Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Berusaha Untuk Percaya


__ADS_3

Setelah Nina keluar dari ruangan nya, Kinar masih duduk termenung di kursi Dinasti nya dengan menyanggah dagu menggunakan kedua tangan nya, ia masih merenungi ucapan sahabat nya tentang takdir nya, siapa pun orang nya tidak akan sanggup melawan takdir, sekalipun dia petinju, sumo.


Takdir memang selalu punya rencana yang tidak terduga agar selalu tampak mengejutkan. Perhatikan pikiran mu, karena itu akan menjadi kata kata mu. Perhatikan kata kata mu, karena itu akan menjadi tindakan mu. Perhatikan tindakan mu, karena itu akan menjadi kebiasaan mu. Perhatikan kebiasaan mu, karena itu akan menjadi karakter mu. Jagalah karakter mu, karena mereka akan menjadi takdir mu.


"Sayang"panggil seseorang membuat nya terkejut


"Ya"sahut Kinar dengan melihat ke arah seseorang yang memanggil nya


"Apa yang sedang kau pikirkan sehingga membuat mu melamun begitu serius?"


"Tidak ada"


"Kenapa kau menutupi dari suami mu ini?"Kinar menatap suami nya"Apakah kau masih tidak mempercayai ku? Sehingga kau tidak mau berbagi apa yang ada di pikiran mu yang membuat kau menjadi melamun?"


"Apakah kau ingin tau mas?"


"Tentu"jawab Irsyad dengan mencium pucuk rambut istri nya


"Takdir"


"Takdir? Kenapa dengan takdir?"


"Apakah aku sanggup melawan takdir mas?"pandangan mereka bertemu satu sama lain nya


"Takdir itu bukan di tentang sayang tapi di terima"


"Jika aku menerima takdir, itu arti nya seumur hidupku, aku tidak akan pernah bahagia?"tanya Kinar dengan tangan kanan nya memegang dada nya


"Kenapa kau berbicara seperti itu?"Kinar mengangkat kedua bahu nya lalu ia berdiri dari kursi dan meninggalkan suami nya


"Sayang tunggu"panggil Irsyad dengan menarik tangan istri nya"Kenapa kau bicara seperti itu?"


"Apakah kau berniat membuat diri ku menjadi janda?"Irsyad terdiam dengan menatap istri nya dengan begitu serius

__ADS_1


"Sedikit pun aku tidak ada niat membuat mu menjadi janda"


"Sungguh?"


"Kenapa kau tidak percaya pada ku? Tolong Kinar percaya lah pada ku sekali ini saja, bahwa sedikitpun aku tidak ada niat membuat mu menjadi janda"


"Aku berusaha untuk mempercayai mu, mas. Tetapi terkadang hati ku masih ada keraguan"


"Aku tidak bisa memaksa mu untuk mempercayai ku, tetapi akan aku buktikan pada mu kalau aku sungguh sungguh mencintai mu"Mata Kinar begitu nanar menatap suami nya"Harus berapa kali aku katakan pada mu kalau aku tidak berbohong pada mu"Kesabaran seorang suami itu berbeda dengan istri, jika kesabaran suami setebal tisu kalau istri setebal kulit jeruk.


Ia teringat kembali dengan ucapan Nina sahabat nya, benar apa yang telah Nina katakan pada nya. Sekarang nikmati lah rasa bahagia itu dan jika suatu saat bahagia itu pergi dan tidak pernah kembali pada nya itu arti nya takdir, Kinar tidak perlu menentang nya cukup menerima nya. Ia menarik nafas nya yang terasa berat, bukan kah ia telah mengatakan kepada kedua orang tua nya dan juga nek popon kalau ia memberikan kesempatan kedua kepada suami nya? Lalu kenapa sekarang justru ia masih ragu? Jangan pernah menyesali keputusan yang telah di ambil, itu arti nya kamu tidak konsisten.


Irsyad memeluk tubuh istri nya yang berdiri terdiam dengan menatap ke arah nya sambil mengusap punggung dan mencium pucuk kepala nya


"Maafkan aku Kinar, sekali lagi maafkan aku yang tidak mengabari mu, tapi percaya lah sedikit pun aku tidak pernah melakukan apapun di luar sana, aku ke Singapore hanya menyelesaikan proyek ku"Kinar membalas pelukan suami nya tanpa berbicara sedikitpun, ia merasa pelukan suami nya begitu nyaman.


"Kau jangan pernah takut dengan ku, kini aku berusaha menjadi suami dan calon ayah yang baik"Kinar hanya menganggukkan kepala nya, melihat Kinar mengangguk kan kepala Irsyad tersenyum"Kau ingin makan sesuatu?"


"Tidak, aku tidak ingin makan apa pun"


Di perusahaan yang berada di jakarta yang sempat Irsyad kelola kini Irfan yang mengambil ahli, dan ia juga mengetahui dalang yang dimana Susan mengetahui keberadaan Irsyad adalah Ica yang memberitahu kan kepada Susan


"Kau yang bernama Ica"tanya Irfan ketika Ica dan ia sudah berada di dalam ruangan nya


"Iya pak"


"Sudah berapa lama kau bergabung di perusahaan ini?"


"Empat tahun pak"


"Apakah kau pernah berpikir apa resiko nya ketika kau membantu seseorang untuk melakukan kejahatan?"


"Maksud bapak?"

__ADS_1


"Jangan pura pura tidak tau"Irfan menatap Ica penuh selidik"Wajah mu begitu polos Ica"


"Saya tidak mengerti pak"tangan Ica mulai gemetaran, selama ini ia tidak menyadari jika perbuatan nya akan di ketahui oleh pemilik perusahaan yang sebenar nya.


"Jangan berbohong pada saya Ica!!"bentak Irfan dengan memukul meja sehingga membuat nya terkejut"Apa perlu saya memasukan mu kedalam penjara"


"Ti,, ti,,dak pak, tidak"jawab Ica gugup


"Di bayar berapa kau dengan Susan?"Ica mulai mengeluarkan air mata"Kau tau selain keponakan saya, Kinar juga menantu kesayangan saya, dan dia juga yang akan menjadi kan saya seorang kakek"Irfan menyandarkan punggung nya di kursi dengan menatap tajam ke arah Ica yang tertunduk beruraikan air mata


"Sekali lagi saya tanya, berapa kau di bayar dengan Susan sehingga kau mau membantu nya?"tidak ada jawaban dari Ica"Apakah kau tau dimana keberadaan Susan!!?"


"Tidak pak"


"Jangan berbohong pada saya, Susan!!!"Ica terkejut dan langsung berdiri"Jika kau berbohong pada saya maka kau akan tau akibat nya Ica, kau ingin saya memecat mu sehingga tidak ada yang menerima mu bekerja dimana pun, bahkan sampai kau menjadi tukang cuci piring pun tidak akan ada yang mau menerima mu!"


"Tidak pak, maafkan kesalahan saya, pak. Sungguh saya tidak tau dimana sekarang Susan berada pak"ucap Ica dengan tubuh gemetar dan air mata bercucuran


"Jangan menangis di depan saya, karena wajah sedih mu begitu menjijikan bagi saya, wajah mu saja yang kelihatan polos tapi penuh dengan bisa"Ica masih menundukkan wajah nya, ia ingin mengatakan tentang keberadaan Susan namun ia merasa takut"Sekarang keluarlah, dan ingat jika kau berbohong pada saya maka kau akan menanggung semua nya Ica"Ica keluar dan kembali di meja kerja nya, selama ini ia tidak menyangka jika Irfan akan tau tentang kerja sama nya dengan Susan untuk menghancurkan Kinar. Jika sudah seperti ini siapa yang akan rugi? Tentu saja diri nya, karena ambisi nya lah karir nya akan hancur, bagaimana tidak, jangan kan kerja di perusahaan bahkan di warung kecil menjadi cuci piring pun tidak akan ada yang menerima nya.


Kenapa dulu ia tidak pernah berpikir ketika ia membantu Susan akan begini akhir nya, bagaimana jika Irfan mengetahui nya? Sudah di pastikan penjara lah tempat nya.


"Kamu kenapa ca?"tanya teman satu kantor nya dengan memegang punggung nya


"Tidak ada"


"Wajah kamu kelihatan bingung?"


"Ada masalah keluarga"bohong nya


"Oh"


Irfan masih duduk di ruangan nya dengan mengetuk meja menggunakan jari jari nya

__ADS_1


"Kemana Susan pergi? Apakah Irsyad masih berhubungan dengan nya? Atau saat ini Irsyad telah benar benar berubah?"pertanyaan demi pertanyaan mengisi seluruh otak nya"Sampai kapan hubungan ku dan Arifin akan memburuk seperti ini karena ulah irsyad? Aku yakin suatu saat hubungan ku dengan nya akan baik baik"ucap Irfan dengan tersenyum" Dan aku yakin ketika cucu ku lahir nanti aku dan Arifin akan menjadi kakak dan adik ipar yang solid, dan pasti menjadi besan yang langkah"Irfan tertawa bahagia, keyakinan nya begitu tinggi untuk hubungan keluarga nya.


__ADS_2