Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Takut


__ADS_3

Kinar dapat bernafas dengan lega ketika dokter mengatakan jika pemicu utama nek Popon demam di karena kan faktor kelelahan, setelah istirahat yang cukup dan minum obat beserta vitamin secara rutin maka akan kembali membaik seperti semula. Irsyad menatap istri nya dari kaca spion depan, ia dapat melihat betapa khawatir nya Kinar ketika nenek nya demam.


"Kenapa nenek tidak ke rumah sakit?"tanya Kinar ketika sudah berada di dalam mobil


"Nenek pikir ini hanya demam biasa"


"Demam biasa pun kalau di biarkan akan bahaya nek"kata Kinar dengan memegang tangan nenek nya


"Kau tidak perlu khawatir, nenek baik baik saja"


"Bagaimana aku tidak khawatir nek, jika sesuatu terjadi pada nenek, aku tidak dapat memaafkan diri mu, nek?"


"Kau dapat melihat Kinar kalau nenek mu ini baik baik saja"nek Popon memegang tangan Kinar"Apa kalian jadi menginap di rumah nenek?"Kinar menganggukkan kepala sembari menghapus air mata nya"Kau tau Kinar, nenek berharap agar kau bisa tinggal kembali bersama di rumah nenek, Kinar"Kinar menatap suami nya yang menganggukkan kepala"Setidaknya ada teman yang bisa di ajak bicara ketika nenek tidak bisa tidur"nek Popon menarik nafas nya"Lupakan tentang hal itu, apa calon cicit ku baik baik saja?"nek Popon mengusap perut Kinar yang bundar dengan lembut


"Calon cicit nenek baik baik saja nek"


"Syukurlah, karena ini adalah calon cicit pertama nenek"Kinar memegang tangan nek popon yang berada di atas perut nya"Apakah kalian mau tinggal bersama nenek?"nek Popon menanyakan hal itu kembali dengan tangan nya masih bermain di atas perut Kinar, Kinar melihat kaca spion dan irsyad menganggukkan kepala menandakan jika ia setuju untuk tinggal bersama nek Popon"Kenapa nenek memaksa kalian untuk tinggal bersama nenek"Ada rasa iba di hati Kinar


"Nek"panggil Kinar dengan mengusap paha nenek nya"Aku dan mas Irsyad akan tinggal di rumah nenek"


"Lalu jika kalian tinggal bersama nenek rumah kalian bagaimana?"sekarang mata nek popon tertuju pada Irsyad


"Nenek tidak perlu memikirkan semua itu, biar itu menjadi urusan ku"jawab Irsyad"Yang penting sekarang kesembuhan nenek dulu, mulai malam ini aku dan Kinar akan tinggal di rumah nenek"ada rona bahagia di wajah nek Popon, ia langsung memeluk tubuh mungil Kinar. Setelah Astrea untuk saat ini biarlah nek Popon yang merestui bersatu nya ia dan istri nya, sekarang Irsyad akan mengorbankan apapun untuk mendapat kan hak nya sebagai cucu


"Terima kasih irsyad, nenek berharap hubungan mu dan Kinar akan baik baik saja"


"Sekarang nenek tidak perlu khawatir, karena setelah ini rumah nenek akan ramai, apalagi setelah putri ku lahir"


"Putri?"


"Belum tau nek"


"Lalu kenapa suami mu mengatakan putri?"

__ADS_1


"Mas Irsyad mengharapkan kalau calon anak nya itu perempuan nek"


"Oh,,"kepala nek Popon sambil manggut manggut"Apapun jenis kelamin nya yang penting semua nya sehat sehat"


"Amin,, Amin nek"jawab Kinar dan Irsyad secara bersamaan"Dan nenek lah orang pertama yang akan menggendong anak ku"


"Anak kita mas"jawab Kinar, membuat nek Popon tertawa


"Anak kami"Irsyad tersenyum


Irsyad memapah nenek nya untuk masuk ke dalam kamar, begitu sampai Irsyad membaringkan tubuh nenek nya yang lemah lalu menyelimuti nya, sementara Kinar ke dapur untuk menemui Narsih


"Bi"


"Mbak Kinar, bagaimana dengan ibu mbak? Apa kata dokter?"


"Hanya demam biasa bi, oh ya bi tolong buatkan teh hangat ya"


"Mbak Kinar mau ngapain?"


"Ya sudah, sekarang mbak Kinar istirahat dulu"


"Bagaimana mungkin saya bisa istirahat bi sementara kondisi nenek sedang demam"


"Biar saya yang urus, mbak Kinar juga butuh Istirahat"kata bi Narsih sambil menatap perut Kinar yang besar


"Terima kasih bi"Kinar langsung menuju kamar nya dan di sana sang suami sudah duduk di pinggir ranjang sambil menatap istri nya yang kelihatan lelah sekali.


"Sekarang kau istirahat lah, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu dan calon anak kita, apa bi Narsih sedang mengurus nenek?"Kinar mengangguk kan kepala sembari membaringkan tubuh nya dengan miring, ia mengusap perut nya yang sedikit keram, akhir akhir ini ia mulai sering merasakan keram di bagian bawah perut nya


"Apa perut mu sakit?"


"Hanya sedikit keram mas"jawab Kinar dengan sedikit nyengir menahan sakit, seorang suami tidak boleh menganggap remeh ketika istri nya sedang hamil. Dengan lembut Irsyad meluruskan tubuh istri nya lalu mengusap perut nya dengan lembut

__ADS_1


"Jika sudah merasa enakan tidur lah"Kinar memejamkan mata nya sambil tersenyum, rasa keram nya sedikit reda sehingga membuat nya dapat tertidur.


Narsih membawa napan berisi nasi dan air hangat dan di bawanya ke kamar nek Popon


"Dimana Kinar?"


"Mbak Kinar ada di kamar nya Bu sedang istirahat, saya tidak tega melihat wajah lelah nya Bu"jawab Narsih dengan menundukkan kepala nya


"Tapi Kinar dan Irsyad tidak pulang kan?"


"Tidak Bu"


"Mana obat yang harus saya minum Narsih?"


"Sebelum minum obat ibu makan dulu"


"Iya, ya"Narsih meletakan nasi di pangkuan nek popon, jika dilihat nek Popon tidak seperti orang sakit. Stamina nya langsung naik ketika Kinar dan suami nya akan tinggal bersama nya.


Irsyad menatap istri nya yang tidur begitu pulas, ia masih tidak percaya mengapa Kinar begitu mudah terlelap, pada hal mereka berdua baru saja bicara panjang lebar. Tidak mungkin Irsyad membangun kan Kinar jika ia ingin ke rumah untuk mengambil barang nya yang belum sempat ia bawa tadi. Tapi jika ia tidak membangun kan Kinar pasti ketika dia bangun akan mencari nya,


"Jika menunggu Kinar bangun pasti akan lama, lebih baik aku pergi dan pamit sama bi Narsih"sebelum pergi Irsyad mencium kening istri nya yang terlelap lalu keluar dan menemui bi Narsih


"Bi"


"Iya mas"


"Nanti kalau istri saya bangun terus mencari saya katakan ya bi, kalau saya pulang ke rumah mengambil barang yang saya butuhkan"


"Oh iya mas, terus mbak Kinar nya kemana mas?"


"Di kamar lagi tidur Bi, tolong jangan bangunkan ya bi, jika nenek menanyakan tentang ku katakan saja begitu ya Bi"


"Baik mas, baik"Irsyad langsung pergi dan menuju mobil nya,

__ADS_1


"Mudah mudahan mas Irsyad pergi memang mau mengambil barang yang di butuhkan nya, tapi kenapa saya jadi takut ya, takut kalau mas Irsyad tidak akan pernah kembali lagi"kata Narsih bicara pada diri nya sendiri sambil geleng geleng kepala"Kenapa aku jadi berburuk sangka to, bukan kah mas Irsyad sudah berubah, tapi kalau mas irsyad tidak kembali bagaimana dengan mbak Kinar?"Narsih memukul jidat nya"Haruskah mbak Kinar sakit hati kembali"Narsih menggelengkan kepala nya sambil menuju dapur


__ADS_2