Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Masih Ketahuan


__ADS_3

Kinar tampak gugup dengan merapikan baju nya yang sedikit tersingkap, ia melihat kedua tangan Irsyad mengepal dan Mata nya memerah, ada rasa takut menyeruak dalam diri Kinar. Irsyad hanya memandang begitu nanar tanpa bicara, sedangkan Kinar hanya diam


"Apakah dia tau tentang kehamilan ku?"batin Kinar"Apakah setelah dia tau aku sedang mengandung anak nya dia tidak suka? Atau ah"pertanyaan demi pertanyaan memutar di kepala nya"Apakah setelah ini dia akan menyuruh ku untuk menggugurkan bayi nya, tidak,,,, aku tidak akan pernah melakukan hal itu, lebih baik berpisah dari pada aku harus menggugurkan bayi ku, bayi ku tidak bersalah, bayi ku berhak untuk hidup"batin Kinar dengan mengusap perut nya, sekarang percuma Kinar menutupi perut nya karena Irsyad sudah mengetahui nya, tanpa bicara Irsyad keluar dan membanting pintu begitu kuat membuat Kinar terkejut.


Kinar merasakan kaki nya begitu lemas, seperti, tidak memiliki tulang, dengan tubuh gemetar Kinar meletakkan pantat nya di sofa dan mengusap keringat yang membanjiri kening nya.


"Dia begitu sangat marah ketika dia tau aku sedang mengandung bayi nya"di usap usap tengkuk nya yang tiba tiba terasa sakit


"Kmu kenapa Kin?*tanya Nina heran melihat wajah Kinar penuh dengan keringat


"Entahlah Nin, aku merasa tubuh ku serasa lemas seperti tidak memiliki tulang"


"Mungkin kamu lapar"Nina membuka semua makanan dan di letakkan di atas meja"Makan lah"Kinar hanya menganggukkan kepala, sungguh rasa lapar yang tadi begitu mendera perut nya hilang begitu saja, ketika Irsyad masuk ke ruangan nya tanpa permisi dengan menunjukkan wajah tidak suka nya


"Apa kamu sakit?


"Tidak, tapi selera makan ku tiba tiba menjadi hilang"


"Apa kita harus makan di mall"


"Jangan mengejek ku"


"Aku tidak mengejek mu, barang kali saja anak robot mu ingin makan di mall"Kinar tersenyum


Ada rasa bahagia di hati Irsyad, ternyata meski Kinar tidak mencintai nya, tapi Kinar tidak berusaha memakai alat pencegah hamil, dan Kinar membiarkan calon anak nya tumbuh di rahim nya.nBukan kah itu artinya Kinar mencintai nya ah belum tentu,, jangan terlalu percaya diri Irsyad


"Selama ini dia mual, Pusing ternyata itu gejala dari hamil nya, dan mami ternyata juga bekerja sama dengan Kinar, sungguh mertua dan menantu ideal"gumam Irsyad dengan tersenyum"Bodoh nya aku, selama ini aku tidak mengetahui dan ketika aku menarik tangan nya sampai lebam bahkan dia sempat di rawat, bodoh...dasar aku bodoh,baku menyakiti ibu dari bayi ku"Irsyad mengacak rambut nya yang berantakan.


Kinar dan Nina sudah pergi ke klinik untuk meminta surat rekomendasi untuk pindah ke rumah sakit yang lebih dekat.


Sesampai nya di apartemen Kinar langsung mengambil air dan meminum nya sampai habis, ia tidak menyadari kalau Irsyad sedang berdiri memperhatikan nya


Dret, suara ponsel dengan nada getar di dalam tas nya, dengan cepat Kinar membuka mengangkatnya

__ADS_1


"Kinan"


"Halo"suara Kinan


"Ya Kinan"


"Kak Kinar di mana?"


"Di rumah, Ada apa Nan?"


"Kak Kinar bisa datang ke rumah mama?"


"Ke rumah mama?"


"Iya kak"


"Apa yang sedang terjadi Kinan?"suara di seberang sana terdengar menangis"Kamu kenapa menangis? Jangan membuat kakak khawatir Kinan?"Kinar begitu khawatir, Irsyad tetap berdiri mendengar kan pembicaraan mereka"Apa mama sama papa ada di rumah?"


"Tidak ada kak"


"Kamu mau kemana?"tanya Irsyad pura pura tidak tau, Kinar menarik nafas dalam dalam"Tidak cukup kamu pulang larut malam dan setelah itu kau ingin pergi lagi? Istri macam apa kamu"Kinar hanya diam, di tarik nya tangan yang ada di pegangan Irsyad dan tanpa menjawab pertanyaan Irsyad, Kinar langsung ke pantry untuk menyiapkan makan malam


"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku?"Kinar tetap diam"Dan kenapa kamu tidak berusaha menjelaskan semua nya?"Kinar tidak perduli, dia masih sibuk dengan masakan nya, hanya nasi goreng sosis yang di sajikan bersama.segelas teh"Hanya ini yang kamu masak?"


"Jika kamu ingin makan yang lebih dari ini kamu bisa makan di luar"sahut Kinar dengan wajah tenang, sebenar nya Irsyad ingin bicara nya tidak membuat kinar sakit hati, tapi Irsyad terlalu gengsi"Dan minta temani dengan Susan, jadi aku tidak perlu repot repot menyiapkan semua"


"Kamu marah?"


"Marah?"Kinan tersenyum"Sedikit pun aku tidak marah, tapi kamu lupa kalau aku memiliki hati"jawab Kinar dengan mengusap perut nya, Irsyad menatap perut kinar yang mulai kelihatan"Jika kamu tidak suka apa yang aku masak jangan di makan"Kinar melangkah keluar


"Aku belum selesai bicara?"


"Bicaralah"wajah Kinar tetap kelihatan tenang, tapi justru membuat Irsyad merasa salah tingkah, ponsel Kinar bergetar

__ADS_1


"Ya Kinan"


"Kenapa kakak lama sekali?"


"Kakak masih menyiapkan makan malam untuk kakak ipar mu"tep ponsel di matikan oleh Kinar, Irsyad tertawa dalam hati dia merasa bahagia, ketika Kinar mengatakan hal tersebut


"Apa aku boleh pergi sekarang?"


"Aku akan mengantarkan mu"


"Tidak perlu repot repot"


"Jangan membantah"Kinar dan Irsyad turun ke bawah, tapi sebelum mereka berdua memasuki mobil, Susan sudah datang, Kinar buru buru menjauh, karena ia tidak ingin Susan melihat kehamilan nya, Irsyad menatap Kinar menjauh ada rasa bersalah dalam hati Irsyad


"Kamu mau kemana sayang?"


"Aku ada urusan "


"Aku ikut"kata Susan dengan logat manja nya


"Bagaimana mungkin kamu ikut Susan? Aku akan pergi ke rumah orang tua Kinar"wajah Susan kelihatan marah ,tapi Irsyad tidak memperdulikan nya, Susan masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan Irsyad


Mata Irsyad mencari keberadaan Kinar tapi tidak di temukan


"Kemana dia?"di tekan nya nama Kinar di ponsel nya


"Kamu di mana?"


"Aku sudah di taksi, kamu tidak perlu mengantarkan ku"


"kenapa kau selalu membuat ku marah Kinar? Aku sudah bilang akan mengantarkan mu, kenapa kau tidak menunggu ku?"


"Menunggu, kamu tidak mengatakan nya mas Irsyad"hati Irsyad begitu tersentuh ketika Kinar menyebut nya dengan sebutan itu

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan menyusul"ponsel di matikan


"Kebiasaan banget kamu mas"Kinar menyandarkan kepala nya di kursi belakang"Apa mas Irsyad tidak jadi pergi dengan Susan?"batin Kinar"Aku berharap setelah kehadiran kamu, papa akan berubah nak"kata kinar dengan membelai perut nya, dan ia tersenyum ternyata anak dalam perut nya merespon dengan tendangan kecil.


__ADS_2