Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Wajah Bahagia


__ADS_3

Mata nya begitu merah dan urat di kening nya kelihatan menonjol itu menandakan jika Arifin tengah menahan amarah.


"Apa mama pernah berpikir ketika memberikan izin pria brengsek itu membawa putri kita!?"tanya Arifin dengan tangan sebelah kiri berada di pinggang dan tangan kanan nya memegang kening nya


"Pa, kenapa papa tidak memberikan kesempatan kepada Irsyad untuk hidup bersama putri kita"


"Setelah apa yang ia lakukan pada putri kita!?"Tanya Arifin dengan senyum mengejek


"Pa"


"Sekali papa bilang tidak maka tidak ma!"volume suara nya naik tiga not


"Kenapa papa begitu egois, mama sudah pernah mengatakan pada papa kalau semua ini bukan kesalahan Kinar, pa!"Astrea berdiri tengah menahan amarah"Semua ini kesalahan kita, andai saja dulu kita tidak menjodohkan Kinar dengan keponakan papa pasti hidup Kinar tidak akan serumit ini, mungkin ia akan hidup bahagia dengan pria pilihan nya"Arifin menatap ke arah istri nya"Apa papa tega melihat Kinar menjadi janda dalam keadaan hamil pa?"air mata Astrea mulai mengalir membasahi pipi nya yang putih tanpa ada bekas luka sedikit pun"Mama tidak akan sanggup pa, dari kecil kita telah meninggalkan nya bersama ibu mu bahkan kita jarang melihat nya hingga ia tumbuh menjadi dewasa pa"


"Papa akan membawa paksa Kinar pulang"


"Mama mohon pa, biarkan ia hidup bersama Irsyad, pa. Jika suatu saat ia berpisah maka kita akan membawa nya pergi dan Irsyad tidak akan bisa menemui nya"mohon Astrea"Biarkan saat ini Kinar memberi kesempatan satu kali lagi pada suami nya"


"Jika suatu saat Kinar berpisah dengan suami nya pasti hati nya akan terluka, apakah mama paham hal itu!!"Astrea terdiam"Jika Kinar terluka kembali siapa yang akan bertanggung jawab?"


"Jika Kinar bahagia? Apa papa tega memisahkan Kinar dan suami nya secara paksa? Dimana hati nurani papa"


"Jangan pernah membicarakan tentang hati nurani, justru papa memisahkan Kinar sekarang agar ia tidak terluka"

__ADS_1


"Itu bukan sebuah jaminan Kinar akan hidup bahagia pa. Biarkan ia menikmati masa masa bersama suami nya pa, apa papa tau bagaimana rasa nya wanita hamil yang ingin selalu bermanja pada suami nya? Selalu ingin di perhatian suami nya? Selalu ingin berada di samping suami nya? Mama pernah merasakan nya pa!"Arifin pria yang egois dan keras kepala sehingga apapun yang di katakan istri nya ia tidak akan mendengarkan nya


"Sekuat apapun mama membela Irsyad papa tetap akan membawa Kinar!"


"Lakukan lah pa, lakukan sesuka hati papa, tapi ingat jangan pernah mengeluh pada mama jika terjadi sesuatu pada Kinar! Percuma, percuma memberi pengertian pada papa!"Astrea begitu marah bahkan nada suara nya terasa begitu menggema di seluruh ruangan, setelah itu ia menuju ke kamar meninggalkan Arifin


Arifin tidak akan paham tentang perasaan seorang ibu, ia tidak akan paham bagaimana sakit nya seorang ibu ketika anak nya ingin kembali kepada suami nya karena di antara kedua nya telah ada cinta tapi justru suami nya tidak mengizinkan nya. Percuma Astrea menjelaskan kepada suami nya karena di hati Arifin telah ada kebencian terhadap menantu nya. Di dalam kamar Astrea duduk di atas ranjang menangkup wajah dengan kedua tangan nya. Hati nya begitu sakit melihat sikap suami nya. Tanpa sepengetahuan nya Arifin sudah duduk di sebelah Astrea dengan mengusap punggung istri nya dengan lembut


"Maafkan papa, ma"tarikan nafas nya begitu berat"Papa hanya tidak rela jika Kinar terluka kembali"tidak ada jawaban"Papa sungguh sangat menyesal telah menikahkan Kinar dengan pria brengsek seperti Irsyad"


"Untuk apa papa menyesal? Bukan kah sebelum nya Kinar menolak tentang perjodohan ini namun kita tetap memaksa nya?"Astrea masih menangkup wajah dengan kedua tangan nya"Semua sudah terjadi dan kita sudah tidak bisa berbuat apapun, setidaknya kita harus memberikan kesempatan satu kali lagi, ya meski pun itu terasa sangat sulit"ia menghapus air mata nya dengan menggunakan kedua tangan nya"Jika ia bahagia kita tidak akan pernah menyesal tapi jika Kinar terluka kembali itu bukan keinginan kita tapi keinginan Kinar sendiri pa"Arifin menatap istri nya"Biarkan putri kita hidup bersama suami nya mungkin ini adalah awal kebahagiaan nya"


"Papa hanya takut ma, bagaimana jika putri kita terluka kembali?"


Sedangkan di dalam ruangan Kinar masih berdiri dengan memainkan jari nya dan sesekali mengusap perut nya karena ia merasakan bayi nya yang bergerak


"Duduklah"nek Popon menarik tangan Kinar dan membawa nya ke sofa, dengan pelan pelan Kinar mendudukkan pantat nya"Apakah nenek boleh tau dimana sekarang kau dan suami nya tinggal?"


"Apakah nenek akan memberitahu papa dimana aku dan mas Irsyad tinggal?"


"Apakah kau sudah tidak percaya lagi kepada nenek mu ini?"


"Bukan begitu nek, bukan begitu maksud ku"

__ADS_1


"Itu sama artinya kau sudah tidak mempercayai nenek mu ini"


"Nek"panggil Kinar dengan mengusap paha nenek nya"Papa lah orang yang tidak mengizinkan aku kembali pada mas Irsyad nek"


"Papa mu hanya takut kau akan terluka kembali"


"Menurut nenek apa kah aku salah memberi kesempatan satu kali lagi kepada mas Irsyad nek?"


"Kau tidak salah, tapi papa mu hanya merasa takut setelah apa yang suami mu lakukan selama ini pada mu nak"


"Apa nenek juga bersikap seperti papa?"nek popon menatap wajah Kinar yang menundukkan kepala nya


"Nenek masih ingat alasan mu meninggalkan Jakarta dan pergi ke Jogja"


"Bahkan aku tidak pernah melupakan hal itu nek, aku hanya berusaha memberi kesempatan satu kali lagi pada nya nek"Kinar menarik nafas nya yang terasa sangat berat bahkan keringat mulai membasahi wajah nya"Aku melihat perubahan sikap mas irsyad pada ku yang selama ini tidak pernah aku rasakan nek, bahkan ia benar benar menyayangi ku dan calon bayi nya"


"Jika itu sebuah sandiwara?"


"Aku akan rela menerima nya nek, bahkan aku sudah ikhlas"nek Popon langsung memeluk tubuh mungil cucu nya


"Kau tau Kinar ketika kau terluka nenek lah orang pertama yang merasakan sakit, nenek lah orang yang paling tidak terima atas semua perlakuan nya pada mu, bahkan apa kah kau tau ketika papa mu menjodohkan mu dengan Irsyad? Nenek menentang nya Kinar, menentang nya. Tetapi papa mu yang terlalu egois"nek Popon mengusap punggung Kinar dan sesekali mengusap rambut nya dengan lembut"Kalau kau merasa suami mu telah benar benar berubah nenek turut bahagia nak"Kinar mengeratkan pelukan pada nek Popon yang ia rasakan begitu nyaman"Kalau kau punya waktu bawalah suami mu berkunjung ke rumah nenek dan menginap"


"Pasti nek, pasti aku akan membawa mas Irsyad untuk menginap ke rumah nenek" nek popon melepaskan pelukan nya dan mengusap wajah Kinar yang penuh bahagia"Apakah nenek sudah menerima mas Irsyad sebagai suami ku?"

__ADS_1


"Sebelum ia menjadi suami mu, dia terlebih dahulu menjadi cucu nenek"jawab nek Popon dengan memukul pipi Kinar pelan. Wajah bahagia tidak dapat di tutupi dari Kinar karena saat ini ia benar benar bahagia. Dan Kinar pun tertawa, ia lupa kalau suami nya adalah cucu nenek nya juga.


__ADS_2