
Ketika Irsyad terbangun dia begitu terkejut, karena tidak mendapatkan Kinar di ranjang, dengan sedikit berlari Irsyad menuju pintu kamar mandi dan menggedor nya
"Apa kau di dalam!!???"Kinar semakin sakit jangan kan memanggil sayang menyebut nama nya saja Irsyad begitu berat"Apa kau mendengar ku!!?"Kinar tetap diam tanpa bereaksi, diri nya masih menangisi nasib nya yang tidak begitu beruntung
"Kau mendengar ku? Buka pintu nya atau aku dobrak!!??"Kinar membasuh muka nya di wastafel, percuma menangisi semua nya karena semua nya sudah terjadi dan tidak akan pernah berubah terkecuali diri nya berpisah dengan irsyad
"Buka,,,,!!!!!jerit Irsyad, dengan langkah malas Kinar memegang botol infus dan membuka pintu, Irsyad berdiri di depan pintu kamar mandi dengan wajah dingin nya
"Apa kau tuli sehingga tidak mendengar panggilan ku?"Kinar tidak menjawab dan tetap berjalan ke ranjang nya
"Apakah kau,,,,,?"sebelum selesai pertanyaan Irsyad
"Aku baik baik saja dan jangan terlalu mengkhawatirkan ku"potong kinar
"Aku tidak mengkhawatirkan mu, tapi aku khawatir terjadi sesuatu dengan mu dan kau tau apa kata mami ku??!!"ternyata Irsyad mengkhawatirkan ku karena Tatit.
"Aku tau"jawab Kinar dengan wajah datar nya, sekarang bukan hati, dada, dan kepala nya saja yang terasa nyeri, tapi mata nya justru lebih perih.
"Apa yang kau lakukan di dalam? Sehingga kau tidak mendengar aku memanggil mu?"
"Makan"jawab Kinar sekena nya
"Makan? Apa kau sudah gila makan di toilet?"
"Dan apa kamu juga sudah tidak normal menganggap ku makan di toilet?"tanya Kinar
"Kau bilang makan,,,"
"Apa aku sebodoh itu sehingga makan di dalam toilet?*
__ADS_1
"Kenapa kau begitu lama di dalam dan kenapa kau tidak memanggil ku untuk,,,,"
"Aku bukan anak kecil dan aku bisa melakukan nya sendiri"Kinar mengusap wajah nya dengan tangan nya
"Kalau kau bisa sendiri untuk apa aku di sini?"
"Aku tidak meminta mu untuk di sini"suara kinar begitu ketus dan terlihat tidak suka
"Aku akan pulang"
"Aku tidak mengusir mu"kinar membelakangi Irsyad
"Naiklah kalau itu mau mu"jam masih menunjukan pukul 04.15 pagi, tapi sudah terjadi perang dingin di ruang rawat inap Kinar, dengan kasar Irsyad membanting pintu kamar membuat Kinar terkejut.
Merenungi nasib yang tidak beruntung membuat Kinar menangis,
"Lebih baik aku pulang ke rumah mama dan mengatakan yang sebenar nya, kalau aku tidak pernah bahagia dengan pernikahan ini, jika aku menjelaskan mama dan papa pasti mereka mengerti"ucap Kinar pelan, nafas nya begitu sesak"aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini karena ini sungguh menyakitkan bagi ku"
"Makan lah"kata nya pelan, Kinar tetap membelakangi nya"Apa kau tidur?"Irsyad memutar dan berdiri di depan Kinar dengan menatap nya yang sedang tertidur, di tatap nya mata Kinar yang sembab,ada rasa iba di hati Irsyad ketika menatap mata kinar yang sembab, kedua tangan nya terpasang infus, di hela nafas nya
"Maafkan aku yang begitu egois"ucap Irsyad pelan,mendengar kata itu hati kinar semakin sakit"Aku terlalu gengsi untuk mengatakan yang sebenar nya"pura pura ia membuka mata nya, sehingga membuat Irsyad salah tingkah
"Setelah keluar dari rumah sakit, bebaskan aku dari pernikahan ini"kata Kinar
"Mami tidak mengizinkan kita pisah"
"Yang menikah bukan mami mu tapi kita, lagian mami kamu tidak perlu khawatir karena bayi ini adalah cucu nya"Irsyad menatap kinar begitu dalam
"Kalau itu mau mu aku akan mengatakan pada mami"
__ADS_1
"Kamu tidak perlu mengatakan pada siapapun tentang keputusan mu"
"Aku butuh pendapat!*bentak nya
"Jangan membentak ku!!!jawab Kinar dengan nada tinggi"Aku bukan anak kecil yang bisa kamu perlakukan sesuka hati mu"kata Kinar yang langsung terduduk dan buru buru di hapus air mata nya, membuat Irsyad terkejut selama ini istri nya l tidak pernah membantah nya bahkan apa pun yang di katakan Irsyad dia selalu nurut"Kenapa terkejut? Aku manusia biasa memiliki kesabaran dan sekarang kesabaran ku sudah di ambang habis"Irsyad masih terpaku dengan menatap Kinar"Apa kamu tidak tau kalau aku juga punya hati seperti kamu? Dan apa kamu tidak tau kalau aku juga memiliki air mata yang kapan pun akan jatuh ketika aku sedang sakit atas sikap dan ucapan mu, ucapan mu bahkan kelakuan mu"!!Kinar tidak dapat membendung emosi nya, beban yang selama ini di pendam akhir nya tumpah sudah"Dengan segala hormat ceraikan aku tuan Irsyad Malik Ahmad"Irsyad benar benar terkejut dengan perubahan sikap Kinar
"Kenapa kau tidak sopan berbicara kepada suami mu?"
"Suami?"Kinar tertawa dengan terbahak bahak membuat Irsyad khawatir, Kinar menghapus air mata nya yang mengalir begitu saja"Apa kamu pantas di sebut sebagai seorang suami? Kali ini Kinar menangis dengan menangkup wajah dengan kedua tangan nya, membuat Irsyad terdiam tanpa berbicara"Aku lelah dengan hubungan ini,,, sungguh aku sangat lelah mas"suara Kinar mengecil"Aku tidak bahagia dengan pernikahan ini,aku sangat terluka"Kinar memukul mukul dada nya
"Apa yang kau lakukan!!?"kata Irsyad dengan menarik tangan Kinar yang memukul dada nya sendiri"Apa kau sudah gila?"
"Dada ku terasa begitu sakit, sungguh rasa nya aku ingin mati saja"
"Kamu sudah tidak waras!!"
"terserah apa kata mu mas"Kinar masih menangis, dia merasakan dada nya begitu sesak dan nyeri"Itulah yang selama ini aku rasakan, maka ceraikan lah aku"kata Kinar dengan memohon
"Aku tidak akan pernah melakukan nya, jika kau ingin pisah dari ku lakukan lah, tapi jangan pernah meminta pada ku untuk menceraikan mu"
"oh baik lah,,,, apa kamu ingin berita yang beredar, mereka mengatakan seorang pengusaha muda yang bernama Irsyad Malik Ahmad di ceraikan istri nya yang sedang hamil anak nya, karena ketahuan dia berselingkuh dengan wanita lain, apa kamu ingin seluruh antero mengetahui nya?"tanya Kinar
"Lalu apa beda nya kalau aku yang menceraikan mu?"
"seorang pengusaha yang bernama Irsyad Malik Ahmad menceraikan istri nya yang sedang hamil, karena dia tidak mencintai nya lagi, bedakan kata kata itu mas"Irsyad hanya diam
"Tapi aku tidak akan menceraikan mu"
"Kalau begitu aku akan kembali ke rumah orang tua ku"
__ADS_1
"Bukan kah di islam juga di larang menjatuhkan talak terhadap istri yang sedang hamil?"Kinar terdiam mendengar kata kata Irsyad
"Kalau dia tidak mencintaiku untuk apa dia mempertahan kan ku? Lalu kenapa dia tidak mau menceraikan ku? Sebenarnya apa yang di inginkan oleh nya"batin kinar, sebenarnya kinar ingin mengatakan hal itu tapi dia terlalu takut kalau Irsyad akan menyakiti hati nya dengan kata kata yang pedas dan tajam