
Dia mengetuk kaca mobil berulang kali, Kinar menurunkan kaca mobil nya
"Berani sekali kau membuat anak ku tiada!!!!"kata Irsyad dengan membuka pintu mobil dan menarik tangan Kinar dengan kasar
"Pak tunggu!!!!"jerit Nina dengan keluar dari mobil
"Diam dan jangan ikut campur dengan urusan ku"Irsyad menarik tangan Kinar dengan keras tanpa melihat kondisi Kinar
"Kau ingin tau bagaimana rasa nya di lenyap kan bukan, sekarang rasakan kan ini"dengan cepat tanpa melihat kearah perut istri nya irsyad menampar wajah Kinar membuat nya terhempas, jalanan begitu sunyi
"Hari ini aku akan tiada bersama calon bayi nya, aku rela dari pada harus merasa sakit hati yang berkepanjangan tanpa tau kapan akan berakhir"batin Kinar, dia jatuh terduduk dengan memegang pipi nya yang terasa begitu perih
"Kau membenci ku lalu kenapa kau lampiaskan pada calon bayi ku!!?"Kinar menunduk dengan menatap perut nya"Apa salah nya? Bayi ku tidak bersalah"ada air mata yang jatuh dari mata nya yang legam"Aku sangat membenci mu, bahkan aku ingin melenyapkan mu sampai tiada!!"dia melepaskan tangan nya pada dagu Kinar dengan keras sehingga membuat tubuh kinar jatuh ke jalan
"Jangan lakukan pak jika tidak bapak akan menyesal!!!"jerit Nina
"Kau juga mengancam ku!!!?"tanya Irsyad dengan menarik tangan Nina dan melemparkan nya di mobil"Kau juga ingin tiada bersama sahabat mu bukan?"tanya Irsyad dengan mencengkram leher Kinar"Aku akan melenyapkan mu, tapi setelah aku melenyapkan wanita jahat ini"Nina memegang leher nya yang terasa sakit, Irsyad mendekati Kinar yang diam tanpa bisa berkata kata
"Siapa yang memberi mu hak untuk melenyapkan bayi ku!!!?"Irsyad menarik rambut kinar sampai Kinar menengah menatap Irsyad
"Sakit bukan!!?"tanya Irsyad dengan tertawa"Sebelum aku melenyapkan mu, aku akan menyiksa mu sampai kau menyesal karena membuat anak ku tiada"Irsyad seperti orang gila"Sekarang nikmati lah"Irsyad memijak tangan kinar dengan menggunakan kaki nya yang memakai sepatu pantofel, sedikit pun Kinar tidak mengeluh atau mengatakan sesuatu"Apakah sakit!!!??"
"Kenapa kau membuat anak ku tiada Kinar?"Irsyad menangis"Apa salah nya?"Irsyad membelakangi kinar"kau boleh membenci ku Kinar, tapi kenapa tidak kau biarkan bayi ku bersemayam di rahim mu sampai dia lahir?"Irsyad berbalik dan menatap Kinar"Jika aku membuat mu tiada saat ini semua nya percuma, percuma!!!!!"dengan menendang kaki Kinar dengan keras, kali ini Kinar tidak dapat menahan rasa sakit nya
"Aawwhhhh"jerit kinar dengan memegang perut nya yang terasa nyeri dan keram, Irsyad begitu terkejut melihat darah mengalir di kaki Kinar"aaawwhhhh, sakit!!!!jerit nya lagi
"Kinar bangun Kinar"Nina menggoyangkan tubuh kinar"Apa yang terjadi?"tanya Nina dengan menatap kinar mengusap perut nya"Kamu bermimpi?"
"Syukurlah semua nya hanya bermimpi"jawab Kinar
"Apa yang kamu mimpikan sampai kamu menjerit kesakitan?"
__ADS_1
"Tidak ada"jawab Kinar pelan
"Kamu bermimpi melahirkan?"
"hm"sahut Kinar yang membuat Nina tersenyum begitu mobil sampai di rumah Rianti, Kinar langsung turun
"Kamu tidak turun dulu?"
"Tidak, aku akan langsung ke kafe"
"Terima kasih untuk hari ini Nin, dan hati hati ya"Nina hanya tersenyum setelah itu pergi meninggalkan Kinar
Kinar masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar, dibaringkan tubuh nya
"Apakah mas Irsyad benar benar akan melenyapkan ku? Benarkah dia begitu marah?"batin Kinar berkecamuk"Kenapa sekarang aku justru menjadi takut, bukan kah aku sudah tau ketika dia mengatakan akan melenyapkan ku ketika dia mengetahui kalau calon bayi nya telah tiada?"
Jika itu yang akan terjadi Kinar tidak perlu menyesali nya, karena dia tiada di tangan orang yang ia cintai, walau pada akhir nya kinar tidak pernah mendapatkan balasan nya
Kinar tidur begitu lelap bahkan ponsel nya berdering berulang kali tidak terdengar, bukan tubuh nya saja yang terasa begitu lelah tapi hati nya juga lebih begitu lelah yang selalu memikirkan ayah bayi nya, entah sampai kapan ia mampu bertahan melihat sikap suami nya
"Eh mas Irsyad,,, ada apa mas?"
"Apa Kinar ada di rumah bi?"pertanyaan aneh untuk seorang suami
"Ada mas lagi di kamar, istirahat mas"
"Boleh saya masuk dan bertemu dengan nya Bi?"harus kah seorang suami minta izin kepada seorang asisten untuk bertemu istri nya sendiri
"Tentu mas, tentu, masuklah mas"Irsyad langsung masuk dan menuju kamar Kinar di putar nya handle pintu tidak terkunci, sia menatap kinar dengan penuh kebencian, sebelum mendekati nya Irsyad mengunci pintu terlebih dahulu, dengan senyum sinis ia mendekati kinar yang tertidur pulas tubuh nya di tutupi dengan selimut, tidak ada angin tiba tiba hujan begitu deras di barengi kilat yang bersahutan seakan alam pun ikut bersedih melihat kondisi Kinar
"Kau bisa tidur begitu pulas, sedangkan aku selalu memikirkan anak ku yang telah kau lenyap kan!!!"kata Irsyad"Bagaimana mungkin kau bisa setenang ini sementara aku seperti orang gila"kata Irsyad dengan mencengkram wajah tirus Kinar sehingga membuat nya terkejut, ia berusaha melawan dengan menahan tangan irsyad namun tangan Irsyad lebih kokoh di bandingkan tangan mungil nya
__ADS_1
"Ternyata kau bersembunyi di sini?"tanya Irsyad, Kinar berharap ini hanya mimpi nya tadi yang terpotong, namun dia merasa ini bukan mimpi"Kenapa kau begitu terkejut!!?"tanya Irsyad dengan mengusap wajah kinar dengan kasar"Bukan kah aku sudah pernah mengatakan pada mu, kalau aku akan melenyapkan mu seperti kau melenyapkan bayi ku yang tidak berdosa itu"Kinar bergidik ngeri bukan cinta yang dia dapatkan tapi sakit yang teramat"Hai jangan takut, aku tidak akan langsung melenyapkan mu begitu saja, aku ingin melihat kau menderita sebelum kau tiada"Kinar hanya diam dengan memandang lelaki yang dia begitu mengemis akan cinta nya"Kenapa kau memandang ku begitu tajam? Atau kau ingin aku mencongkel bola mata mu yang indah ini?"Irsyad mengusap mata Kinar dengan kasar
"Lepas kan aku!!!"jerit kinar
"Eh jangan menjerit"Irsyad mengusap bibir seksi Kinar"Apa kah kau mendengar jeritan anak ku ketika kau melenyapkan nya, tidak bukan!!!!?"bentak Irsyad membuat kinar terkejut dengan menutup mata nya
"Kenapa setelah tiada kamu baru menangisi nya? Selama ini kamu kemana ketika kamu mengetahui ketika aku mengandung benih mu"
"Jangan menceramahi ku!?"bentak Irsyad"Jangan ceramah di depan ku, apa lagi di nasehati wanita seperti mu!!"
"Apa kamu pikir kamu seorang suami yang baik?"tanya Kinar, tapi Irsyad malah mencengkram dagu Kinar dengan keras
"Mulut mu terlalu pandai berbicara"
"Untuk apa kamu kemari?"
"Untuk apa?"Irsyad tertawa"Kau bertanya untuk apa aku mencari mu? Bukan kah kau sudah tau jawaban nya? Lalu untuk apa kau bertanya?"kali ini Irsyad semakin kuat mencengkram dagu Kinar"Siapa yang memberi mu hak untuk membuat anak ku tiada,,,,siapa!!!!?"bentak Irsyad"Jangan kan kau, malaikat saja tidak berhak untuk membuat calon bayi ku tiada, lalu kenapa kau melakukan nya?"
"Untuk apa aku mempertahan kan nya jika ayah nya saja selalu membuat ibu nya menderita?"
"Kau benar benar ingin tiada!? Baik,,, baik,,"tamparan keras mengenai wajah mungil kinar sehingga meninggalkan bekas merah dan darah keluar dari sudut bibir nya yang imut"Apa terasa sakit!? Sakit bukan!!!?"ternyata mimpi nya menjadi nyata, kini Kinar benar benar merasa, kalau malaikat mau akan menjemput nya saat ini
"Jika kamu ingin membuat ku tiada lakukan lah,,, lakukan,,, agar kamu puas!"kata Kinar pelan
"Sungguh kamu benar benar menginginkan nya?"tamparan keras mendarat di pipi nya, kali ini meninggalkan rasa memar dan terasa begitu perih, bukan pipi nya saja yang merah tapi hidung nya pun mengeluarkan darah"Kamu sudah merasakan sakit?"tanya Irsyad dengan melihat wajah kinar
"Kamu akan menyesal"suara Kinar mulai melemah
"Aku tidak akan pernah menyesal membuat mu tiada, bahkan aku rela menghabiskan waktu ku di penjara, asal aku membuat mu tiada"tangan kekar Irsyad mencengkram pipi Kinar yang merah karena bekas tamparan nya"Melihat mu menderita begini membuat ku begitu puas, apa lagi setelah membuat mu tiada"Irsyad tertawa terbahak bahak, entah setan apa yang sedang merasuki nya. Dengan kasar Irsyad menarik rambut kinar sampai kinar terduduk setelah itu di hempaskan nya begitu kuat"Membuat mu tiada itu sangat mudah bagi ku, tapi aku ingin melihat mu tersiksa sebelum kau tiada"Kinar memegang kepala nya yang terasa sakit akibat tarikan tangan Irsyad di rambut nya"apa kau menyesal telah membuat calon anak ku tiada?"Kinar tidak menjawab karena mata nya mulai berkunang kunang"Eh secepat itu kah kau tiada? Aku belum puas menyiksa mu"Irsyad menarik tangan Kinar untuk bangkit dari tidur nya tapi kinar menahan nya dengan berpegangan ranjang
"Jika aku berdiri kamu akan menyesali seumur hidup mu"kata Kinar dengan tetap menahan pegangan nya pada ranjang
__ADS_1
"Kenapa aku harus menyesal!?"tanya Irsyad melihat darah segar mengalir dari hidung Kinar"aku sudah merencanakan ini sebelum nya, apakah kau pikir aku akan iba melihat darah mengalir dari hidung mu yang mancung dan bibir mu yang seksi!!?"tangan kinar meraih gelas yang berada di atas nakas dan di pukul kan di kening nya, seketika pecahan gelas berserakan dengan darah mengalir dari kening dan dahi nya, melihat hal itu Irsyad terkejut
"Kau pikir aku akan iba melihat nya,, tidak Kinar,,tidak!!!!"darah mengalir membasahi wajah Kinar, dengan kasar Irsyad menarik tangan nya untuk berdiri, meski Kinar sudah tidak mampu melawan nya dia tetap bertahan dengan berpegangan pada besi kasur nya, darah berceceran di bad cover nya yang berwarna putih, jika di sebuah film ini seperti pembunuhan berencana pasti pembunuh nya akan di hukum seumur hidup atau bahkan di hukum mati.