Irsyad dengan mengusap kedua bahu nya, karena mereka sedang sarapan"Kenapa kau menangis?"Kinar menatap suami nya dalam dalam
"Apakah semua orang akan berubah setelah menikah mas?"
"Aku rasa tidak"Irsyad menatap istri nya yang masih menangis"Siapa yang membuat mu menangis begini?"
"Aku tidak menyangka Nina akan berubah dan tega mengatakan begitu pada ku, mas"
"Kau sakit hati pada nya? Kau tidak perlu sakit hati pada nya, ya mungkin dia belum biasa dengan pernikahan nya"irsyad membantu istri nya untuk berdiri, sekarang mereka saling berhadapan
"Tapi bukan itu masalah nya mas"
"Lalu apa?"Kinar ragu untuk menceritakan pada suami nya
"Kau ragu mengatakan nya pada ku?"
"Yang pasti aku sakit hati ketika dia membedakan kau dengan Tommy, mas. Dia juga mengatakan kalau kau dan suami nya berbeda, dia memburukkan mu di hadapan ku, aku marah, aku sakit hati mas pada nya!!"hari ini Irsyad baru mengetahui istrinya yang marah hanya gara gara tidak rela diri nya di bandingkan dengan tommy, Irsyad merasa terharu
"Kenapa kau harus marah, sakit hati, dan tidak terima? Bukan kah yang di katakan Nina benar ada nya?"
"Tapi aku tidak rela mas"Irsyad membawa tubuh istri nya ke dalam pelukan nya
__ADS_1
"Doa kan saja yang terbaik untuk Nina"bisik Irsyad dengan lembut"Doakan juga suami mu ini tidak akan pernah menyakiti mu kembali"
"Jadi kau ada niat untuk membuat ku sakit hati kembali mas?"
"Ha, tidak sayang, tidak. Aku akan memperbaiki semua nya dan aku akan mulai dari nol sayang"ucap irsyad dengan mengecup lembut kening istri nya. Kinar menatap suami nya dengan tersenyum.
"Aku mencium aroma masakan begitu harum, apakah nenek sudah kembali?"
"Aku juga mencium nya mas"
"Kalau begitu kita lihat siapa yang sedang masak di dapur?"Irsyad memeluk bahu istri nya dan membawa nya keluar, dugaan nya benar kalau yang memasak di dapur bi Narsih
"Lho bi Narsih sudah pulang?"
"Sudah mas"
"Lalu dimana nenek?"
"Ibu sudah pergi"
"Secepat itu?"tanya Kinar dengan menatap suami nya yang tersenyum
"Iya mbak, hari ini ibu mau ketemu dengan teman teman nya"
"Ha"Irsyad dan Kinar semakin terkejut
"Nenek mu seperti anak SMA mas"
"Kita sarapan bareng yuk bi?"ajak Kinar
"Saya sarapan di belakang saja mbak"
"Bareng kita saja bi"ajak Kinar kembali dengan duduk di bangku meja makan
"Terima kasih mbak, saya di belakang saja. Oh ya mbak jangan lupa di minum susu nya mbak"
"Terima kasih bi"Narsih menganggukkan kepala lalu pergi meninggalkan Kinar dan suami nya
"Nenek seperti anak ABG sekarang ya mas, sering reunian. Aku saja tidak pernah reunian mas"
"Kau ingin reunian dengan teman teman mu?"
"Sebenar nya kepingin mas, tapi dengan kondisi ku seperti ini tidak mungkin mas"
"Kenapa tidak mungkin?"
"Beneran kau mengizinkan ku?"
__ADS_1
"Kenapa tidak"
"Jika Aku reunian ada mantan ku waktu SMA apakah kau masih mengizinkan ku?"tanya Kinar dengan melihat ke arah suami nya, spontan Irsyad langsung meletakkan sendok nya dan menatap ke arah istri nya
"Kalau ada mantan mu di sana, aku tidak mengizinkan nya"Kinar tersenyum
"Kau merasa cemburu?"
"Sudah jelas aku merasa cemburu dong sayang"
"Dia kan hanya mantan ku, lagian dia tidak akan mungkin mau dengan ku setelah melihat kondisi ku yang sudah tidak seksi lagi mas"
"Siapa bilang kau tidak seksi? Sekarang justru kau itu begitu seksi sayang"
"Itu kan menurut mu, mas. Karena pada dasar nya aku ini istri mu dan bentuk tubuh ku seperti ini juga karena ulah mu sudah pasti lah kau berkata demikian"
"Aku bicara jujur, kalau kau itu memang kelihatan seksi"
"Selesai kan sarapan mu jika tidak kita akan terjebak macet"
"Baik nyonya, hamba siap melaksanakan tugas"Jawab Irsyad dengan menundukkan kepala nya
"Ada ada saja tingkah mu, mas"wajah Kinar semakin cantik dengan senyum menghiasi bibir nya.
"Istirahat lah di rumah dan jangan melakukan apapun, dan jika butuh sesuatu minta bantuan bi Narsih"ucap Irsyad dengan mencium kening istri nya
"Bi Narsih di sini itu untuk membantu Nenek, mas"
"Jika bi Narsih keberatan aku akan menambah gaji nya, asal bibi mau membantu mu"Jawab Irsyad dengan mengambil dompet dari saku lalu mengeluarkan kartu dan menyerahkan pada istri nya
"Apa ini mas?"tanya Kinar dengan melihat kartu yang di berikan suami nya pada nya
"Gunakan uang yang ada di sini untuk kebutuhan mu, anggap saja ini nafkah dari suami yang telah menelantarkan mu selama ini"Kinar menatap suami nya"dan pin nya tanggal lahir mu"Kinar merasa terharu dengan melihat suami nya"Selama kita menikah aku tidak pernah memberi mu nafkah jadi anggap saja kartu ini nafkah ku pada mu selama ini, dan isi nya aku rapel dari kita menikah sampai sekarang. Bahkan di sini juga ada uang kontrol dan perobatan mu dan calon anak kita"Irsyad mengusap lembut perut istri nya"Jika kau merasa kurang dengan uang ini, kau bisa memberitahu ku"
"Mas"panggil Kinar dengan mode manja lalu memeluk tubuh suami nya"Tanpa kau memberikan ku uang nafkah sebagai suami, aku mampu menafkahi diri ku dan calon anak kita"
"Jangan menolak nya"Irsyad mencium pucuk kepala istri nya, Narsih yang melihat nya tersenyum bahagia"Kalau begitu aku berangkat dulu, dan ingat pesan ku"
"Iya mas, iya"Kinar melepaskan pelukan nya
"Aku berangkat dulu, kau tidak perlu mengantarkan ku ke depan karena wajah mu begitu lelah"mendengar perlakuan dan ucapan suami nya, hati Kinar merasa meleleh seperti es kena air panas"Istirahat lah"Kinar mencium tangan suami nya setelah itu Irsyad meninggalkan istri nya yang masih berdiri dengan melihat suami nya keluar dari rumah.
"Semoga kita akan bahagia selama nya mas"
"Amin"jawab Bi Narsih yang sudah berdiri di belakang Kinar untuk membersihkan meja makan.
"Bi Narsih"
__ADS_1
"Istirahat lah, saya tidak mau mas Irsyad akan marah pada saya jika terjadi sesuatu dengan mbak Kinar"
"Iya Bi, saya mau istirahat di ruang TV saja mbak"ucap Kinar dengan meninggalkan Narsih