
Satu Minggu waktu berjalan begitu lambat membuat Kinar benar benar merasa bosan dan kini kinar bisa menghirup udara segar, Nina membawa nya keliling kota Jogja
"Kamu ingin makan sesuatu?"
"Aku ikut kamu saja nin"
"eh,,, kenapa harus ikut seleraku, kamu kepingin nya makan apa?"
"Apa saja"
"Ya ampun Kinar,,, memang nya kamu tidak ngidam kepingin makan apa gitu?"tanya Nina dengan menatap Kinar yang diam, Nina tau pasti kinar ngidam sesuatu, misal nya kepingin makan bersama dengan suami nya sesuatu yang sulit untuk Nina wujudkan, tapi dia sebagai sahabat selalu berdoa yang terbaik untuk Kinar
"Kita makan di resto yang paling enak ya Kin, pasti kamu suka dengan menu nya"kinar menganggukkan kepala"Kenapa sekarang ini kamu lebih suka menganggukkan kepala dan menggelengkan kepala jika menjawab sesuatu?"
"Entahlah Nin"Nina tersenyum dan memarkirkan mobil nya di sebuah resto yang paling terkenal dengan menu semuanya terasa enak di lidah, namun mobil nya berhenti sebelum sampai area parkiran resto
"Kenapa mobil nya berhenti Nin?"Nina tidak menjawab dia melihat Irsyad sedang berpelukan dengan seseorang perempuan, Kinar mengikuti pandangan Nina
"Kenapa harus bertemu di sini sih?"gerutu Nina"Bukan kah itu Shella Kin?"Kinar hanya diam, ia begitu terkejut kalau irsyad saat ini sedang di Jogja, dan lebih terkejut nya ia sedang berpelukan dengan Shella
"Suami kamu memang jelalatan tidak bisa lihat cewek mulus dan pantat bohay"kata Nina dengan marah"Bagaimana mungkin Shella bisa memeluk Irsyad begitu mesra?Oke dia tidak tau kalau Irsyad belum menikah, tapi apa dia lupa kalau diri nya sudah bersuami?"kata Nina"lagian kamu kenapa mengatakan pada Shella kalau Irsyad belum menikah?"wajah Kinar begitu tenang, mungkin jika orang lain melihat suami nya bermesraan dengan wanita lain akan marah bahkan berkelahi, tapi tidak dengan Kinar diri nya begitu takut untuk melakukan itu, karena diri nya tau bukan dia yang akan di bela dengan suami nya pasti wanita selingkuhan nya
"Apa kamu tidak berpikir, bagaimana jika Shella bertanya pada Irsyad? Irsyad kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau ternyata kamu sudah menikah dengan Kinar. Apa sudah tidak ada lagi wanita di dunia ini sampai kamu harus menikah dengan Kinar sepupu kamu sendiri? Lalu kamu tau apa jawaban yang akan di katakan oleh suami kamu itu?"tanya Nina"Kinar,,, sejak kapan aku menikah dengan Kinar dan siapa yang mengatakan nya?"Justru Nina yang terlihat gregetan dengan tingkah Irsyad
"Betapa sakit nya ketika mendengar jawaban seperti itu dari suami ku Nin, dan kamu tau inilah yang dinamakan sakit tidak berdarah, pasti kamu tau apa yang akan terjadi?Sudahlah Nin mungkin memang mas Irsyad bukan jodoh ku"Ada yang begitu sakit di hati Kinar, tapi ia berusaha untuk menutupi nya, ini bukan sakit yang pertama kali bagi nya tapi ini sakit yang sekian kali nya, lalu untuk apa diri nya bertahan di posisi ini kalau ternyata posisi ini begitu menyakitkan bagi nya"Lebih baik kita pergi dari sini, itu akan lebih baik"kata Kinar dengan nada kecewa
"Baiklah"Nina memutar balikan mobil nya
Shella berjalan di samping Irsyad dengan tersenyum ada rasa bahagia di hati Shella ketika mengetahui kalau Irsyad belum menikah
"Kamu ada acara di Jogja Ir?"tanya Shella ketika mereka sudah masuk dan duduk di sebuah kursi paling sudut
"Ya,,, sebenar nya cuma satu Minggu tapi karena ada hal lain maka aku akan berada di Jogja selama dua Minggu"
"Lumayan lama, kamu belum bisa move on ya dari aku?"tanya Shella dengan bangga nya
"Maksud kamu?"Irsyad terlihat bingung dengan perkataan Shella
"Kenapa kamu bingung?"tanya Shella dengan memegang tangan irsyad yang berada di atas meja"Aku bertemu dengan Kinar?"mendengar nama kinar di sebut, Irsyad terkejut
"Kamu bertemu dengan nya? Dimana?"
__ADS_1
"he kenapa kamu begitu penasaran?"tanya Shella dengan tersenyum
"Bukan begitu, maksud ku kamu bertemu dimana?"
"Kamu seperti suami nya saja"kata Shella membuat Irsyad terdiam, sebenar nya ia ingin bertanya tentang kondisi Kinar, tapi ia tidak ingin Shella tau tentang kondisi rumah tangga nya saat ini"Aku bertemu dengan nya di rumah sakit, nenek nya jatuh lalu dia membawa nya ke rumah sakit"Shella tidak mengatakan ketika bertemu dengan nya Kinar dalam kondisi hamil"dan Kinar juga yang mengatakan kalau kamu belum menikah"
"Benarkah?"Irsyad bingung kenapa Kinar mengatakan seperti itu apakah benar Kinar ingin berpisah dari nya
"hm"jawab Shella dengan santai"Kenapa kamu tidak pernah menemui ku? Seandainya saja kamu menemui ku pasti kita menikah"
"Bukan kah kamu yang meninggalkan ku demi pria itu?"
"Terpaksa karena kamu tidak pernah mengajak ku ke jenjang yang lebih serius, usia ku semakin bertambah, aku butuh suami bukan pacar, tapi ketika aku menikah sampai sekarang aku malah belum memiliki seorang anak"
"Anak"batin Irsyad dia teringat dengan calon anak nya yang kini telah tiada
"Apa alasan nya sampai sekarang kamu belum menikah?"tanya Shella menatap Irsyad dengan manja
"Siapa yang mengatakan pada mu kalau aku belum menikah?"
"Kinar"
"Kenapa kamu begitu marah pada nya? Kalau pun dia mengatakan kamu belum menikah, bukan berarti dia ingin ikut campur dalam urusan pribadi mu, tapi bukan kah kalian itu sepupu? Oh iya aku lupa kalian kan tidak begitu dekat, jadi wajar saja kalau kinar tidak tau tentang kehidupan pribadi mu"
"Aku sudah menikah"kata Irsyad dengan mengambil cincin pernikahan nya di saku lalu memakai nya
"Kamu sudah menikah?"tanya Shella terkejut"Kamu sedang tidak membohongi ku kan?"
"Untuk apa aku berbohong pada mu?"
"Barang kali saja kamu tidak mau jujur pada ku dan malu, kalau sebenar nya kamu belum bisa melupakan ku"
"Jauh sebelum aku menikah aku sudah melupakan mu"
"Oh ya,,, lalu dimana istri mu?"
"Ada di Jakarta"
"Apakah kamu sudah memiliki anak?"Irsyad menatap Shella begitu dalam
"Sudah tapi sayang sebelum lahir anak ku harus tiada"wajah Irsyad kelihatan sedih
__ADS_1
"Keguguran maksud kamu?"
"Iya"ia mengusap wajah nya dengan gusar
"Kapan kapan bolehkan aku bertemu wanita yang sangat beruntung yang sudah mengisi hari hari mu itu?"
"Aku tidak janji, tapi jika ada waktu aku pasti akan memperkenalkan nya pada mu"
"Dengan senang hati"Shella menatap mata Irsyad dia ingin tau apakah ia sedang mencari alasan atau dia bicara jujur, namun Shella tidak dapat menemukan apa apa terkecuali wajah dingin nya yang angkuh.
"Baiklah kalau begitu aku permisi"kata Irsyad dengan meninggalkan Shella, dia ingin mencari Kinar, kenapa Kinar mengatakan hal itu pada Shella, dan ia ingin sekali melenyapkan Kinar saat ini juga, dengan wajah begitu marah ketika masuk dalam mobil nya
"Kau akan tau apa yang akan aku lakukan pada mu Kinar?"geram Irsyad
Nina dan Kinar masih santai di sebuah cafe menikmati menu yang sudah tersedia di meja
"Kamu tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya pada suami robot mu?"tanya Nina membuat Kinar berhenti mengunyah makanan yang berada di dalam mulut nya
"untuk apa?"
"Barang kali saja hati nya akan luluh ketika melihat calon anak nya masih berada di dalam rahim mu?"
"Tidak ada guna nya Nin, jika memang hati nya luluh"Kinar menarik nafas nya sebelum melanjutkan ucapan nya"Pasti dia akan luluh ketika pertama kali dia tau benih nya tumbuh di rahim ku tapi apa?"tanya Kinar"dia tetap tidak pernah luluh, bahkan dia masih mencintai wanita nya. Hati nya terbuat dari batu bahkan baja, hingga dia tidak pernah merasakan bahagia nya akan menjadi seorang ayah"
"Mungkin waktu itu dia begitu mencintai Susan, sehingga dia lupa bagaimana rasa nya akan menjadi seorang ayah"
"Maksud kamu sekarang dia telah melupakan wanita nya itu?"Kinar tertawa kecil"Jangan bermimpi kamu Nin, aku malah seperti pelakor di hubungan mereka"Nina terdiam dengan menatap wajah sahabat nya"Aku berharap ketika kamu menikah pilihan mu itu tidak salah"
"Justru itu yang aku takutkan Kin, aku takut nasib ku akan sama dengan mu"
"Kamu hanya trauma melihat pernikahan ku, tapi kenyataan nya belum tentu calon suami mu nanti seperti mas Irsyad, karena cuma dia yang dimuka bumi ini seperti robot yang tidak memiliki hati, mungkin waktu pembagian hati dia lagi jalan jalan"
"Iya jalan sama Susan, maka nya suami kamu tidak memiliki hati"Kinar hanya tersenyum"begitu dia kembali pembagian hati nya sudah selesai"
"Mungkin"jawab Kinar pelan"kita pulang yuk aku ingin istirahat"
"Baik lah, tapi kamu tidak ingin mencoba menu yang lain?"ia menggeleng kan kepala nya, Nina memanggil seorang pelayan dan meminta bill nya dan menyerahkan uang seratus ribuan dua lembar, setelah itu mereka keluar dan meninggalkan kafe
Dengan santai Nina menyetir mobil nya dia melihat ke arah kinar yang duduk dengan menyandarkan kepala nya di kursi depan, tangan nya berada di atas perut nya, tapi mobil mereka berhenti mendadak ketika ada mobil didepan menyalip dan menghalangi mobil yang di kemudi Nina
"Ada apa Nin?"tanya Kinar, seseorang yang begitu Nina kenal keluar dari mobil, dengan santai tanpa merasa bersalah dia mendekati mobil nya
__ADS_1