Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Bahagia atau Sedih


__ADS_3

Ia menyetir mobil nya dengan menahan rasa marah, ia ingin melampiaskan semua nya pada Tommy, karena jika tidak ia lampiaskan amarah nya pasti diri nya akan mengalami stroke. Ia memarkirkan mobil nya tepat di depan kantor polres bantul, ia melangkah dengan terburu buru bahkan seorang bertugas menjaga mengikuti langkah nya


"Mbak, mbak"panggil nya namun Nina tidak menghiraukan nya.


"Tolong buka kan pintu sel dimana suami saya di tahan pak"


"Tidak bisa mbak"


"Kenapa? Saya hanya ingin bicara sebentar dengan nya"sang polisi menatap nya begitu serius"Kenapa anda menatap saya seperti itu, anda curiga kepada saya?"sang polisi tidak menjawab dan hanya menuruti perintah Nina, dalam sekejap Tommy sudah berdiri di depan nya


"Apakah ada hal penting sehingga membuat mu menjenguk ku kembali? Apakah kau melukai istri ku?"Nina tidak menjawab nya, namun


"Plak, plak, plak, plak"tamparan keras tepat mengenai pipi dan bibir nya


"Apa yang kau lakukan!?"jerit Tommy dengan memegang bibir nya yang terasa nyeri"Berani sekali kau menampar ku, Hanna saja tidak pernah melakukan itu terhadap ku!"


"Aku bukan Hanna, istri mu itu terlalu lemah sehingga dia menerima begitu saja melihat perlakuan mu pada nya"jawab Nina dengan tersenyum sinis


Plak, tamparan Nina yang begitu kuat membuat Tommy mundur ke belakang bahkan terlihat sedikit oleng, dengan cepat Tommy mencekik leher Nina dan tidak memberi nya ampun sedikit pun


"Kau perempuan tidak tau diri, masih syukur aku mau menikahi mu, jika tidak seumur hidup mu akan menjadi perawan tua!!"Nina hanya tersenyum dengan menahan tangan


Tommy


"Aku lebih baik menjadi perawan tua dari pada harus menikah dengan pria biadab seperti mu!"


"Apa yang kau lakukan!?"dengan kasar sang polisi yang bernama judit menarik tubuh Tommy, Nina langsung mengusap leher nya yang terasa sakit


"Ini kantor polisi bukan rumah kalian!"bentak judit


"Saya punya alasan melakukan itu terhadap nya"


"Aku juga punya alasan melakukan nya"judit menatap ke arah Nina"Berikan hukuman lebih berat pada nya pak"


"Tanpa anda meminta nya, kami tau apa yang harus kami lakukan"


"Tidak, anda tidak tau"judit merasa bingung begitu juga dengan Tommy"Anda harus tau kejahatan apa saja yang telah di lakukan bajingan ini!"tangan Nina menunjuk wajah tommy"Dia tidak saja menipu ku, tapi dia telah memperkosa istri nya hingga hamil"

__ADS_1


"Kami melakukan atas dasar suka sama suka"


"Kau mengatakan dasar suka sama suka!?"Tommy terbengong"Istri mu telah menceritakan semua nya pada ku, ketika kau memperkosa nya sebenar nya Hanna ingin melaporkan mu ke pada polisi, tapi sayang benihmu sudah tumbuh di rahim nya"


"Semua bohong!"


"Bohong?"Nina tersenyum sinis"Lalu istri mu mati bunuh diri karena kau,,"


"Bohong, semua nya bohong!"


"Lakukan pemeriksaan pada nya pak, dia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan nya"


"Baik, kami akan melakukan pemeriksaan"


"Jika bapak membutuhkan saksi, saya akan membawa nya"setelah itu Nina pergi meninggalkan Tommy begitu saja tanpa melihat nya. Nina masuk ke dalam mobil dengan tersenyum senyum sendiri


"Kau tau akibat nya jika kau menipu ku, Tommy!"Ucap nya dengan tertawa terbahak bahak"Sekarang bukan aku saja yang merasa puas melihat mu membusuk di dalam penjara. Bahkan Hanna yang begitu baik juga akan tertawa bahagia melihat mu menderita!Mungkin Hanna terlalu bodoh masih mau menerima mu, bahkan ia rela merawat ketiga anak mu meski itu bukan darah daging nya"ucap Nina sedih"Mungkin dengan kau masuk penjara hati nya merasa puas karena dendam nya pada mu terbalaskan"


Hati Nina merasa puas bahkan malam ini ia akan tidur dengan nyenyak, ingin rasa nya ia merayakan kebahagian ini pada Kinar. Ketika ia ingat dengan Kinar. Ia merasa sedih, karena sahabat nya sudah menjauh dari nya.


"Aku akan menemui Kinar ketika ia sudah kembali dari Bogor"ucap nya pelan, saat ini yang ingin ia lakukan adalah kembali pulang lalu tidur, ia ingin mensinkronkan otak dan pikiran nya yang selama ini tidak konek.


"Silahkan masuk ayah, ibu"ucap Hanna sopan, wajah kedua mertua nya sedikit pun tidak menunjukkan keramahan, namun mereka berdua melihat ketiga cucu nya yang menggandeng tangan Hanna, begitu sudah masuk mereka langsung duduk.


"Sayang bisa tidak ibu berbicara sebentar dengan nenek dan kakek?"


"Boleh ibu"


"Sekarang lanjutkan lah bermain di luar"ketiga nya menganggukkan kepala.


"Apa kah ada hal penting yang membuat ayah dan ibu berkunjung ke sini?"


"Kenapa kau tidak mengatakan pada kami kalau Tommy masuk penjara?"wajah seperti ini lah yang dulu selalu Hanna lihat, mereka berdua memang tidak pernah menyukai diri nya


"Syukur lah kalau ayah dan ibu sudah tau"


"Tommy mengatakan kalau kau tidak pernah menjenguk nya?"

__ADS_1


"Aku memang tidak pernah menjenguk nya, tapi apakah ibu tau alasan ku sehingga aku tidak pernah menjenguk mas Tommy?"


"Itu tidak penting!"


"Mungkin bagi ibu itu tidak penting, namun bagi ku itu sangat penting"


"Pantas kalau Tommy menyesal menikahi mu, karena mu lah ia sampai masuk penjara!"


"Karena ku?"Hanna menunjuk diri nya sambil tertawa kecil, ia tidak menyangka kalau suami nya telah memfitnah diri nya"Ibu dan ayah yakin kalau aku lah yang menyebabkan mas Tommy masuk penjara? Jika aku pelaku nya maka sudah aku lakukan dari dulu dimana dia memperkosa ku!!"mereka berdua terkejut, Hanna berusaha untuk menahan air mata nya


"Tapi Tommy mengatakan kalau kau lah yang melaporkan nya kepada polisi"Hanna tertawa


"Aku sudah begitu baik pada nya bahkan aku rela mengurus ketiga putra nya tanpa mengeluh sedikitpun pada nya bu, pada hal uang yang selalu dia beri hanya cukup buat makan selama tiga hari, tapi kenapa dia justru tega memfitnah ku? Ibu tidak pernah tau bukan kalau bayi yang aku kandung adalah perbuatan bejat nya sebelum ia menikahi ku? Dan ketika dia tau aku hamil, dia juga mengatakan pada ku kalau ia masih sendiri Bu. Ibu ingin tau siapa yang membuat mas Tommy masuk penjara?"mertua nya hanya mengangguk kan kepala dengan menatap nya begitu serius" Istri baru mas Tommy lah yang melaporkan nya dengan tuduhan penipuan, karena mas Tommy mengaku masih sendiri demi untuk dapat menikahi nya, sedangkan status nya masih memiliki istri, dan keluarga istri baru nya tidak terima"Hanna menatap mertua nya dengan penuh kebencian"Ini kedua kali nya ibu menuduhku tanpa bukti. Apakah ibu masih ingat ketika dia ingin menikahi ku? Dan apakah ibu dan ayah masih ingat penyebab kematian istri pertama nya mas Tommy? Ibu menuduh ku yang tidak tidak, ayah dan ibu juga yang sudah menuduhku kalau aku lah menyebabkan kematian istri pertama mas Tommy"mereka berdua terdiam


"Mas Tommy sudah dua bulan terakhir tidak pernah menafkahi ku dan ketiga putra nya, seharusnya ibu memiliki sedikit saja rasa kasian kepada mereka, karena mereka itu cucu kandung ayah dan ibu. Dan apakah ayah dan ibu tau uang dari mana untuk makan mereka!?"Air mata nya tidak dapat di bedung lagi"Selama ini aku sudah cukup bersabar bu, hidup dari belas kasihan orang lain. Ternyata doa setiap malam ku di dengarkan oleh Tuhan"kedua mertua menatap nya"Bawa lah ketiga cucu ibu, selama ayah nya masih di di dalam penjara, aku harus bekerja, tapi aku harus kerja apa dengan perut besar seperti ini?"Hanna mengusap perut nya


"Kau ingin melepas tanggung jawab mu pada mereka, atau kau tidak ingin bertanggung jawab lagi pada mereka?"


"Melepas tanggung jawab? Tidak ingin bertanggung jawab lagi? Maksud ibu bagaimana? Aku sudah merawat mereka meski untuk memenuhi kebutuhan ku sendiri saja harus bergantung pada kakak ku!"Hanna tidak dapat menahan amarah yang selama ini ia pendam"Seharusnya mas Tommy bersyukur, meski aku bukan ibu kandung nya tetapi mereka tidak kekurangan kasih sayang sedikit pun, aku merawat mereka seperti anak ku sendiri"ucap nya"Jika ibu merasa aku kurang bertanggung jawab dalam merawat mereka, bawa lah mereka. Karena aku yakin hidup mereka lebih terjamin jika hidup dengan nenek nya dari pada ibu tiri nya"


"Bukan begitu maksud ibu, Hanna"ucap mertua Perempuan nya pelan


"Tidak ibu, aku sudah berpikir beberapa hari ini untuk menyerahkan hak asuh mereka pada nenek nya. Jika ibu bertanya tentang kasih sayang, mereka sedikit pun tidak kekurangan. Tetapi untuk menafkahi mereka jujur aku tidak akan sanggup dengan kondisi ku saat ini Bu"kedua mertua nya menatap Hanna dengan serius, karena apa yang di ucapan hanna memang benar, dengan kondisi hamil besar seperti ini siapa yang akan mau memberikan nya pekerjaan, lagian tidak seharusnya mereka menyerahkan sepenuh nya tanggung jawab mengasuh ketiga cucu nya. Mereka tidak boleh egois karena ini bukan kesalahan Hanna tetapi putra nya. Hanna berdiri lalu memanggil ketiga putra nya


"Iya ibu"si gemoy Dian langsung memeluk paha Hanna


"Untuk saat ini kalian tinggal bersama nenek dan kakek ya?"Diki dan Dika menatap Hanna


"Apakah ibu ingin pergi meninggalkan kami?"


"Tidak, Tidak sayang tidak. Ibu hanya tidak ingin ketika ibu bekerja tidak ada yang menjaga kalian"Dian mengerti dan langsung menangis


"Dengar sayang"ucap Hanna dengan mengusap pipi ketiga nya saling bergantian"Ini hanya sementara waktu, dan ibu pasti akan menjenguk kalian"


"Kami berjanji Bu, tidak akan nakal. Dan aku tidak akan meminta ibu untuk masak yang enak, setiap hari ibu masak kan mie untuk ku pasti aku akan memakan nya Bu"air mata siapa tidak akan jatuh mendengar ucapkan Diki yang baru berusia empat tahun? Ucapan nya mampu membuat nenek dan kakek nya menitik kan air mata.


"Sayang"panggil sang nenek"Nanti kalau kalian rindu pada ibu, pasti nenek dan kakek akan mengantar kan nya"ketiga nya menangis dengan memeluk Hanna yang sedang berjongkok. Hanna berusaha kuat memenangkan mereka tapi justru ia yang tidak kuat.

__ADS_1


"Dengar kan ibu baik baik ya nak"ucap Hanna dengan memeluk ketiga nya"Untuk kali ini saja kamu semua mendengar kan ibu"kedua mertua nya sekarang mengerti dengan melihat cara Hanna dan ketiga cucu nya"Ibu sebentar lagi akan melahirkan, ibu sangat membutuhkan uang untuk itu, jadi ikut lah bersama nenek dan kakek ya"ketiga nya melepaskan pelukan Hanna dan mengangguk kan kepala meski air mata nya bercucuran.


__ADS_2