
Tawa bahagia tidak terlepas dari bibir Nina ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Kamu kenapa senyum senyum sendiri Nin?"
"Ternyata Dimas banyak berubah ya Nin?"
"Kamu naksir dengan Dimas?"tanya nya dengan melihat ke arah Nina, yang di tanya malah ngajak"Kok ketawa?"
"Lucu saja"
"Kok lucu?"
"Tidak mungkin kali Kin kalau aku itu naksir sama Dimas"
"Kenapa tidak mungkin? Kalian berdua kan sama sama jomblo?"
"Jangan coba coba menjodohkan ku dengan nya, karena kalau itu kamu lakukan, aku seperti perempuan yang tidak laku"
"Kenyataan nya memang benarkan kalau kamu itu benar benar jomblo sejati"
"Jangan mengolok ku"Jawab Nina dengan mengusap lembut perut bundar Kinar"Lihat lah ibu mu sayang, selalu mengatakan kalau Tante ini tidak laku"
"Bukan tidak laku Tante, di ralat kembali, ibu ku hanya mengatakan kalau Tante itu masih saja senang dengan masa kesendirian nya"Nina tersenyum dengan melihat ke arah perut Kinar
"kapan bayi robot mu akan lahir Kin?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan"Nina tertawa"Kamu ingin tau? Kalau perkiraan dokter sekitar tiga bulan lagi lah kurang lebih"
"Pasti lucu banget ya, wajah kombinasi antara wajah kamu dengan pak Irsyad"Kinar tersenyum"Antara wajah robot dan wajah kalem milik kamu"mendengar robot ia teringat dengan suami nya, kemana ia pergi?batin Kinar, ah ia tidak perlu lagi memikirkan tentang Irsyad, selama ini ia mampu melewati semua nya sendiri, ya meski ia selalu bergantung pada Nina, terkadang terbesit tentang sosok Irsyad di pikiran nya. Mungkin jika ia tidak hamil anak nya, ia akan sangat mudah untuk melupakan suami seperti Irsyad yang tidak pernah mencintai nya. Ya walau pun sekarang ia dapat melupakan nya, jujur setiap kali ia melihat perut nya, ia akan teringat kembali siapa ayah dari bayi nya. Untuk apa lagi kamu memikirkan nya Kinar? Ia tidak pantas menerima cintamu, ia tidak layak kamu cintai apa lagi kamu tangisi, ia hadir hanya membuat mu luka, luka yang sangat dalam sehingga sulit untuk kau sembuhkan. Masih kah kau berpikir untuk menerima nya? Tidak Kinar,, tidak, kau layak untuk di cintai. Ia mengusap perut nya yang begitu aktif pergerakan nya
Irsyad menikmati makan siang nya di sebuah kafe di Jakarta, antara lapar dan lelah berkolaborasi di perut dan kepala nya, ia tinggal menyinkronkan. Ia berhenti mengunyah ketika melihat kehadiran seseorang yang berada di depan nya
"Kau"wajah Irsyad penuh keterkejutan
"Kenapa kau begitu terkejut melihat ku?"tatapan nya membuat Susan terdiam
"Pergilah kau dari hadapan ku"Susan begitu terkejut melihat perubahan sikap Irsyad"Pergilah"ia menekan suara nya"Kehadiran mu disini hanya membuat rasa lapar ku hilang dan ingin muntah"
"Semudah itu kau melupakan dan membenci ku, Irsyad?"senyum khas mengejek nya terukir di wajah nya yang sombong
__ADS_1
"Bagi ku Melupakan dan membenci wanita seperti mu sangat mudah"
"Tetapi tidak dengan ku, Irsyad"
"Itu hak mu, mau melupakan atau tidak tentang ku, itu terserah pada mu"jawab nya pelan, ia tidak ingin menyakiti istri nya kembali, ia benar benar ingin berubah menjadi sosok suami dan calon ayah yang lebih baik, meski ia tau tidak akan mudah bagi Kinar menerima nya kembali, setidak nya ia menepati janji nya untuk berubah. Saat ini ia begitu merindukan istri nya.
"Apakah kau ingin kembali pada istri mu?"
"Kembali?"Irsyad tersenyum sinis"Kinar belum aku ceraikan, kata kembali itu jika Kinar sudah aku talak"Susan menatap ke arah Irsyad dengan wajah tidak terima"Pergi lah dan jangan pernah kembali menampakan wujud mu di hadapan ku"
"Kau pikir semudah itu untuk meninggalkan ku!!?"Ia memukul meja sehingga membuat Irsyad langsung berdiri
"Berani sekali kau memukul meja!!"beberapa pengunjung melihat kearah mereka"Kau ingin aku mematahkan tulang tangan mu ini?"Irsyad mencekal tangan Susan membuat nya nyengir kesakitan"Apa kah kau mau aku melukai lebih dari ini?"ia menatap tangan Susan"Pergilah, aku tidak ingin melukai mu!"
"Itu artinya kau masih mencintai ku, Irsyad?"
"Aku sudah berjanji pada istri ku, Susan, kalau aku akan berubah, jadi jangan merasa bangga kalau aku tidak ingin melukai mu"mata elang nya mampu menembus jantung Susan yang membuat nya merasa ngeri"Apakah kau ingin pergi dari hadapan ku atau ingin tetap di sini?"Ia memainkan pisau yang berada di samping piring nya, membuat Susan menjadi lebih takut"Enyahlah"dengan cepat Susan pergi dari hadapan nya, sangat mudah bagi nya membuat wanita seperti Susan pergi dari hidup nya, tetapi tidak bagi Kinar.
Jangan merasa sombong dulu Irsyad, wanita seperti Susan akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan mu, bagi nya jika ia tidak bisa mendapatkan mu maka Kinar juga tidak berhak mendapatkan mu
Dimas masih memikirkan tentang Kinar wanita yang pernah singgah di hati nya, bahkan sampai sekarang rasa itu masih ada, tetapi sayang ia harus melihat Kinar sedang hamil anak pria lain, meskipun anak yang di kandung nya anak suami nya, hati nya sungguh tidak rela. Andai saja ia dulu datang kerumah Kinar dan mengatakan untuk menunggu nya pasti Kinar tidak akan menikah dengan orang lain. Tapi kenyataan nya ia harus merelakan Kinar menjadi milik orang lain
Siang begitu terik, tidak sengaja Dimas bertemu dengan Shella wanita paling populer di masa SMA, ya ia memiliki wajah cantik dan pintar, namun semua yang ia miliki di kalah kan oleh Kinar, Shella memiliki sifat genit dan sombong, beda dengan Kinar, ia memiliki sifat pendiam dan tidak sombong, ia juga tidak mudah bergaul jadi wajar teman nya hanya semata wayang yaitu Nina.
"Hai apa kabar Dimas?"
"Kabar baik"mereka saling berjabat tangan"Tidak ku sangka akhirnya kamu menjadi seorang dokter juga"
"Ini lah alasan ku kenapa dulu aku mengambil jurusan IPA"
"Jerih payah mu tidak sia sia Shella"
"Ya, eh ngomong ngomong mana istri mu?"Dimas tertawa terbahak bahak"Jangan katakan kalau kau masih menunggu Kinar?"
"Kau masih ingat dengan Kinar?"
"Siapa yang tidak kenal dengan Kinar, Dimas? Siswa paling populer, cantik dan pintar"
"Apakah kau juga sudah menikah?"
__ADS_1
"Bahkan aku menikah sudah hampir dua tahun"
"Berarti kamu sudah punya anak dong?"Wajah Shella berubah sendu"Ada apa Shel?"
"Sampai sekarang aku belum memiliki keturunan Dimas"
"Jangan bersedih, mungkin Allah punya rencana lain"Dimas menepuk pundak Shella
"Justru aku iri melihat Kinar yang sudah hamil Dim?"deg, jantung Dimas begitu sakit ketika mendengar wanita yang ia cintai tengah berbadan dua
"Dari mana kau tau kalau Kinar sedang hamil?"
"Kenapa? Kamu cemburu?"Shella tertawa"Aku hanya tidak sengaja ketemu dia, waktu itu aku yang menolong nenek nya, apakah kau tau? Ternyata seorang perempuan yang aku rawat adalah nenek nya, bahkan aku terkejut melihat nya sudah hamil. Yang membuat ku heran selama ini, ia tinggal bersama nenek nya dan ia pernah terluka karena di aniaya suami nya"
"Apa dia tidak bahagia dengan suami nya?"
"Kalau dia tidak bahagia, apakah kau akan merebut Kinar dari suami nya?"
"Aku bukan pelakor yang mau merebut istri orang, apa kau pikir aku tidak laku? Sampai harus merebut istri orang lain? Aku masih waras Shel"
"Ya barang kali saja karena cinta mu begitu dalam sampai harus tidak rela melihat Kinar hidup bersama pria lain"Dinas menarik nafas nya yang terasa berat, meski di bibir ia merelakan Kinar bahagia dengan pria lain, tetapi tidak di hati nya, justru di hati nya justru sangat tidak rela.
"Aku bukan pria bodoh, bagaimana kabar Nina? Apakah kau juga tau tentang nya?"
"Nina? Dia masih sendiri bahkan aku tidak pernah melihat nya bersama pria lain. Ia menjadi sekretaris pribadi Kinar, kemana pun Kinar pergi dia selalu berada di belakang nya"
"Apakah kau menyimpan nomor ponsel milik Nina?"
"Ada"
"Boleh aku meminta nya?"
"Tentu saja"Mereka bertukar no ponsel
"Terima kasih Shel"ia hanya menganggukkan kepala sembari tersenyum.
Flash On
Pertemuan itu sudah hampir dua bulan yang lalu, namun Dimas belum memiliki keberanian untuk menanyakan perihal kabar Kinar pada Nina, dan sekarang keberanian nya muncul untuk mengajak Kinar dan Nina ketemuan. Walau dia merasa kecewa dengan keadaan Kinar tetapi dia masih punya harapan.
__ADS_1