Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Bucin


__ADS_3

Kinar masih berbaring di ranjang, tubuh nya pagi ini begitu malas untuk di ajak kompromi, sang suami robot nya yang telah berubah menjadi bucin sudah rapi dengan stelan jas lengkap dengan dasi warna biru muda yang sudah terpasang di leher nya.


"Kau tidak ke kafe?"tanya Irsyad dengan melihat istri nya yang masih memejamkan mata nya


"Mungkin agak siang mas"jawab nya dengan menarik selimut untuk menutupi tubuh nya yang tidak memakai sehelai benang pun


"Sejak kapan istri ku menjadi pemalas seperti ini?"tanya Irsyad dengan mengusap kening istri nya dengan lembut


"Sejak kau tidak memberi ku ruang sedikit pun untuk tidur dengan nyenyak"Irsyad tertawa mendengar jawaban istri nya


"Benarkah?"tanya irsyad dengan mencium seluruh wajah istri nya


"Mas, geli tau"kinar menjerit dengan memukul lengan suami nya ketika ciuman Irsyad mencapai leher istri nya. Lalu Irsyad mengusap perut istri nya


"Buat lah ibu mu selalu malas nak, agar ibu mu bisa istirahat tanpa memikir kan pekerjaan nya"ucap Irsyad dengan mencium perut istri nya dari balik selimut


"Kau ingin nenek marah pada ku, karena aku tidak bertanggung jawab?"


"Nenek tidak akan marah jika kau tidak ke kafe hanya satu hari, lagi pula kau tidak bepergian kau hanya istirahat di rumah"


"Kau tidak menemani ku sarapan?"


"Jika kau ingin aku menemani mu sarapan, maka biarkan aku ke kamar mandi"Irsyad langsung menarik tangan kanan nya yang berada di atas perut Kinar dan tangan kiri nya berada di pucuk kepala istri nya


"Baiklah"Irsyad tertawa dan langsung membantu istri nya untuk duduk"apakah kau juga ingin aku menggendong mu ke kamar mandi?"


"Tidak perlu, kaki istri mu ini masih mampu untuk berjalan sendiri mas"irsyad tertawa dengan membantu istri nya berdiri, sekarang ia tau tidak mudah menjadi wanita hamil. Ia mengetahui semua nya dari buku yang sengaja ia beli agar ia lebih tau dan memahami istri nya yang sedang hamil tua saat ini.


Sambil menunggu istri nya dari kamar mandi Irsyad memainkan ponsel nya, ia melihat foto istri nya yang sedang bergaya di ponsel milik nya sambil memegang perut nya yang buncit, ia sudah tidak sabar menantikan kelahiran anak nya. Mungkin ia akan menjadi suami yang di cemburui istri nya karena terlalu sayang dengan anak nya, mungkin itu suatu hal yang biasa tetapi bagi orang tua pemula itu sesuatu yang aneh


"Ada apa di ponsel mu sehingga kau melihat nya begitu serius?"tanya Kinar dengan mengeringkan rambut nya menggunakan handuk kecil


"Ah tidak ada"Jawab Irsyad dengan memasukan ponsel nya di balik jas nya, lalu ia mendekati istri nya untuk membantu mengeringkan rambut Kinar yang basah

__ADS_1


"Kau ingin berselingkuh di belakang ku?"


"Tidak"jawab Irsyad santai sambil mengambil handuk yang di pegang oleh Kinar lalu ia mengeringkan nya"Rambut mu harus benar benar kering jika tidak kau akan masuk angin"


"Jangan berbohong pada ku"


"Aku tidak berbohong sayang"


"Lalu kenapa kau menyembunyikan ponsel mu"Irsyad mengambil ponsel di balik jas nya dan menyerahkan pada Kinar, Irsyad tidak merasa marah atau lain sebagai nya, ia tau wanita hamil sangat sensitif dan ia tidak ingin membuat istri nya marah. Kinar membuka aplikasi WhatsApp namun ia tidak menemukan apapun di sana, lalu ia membuka aplikasi lain nya yang bisa membuat orang bertukar kabar, lagi dan lagi ia tidak menemukan apapun di sana, Kinar mendongak menatap suami nya yang berada di atas kepala nya


"Kenapa? Apakah kau menemukan sesuatu yang mencurigakan?"


"Tidak, tetapi aku merasa penasaran"


"Apa yang membuat mu penasaran kalau nyata nya kau tidak menemukan apapun di ponsel ku?"


"Aku hanya curiga, jika tidak ada sesuatu di ponsel mu lalu kenapa kau begitu serius sambil tersenyum menatap ponsel mu?"Kinar mulai merajuk


"Kau begitu ingin tau tentang isi ponsel ku?"dengan lembut Irsyad meraih ponsel milik nya yang berada di tangan istri nya, lalu ia membuka galeri dan menyerah kan kepada istri nya, begitu terkejut nya Kinar melihat semua isi galeri milik Irsyad. Ternyata semua nya adalah gambar nya, dari Poto pernikahan mereka sampai diri nya berpose dengan berbagai gaya


"Maafkan aku yang terlalu cemburu dengan mu"ucap Kinar sambil menangis, dengan lembut Irsyad mengusap punggung istri nya


"Kenapa aku harus marah? Justru aku sangat senang kau cemburu pada ku, pada hal aku tau apa yang telah aku lakukan pada mu dulu, tetapi kau masih mau menerima ku dan memaafkan ku, sayang"Kinar semakin menenggelamkan wajah nya di pelukan suami nya"Aku rasa, aku tidak perlu sarapan sayang"Kinar langsung melepaskan pelukan nya dan menatap suami nya


"Kenapa? Kau marah pada ku?"


"Tidak, tetapi pelukan mu membuat ku merasa kenyang"canda Irsyad, Kinar langsung memukul bahu suami nya tanpa ampun"Sakit sayang"Kinar tersenyum, Irsyad mendudukkan istri nya lalu mengeringkan kembali rambut basah Kinar.


"Kau akan terlambat ke kantor mas"


"Aku tidak perduli"


"Bagaimana dengan masa depan ku dan anak kita jika kau di pecat"Irsyad tertawa

__ADS_1


"Kantor itu milik ku, jadi tidak ada yang akan memecat ku"


"Papi mu"


"Papi tidak akan tega memecat ku, karena jika itu papi lakukan maka menantu dan calon cucu kesayangan nya akan terlantar"Kinar tersenyum, ia kini benar benar lupa bagaimana cara nya bersedih karena di sakiti oleh suami nya"Sekarang rambut mu sudah kering, bisa kita sarapan sekarang perut ku begitu lapar"


"Bukan kah kau merasa sudah kenyang mas?"


"Aku hanya bercanda"Irsyad membantu istri nya berdiri lalu menuntun nya menuju meja makan, ternyata sarapan sudah tersedia di meja makan


"Bi, bi Narsih"panggil Kinar


"Iya mbak"


"Kemana nenek, kenapa tidak ikut sarapan dengan kita?"


"Ibu sudah pergi ke Jakarta mbak"


"Ha, ke jakarta?"tanya Kinar terkejut dengan melihat ke arah suami nya, setelah itu Narsih meninggalkan mereka berdua


"Nenek ke jakarta ada urusan apa ya mas?"


"Setelah nenek kembali dari jakarta kita tanya ya sayang, karena aku juga tidak tau"Kinar terdiam dengan melihat isi piring nya yang sudah di isi nasi lengkap dengan lauk nya"Sekarang makan lah setelah itu habis kan susu mu, energi mu pasti habis karena ulah ku malam tadi"namun Kinar masih di hinggapi rasa penasaran


"Lebih baik kau tidak pergi ke kafe, istirahat lah di rumah dan jangan melakukan aktifitas apapun, jika kau butuh sesuatu hubungi aku"ucap Irsyad"Perut mu semakin membesar dan gerakan mu tidak selincah dulu, kalau berjalan jangan terburu buru dan ingat jangan melakukan pekerjaan yang berat. Aku tidak ingin anak kita lahir belum pada waktu nya"


"Iya mas, iya"jawab Kinar pelan"Aku selalu mendengar semua ucapan mu, mas. Aku hari ini akan istirahat di rumah dan tidak akan pergi kemana mana"irsyad tersenyum, ini lah yang ia sukai dari sifat istri nya, selain baik dia tidak pembangkang dan selalu menurut apa yang Irsyad katakan


"Kau ingin sesuatu?"


"Tidak, aku hanya ingin tidur"


"Baiklah"ucap Irsyad dengan mengelap mulut nya menggunakan tissue"Kalau begitu aku berangkat sekarang ya?"Irsyad melihat istri nya yang sedang menghabiskan susu nya"hati hati di rumah dan ingat pesan ku"Irsyad mendekati istri nya lalu mengecup kening Kinar sambil mengusap perut buncit nya"Aku berangkat ke kantor dulu ya"pamit irsyad"Kau tidak perlu mengantar kan ku ke depan"

__ADS_1


Sikap Irsyad membuat Kinar semakin merasa jatuh cinta bertubi tubi, ia masih tidak dapat mempercayai perubahan sikap suami nya yang arogan seperti robot kini telah berubah menjadi sosok yang mengharukan


__ADS_2