
Tok,,, tok,, tok
Suara pintu di ketuk dari luar membuat Kinar dan Irsyad terkejut sehingga membuat mereka berdua saling berpandangan
"Kinar,,, Irsyad"suara Tatit memanggil dari balik pintu kamar
"Iya mam masuk, pintu nya tidak di kunci"sahut Kinar, begitu pintu di buka ia melihat Tatit sudah rapi
"Lho kalian kok masih belum siap?"
"Iya mi ini juga baru mau ganti"jawab Irsyad dengan mengusap air mata nya
"Kalian berdua lagi ngapain? Pakai acara nangis segala"Kinar menatap ke arah suami nya"Kalian tidak lagi bertengkar kan?"
"Tidak mi, tidak"
"Terus kenapa justru kamu menangis?"Irsyad menatap ke arah istri nya
"Aku merasa bahagia mi"
"Benar kah rasa bahagia yang membuat mu menangis?"
"Iya mi, aku berterima kasih pada Kinar istri ku, mi. Kinar begitu baik sampai dia rela mengandung benih ku dan bersedia melahirkan nya mi"
"Itu lah kewajiban seorang istri dan kamu masih bisa menyakiti nya Irsyad"
"Iya mi, aku baru menyadari nya. Demi merubah panggilan ku menjadi seorang ayah apapun Kinar lakukan"ucap Irsyad dengan mengusap perut istri nya
"Dari itu hargai dan sayangi lah istri mu, Irsyad. Dulu bagi mu Kinar orang lain, tapi apakah kamu tau meski pun kamu orang lain yang di sebut suami, Kinar rela mengandung calon anak mu tanpa meminta apapun dari mu, istri mu hanya meminta cinta tidak lebih"ucap Tatit dengan mengusap punggung Kinar"sekarang bersiap lah mami dan papi menunggu di luar, ingat jangan lama lama?"
"Iya mi"setelah itu Tatit keluar dari kamar mereka, lalu Irsyad mengganti baju nya dengan kaos warna putih dan celana pendek, sedang kan kinar memakai baju model dress warna coklat membuat nya tambah cantik meski tanpa polesan di wajah nya.
"Apakah kau sudah siap?"Tanya Irsyad memegang kedua pundak istri nya yang lagi duduk di kursi meja rias
"Sudah mas"jawab kinar dengan melihat suami nya melalui cermin
"Kalau begitu kita berangkat sekarang"Irsyad membantu istri nya untuk berdiri, yang di lakukan Irsyad kelihatan sederhana namun mampu membuat istri nya kelihatan sederhana
"Jangan lupa di kunci pintu nya mas"kata Kinar ketika sudah berada di luar dan berdiri di samping tatit
"Iya sayang"Mendengar kata sayang, Tatit dan Irfan tersenyum. Ternyata apa yang di katakan Kinar pada nya tentang putra nya yang bucin benar ada nya
"Sejak kapan manusia robot itu memanggil mu dengan sebutan sayang?"Goda Tatit dengan menyenggol lengan Kinar menggunakan lengan nya sehingga membuat Kinar tersipu malu"Baru kali ini mami mendengar putra mami memanggil istri nya dengan sebutan kata sayang, apakah kamu membawa nya ke dukun?"goda Tatit kembali sehingga membuat wajah Kinar semakin merona
__ADS_1
"Ah mami jangan menggoda ku terus wajah ku semakin panas mam"
"Apakah kah kamu menghitung nya berapa kali Irsyad memanggil mu dengan sebutan itu?"Tatit menyenggol lengan Kinar dengan menggunakan lengan nya juga
"Mami please,, kalau mami menggoda ku terus nanti yang ada aku masuk UGD karena wajah ku seperti terasa terbakar mam"Kinar menghapus wajah nya yang terasa panas
"Memang ada ya seorang menantu di goda oleh mertua nya lalu masuk UGD? Mami baru tau"
"Mungkin ini perdana mam dan pasien perdana nya itu adalah aku"Tatit semakin tertawa, ternyata beberapa Minggu tidak bertemu dengan menantu nya Kinar semakin pandai berkata kata
"Mami kelihatan bahagia?"tanya Irsyad dengan melihat kedua wanita yang saat ini paling ia sayangi di ikuti oleh Irfan
"Apa yang sedang kalian bicarakan sehingga kalian berdua begitu bahagia?"
"Papi tidak perlu tau, saat ini mami benar benar bahagia"
"Kalau mami dan istri ku tertawa terus yang ada kita tidak jadi ke klinik"
"Kenapa kamu tidak membiarkan mami dan istri mu untuk bahagia sesaat Irsyad"omel Tatit, Kinar hanya mengusap lengan nya berkali kali yang tidak gatal
"Apa yang kau bicarakan pada mami, sayang?"alamak tatit menyenggol lengan Kinar kembali
"Tidak ada mas"
"Tidak semua harus di bagikan oleh suami nya, Irsyad"
"Tapi aku penasaran mi"
"Sama, mami juga penasaran apa yang kamu bicarakan tadi dengan papi mu"
"Sudah, sudah, jika mami dan istri mu tidak ingin berbagi cerita dengan mu, maka jangan di paksa Irsyad"
"Tapi aku penasaran Pi"
"Itu urusan perempuan"Irfan menarik tangan putra nya menuju mobil, di ikuti Tatit dan Kinar mengikuti nya
"Jika kamu ingin melahirkan secara normal maka kamu harus sering melakukan nya"bisik Tatit kepada menantu nya
"Melakukan apa mam?"Tatit langsung menutup mulut Kinar menggunakan tangan nya
"Jangan keras keras bicara nya, nanti papi dan suami mu tambah penasaran"
"Iya, tapi melakukan apa mam?"
__ADS_1
"Aduh Kinar, kenapa kamu polos sekali, mami penasaran bagaimana proses terjadi nya calon cucu mami berada di perut kamu"
"Mami!!"Kinar mekik terkejut, ia tidak menyangka jika mertua nya bicara sejauh itu mengenai proses terjadi perut nya mengapa perut nya bisa membesar, ini bukan pelajaran IPA. Tatit semakin tertawa manakala melihat wajah Kinar semakin merona merah
"Agar rahim kamu terbuka sehingga memudahkan kamu melahirkan secara normal"Ada ya seorang mertua bicara hal sensitif begitu kepada menantu nya"Jadi berapa kali dalam seminggu?"Kinar hanya menggeleng geleng kan kepala nya sambil tersenyum dan sekali sekali ia menundukkan kepala nya, ia tidak menyangka jika Tatit begitu gamblang menanyakan tentang urusan ranjang.
"Mami,, haruskah aku menceritakan urusan ranjang ku juga sama mam?"Tatit terdiam dengan menatap Kinar lalu tertawa lagi
"Kamu tidak perlu menceritakan nya pada mam, setidak nya kamu harus sering sering melakukan nya"
"Bagaimana kalau mas Irsyad menolak dengan alasan tidak ingin menyakiti ku dan calon bayi ku yang berada di dalam perut ku ini mam?"tanya Kinar dengan mengusap perut nya
"Pepet terus pasti dia tidak dapat menolak nya"
"Kalau seperti itu, aku terkesan seperti wanita murahan mam"jawab Kinar dengan mode manja
"Kita sebagai istri memang terkesan murahan sayang"
"Mami kenapa bicara seperti itu?"
"Karena awal awal nya kita menolak nya ketika kita di ajak untuk,,,"Tatit menghentikan bicara nya"Usia kamu berapa sih sayang?"
"Usia ku memang tidak mudah lagi mam, tapi kalau masalah ranjang aku masih begitu awam"
"Jadi ketika kamu menikah dengan Irsyad, kamu masih virgin?"tanya tatit dengan penuh selidik, mata Kinar langsung melotot ke arah mertua nya"Jangan marah, mami bangga ketika kamu menikah dengan irsyad usia kamu tidak muda lagi, namun kamu bisa menjaga diri mu dengan baik, ah meski masalah ranjang kamu masih awam tapi kamu berhasil untuk hamil sayang"ucap Tatit dengan mengusap perut Kinar berkali kali
"Kalau aku kan cuma menerima mam, tetapi yang berusaha kan mas irsyad"
"Kamu,,,"Tatit langsung tertawa terbahak bahak dengan memegang tas nya"Itu kamu pintar"Kinar mengusap wajah nya yang merona kembali dengan melihat mertua nya yang tertawa terbahak bahak, ia sudah mati kutu di hadapan mertua nya
"Aku lapar mam"bohong Kinar dengan mengusap perut nya, ia hanya ingin mertua nya tidak bicara lebih jauh tentang masalah ranjang karena kalau tidak wajah nya seperti tomat terbakar dan rasa nya panas
"Ayok kita masuk, setelah sampai rumah kita bicara lagi"ajak Tatit dengan memegang tangan menantu nya
"Mami gimana sih"
"Ha!!"
"Kata mami aku dan mas Irsyad harus sering sering melakukan, jadi malam ini aku ingin melakukan nya"
"Ha"Tatit terkejut dengan menutup mulut nya, ia tidak menyangka Kinar akan bicara seperti itu, dan ia begitu mudah nya mengatakan nya di depan mertua nya, Tatit tertawa kembali melihat Kinar sudah berjalan menuju mobil, ia begitu bahagia tentang kepolosan menantu nya, ternyata meski sempat berpisah dengan Kinar putra nya masih mampu memberi menantu nya nafkah batin.
Jangan lupa tinggal kan komen dan like ya para pembaca setia ku, karena tanpa kalian aku bukan apa apa, thank so much, terima kasih banyakπππππ₯°π₯°ππ
__ADS_1