Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Kebiasaan Baru


__ADS_3

Sudah hari kedua Kinar bekerja di cafe penjenjangan ini, dan ini adalah aktifitas baru yang membuat nya sangat lelah bagaimana tidak Kinar harus mengelola nya sendiri meski ada karyawan tapi mereka semua nya bekerja di bagian pentry, bagian waiters dan bartender, di sandarkan tubuh mungil nya di kursi kerajaan nya dengan membelai perut nya yang bundar


"Maaf ya sayang ibu harus bekerja dan kamu juga ikut bekerja. Apa kamu lelah nak?"tanya Kinar dengan mengusap perut nya"jika kita tidak bekerja kita tidak akan mendapat kan uang"Kinar tersenyum"jika kamu masih di dalam perut saja sudah ikut berfikir pasti ketika kamu lahir nanti kamu akan menjadi anak yang pintar sayang. Apa kamu haus? ibu haus nih apa kamu mau jus jeruk dingin ah pasti kamu suka? kita keluar ya minum jus?"kebiasaan baru Kinar yang selalu bertanya pada calon bayi nya yang masih berada di dalam perut"kata orang jika seorang ibu selalu berkomunikasi dengan anak nya yang masih berada di dalam perut ketika sudah lahir akan menjadi anak yang pintar"lagi lagi Kinar tersenyum, Kinar berjalan keluar menuju bartender, pengunjung sudah ramai pada hal masih pukul 11 siang


"Mbak Kinar mau kemana?"tanya Kiki seorang laki laki yang memiliki wajah baby face


"Saya mau minum jus Ki"


"Kenapa mbak Kinar tidak bilang sama saya, biar saya yang mengantar ke ruangan mbak Kinar?"


"Tidak perlu repot repot Ki, lagian ibu hamil itu harus banyak jalan dan tidak boleh malas"


"oh begitu ya mbak?"Ayu menatap sinis ke arah Kinar


"Kata orang dulu Ki saya pun tidak tau iya atau tidak nya"


"Kalau ada orang dulu mengatakan hal seperti itu pasti benar mbak"


"Kamu bisa saja, saya tinggal dulu ya Ki"


"Silahkan mbak"ternyata filing Kiki tidak salah kalau Kinar itu selain cantik juga ramah dan tidak sombong


"Mbak Kinar"panggil Wahyu bagian bartender"ada yang bisa saya bantu mbak?"


"Bisa buatkan saya jus jeruk mas"


"Tentu mbak, kenapa mbak Kinar tidak nelpon saja biar saya buatkan lalu saya antar keruangan mbak Kinar?"


"Di ruangan saya bosan mas, lagian pekerjaan saya juga sudah selesai"jawab Kinar dengan mengusap atas perut nya


"Kalau begitu sebentar ya mbak"kata Wahyu"mau yang dingin atau yang hangat mbak?"

__ADS_1


"Yang dingin saja mas"bartender begitu sibuk menerima pesanan dari pengunjung"memang nya cafe ini selalu ramai seperti ini mas?"tanya Kinar pada Wahyu yang masih sibuk menyiapkan pesanan


"Biasa nya sih tidak mbak"Kinar hanya melihat para pengunjung, kalau biasa nya tidak pernah seramai ini ketika masih pukul 11 kenapa sekarang jadi ramai. Kinar bersyukur setidak nya dia tidak mengecewakan amanah nek Popon yang di berikan pada nya


"ini mbak jus nya atau saya bawakan keruangan mbak Kinar saja?"


"Tidak mas terima kasih saya mau minum di sini saja"Kinar sedang menikmati jus jeruk nya dengan memegang ponsel nya entah mengapa Kinar merasa rindu pada Nina sahabat nya yang selalu ada untuk diri nya


"he apa apaan Lo!!!bentak seorang pengunjung yang membuat Kinar terkejut"mata Lo gak lihat apa"pengunjung seorang perempuan berdiri dengan mengelap baju nya dengan tisu


"Saya tidak sengaja mbak"suara Ayu


"Kalau Lo gak bisa kerja gak usah kerja!!"


"Maksud mbak apa ya?"


"Sudah jelas kerja Lo gak beres masih berani nanya Lo"


"Jaga bicara mbak ya!!!nada suara Ayu begitu tinggi. Sedang Kinar masih menyimak apa Ayu akan meminta maaf pada pengunjung atas kesalahan nya atau tidak


"Saya bilang kan saya tidak sengaja"


"Tidak sengaja apaan, dasar tidak punya sopan santun, panggil manager Lo saya ingin bertemu"


"Ini masalah kecil jadi tidak perlu sampai ke manager?"


"Bagi mu ini masalah kecil tapi tidak bagi ku, maka panggilkan manager mu!!!


"Tidak!!!bentak Ayu dan


Plak,,,

__ADS_1


Tamparan pengunjung tepat mengenai pipi Ayu dengan seketika membalas nya dengan menarik rambut pengunjung dengan buru buru Kinar berlari dengan memegang perut nya dan berusaha melerai tapi sayang Ayu begitu emosi tak dapat lagi di hindari lagi Ayu mendorong tubuh mungil Kinar dan semua pengunjung yang berdiri menutup mulut dan menjerit seketika tubuh kinar jatuh ke belakang dan dengan cepat Kiki dari belakang menahan tubuh kinar dan akhir nya kinar pun jatuh tepat di dada Kiki


"awh"jerit Kinar bersamaan dengan Kiki. Kinar memegang perut nya, dan karyawan nya semua menolong Kinar sementara Ayu terkejut dan terdiam. Kinar nyengir menahan rasa nyeri di perut nya. Wahyu menarik tubuh kinar di bantu dengan Uci


"Ngapain lo ikut campur!???"tunjuk pengunjung ke arah Kinar


"Mbak Kinar tidak apa apa?"tanya Uci yang khawatir dengan keadaan bos baru nya, Kinar hanya menggeleng kan kepala, Wahyu menolong Kiki yang jatuh terlentang dengan memegang dada nya yang terasa nyeri akibat tertimpa tubuh kinar


"Bawa pengunjung itu dan Ayu ke ruangan saya ya Ci?"


"Baik mbak"Kinar pergi meninggalkan mereka semua dan berjalan menuju keruangan nya dengan memegang atas perut nya. Betapa takut nya Kinar ketika Ayu mendorong nya, Kinar tidak bisa membayang kan jika terjadi sesuatu dengan calon bayi nya. Meski ia membenci ayah bayi nya tapi bukan berarti ia juga membenci calon bayi nya. Di usap nya keringat yang membasahi pelipis nya.


Wanita yang beradu mulut masuk keruangan Kinar bersama dengan Ayu. Wajah penuh kesombongan terlihat jelas di wajah nya


"Silahkan duduk mbak"Kinar menarik nafas nya"saya mohon maaf atas kesalahan yang telah di lakukan oleh pegawai saya mbak"


"Tidak seharusnya anda meminta maaf pada saya mbak" sungguh Kinar tidak pernah melihat ada wanita seperti Ayu, sudah jelas bersalah namun justru merasa benar"Dia adalah pegawai saya mbak"


"Anda begitu baik mau mempekerjakan wanita congkak seperti dia" Kinar hanya tersenyum


"Sekali lagi saya minta maaf mbak"


"Seharusnya kamu bercermin dari atasan mu" wanita itu meninggalkan ruangan Kinar, kini tinggal Kinar dan Ayu


"Apakah mengucapakan kata maaf begitu sulit bagi mu?" Tanya Kinar namun Ayu hanya diam dengan menundukkan kepala"Jika kamu sudah bosan bekerja di sini katakan pada saya?" Lagi lagi Ayu hanya diam tanpa bersuara"masih begitu banyak orang di luar sana membutuhkan pekerjaan Yu, jika kamu sudah tidak ingin bekerja di sini kamu bisa angkat kaki" Ayu menatap wajah Kinar dengan mata mulai basah"selama ini saya tidak pernah berkata kasar seperti ini Ayu. Tapi sikap kamu sudah tidak bisa di tolerir lagi"


"Maafkan saya mbak"


"Oh ternyata kamu bisa juga mengatakan kata maaf pada saya, lalu kenapa kamu tadi begitu sulit mengatakan kata maaf ketika melakukan kesalahan kepada pengunjung?" Kinar tersenyum"pergilah dan koreksi diri kamu. Apakah yang kamu lakukan tadi itu salah atau tidak?"


"Tapi mbak...."

__ADS_1


"Maaf kan saya Yu dengan terpaksa saya memecat kamu, tapi jika kamu bisa merubah sikap mu yang arogan itu kamu bisa datang kembali kemari" Kinar memegang pelipis nya


"Baik mbak" Ayu meninggalkan ruangan Kinar dengan tertunduk lesu. Tanpa mengucapkan kata pamit ia langsung keluar meninggalkan kafe Panjenengan. Tidak perlu di jelaskan kan lagi kepada yang lain karena sesungguhnya mereka lebih paham dengan sikap nya


__ADS_2