
Nina begitu sibuk kepada para pengunjung menanyakan apa ada yang kurang atau lain nya dan sesekali ia melihat ke arah Kinar yang masih duduk menikmati jus nya, Nina dapat melihat perubahan sikap sahabat nya beberapa hari ini yang mudah marah dan tersinggung, seharusnya ia memaklumi nya dan tidak membuat nya semakin tidak mood, pada hal sebelum ia pergi ke Jakarta Kinar selalu ceria bahkan kejadian sekecil apapun akan ia ceritakan pada diri nya, tapi kali ini sungguh berbeda. Apakah suami nya membawa pengaruh besar terhadap nya? Jika memang suami nya membawa pengaruh besar Irsyad tidak akan mengizinkan Kinar berteman lagi pada diri nya. Atau ini memang bawaan calon bayi nya yang tidak pernah mendapatkan perhatian dari ayahnya? Lalu ini kesempatan bagi nya? Terlalu sulit untuk di jelaskan bahkan lebih sulit dari rumus kimia.
"Mbak Nina" Panggil Ayu dengan menyentuh lengan Nina
"Ya"
"Mbak Nina kenapa melamun?"
"Ah tidak, saya hanya sedang berpikir"
"Mbak Nina ada ada saja"ternyata di diamkan Kinar beberapa menit saja ia sudah tidak tahan, bagaimana jika si manusia robot melarang untuk berteman dengan nya lagi, ah sungguh Nina tidak dapat membayangkan nya.
"Hai"sapa seseorang membuat Kinar terkejut dan mencari siapa yang telah menyapa nya
"Dimas"
"Kamu kelihatan terkejut melihat ku?"Mata Kinar melongo melihat Dimas yang langsung duduk didepan nya
"Ah tidak"
"Beberapa hari ini kau tidak ada di kafe, kemana aja? Aku tanya dengan pegawai mu mereka mengatakan kalau kamu ke Jakarta ada urusan yang tidak dapat kamu tinggalkan? Kenapa aku jadi kepo ya?"Kinar tersenyum"Aku merindukan mu"deg jantung Kinar mendengar ucapan Dimas yang begitu natural tapi mampu membuat jantung nya jedag jedug.
"Oh. Beberapa hari yang lalu aku pulang ke Jakarta karena mertua ku lagi sakit"Kinar tidak perlu mengatakan kejadian yang sebenar nya karena akan membuat banyak pertanyaan dari Dimas
"Apa aku boleh mesan sesuatu?"
"Maaf aku lupa menawarkan mu sesuatu"Dimas tersenyum, aduh Dimas senyum mu hari ini kenapa manis sekali bahkan manis nya mengalahkan pabrik gula. Tangan kinar melambai ke arah Rizki
"Ya mbak"jawab Riski sedikit membungkukkan badan nya ketika ia sudah berada di depan Kinar
"Tolong buatkan,, eh kau ingin minum apa?"
"Jus melon"Riski masih menunggu dengan berdiri didepan Kinar
"Jus melon satu ki. Itu saja Dim?"
__ADS_1
"Untuk sementara itu dulu"
"Itu saja ki, terima kasih banyak Ki"
"Sama sama mbak"jawab Riski sambil berlalu dari hadapan mereka berdua
"Terus bagaimana kondisi mertua mu? Apakah sudah baikan?"
"Sudah"
"Syukur lah, eh aku ini mengganggu kesibukan mu tidak?"
"Dim, aku sudah pernah mengatakan pada mu kalau aku bukan ibu manager sampai tidak punya waktu untuk ngobrol sama kamu"
"Apakah hubungan mu dengan suami mu sekarang sudah baikan?"tanya Dimana dengan melihat tanda merah di leher Kinar
"Sedang kami perbaiki"ada rasa kecewa di hati Dimas mendengar jawaban Kinar
"Aku terlambat Kin"
"Masih banyak wanita yang masih sendiri di Jogja ini Dim, kenapa kau merasa cuma hanya ada aku wanita yang di muka bumi ini?"Dimas terdiam, sejak dulu ia telah menaruh hati pada Kinar tapi sayang semua nya benar benar sudah terlambat"Dan kau juga tau bukan kalau aku adalah wanita yang telah bersuami dengan kondisi hamil kenapa kau tidak menahan rasa itu?"
"Kau hidup di zaman modern Dim"Kinar masih tertawa dengan memukul tangan Dimas
"Irsyad"panggil Dimas membuat Kinar menghentikan tawa nya"Apa kabar bro?"Dimas langsung menjabat tangan Irsyad
"Baik, baik. Lo sendiri?"
"Ya seperti yang Lo lihat"Dimas mengangkat kedua tangan nya"Gua masih setia dengan kesendirian gua Syad"
"Kenapa tidak berusaha mencari?"
"Lo pikir cari bini seperti cari baju di toko"Irsyad tertawa dengan menatap Kinar"Lo masih sepupu kan dengan Kinar?"Irsyad menatap Kinar dengan penuh kecemburuan, ia tidak menjawab pertanyaan Dimas karena ia takut jawaban nya tidak sesuai yang di harapkan oleh istri nya"Aku menaruh hati dengan sepupu Lo"Hati Irsyad terbakar cemburu mendengar ucapan Dimas, Bagaimana mungkin dia jatuh cinta pada wanita yang telah beristri dan sedang mengandung benih suami nya
"Kinar sudah bersuami bagaimana mungkin kau jatuh hati pada nya?"
__ADS_1
"Tidak ada yang salahkan mencintai wanita hamil yang sudah tidak bersuami? Lo kenapa lihat gua seperti kagak suka begitu Syad?"Tanya Dimas penuh curiga
"Ah tidak, gua tidak yakin kalau Lo masih sendiri"hati nya benar benar terbakar cemburu
"Lo pikir gua itu seperti Lo yang dimana mana ada kekasih nya?"Irsyad langsung terdiam, kenapa Dimas bicara seperti itu, pasti istri nya akan ngambek lagi.
"Gua sekarang sudah menikah Dim"Jawab Irsyad dengan menunjukan jari nya yang telah terisi dengan cincin pernikahan
"Gua masih tidak percaya Syad, cowok kayak Lo itu tidak mungkin bisa terikat dengan sebuah pernikahan"Dimas menepuk lengan Irsyad"Terus dari sekian pacar Lo siapa yang Lo nikahi? Jangan katakan kalau Lo menikahi salah satu di antara mereka karena hamil duluan"
"Gila Lo"Kinar masih diam dengan wajah datar nya dengan sekali kali mengusap perut nya yang dari awal terasa tidak nyaman, sekarang ia akan berusaha bersikap biasa biasa saja ketika bertemu dengan mantan kekasih suami nya atau ada sahabat suami nya yang menanyakan perihal mantan mantan nya"Kalau gua tau sama Lo siapa istri gua, Lo bakalan tidak percaya Dim?"
"Kenapa tidak, tapi jika Lo mengatakan kalau Kinar adalah istri Lo, kalau itu gua baru tidak akan mempercayai Lo, Syad"Dimas tertawa terbahak bahak"Oke lain kali kita akan ngobrol kembali Syad, oh ya Kin terima kasih banyak atas waktu nya dan jika kamu butuh sesuatu hubungi aku ya dan jangan sungkan"Kinar tersenyum,
Setelah kepergian Dimas, Irsyad menggenggam tangan istri nya kalau ia ingin mengatakan betapa cemburu nya ia saat ini
"Kamu ada hubungan dengan Dimas, sayang?"tanya Irsyad dengan mode lembut karena ia takut istri nya akan marah lagi seperti tadi pagi
"Dimas hanya sebatas teman mas, dan aku tidak memiliki rasa apapun pada nya, ya jujur kalau dia itu begitu mempesona"
"Tu kan"Irsyad seperti anak kecil
"Kau cemburu pada nya mas?"
"Bagaimana aku tidak cemburu sayang, kalau dia langsung bicara seperti itu di depan ku"
"Itu kan Dimas, tidak dengan ku"
"Tapi kau terlihat tertawa bahagia dengan nya, sayang" ya ampun ini bukan sifat Irsyad atau ini reinkarnasi nya
"Hanya tertawa, itu pun karena lucu"jawab Kinar datar dengan mengusap perut nya
"Tetap saja aku cemburu"Kinar tersenyum dalam hati, taukan gimana rasa nya terbakar cemburu? Ingin marah dan tidak terima.
"Sudah ah, kita sudah sama sama dewasa dan tidak usah saling cemburuan"
__ADS_1
"Sayang"Panggil Irsyad dengan mengusap punggung tangan istri nya"Besok kalau Dimas kemari kau harus di temani Nina"
"Iya"jawab Kinar malas, selain overprotektif suami nya ternyata begitu pencemburu, ia baru mengetahui nya. Ini semua balasan untuk Irsyad yang suka main perempuan, ketika ia ingin memulai semua nya dari awal justru istri nya ada yang mencintai nya.