
Kinar berhenti di sebuah tempat wahana,pada hal dia tau tempat itu tutup dan tidak ada pengunjung satu pun tapi dia tetap menghentikan mobil nya,karena lampu itu telah menarik diri nya untuk berhenti.
"kamu senang melihat nya nak?"tanya Kinar dengan tersenyum"ibu begitu senang melihat nya nak"Kinar seperti orang yang telah kehilangan akal mungkin orang yang normal akan takut di tempat wahana itu sendirian tapi tidak dengan Kinar,dia ingin mengajak anak nya yang belum lahir untuk melihat tempat yang menurut nya sangat indah
"kelak ketika kamu sudah lahir ibu akan membawa mu ke tempat ini semua kita akan menikmati semua nya tanpa ayah mu nak"tiba tiba Kinar menangis tersedu sedu"seharus nya ibu tidak membuat mu sedih dengan cerita ibu nak tapi ini lah kenyataan nya nak"Kinar menghapus air mata nya dengan kasar"tapi kamu tidak boleh sedih ya nak,cukup ibu yang sedih karena merasakan semua ini"
Malam semakin larut tapi Kinar masih betah memandangi wahana tanpa pengunjung itu,bagi nya inilah kesempatan diri nya untuk menghabiskan waktu tanpa ada yang mengganggu nya
Nina begitu khawatir ketika sampai rumah dia tidak melihat mobil nya yang terparkir di teras rumah
"mobil nya kemana yang?"tanya nina pada tomi
"bukan kah tadi ada di teras?"Tomi juga bingung
"jangan jangan,,,"Nina buru buru membuka mobil dan berlari masuk ke dalam rumah dan pintu tidak di kunci
"Kin,,,Kinar,,,!!panggil Nina dan membuka semua pintu baik pintu kamar mau pun pintu kamar mandi tapi dia tidak menemukan Kinar
"Kinar nya ada yang?"
"tidak ada yang"Nina kelihatan khawatir
"kamu jangan khawatir yang"
"bagaimana aku tidak khawatir yang,,,bagaimana jika dia melakukan sesuatu yang?"
"itu tidak mungkin sayang"
"suasana hati nya saat ini sedang tidak menentu yang,aku khawatir jika dia melakukan sesuatu"
"hubungi ponsel nya"nina mengambil ponsel nya dan menekan nama kinar,masuk tapi ponsel itu berada di atas nakas dan sedang di charger
"Kinar tidak membawa ponsel nya yang,bagaimana ini yang?"Nina berjalan mondar mandir didepan Tomi"kita cari yang?"
"cari,,,kemana kita akan mencari nya yang?"tanya Tomi dengan memegang tangan Nina
"jadi kita harus bagaimana?"
__ADS_1
"kita tunggu"
"kalau dia tidak pulang bagaimana?"
"pasti pulang"
"tapi aku khawatir yang"
"apa mobil kamu ada GPS nya?"
"ada yang"
"Ayuk kita jalan sekalian kita lacak dimana posisi mobil kamu"
Sementara Kinar sedang duduk di sebuah danau,setelah dia pergi dari wahana dia memutuskan untuk kembali ke danau,para pengunjung sudah mulai pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam,tapi Kinar masih enggan untuk meninggalkan tempat itu,dia masih menikmati tempat itu,duduk di bangku di depan danau membuat nya merasa begitu nyaman
Semua orang memandang nya dengan pandangan penuh curiga,ada yang beranggapan diri nya akan bunuh diri karena hamil di luar nikah,ada yang menganggap diri nya sedang galau,ada yang menganggap diri nya sedang stres,banyak anggapan bagi setiap orang melihat nya,tapi Kinar tidak memperdulikan nya karena dia masih sibuk dengan pikiran nya.
Kinar membelai perut nya dengan lembut,meski dia membenci ayah dari calon anak nya tapi Kinar begitu sangat menyayangi calon anak nya jadi tidak mungkin jika dia melakukan sesuatu yang tidak mungkin seperti anggapan mereka bunuh diri
"kamu ngapain!!!??tanya Nina dengan nada tinggi begitu melihat Kinar duduk santai di depan danau,membuat Kinar terkejut tapi Kinar tidak menjawab nya
"Kinar,,!!!!panggil Nina dengan mengguncangkan tubuh kinar"kamu tidak tau begitu khawatir nya aku ketika melihat mobil tidak ada dan ternyata kamu membawa nya,kenapa kamu tidak bilang padaku?kenapa ponsel kamu tinggalkan di rumah?"
"aku mencharger ponsel nya"
"dan kamu begitu santai!!?"Nina masih kelihatan marah
"lalu apa yang harus aku lakukan nin?"
"kamu bertanya!!?"Kinar terdiam mendengar nada Nina begitu tinggi,karena selama ini Nina tidak pernah marah seperti ini"aku tadi sudah menawari mu untuk ikut dengan ku lalu kamu menolak nya dan sekarang kamu pergi sendiri di tempat seperti ini,kamu ingin tiada!!!?hati kinar tambah sakit ketika Nina membentak nya meski Kinar tau ini adalah kesalahan nya tapi tidak seharus nya Nina membentak nya,Nina menatap kinar yang terdiam tanpa berbicara sedikit pun"kita pulang tidak baik udara malam untuk kesehatan mu"
Kinar masuk ke dalam mobil Nina dan Tomi mengikuti kami dari belakang,di dalam mobil Kinar tetap diam tanpa berbicara sedikit pun
"apa yang kamu lakukan di danau itu?"suara Nina mulai lunak,Kinar tidak menjawab nya karena dia mengarahkan pandangan nya kesamping"aku sedang bertanya Kin?"
"tidak ada yang aku lakukan"suara Kinar pelan hampir tidak terdengar oleh Nina
__ADS_1
"lalu untuk apa kamu pergi kesana?"
"salah jika aku hanya ingin duduk di tepi danau itu?"Kinar menghapus air mata nya yang sedari tadi di tahan nya,membuat Nina terdiam dan terpaku memandang Kinar
"bukan begitu Kin,,aku hanya khawatir"
"apa kamu pikir aku akan bunuh diri?"tanya Kinar dengan tersenyum kecut"aku masih sehat nin dan tidak kehilangan akal"
"tapi kenapa kamu tidak mengabari ku?"
"baterai ponsel ku habis"suara Kinar terdengar dingin
"lalu kenapa tadi kamu menolak ketika aku mengajak untuk jalan?"
"sudah jangan di bahas lagi"jawab Kinar dengan masih memandang keluar melalui kaca samping mobil
"maafkan aku"ucap Nina
"tidak ada yang perlu di maafkan"jawab Kinar dengan masih suara dingin
"apa kamu marah pada ku?"tanya Nina melihat kearah Kinar yang masih menatap keluar melalui jendela samping tidak ada jawaban dari Kinar
"Kin"panggil Nina,Kinar menghapus air mata nya tanpa melihat ke arah Nina
Begitu sampai Kinar langsung turun dan masuk ke dalam rumah Nina,sementara Nina masih di luar menunggu Tomi
"tidak seharus nya kamu marah dengan Kinar yang"kata Tomi begitu dia turun dari mobil
"aku sangat mengkhawatirkan diri nya yang"
"Kinar butuh waktu untuk sendiri,dengan kamu marah seperti tadi membuat nya semakin sakit"
"tapi aku benar benar mengkhawatirkan nya yang"
"kamu tidak salah mengkhawatirkan nya tapi cara mu yang salah yang"
"apa yang harus aku lakukan?"
__ADS_1
"biarkan dia sendiri dan jangan mengganggu nya"kata Tomi dengan memegang tangan Nina"kalau begitu aku pulang ya"
"hati hati yang"Tomi meninggalkan Nina.